Jumat, 25 Desember 2020

Pemerintah Jepang Bakal Larang Drone dari China, Kenapa?

 Jepang dilaporkan akan menghentikan perusahaan China memasok drone ke pemerintahannya. Alasan utamanya adalah terkait soal keamanan dengan tujuan pemerintah dapat melindungi informasi sensitif.

Menurut laporan dari Reuters yang dikutip detikINET, informasi tersebut datang dari beberapa sumber di dalam pemerintahan dan partai yang berkuasa. Sumber-sumber tersebut mengklaim bahwa langah tersebut adalah bagian dari upaya negara untuk memperkuat keamanan nasionalnya.


Dengan kemajuan teknologi saat ini yang semakin canggih, perhatian utama dipusatkan pada teknologi informasi, rantai pasokan, keamanan siber dan kekayaan intelektual. Kekhawatiran sejenis juga sedang digaungkan pemerintah negara lain, tak hanya Jepang.


Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan untuk mengurangi ketergantungan Jepang pada China, terutama yang berkaitan dengan teknologi sensitif seperti drone dan kamera. Terlebih sedang ada ketegangan antara Amerika Serikat, sekutu Jepang, dengan China.


"China adalah pasar yang besar dan penting bagi Jepang. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa teknologi dan informasi canggih dapat bocor ke China dan dapat dialihkan untuk penggunaan militer," kata seorang pejabat senior pemerintah.


Saat ini, kementerian pertahanan Jepang dan penjaga pantai memiliki beberapa ratus drone, termasuk yang diproduksi oleh perusahaan China. Kedua badan pemerintah itu telah mengklarifikasi bahwa drone ini tidak digunakan untuk urusan yang sensitif keamanan.


Tidak jelas apakah Jepang akan mengganti semua drone tersebut. Tapi nantinya pembelian drone baru akan melalui proses penyaringan yang lebih ketat untuk mencegah kemungkinan kebocoran data ke pihak lain.


Jika benar ada pembatasan drone asal China ke pemerintah Jepang, kemungkinan akan membantu meningkatkan bisnis drone lokal, karena pemerintah tentu akan mencari drone yang bersumber dari dalam negeri.


Pejabat senior lainnya menambahkan bahwa Jepang akan menjaga hubungan diplomatik dengan China tetapi akan lebih hati-hati soal penerapan teknologi dari sana dalam rangka menjaga informasi sensitif.

https://kamumovie28.com/movies/double-indemnity/


Bill Gates: Teori Konspirasi Corona Bermaksud Jahat


Teori konspirasi soal virus Corona masih cukup banyak beredar, terutama di media sosial, dengan salah satu aktor utamanya adalah Bill Gates. Dalam komentar terbarunya, pendiri Microsoft itu menyebut teori konspirasi sebagai cerita liar dan bermaksud jahat.

Seperti diketahui, Bill Gates kena tudingan akan memasang microchip saat memberikan vaksin Corona sampai konspriasi bahwa dia adalah dalang di balik virus Corona. Meskipun sukar dipercaya, bisa saja membuat sebagian orang nantinya enggan diimunisasi.


"Kita selalu punya beberapa kekhawatiran soal vaksin, tapi tentu bukan ide ini yang menghubungkannya dengan plot seperti menaruh microchip untuk melacak mereka, sesuatu yang bahkan di cerita fiksi tidak begitu bisa dipercaya," kata Gates.


Gates mengaku terkejut dirinya bersama sosok lain, misalnya Dr Anthony Fauci yang merupakan ahli kesehatan top di Amerika Serikat, menjadi sasaran meski sudah berusaha menerangkan niat mereka hanyalah ingin membuat vaksin Corona yang mujarab.


"Gelombang cerita liar tentang vaksin sebagai sebuah konspirasi, adalah berdasarkan maksud jahat, kadang mereferensi padaku atau Dr Fauci, itu adalah elemen liar yang aku tidak pernah harapkan," papar Bill Gates seperti dikutip detikINET dari Yahoo Finance.


Dengan digaungkan di media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube hingga Twitter, teori konspirasi pun cepat menjangkau banyak orang. Walau ceritanya tidak masuk akal dan tidak ada buktinya, tetap saja mungkin ada orang yang akan terpengaruh olehnya.

https://kamumovie28.com/movies/el-diputado/

5 Aplikasi untuk Bikin Kartu Ucapan Natal Digital

 Banyak cara memeriahkan perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 di tengah pandemi. Salah satunya mengirim kartu ucapan digital ke keluarga dan teman.

Tidak perlu pusing membuatnya, karena sekarang banyak aplikasi yang siap membantu kamu membuat kartu ucapan Natal dan Tahun Baru 2021 lewat ponsel.


Berikut ini 5 aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat kartu ucapan natal digital:


1. Canva


Canva menyediakan beragam template edisi Natal dan Tahun Baru yang menarik. Tidak hanya foto, kamu bisa menyematkan video di dalamnya.


Kamu dimungkinkan untuk mengedit desain yang ada agar terasa lebih personal. Bila sudah jadi, kartu ucapan bisa di-share lewat email, WhatsApp, Instagram ataupun media sosial lain.


Link download: Android - iOS



2. JibJab


Ingin membuat kartu ucapan Natal dan Tahun Baru yang kocak, bisa pakai JibJab. Cukup jepret foto, aplikasi akan langsung menggunakan wajah kamu dalam lusinan video yang tersedia.


Dijamin yang menerima kartu ucapan kamu akan auto ngakak.


Link download: Android - iOS



3. Paperless Post Flyer


Aplikasi ini menyediakan kartu atau flyer ucapan Natal dan Tahun Baru yang menarik. Ada dua pilihan yang diberikan, berbayar dan gratis.


Tentu saja opsi berbayar memberikan banyak pilihan costomisasi. Sehingga jauh lebih menarik dan personal.


Link download: Android - iOS


4. Punch Bowl


Aplikasi ini menyediakan template kartu ucapan Natal dan Tahun Baru 2020 edisi pandemi. Tapi kamu bisa memodifikasi desainnya agar terasa lebih personal.


Kamu bisa menuliskan ucapan atau membubuhkan video ucapan. Kemudian mengirimkannya ke teman lewat SMS atau meng-copy link untuk dibagikan lewat WhatsApp.


Link download: Android - iOS


5. JustWink


Aplikasi ini tidak kalah menarik. Beragam template disediakan gratis. Kita dapat memilihnya sesuai kategori.


Setelah memilih desain kartu, kita dapat memasukkan foto, menuliskan pesan dan membubuhkan tanda tangan. Barulah setelahnya, kita dapat mengirimkan kartu ucapan tadi lewat email, pesan instan, Facebook atau Twitter.


Link download: Android

https://kamumovie28.com/movies/valley-of-flowers/


Pemerintah Jepang Bakal Larang Drone dari China, Kenapa?


 Jepang dilaporkan akan menghentikan perusahaan China memasok drone ke pemerintahannya. Alasan utamanya adalah terkait soal keamanan dengan tujuan pemerintah dapat melindungi informasi sensitif.

Menurut laporan dari Reuters yang dikutip detikINET, informasi tersebut datang dari beberapa sumber di dalam pemerintahan dan partai yang berkuasa. Sumber-sumber tersebut mengklaim bahwa langah tersebut adalah bagian dari upaya negara untuk memperkuat keamanan nasionalnya.


Dengan kemajuan teknologi saat ini yang semakin canggih, perhatian utama dipusatkan pada teknologi informasi, rantai pasokan, keamanan siber dan kekayaan intelektual. Kekhawatiran sejenis juga sedang digaungkan pemerintah negara lain, tak hanya Jepang.


Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan untuk mengurangi ketergantungan Jepang pada China, terutama yang berkaitan dengan teknologi sensitif seperti drone dan kamera. Terlebih sedang ada ketegangan antara Amerika Serikat, sekutu Jepang, dengan China.


"China adalah pasar yang besar dan penting bagi Jepang. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa teknologi dan informasi canggih dapat bocor ke China dan dapat dialihkan untuk penggunaan militer," kata seorang pejabat senior pemerintah.


Saat ini, kementerian pertahanan Jepang dan penjaga pantai memiliki beberapa ratus drone, termasuk yang diproduksi oleh perusahaan China. Kedua badan pemerintah itu telah mengklarifikasi bahwa drone ini tidak digunakan untuk urusan yang sensitif keamanan.

https://kamumovie28.com/movies/zebra-lounge/