Jumat, 18 Desember 2020

Adopsi Cloud dan AI Jadi Kunci Kesukesan Selama Pandemi

 Perusahaan yang berhasil mengungguli lainnya adalah perusahaan yang lebih dulu paham teknologi dalam mengadopsi cloud serta kecerdasan buatan (AI).

Hal ini diutarakan IBM lewat kajian IBM Institute for Business Value (IBV), yang menyebutkan bahwa lebih dari 74% organisasi cenderung menggunakan hybrid cloud untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan kritis proses bisnis. Sedangkan 6 dari 10 organisasi telah mengadopsi AI untuk meningkatkan kepuasan dan retensi pelanggan.


"Adopsi cloud telah menjadi fitur utama dalam mengembangkan model bisnis baru yang digerakkan secara digital, dan kami percaya bahwa hybrid cloud dan kecerdasan buatan (AI) adalah dua kekuatan dominan yang mendorong transformasi digital di semua sektor," ujar Tan Wijaya, Presdir IBM Indonesia dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/12/2020).


"Kedua teknologi ini menjadi sangat fundamental dalam pengembangan operasional sebuah perusahaan menjadi lebih efisien dan memberikan kesempatan untuk berinovasi guna mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia," tambahnya.

https://trimay98.com/movies/turn-right-barcelona/


Menurutnya, sampai akhir 2020 ini, mulai banyak perusahaan di Indonesia yang mengadopsi cloud untuk memberikan layanan digital lebih baik pada pelanggannya. Sejumlah solusi menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam memilih cloud antara lain adalah hybrid cloud yang bisa disesuaikan dengan skala yang dibutuhkan, serta penyediaan keamanan yang memadai untuk pelanggannya.


Di sisi lain, perusahaan di Indonesia juga berupaya untuk memfasilitasi penyelenggaraan ekosistem kerja hybrid di mana karyawan bisa secara bergantian bekerja di kantor dan di rumah. Hal ini pun akan berlanjut sampai 2021 mendatang.


Yaitu di mana akselerasi transformasi digital semakin tak bisa dihindari, salah satunya karena konsumen semakin aktif secara online, khususnya di sektor ritel dan perbankan. Perusahaan pun akan 'dipaksa' untuk melakukan inovasi ataupun melakukan melakukan reinvention layanan untuk para pelanggannya.


Untuk itu, IBM melihat bahwa hybrid cloud dan atau AI akan menjadi dua kekuatan dominan yang mendorong transformasi digital di semua sektor baik publik maupun swasta. Lebih jauh, mereka pun memaparkan 6 kapabilitas yang menjadi kunci kesuksesan perusahaan terkait pemanfaatan teknologi di tengah pandemi. Apa saja?


Kelincahan dan efisiensi: 65% organisasi yang memiliki kinerja terbaik (top performers) menggunakan hybrid cloud untuk mencapai tingkat kelincahan yang dibutuhkan dalam hal pengembangan dan penyelenggaraan layanan.

Keterlibatan pelanggan: 53% organisasi yang memiliki kinerja terbaik mengimplementasikan otomasi untuk membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih mendalam.

Rantai pasok dan operasional: Lebih dari 54% perusahaan yang memiliki kinerja terbaik cenderung menggunakan AI untuk perencanaan rantai pasoknya.

Ketahanan TI dan keberlangsungan bisnis: Lebih dari 120% perusahaan yang memiliki kinerja terbaik cenderung menggunakan cloud untuk pengembangan sesuai skala di lokasi (on-premise) dan mengakomodasi tingginya permintaan.

Tenaga kerja: Perusahaan yang memiliki kinerja terbaik cenderung melakukan sintesis atas data internal dan data eksternal sehingga mampu meningkatkan efektifitas pengelolaan tenaga kerja.

Keamanan siber: Lebih dari 72% perusahaan yang memiliki kinerja terbaik cenderung menggunakan AI untuk mencatat dan melakukan penilaian atas ancaman.

"Multipolar Technology telah lama menjadi mitra bisnis IBM sejak 1986, sehingga pengembangan solusi kamipun sejalan dengan tren teknologi strategis dari IBM dan kebutuhan pasar, salah satunya dengan mendorong pemanfaatan teknologi hybrid cloud dan AI di berbagai sektor," kata Wahyudi Chandra, Presiden Direktur, Multipolar Technology dalam acara yang sama.


"Untuk mendukung transformasi digital, kami juga telah merancang solusi siap pakai di atas platform IBM sehingga memudahkan pelanggan dalam mengadopsi teknologi terkini," tutupnya.

https://trimay98.com/movies/nini-thowok/

Vivo Kerja Sama dengan ZEISS Kembangkan Teknologi Mobile Imaging

 Vivo dan ZEISS menjalin kemitraan untuk mempromosikan dan mengembangkan inovasi teknologi mobile imaging atau pencitraan gambar seluler. Kerja sama ini menghasilkan sistem Vivo ZEISS Co-engineered Imaging System yang akan ditampilkan dalam flagship terbaru Vivo.

Wakil Presiden Senior dan CMO Vivo, Spark Ni mengatakan melalui kemitraan ini, teknologi mobile imaging ZEISS akan dapat dinikmati lebih banyak konsumen. Ia juga mengungkapkan kemitraan strategis ini sebagai titik awal dalam menciptakan peluang baru di dunia mobile imaging.


"Berdasarkan sinergi yang saling melengkapi dalam spesialisasi optik dan teknologi digital terbaru, Vivo dan ZEISS ingin menjadikan kemitraan strategis ini sebagai titik awal untuk menciptakan peluang baru dalam mobile imaging yang memungkinkan eksplorasi kreatif, yang lebih luas, sekaligus mendukung pengembangan jangka panjang di berbagai industri," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/12/2020).


Vivo dan ZEISS rencananya juga akan membangun Vivo ZEISS Imaging Lab, sebuah program R&D bersama untuk mendorong inovasi teknologi mobile imaging di smartphone flagship Vivo. Kerja sama Vivo bersama Zeiss ini membuka kesempatan keduanya dalam memperkuat dan memajukan teknologi mobile photography atau fotografi seluler.


Melanjutkan program R&D bersama, Vivo dan ZEISS juga akan meluncurkan kampanye 'Vivo ZEISS Master Photography' untuk mempromosikan Vivo ZEIZZ Co-engineered Imaging System sekaligus menginspirasi pengguna agar dapat menikmati kreativitas mereka dengan smartphone Vivo.


Sementara itu, Head of ZEISS Consumer Products, Joerg Schmitz mengatakan fokus kemitraan antara Vivo dan ZEISS adalah mobile imaging. Menurutnya pengalaman ZEISS selama puluhan tahun dalam aspek teknologi optik dan pencitraan akan memungkinkan Vivo meningkatkan performa penciptaan gambar pada seri premiumnya.


Dalam 25 tahun terakhir, Vivo melakukan riset untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Mereka telah mengantisipasi permintaan konsumen secara global melalui inovasi dalam mobile imaging. Vivo meyakini inovasi mobile imaging adalah salah satu aspek esensial dalam memenuhi kebutuhan konsumen ke depan.


Kemitraan Vivo dan ZEISS akan bekerja sama untuk saling memfasilitasi dalam hal pengembangan aspek pelengkap mobile imaging. Selain itu teknologi optik ZEISS akan meningkatkan performa mobile imaging Vivo pada tingkat yang lebih profesional.


Di sisi lain, Vivo jadi memiliki wawasan mendalam soal preferensi konsumen dalam mobile imaging. Dengan pengembangan komponen optik bersama ZEISS serta kemampuan penciptaan gambar yang terintegrasi, Vivo berjanji akan memberi pengalaman smartphone fotografi yang menarik, mudah digunakan, serta lebih profesional kepada konsumen Vivo secara global.

https://trimay98.com/movies/petualangan-menangkap-petir/


Adopsi Cloud dan AI Jadi Kunci Kesukesan Selama Pandemi


Perusahaan yang berhasil mengungguli lainnya adalah perusahaan yang lebih dulu paham teknologi dalam mengadopsi cloud serta kecerdasan buatan (AI).

Hal ini diutarakan IBM lewat kajian IBM Institute for Business Value (IBV), yang menyebutkan bahwa lebih dari 74% organisasi cenderung menggunakan hybrid cloud untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan kritis proses bisnis. Sedangkan 6 dari 10 organisasi telah mengadopsi AI untuk meningkatkan kepuasan dan retensi pelanggan.


"Adopsi cloud telah menjadi fitur utama dalam mengembangkan model bisnis baru yang digerakkan secara digital, dan kami percaya bahwa hybrid cloud dan kecerdasan buatan (AI) adalah dua kekuatan dominan yang mendorong transformasi digital di semua sektor," ujar Tan Wijaya, Presdir IBM Indonesia dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/12/2020).


"Kedua teknologi ini menjadi sangat fundamental dalam pengembangan operasional sebuah perusahaan menjadi lebih efisien dan memberikan kesempatan untuk berinovasi guna mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia," tambahnya.

https://trimay98.com/movies/partikelir/