Rabu, 16 Desember 2020

Bisakah Vaksin Corona di RI Gratis?

 Jumlah warga Indonesia yang akan disuntikkan vaksin virus Corona (COVID-19) kemungkinan naik dari 107 juta orang, menjadi 182 juta orang. Dari jumlah tersebut juga sedang dipertimbangkan 50% divaksinasi gratis, sementara sisanya membayar secara mandiri.

Kebijakan itu mendapat kritikan dari sejumlah pengamat ekonomi. Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara pun mendesak pemerintah untuk menggratiskan vaksin ke seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.


Menurut Bhima, dari sisi anggaran, pemerintah masih mampu untuk menggratiskan semua vaksin virus Corona.


"Jadi dengan asumsi menurut ahli epidemologis antara 70-80% total penduduk yang harus divaksinasi untuk memperoleh kekebalan komunal atau herd immunity, maka minimum biaya vaksinasi kisaran Rp 75 triliun. Pertanyaannya, ada nggak uangnya? Dan kenapa pemerintah ada vaksin berbayar dan gratis? Bisa nggak semua gratis? Jawabannya bisa. Kenapa? Karena yang terjadi saat ini adalah masalah dari politik anggaran pemerintah yang terkesan mengutamakan proyek infrastruktur dibandingkan penanganan kesehatan," kata Bhima ketika dihubungi detikcom, Selasa (15/12/2020).


Ia mengatakan, di tahun 2021 pemerintah mengalokasikan sebesar Rp 413 triliun. Sayangnya, stimulus kesehatan justru lebih kecil porsinya. Menurut Bhima, sudah seharusnya anggaran infrastruktur itu bisa dialokasikan untuk vaksin virus Corona.


"Sementara stimulus kesehatan berkurang menjadi Rp 25,4 triliun. Ini kan artinya ruang fiskal untuk menggratiskan vaksin itu ada. Masalahnya secara politik anggaran mau apa tidak? Secara prioritas, harusnya 2021 itu masih fokus pada penanganan kesehatan," tegas Bhima.

https://kamumovie28.com/movies/pretty-boy-2/


Dihubungi secara terpisah, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menilai, vaksin yang berbayar berpotensi menciptakan jalur penyalahgunaan.


Sependapat dengan Bhima, ia menilai pemerintah masih punya kemampuan untuk menggratiskan vaksin. Sehingga, ia mendesak vaksin Corona agar digratiskan seluruhnya.


"Kalau kalau kita lihat, anggap 270 juta orang. Kalau 270 juta kalau Rp 100 ribu untuk satu kali vaksinasi, itu kan hanya Rp 27 triliun. Kalau Rp 200 ribu untuk 2 kali vaksinasi, itu Rp 54 triliun. Dan itu tidak dalam satu tahun, taruhlah nggak mungkin kita dapat 270 juta vaksin virus Corona. Nah anggap dari situ, kita punya defisit saja Rp 1.000 triliun. Cuma 2,7% atau 3% dari defisit, nothing," terang dia.


Juru bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, dari sisi anggaran memang pemerintah punya kemampuan untuk menggratiskan vaksin Corona. Hanya saja, vaksinasi akan lebih cepat terlaksana jika ada jalur pembayaran mandiri.

"Bukan tidak mungkin, tapi perlu berbagai pertimbangan ya. Tapi kalau kita akan mempercepat tentunya kalau ada dukungan vaksinasi mandiri. Kan tidak adalah yg tidak memungkinkan," kata Nadia kepada detikcom.


Akan tetapi, pemerintah masih memiliki banyak tanggungan lain dalam penanganan virus Corona. Hal itulah yang menyebabkan mengapa tak semua vaksin Corona digratiskan.


"Kan tahun 2021 yang sakit COVID-19 masih harus diobati, masih harus beli obat untuk pasien COVID-19, APD, laboratorium, dan lain-lain. Selain itu, pasien yang selama ini dibiayai BPJS juga harus terus dibiayai. Kemudian bantuan untuk pemulihan ekonomi ke masyarakat mampu juga tetap harus dialokasikan seperti bantuan UMKM, bantuan padat karya, bantuan tunai langsung dan jaringan pengaman sosial lainnya di masa pandemi," jelas Nadia.


Oleh sebab itu, pemerintah berharap masyarakat mampu dapat mengurangi beban pemerintah, sehingga pemerintah bisa fokus memberikan bantuan kepada pihak yang tak mampu.


"Diharapkan semua berperan, saling gotong royong. Jangan sampai sebenarnya yang mampu mendapat subsidi, sementara penduduk yang kurang mampu malah berkurang untuk mendapatkan kesempatan bantuan sosial dan lainnya," tandas dia.

https://kamumovie28.com/movies/the-pretty-boys/

Genjot Daya Saing UMKM, Gojek & BCA Kenalkan GoBiz PLUS, Ini Fiturnya

 UMKM selalu menjadi tulang punggung dari ekonomi Indonesia. Dari data Kemenkop UMKM tercatat 99% unit usaha di Indonesia adalah UMKM yang kontribusi terhadap PDB Nasional mencapai 60,34% serta menyerap hampir 97% dari total pekerja nasional yang hampir mencapai 133 juta jiwa.

Di tengah masa pandemi, UMKM juga terus disuntikkan berbagai bantuan agar tetap dapat bertumbuh dan memperluas skala bisnisnya. Salah satunya datang dari Gojek yang bekerja sama dengan BCA lewat solusi perangkat keras (hardware) GoBiz PLUS.


Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo, mengatakan lewat digitalisasi, Gojek mendorong para pelaku UMKM untuk mengenal berbagai bentuk transaksi pembayaran salah satunya adalah nontunai yang dapat memberikan efisiensi pembayaran.


Di sisi lain, di masa pandemi kali ini pola perilaku masyarakat terhadap pembayaran juga mulai bergeser dari pembayaran tunai menuju nontunai. Andre mengatakan penemuan tersebut juga telah divalidasi oleh hasil survei yang dilakukan dengan bantuan dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia bertajuk 'Perilaku Baru Konsumen Indonesia dalam Bertransaksi Digital di Masa Pandemi COVID-19'.


"Dari survei tersebut, LDUI mencatat 68% konsumen Gojek lebih sering menggunakan GoPay di masa pandemi. Hal ini juga sejalan dengan arahan dari pemerintah khususnya bank Indonesia untuk mendukung pembayaran atau transaksi non tunai," ujar Andre dalam konferensi pers peluncuran layanan GoBiz PLUS secara daring, Selasa (15/12/2020).


Hari ini pun, Gojek memperkenalkan layanan GoBiz PLUS yang merupakan sebuah solusi hardware dengan kemampuan untuk menerima semua jenis pembayaran nontunai dengan kartu debit, kredit, QRIS, dan dompet pembayaran digital lainnya. Andre pun menuturkan pihaknya sangat bangga bisa menghadirkan GoBiz PLUS untuk menghadirkan solusi dalam menghadapi tantangan terhadap perilaku masyarakat yang berubah. Solusi ini diklaim menjadi yang pertama di Indonesia.


"Kami menyebut GoBiz PLUS sebagai perangkat serba bisa. Jadi GoBiz PLUS tak hanya berfungsi sebagai alat operasional yang memudahkan transaksi harian, tapi juga dilengkapi dengan fitur-fitur untuk mengembangkan usaha," ungkapnya.


"Harapan kami semua mitra usaha Gojek dapat memanfaatkan solusi ini, dan semoga GoBiz PLUS dapat diterima dengan baik dan menjadi partner bisnis yang mempermudah transaksi tapi juga terus melaju bersama Gojek," tambahnya.

https://kamumovie28.com/movies/pretty-boy/


Sementara itu, Head of Merchant Platform Business Gojek, Novi Tandjung mengatakan GoBiz PLUS memiliki beragam fitur untuk lebih memudahkan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya. Pertama adalah fitur pembayaran menggunakan kartu yang bisa menerima semua jenis kartu, berkat kerja sama dengan Bank BCA untuk efisiensi pembayaran..


"Jadi para pelaku usaha yang sudah menggunakan super app GoBiz bisa langsung di-upgrade ke GoBiz PLUS tanpa harus ke Bank BCA untuk menikmati layanan baru yang kami sediakan ini," tutur Novi.


Lebih lanjut, Novi mengatakan fitur kedua yang disediakan oleh GoBiz PLUS adalah transaksi dengan menggunakan QR Code (QRIS). Layanan ini memahami kebutuhan konsumen soal higienitas dalam setiap kegiatan transaksi, sehingga meminimalisir kontak langsung saat proses transaksi.


Untuk fitur ketiga, GoBiz PLUS menyediakan perangkat yang mampu untuk mencetak struk yang menurut Novi sangat dibutuhkan oleh mitra usaha Gojek dalam mendukung kegiatan operasional sehari-harinya.


"Sehingga kami melihat kalau disatukan di satu perangkat dengan super app yang dilengkapi di perangkat tersebut, tentunya mencetak struk akan instan tak perlu terpisah-pisah dan juga akan tersimpan secara digital.


Fitur berikutnya yang tak kalah canggihnya adalah GoBiz PLUS dapat mencatat semua transaksi baik itu pesanan online dan offline yang sangat penting untuk dilakukan. Sebab, rekapan tersebut dapat membantu pelaku usaha dalam berinovasi dan juga mengembangkan usahanya.


"Dengan fitur ini, Gojek berharap kegiatan sehari-hari mitra usaha tak lagi perlu dipusingkan segala bentuk rekap manual agar waktu yang tersisa bisa betul-betul dipakai untuk melihat hasil rekap penjualan untuk mengetahui perilaku konsumen. Sehingga esok harinya bisa dipikirkan inovasi-inovasi yang bisa diberikan kepada konsumen," tuturnya.


Di sisi lain, Direktur Bank BCA, Santoso Liem menyampaikan dukungannya terkait kehadiran GoBiz PLUS. BCA pun akan menyediakan alat-alat pembayaran untuk mendukung pelaku usaha UMKM untuk memajukan usahanya.


"Harapannya nilai tambah ini bisa mendorong UMKM kita untuk bangkit dengan digitalisasi, karena lebih efisien, akses pasar lebih terbuka, dan akhirnya menimbulkan kesejahteraan bagi pelaku UMKM dan masyarakat Indonesia," kata Santoso.

https://kamumovie28.com/movies/pretty-boys/