Kamis, 17 Desember 2020

Selamatkan Aksara Nenek Moyang, UNESCO Dukung Digitalisasi Aksara Nusantara

 Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) dalam melakukan digitalisasi aksara nusantara mendapat dukungan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo mengatakan, dukungan penuh dari UNESCO dalam kaitannya terhadap pelestarian budaya, dirasa tepat sebagai indikator peluncuran program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara sekaligus inisiasi bersama antara Pandi dan UNESCO perihal kerjasama.


"Suatu kebanggaan bahwa program ini bisa didukung penuh oleh UNESCO, tentu ini merupakan hasil jerih payah teman-teman selama ini. Secara resmi kami melakukan grand launching program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara serta peresmian Inisiasi Bersama Kerjasama antara Pandi dan UNESCO tanggal 12 Desember 2020 di Jakarta," terang Yudho dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/12/2020).


Meski saat ini belum tampak hasilnya, upaya digitalisasi aksara nusantara ke dalam format internationalize domain name (IDN), yang bisa diakses dan dipergunakan di internet mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya datang dari UNESCO.


IDN merupakan nama domain untuk bahasa lokal atau aksara tiap daerah/Negara. Nama domain ini bersifat khusus, karena tidak menggunakan huruf latin dengan karakter selain a, b..., z; 0, 1,..., 9; dan "-" yang merupakan kode dari American Standard Code for Information Interchange (ASCII).

https://nonton08.com/movies/lost/


Sementara itu, ASCII adalah standar pengkodean karakater untuk alat komunikasi. Kode ASCII teks dalam komputer, peralatan telekomunikasi, dan perangkat lainnya, singkatnya berupa huruf dan angka biasa yang dipergunakan sehari-hari. Kebanyakan skema pengkodean karakter modern didasarkan pada ASCII, meskipun mereka mendukung banyak karakter tambahan.


Faktanya, saat ini internet diakses oleh lebih banyak orang yang tidak menggunakan bahasa dan skrip Latin, ketimbang aksara daerahnya. Artinya mereka sulit mengenali karakter ASCII dan mereproduksinya pada keyboard atau menggunakan perangkat lunak untuk masuk ke alamat situs web di browser.


Yudho menjelaskan bahwa keberadaan IDN di era digitalisasi saat ini dirasa penting, mengingat pertumbuhan pengguna internet dunia yang semakin pesat, ditambah masyarakat internet terbiasa memakai huruf latin untuk menulis ataupun mengetik. Bukan tidak mungkin, ke depan aksara daerah di Indonesia akan punah.


"Kalau di Indonesia karena bahasa utamanya menggunakan tulisan latin, makanya bahasa atau tulisan asli ibu yang jadi warisan nusantara semakin hilang," ungkapnya.


Berdasarkan hal di atas, Yudho merasa perlu membuat sebuah wadah, agar bahasa ibu bisa terus dituturkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


"Pandi berkomitmen penuh pada pelestarian aksara daerah, maka dari itu kami sedang membuat program khusus bertajuk Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara. Dari program tersebut diharapkan bisa melestarikan aksara nusatara yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat sekarang," ungkapnya.


Seperti diketahui Pandi terus menggalakkan berbagai upaya digitalisasi aksara nusantara, dibantu oleh beberapa komunitas pegiat aksara, lembaga akademis dan non akademis juga lembaga pemerintahan.


Di sisi lain, Pandi juga tengah mengadakan lomba membuat website dengan konten aksara daerah yang sudah berjalan di beberapa daerah, seperti Jawa, Sunda, Bali dan Makassar. Selain itu, Pandi menyiapkan website www.merajutindonesia.id yang menyajikan konten seputar aksara nusantara mulai dari sejarah, proses digitalisasi hingga font aksara nusantara.

https://nonton08.com/movies/bayi-gaib/

Deretan Fitur Aplikasi PeduliLindungi untuk Penerapan 3T

 Pemerintah mengeluarkan imbauan untuk menerapkan gerakan 3M dan 3T untuk menekan penyebaran virus Corona. Salah satunya adalah melakukan tracing, yang bisa dilakukan dengan aplikasi contact tracing PeduliLindungi. Apa saja sih fiturnya?

Aplikasi yang bisa diunduh di Play Store dan App Store ini punya beberapa fitur untuk melakukan contact tracing, baik berbasis lokasi menggunakan GPS ataupun lewat Bluetooth. Lewat GPS, PeduliLindungi dapat memberitahu kondisi Zona COVID-19 (merah atau hijau) berikut jumlah pasien yang terpapar, sembuh dan meninggal di lokasi dia berada kepada pengguna.


Lalu ketika ada ponsel lain dalam radius lokasi yang juga terdaftar di PeduliLindungi, akan terjadi pertukaran ID anonim yang akan direkam dalam ponsel. Data ID anonim itu pun akan direkam selama 14 hari.


PeduliLindungi selanjutnya akan mengidentifikasi orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan suspek, Kasus Konfirmasi (bergejala dan tidak bergejala), dan Kontak Erat. Bila memang merasakan gejala dari Covid-19, Aplikasi PeduliLindungi ini juga bisa membantu lewat fitur Teledokter.


Dengan fitur ini, layanan konsultasi dengan dokter bisa dilakukan dengan jarak jauh yang merupakan hasil kerja sama dengan platform layanan Kesehatan yaitu Telkomedika, Halodoc, Prosehat, dan Good Doctor. Selain itu juga bisa melakukan pemeriksaan mandiri melalui platform Prixa, BPPT, dan Good Doctor.


Ke depannya, aplikasi ini akan sepenuhnya berbasis lokasi atau GPS tanpa perlu lagi menggunakan Bluetooth. Tujuannya agar ponsel yang terpasang aplikasi PeduliLindungi bisa lebih hemat baterai.


Berikut ini adalah deretan fitur di aplikasi PeduliLindungi


Kontak Tracing yang bisa dilakukan selama 14 hari ke belakang menggunakan teknologi bluetooth

Tracking close contact users, menggunakan GPS

Fencing untuk mendukung isolasi mandiri, juga menggunakan GPS

QR Code untuk WNI dan WNA yang akan memasuki wilayah yurisdiksi di 7 pintu, yang secara langsung telah ditetapkan sebagai ODP.

Notifikasi zona terdampak di sekitarnya, baik kelurahan, RS, maupun apotek terdekat.

Histori perjalanan atau lokasi yang dikunjungi user, menggunakan GPS

Teledokter yang menggandeng startup bidang kesehatan. Sudah ada Prixa, Halodoc, dan ProSehat, ditambah dukungan dari BPPT.

Dashboard PeduliLindungi saat ini tersedia di Kementerian Kesehatan untuk melacak (tracking dan tracing) pengguna yang melakukan kontak dengan orang positif COVID-19.

https://nonton08.com/movies/the-sacred-riana-beginning/


Selamatkan Aksara Nenek Moyang, UNESCO Dukung Digitalisasi Aksara Nusantara


Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) dalam melakukan digitalisasi aksara nusantara mendapat dukungan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo mengatakan, dukungan penuh dari UNESCO dalam kaitannya terhadap pelestarian budaya, dirasa tepat sebagai indikator peluncuran program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara sekaligus inisiasi bersama antara Pandi dan UNESCO perihal kerjasama.


"Suatu kebanggaan bahwa program ini bisa didukung penuh oleh UNESCO, tentu ini merupakan hasil jerih payah teman-teman selama ini. Secara resmi kami melakukan grand launching program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara serta peresmian Inisiasi Bersama Kerjasama antara Pandi dan UNESCO tanggal 12 Desember 2020 di Jakarta," terang Yudho dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/12/2020).


Meski saat ini belum tampak hasilnya, upaya digitalisasi aksara nusantara ke dalam format internationalize domain name (IDN), yang bisa diakses dan dipergunakan di internet mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya datang dari UNESCO.


IDN merupakan nama domain untuk bahasa lokal atau aksara tiap daerah/Negara. Nama domain ini bersifat khusus, karena tidak menggunakan huruf latin dengan karakter selain a, b..., z; 0, 1,..., 9; dan "-" yang merupakan kode dari American Standard Code for Information Interchange (ASCII).


Sementara itu, ASCII adalah standar pengkodean karakater untuk alat komunikasi. Kode ASCII teks dalam komputer, peralatan telekomunikasi, dan perangkat lainnya, singkatnya berupa huruf dan angka biasa yang dipergunakan sehari-hari. Kebanyakan skema pengkodean karakter modern didasarkan pada ASCII, meskipun mereka mendukung banyak karakter tambahan.

https://nonton08.com/movies/st-agatha/