Senin, 04 Januari 2021

10 Fakta 'Disease X' yang Diprediksi Jadi Pandemi Seperti COVID-19

  Ilmuwan memprediksi bahwa akan ada pandemi lain yang muncul setelah COVID-19. Berbagai penyakit menular yang saat ini disebut 'Disease X' mungkin bermunculan seiring berjalannya waktu.

Dikutip dari The Straight Times, Profesor emeritus dari University of Arizona, Dr Kenneth Iserson mengungkap prediksinya mengenai potensi penyebaran penyakit menular menjadi 'Disease X'.


"Ada kemungkinan penyakit menular tak dikenal lainnya sudah bersirkulasi dan bisa memberikan implikasi dahsyat," jelas Dr Iserson.


Berikut fakta-fakta 'Disease X' yang dikutip dari Goody Feed.


1. Masih berupa hipotesis

'Disease X' merupakan epidemi yang masih menjadi hipotesis para ilmuwan dan diprediksi sangat mungkin menimpa manusia di masa mendatang. Kondisi itu termasuk dalam cetak biru daftar penyakit prioritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Daftar penyakit itu ditinjau setiap tahun untuk mengidentifikasi 10 virus yang berisiko pada kesehatan global serius. Penyakit-penyakit tersebut diprioritaskan dalam penelitian dan pengembangan sebagai tindakan pencegahan.


2. Merupakan penyakit infeksi emerging (PIE)

PEI adalah penyakit menular yang kasusnya meningkat dalam 20 tahun terakhir. Secara keseluruhan, kondisi itu menyumbang 12 persen dari patogen manusia.


PEI dapat menyebar dan menjadi pandemi besar seperti COVID-19, hanya dengan satu virus yang mampu ditularkan secara signifikan antar manusia. 'Disease X' dapat muncul dan manusia mungkin akan kesulitan menanganinya karena tindakan pencegahan yang masih terbatas.


3. Dibuat sejak Februari 2018

Pada Februari 2018, para ahli berkumpul di Jenewa, Swiss untuk mendiskusikan cetak biru lembaga penelitian dan pengembangan. Selama pertemuan tersebut, 'Disease X' dimasukan dalam daftar ancaman kesehatan prioritas utama, setara dengan virus Ebola, Zika, demam Lassa, dan SARS.


4. Disebabkan oleh patogen X

EcoHealth Alliance, yang mempelajari ancaman virus zoonosis yang belum ditemukan sebagai bagian dari Global Virome Project (GVP), menulis di situs web mereka bahwa sumber virus tidak dapat diprediksi. Perubahan iklim menjadi faktor yang menyulitkan, apalagi jika virus mematikan muncul saat mencairnya lapisan tanah beku setelah ribuan tahun.


5. Sebagai bahan penelitian

Menurut WHO, 'Disease X' mewakili pengetahuan bahwa epidemi internasional yang serius dapat disebabkan oleh patogen yang saat ini tidak diketahui penyebabnya. Cetak biru lembaga penelitian dan pengembangan berupaya untuk mempersiapkan diri menghadapi 'Disease X' yang tidak diketahui.

https://nonton08.com/movies/the-erotic-adventures-of-aladdin-x/


6. Membantu peneliti merencanakan masa yang akan datang

Ilmuwan pertama kali membuat cetak biru litbang pada 2016. Hal ini sebagai upaya mengatasi kesenjangan antara wabah pandemi dan kesiapan global.


Kajiannya dapat membantu meminimalisir permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang telah dialami selama pandemi COVID-19.


Bisa dibilang, COVID-19 adalah Disease X yang pertama. Simak selengkapnya di halaman berikut.


7. COVID-19 juga merupakan 'Disease X'

Saat forum di Jenawa, para ilmuwan memprediksi 'Disease X' berasal dari hewan, dan muncul dari tempat yang perkembangan ekonominya beriringan antara manusia dan satwa liar.

Ilmuan juga sebelumnya memprediksi mudahnya virus menyebar seperti flu musiman tetapi jauh lebih mematikan. Pandemi COVID-19 saat ini mungkin dapat dikategorikan sebagai 'Disease X' yang pertama.


8. Lebih berbahaya dari COVID-19

'Disease X' mungkin lebih mematikan daripada COVID-19, sangat menular dan bermutasi dengan cepat.


"Cara penularannya tidak diketahui pada awalnya, begitu pula gambaran gejala atau tingkat keparahannya," ujar profesor sekaligus wakil dekan penelitian di

Saw Swee Hock School of Public Health di National University of Singapore, Alex Cook.


9. Ada kandidat potensial 'Disease X'

Banyak ahli percaya 'Disease X' berasal dari penularan zoonosis, yang penularan virusnya dari hewan ke manusia. Ini adalah proses alami yang berpotensi cepat karena kegiatan ekonomi melalui kontak hewan dan manusia.


Pada September 2019, Public Health England (PHE) menyatakan bahwa 'Disease X' dapat bermanifestasi ke bentuk infeksi bakteri dengan peningkatan resistensi antibiotik.


10. Menginspirasi cerita fiksi 'Disease X'

Ada buku fiksi yang menulis tentang 'Disease X' yang ditulis Shannon C. Burdette berjudul Disease X by N. J. Croft and Disease X: The Outbreak. Buku ini menarik untuk dibaca karena menyajikan interpretasi penulis tentang epidemi mematikan.

https://nonton08.com/movies/all-or-nothing/


Terpopuler Sepekan: Terawan Pamit, Mohon Maaf Sedalam-dalamnya

 Pekan ini jabatan Menteri Kesehatan resmi diserahterimakan dari dr Terawan Agus Putranto, SpRad ke Ir Budi Sadikin. Dalam agenda sertijab yang dilaksanakan Selasa (29/12), dr Terawan mengaku bersyukur telah diberi kepercayaan menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, dr Terawan juga memohon maaf jika selama bertugas ada hal-hal yang kurang berkenan.


"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya bila dalam kedinasan ada hal-hal yang kurang berkenan. Saya betul-betul mohon maaf lahir dan batin," ujarnya.


Usai 'pensiun' dari jabatan Menkes, dr Terawan mengatakan akan melanjutkan tugasnya sebagai dokter. Sebelum sertijab, dr Terawan menuturkan sempat melakukan operasi pada tiga orang pasien.


"Tadi saya tergelitik bahwa saya sesudah jadi menteri, saya jadi mantri dan itu kebanggaan saya. Saya boleh menyuntik orang kembali," kata dr Terawan.

https://nonton08.com/movies/the-ruling-class/


10 Fakta 'Disease X' yang Diprediksi Jadi Pandemi Seperti COVID-19


 Ilmuwan memprediksi bahwa akan ada pandemi lain yang muncul setelah COVID-19. Berbagai penyakit menular yang saat ini disebut 'Disease X' mungkin bermunculan seiring berjalannya waktu.

Dikutip dari The Straight Times, Profesor emeritus dari University of Arizona, Dr Kenneth Iserson mengungkap prediksinya mengenai potensi penyebaran penyakit menular menjadi 'Disease X'.


"Ada kemungkinan penyakit menular tak dikenal lainnya sudah bersirkulasi dan bisa memberikan implikasi dahsyat," jelas Dr Iserson.


Berikut fakta-fakta 'Disease X' yang dikutip dari Goody Feed.


1. Masih berupa hipotesis

'Disease X' merupakan epidemi yang masih menjadi hipotesis para ilmuwan dan diprediksi sangat mungkin menimpa manusia di masa mendatang. Kondisi itu termasuk dalam cetak biru daftar penyakit prioritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Daftar penyakit itu ditinjau setiap tahun untuk mengidentifikasi 10 virus yang berisiko pada kesehatan global serius. Penyakit-penyakit tersebut diprioritaskan dalam penelitian dan pengembangan sebagai tindakan pencegahan.


2. Merupakan penyakit infeksi emerging (PIE)

PEI adalah penyakit menular yang kasusnya meningkat dalam 20 tahun terakhir. Secara keseluruhan, kondisi itu menyumbang 12 persen dari patogen manusia.


PEI dapat menyebar dan menjadi pandemi besar seperti COVID-19, hanya dengan satu virus yang mampu ditularkan secara signifikan antar manusia. 'Disease X' dapat muncul dan manusia mungkin akan kesulitan menanganinya karena tindakan pencegahan yang masih terbatas.


3. Dibuat sejak Februari 2018

Pada Februari 2018, para ahli berkumpul di Jenewa, Swiss untuk mendiskusikan cetak biru lembaga penelitian dan pengembangan. Selama pertemuan tersebut, 'Disease X' dimasukan dalam daftar ancaman kesehatan prioritas utama, setara dengan virus Ebola, Zika, demam Lassa, dan SARS.


4. Disebabkan oleh patogen X

EcoHealth Alliance, yang mempelajari ancaman virus zoonosis yang belum ditemukan sebagai bagian dari Global Virome Project (GVP), menulis di situs web mereka bahwa sumber virus tidak dapat diprediksi. Perubahan iklim menjadi faktor yang menyulitkan, apalagi jika virus mematikan muncul saat mencairnya lapisan tanah beku setelah ribuan tahun.


5. Sebagai bahan penelitian

Menurut WHO, 'Disease X' mewakili pengetahuan bahwa epidemi internasional yang serius dapat disebabkan oleh patogen yang saat ini tidak diketahui penyebabnya. Cetak biru lembaga penelitian dan pengembangan berupaya untuk mempersiapkan diri menghadapi 'Disease X' yang tidak diketahui.


6. Membantu peneliti merencanakan masa yang akan datang

Ilmuwan pertama kali membuat cetak biru litbang pada 2016. Hal ini sebagai upaya mengatasi kesenjangan antara wabah pandemi dan kesiapan global.


Kajiannya dapat membantu meminimalisir permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang telah dialami selama pandemi COVID-19.


Bisa dibilang, COVID-19 adalah Disease X yang pertama. Simak selengkapnya di halaman berikut.

https://nonton08.com/movies/last-cannibal-world/