Kamis, 24 Desember 2020

Menkominfo Restui Tri Merger Indosat

 Kedua operator seluler Indonesia, Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan Indosat Ooredoo disebut akan melakukan merger satu sama lain. Mendengar kabar tersebut, pada dasarnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memberikan dukungan.

Menkominfo mengatakan dukungan terjadinya konsilidasi antar operator seluler di Indonesia untuk memberikan dampak efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri.


"Untuk efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri telepon selular, maka tentu kami menyambut baik langkah konsolidasi yang dilakukan opsel secara business to business," ujar Johnny kepada detikINET, Kamis (24/12/2020).


Lebih lanjut, kata Menkominfo, bahwa di Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law pada sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran, membuka ruang kerja sama yang lebih baik (ekonomis dan efisien) bagi industri telco dan penyiaran.


"Konsolidasi juga diperlukan untuk mendukung perusahaan telekomunikasi dalam mempersiapkan investasi initial deployment 5G di Indonesia," ucapnya.


Seperti diberitakan sebelumnya bahwa para pemegang saham kedua operator tersebut melakukan pembahasan terkait kemungkinan terjadinya konsolidasi. CK Hutchison Holdings Ltd Hong Kong dikabarkan tengah mendekati kesepakatan dengan QPSC Ooredoo Qatar untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi di Indonesia, yakni Indosat Ooredoo.


Ooredoo diketahui menguasai sekitar 65% saham Indosat. Sementara, di Indonesia Hutchison memiliki Tri yang dikelola PT Hutchison 3 Indonesia. Kesepakatan ini akan melibatkan penawaran tunai dan saham.


"Kami belum bisa berkomentar. Kami belum dapat informasi official. Jadi, ini masih spekulasi," ujar Danny kepada detikINET melalui sambungan telepon, Rabu (23/12).


Saat ditanya lebih lanjut, apakah Tri sudah melakukan pembahasan terkait konsolidasi dengan Indosat. Danny mengungkapkan bahwa pembahasan konsolidasi tersebut tidak hanya dilakukan dengan satu perusahaan saja.


"Jadi, itu pembicaraan antar pemegang saham, itu bicara ke semua bicara (soal merger) dengan Ooredoo, Axiata, Smartfren sudah saling bicara," ungkapnya.


Hanya saja menyangkut soal 'deal' Tri berlabuh ke mana, belum diketahui untuk saat ini. Langkah Tri untuk konsolidasi dengan operator seluler lainnya sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu.


"Sejak dua tahun lalu kita upayakan terjadinya konsolidasi. Tapi, untuk saat ini pembahasan masih pemegang saham, dari sisi manajemen belum ada," ucapnya.


Sedangkan dihubungi secara terpisah kepada Indosat Ooredoo, operator yang identik warna kuning merah itu memilih untuk tidak berkomentar soal isu merger dengan Tri.

https://trimay98.com/movies/crayon-shin-chan-fierceness-that-invites-storm-operation-golden-spy/


Samsung Hapus Postingan Ejek Apple Hilangkan Charger di iPhone 12


 Samsung sempat memposting ejekan ke Apple lantaran menghilangkan charger dalam paket penjualan ponselnya. Kini postingan tersebut dihapus.

Seperti diketahui ketika Apple mengumumkan iPhone 12 pada Oktober lalu, raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino itu memastikan tidak memberikan charger pada kotak penjualan ponsel barunya. Alasannya agar makin ramah lingkungan, karena dengan tidak memberikan charger artinya dapat mengurangi sampah elektronik.


Banyak yang pro dan kontra akan hal tersebut. Tapi langkah Apple ini tidak disia-siakan oleh sejumlah OEM Android untuk menghujamkan sindiran, salah satunya Samsung.


Lewat akun Facebooknya, vendor asal Korea Selatan ini mengatakan ponsel Galaxy memberikan charger, kamera terbaik, memori, bahkan layar 120Hz. Dalam postingan yang diunggah 13 Oktober itu disertakan pula foto charger yang mendukung pengisian cepat.


Tapi ironisnya selang beberapa waktu, muncul rumor kalau Samsung akan melakukan langkah serupa di ponsel flagship terbarunya. Bahkan muncul bukti kuat kalau kabar tersebut bukan isapan jempol.


Sebuah dokumen sertifikasi untuk seri Galaxy S21 yang diterbitkan oleh badan sertifikasi Brasil ANATEL beredar. Dalam sertifikasi tersebut, ditulis bahwa Galaxy S21, Galaxy S21+ dan Galaxy S21 Ultra tidak akan dijual dengan charger dan earphone.


Nah dengan dihapusnya postingan ejekan Samsung ke Apple, kian menguatkan lagi kalo Galaxy S21 series akan hadir tanpa charger dalam kotak penjualannya. Tapi ini perlu dibuktikan lagi setelah ponsel tersebut dirilis.


Samsung berencana mengumumkan Galaxy S21 series pada 14 Januari 2021.

https://trimay98.com/movies/crayon-shin-chan-fierceness-that-invites-storm-the-battle-of-the-warring-states/

Bill Gates Ungkap Rahasia Pembuatan 10 Miliar Vaksin Corona

 Untuk mengendalikan pandemi, vaksin Corona perlu diberikan pada bagian besar populasi dunia. Bill Gates yang ikut serta melalui yayasannya dalam upaya itu membeberkan bagaimana cara memproduksi vaksin Corona dalam jumlah begitu besar.

"Dunia perlu membuat sekitar 5 miliar dosis jika ada vaksin yang hanya perlu 1 dosis atau 10 miliar dalam skenario dua dosis saat ini. Hal ini dengan asumsi 70% dari populasi global harus mendapatkannya dalam rangka memangkas penularan," tulis sang pendiri Microsoft di blognya.


Itu bukan pekerjaan mudah karena seluruh perusahaan vaksin di dunia biasanya memproduksi kurang dari 6 miliar dosis berbagai macam vaksin. Jadi menurut Gates, kapasitas produksi vaksin harus ditingkatkan dua bahkan tiga kali lipatnya.


"Untuk membantu meringankan beban manufaktur, yayasan kami memasangkan perusahaan vaksin di negara kaya dengan mitra di negara berkembang yang spesialisnya memproduksi dosis aman, kualitas tinggi dan terjangkau dalam volume besar," papar Bill Gates.

https://trimay98.com/movies/drag-me-to-hell/


Dengan kata lain, perusahaan yang khusus melakukan produksi sepakat untuk membuat vaksin Corona menjanjikan yang dibuat oleh perusahaan lain. Contohnya, Serum Institute of India memproduksi vaksin buatan AstraZeneca.


"Mereka mulai memproduksinya sehingga akan ada dosis untuk negara menengah atau miskin jika vaksin AstraZeneca disetujui. Dan yayasan kami mengambil sebagian risiko finansial sehingga jika tidak disetujui, Serum takkan menanggung seluruh kerugian," lanjut Bill Gates.


Kesepakatan semacam itu memang tidak lazim, bisa diibaratkan pabrik Ford merakit mobil yang didesain Honda. Namun demikian, karena pandemi Corona merupakan masalah serius yang harus segera ditemukan solusinya, para perusahaan vaksin setuju untuk bekerja sama.


"Hal ini mirip dengan bagaimana di Perang Dunia II, AS meningkatkan kapasitas manufakturnya dalam skala sangat besar dengan mengubah pabrik mobil menjadi pabrik truk dan tank, hanya saja kali ini, pemerintah tidak terlibat," imbuh Bill Gates.


Di samping produksi, tentu ada tantangan untuk mendistribusikan vaksin Corona secara merata. Masalah logistik dan finansial bisa menghadang.


"16 perusahaan farmasi telah berkomitmen dengan yayasan kami untuk memastikan vaksin tersedia dengan cara yang adil. Pakar di seluruh dunia perlu mencari cara bagaimana memindahkan seluruh vaksin ke planet ini dengan tetap menjaganya di suhu yang tepat," lanjut Gates.


Pemerintah di setiap negara lalu perlu bertanggung jawab dalam distribusi di negaranya. "Dan negara-negara kaya perlu lebih lagi mengucurkan pendanaan baru untuk organisasi seperti GAVI, yang punya rekam jejak fenomenal membantu imunisasi anak di negara miskin," tambah dia.


Bill Gates memang makin banyak berbicara menjelang pemberian vaksin Corona. Sejak virus Corona muncul, Bill Gates langsung membiayai pengembangan sebagian vaksin dan mengutarakan beragam prediksi soal arah pandemi Corona.


Menurut data Forbes, yayasan Bill Gates telah berkomitmen USD 350 juta untuk mendanai pembuatan vaksin maupun obat Corona, sekaligus distribusinya. Terbaru, mereka menambahkan USD 70 juta untuk membantu menyebarkan vaksin Corona murah di negara miskin atau berkembang.

https://trimay98.com/movies/follow-me-to-hell/