Selasa, 15 Desember 2020

Alhamdulillah, Arab Saudi Nyatakan 'Menang' Lawan Pandemi Corona

 Pejabat kesehatan Saudi menyatakan 'kemenangan' melawan virus Corona pada hari Minggu (13/12/2020) dan mengatakan COVID-19 telah terkendali. Kerajaan Arab Saudi mencatat hanya 139 kasus infeksi baru, pertama kali angkanya di bawah 150 sejak pandemi mulai terjadi pada Maret.

Peta kasus COVID-19 mingguan yang dikonfirmasi dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hampir semua wilayah Kerajaan berada di "zona aman", mencatat angka di bawah 50 sepanjang minggu lalu.


"Kami berada di antara negara-negara dengan kontrol dan penurunan kasus yang nyata," kata juru bicara kementerian Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly dalam konferensi pers, dikutip dari Arab News, Selasa (15/12/2020).


"Kerajaan sekarang memiliki kendali lebih besar atas pandemi. Pencapaian ini karena kepatuhan masyarakat terhadap tindakan yang dilakukan. Tidak mungkin tanpa koordinasi antara masyarakat dan otoritas terkait dalam menghadapi pandemi ini untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua orang," jelasnya.


Mengutip Worldometers, total kasus corona di Saudi berjumlah 360,013. Meski begitu 350.792 warga telah sembuh dan menjadikan tingkat kesembuhan di negeri itu 90 persen lebih.


Arab Saudi juga akan melakukan vaksinasi gratis ke warganya. Gelombang pertama pengiriman vaksin yang dipesan ke Pfizer-BioNTech akan tiba beberapa hari mendatang.


Al-Aly mendesak semua orang untuk maju untuk vaksinasi bahkan jika mereka telah pulih dari COVID-19.


"Vaksin penting untuk menjamin keamanan masyarakat dan kesehatan masyarakat. Kami mengulangi seruan agar semua mendapatkan vaksin, termasuk mereka yang telah pulih," tegasnya.

https://trimay98.com/movies/mothers-lover/


Viral Momen Tragis Ayah Sulit Bernapas hingga Tak Berhasil Lawan COVID-19


Kisah pilu datang dari seorang ayah yang berjuang dengan kondisi kesulitan bernapas akibat COVID-19 di sebuah rumah sakit. Potret momen-momen terakhir dirinya lantas viral dan mengundang sorotan banyak orang.

Gambar yang diambil salah satu fotografer surat kabar setempat menunjukkan ayah yang bernama Michael Wright tengah dalam posisi tengkurap. Ia kala itu menggunakan ventilator tetapi sudah cukup putus asa atas kondisi yang dihadapi.


Kondisinya sempat membaik bulan lalu tetapi beberapa hari kemudian hingga awal Desember, terus mengalami pemburukan. Tepat di 8 Desember ia dinyatakan meninggal karena COVID-19.


Selain dirinya, rupanya sang istri juga dinyatakan meninggal akibat COVID-19. Namun, belum diketahui berapa lama terinfeksi dan bagaimana awal mula sang istri ikut tertular Corona hingga akhirnya meninggal.


Sang putri dari ayah tersebut, yang juga seorang perawat, mengatakan sang ayah mengidap pneumonia dan memiliki riwayat bronkitis.


"Pada 8 Desember 2020, Tuhan membawa ayah pulang ke surga. Syukurlah, ibuku bisa berada di sisinya sementara Tuhan membawanya pulang ke surga,"curhatputrinya, dikutip dari Mirror UK.


Putri dari Michael Wright asal Inggris kini harus menanggung biaya perawatan mendiang ayah dan ibunya.


"Michael baru berusia 54 tahun dan ibuku baru 48 tahun, mereka tidak pernah merencanakan ini, mereka merencanakan hidup yang panjang dan indah bersama," curhatnya lagi.


Foto momen tragis Michael Wright yang berjuang bernapas di ICU bulan lalu adalah gambaran kondisi pasien COVID-19 kritis. Sang fotografer membagikan foto ini di sosial media berharap bisa membuat banyak orang tak meremehkan COVID-19.


"Dia secara tragis kalah dalam pertempuran melawan COVID awal pekan ini. Saya berharap foto Michael menyelamatkan nyawa," tulis fotografer Star Tribune Leila Navidi dalam akun Twitternya.

https://trimay98.com/movies/my-girlfriends-mother/

Fobia Jarum Suntik Bikin Takut Vaksinasi COVID-19, Begini Cara Mengatasinya

 Beberapa negara saat ini telah memulai proses vaksinasi virus Corona COVID-19. Indonesia pun juga telah mendatangkan 1,2 juta vaksin COVID-19 Sinovac.

Pemerintah Indonesia disebut telah membuat peta jalan untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Namun, ada kekhawatiran lain yang timbul, bagaimana seorang yang mempunyai fobia pada jarum suntik ketika akan mendapatkan vaksin. Sebelum lebih jauh ke sana, mengapa orang bisa mengalami fobia jarum?


"Ada sejumlah alasan berbeda mengapa seseorang mungkin mengalami fobia jarum suntik," jelas dr Becky Spelman, seperti dikutip dari laman Metro.co.uk.


Ia mengatakan bahwa ketakutan itu bisa berasal dari komentar, pengalaman orang lain, atau juga pengalaman sendiri soal jarum suntik.


Sementara itu, Direktorat Konseling Joanne Greaves menambahkan, pengalaman ini terekam di otak sebagai kejadian menakutkan, meski pada kenyataannya pola pikir yang membuat hal terseebut tampak luar biasa menyeramkan.


"Ini membuat orang tersebut menghindari segala sesuatu yang berhubungan dengan suntikan seperti pengaturan medis, melakukan tes darah dan bahkan menonton apa pun di TV yang berhubungan dengan suntikan," kata dia.


Hal-hal tersebut memperkuat rasa takut dan membuat orang cenderung menghindari lebih banyak situasi yang berhubungan dengan berbagai kejadian yang menurutnya membuatnya cemas. Akhirnya, satu pengalaman buruk dapat membangun begitu banyak kecemasan sehingga bahkan memikirkan tentang jarum bisa menjadi pengalaman yang sangat buruk.


Becky mengatakan bahwa menggunakan terapi eksposur dapat membantu mengatasi fobia dalam hitungan jam. Dia menyarankan untuk mulai dengan menyusun daftar aktivitas yang terkait dengan jarum suntik dari yang paling menakutkan hingga tidak menakutkan.


"Jadi di hirarki paling bawah mungkin dengan melihat gambar jarum, yang kedua mungkin menonton video, yang ketiga mungkin menusuk jari Anda dengan jarum, hingga akhirnya mendapatkan suntikan," ujar Becky.


Dalam metode ini, lakukan hal yang paling tidak menakutkan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan ke tingkat berikutnya di mana Anda akan merasa sedikit lebih cemas. Pada akhirnya Anda dapat menangani ketakutan itu.


"Ketakutan terburuk mereka tidak menjadi kenyataan, dan mereka menyadari bahwa mereka benar-benar dapat mengatasi situasi dan kecemasan yang ditimbulkan oleh rasa takut mereka," kata dia.

https://trimay98.com/movies/house-with-a-good-view-3/


Alhamdulillah, Arab Saudi Nyatakan 'Menang' Lawan Pandemi Corona


Pejabat kesehatan Saudi menyatakan 'kemenangan' melawan virus Corona pada hari Minggu (13/12/2020) dan mengatakan COVID-19 telah terkendali. Kerajaan Arab Saudi mencatat hanya 139 kasus infeksi baru, pertama kali angkanya di bawah 150 sejak pandemi mulai terjadi pada Maret.

Peta kasus COVID-19 mingguan yang dikonfirmasi dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hampir semua wilayah Kerajaan berada di "zona aman", mencatat angka di bawah 50 sepanjang minggu lalu.


"Kami berada di antara negara-negara dengan kontrol dan penurunan kasus yang nyata," kata juru bicara kementerian Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly dalam konferensi pers, dikutip dari Arab News, Selasa (15/12/2020).


"Kerajaan sekarang memiliki kendali lebih besar atas pandemi. Pencapaian ini karena kepatuhan masyarakat terhadap tindakan yang dilakukan. Tidak mungkin tanpa koordinasi antara masyarakat dan otoritas terkait dalam menghadapi pandemi ini untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua orang," jelasnya.


Mengutip Worldometers, total kasus corona di Saudi berjumlah 360,013. Meski begitu 350.792 warga telah sembuh dan menjadikan tingkat kesembuhan di negeri itu 90 persen lebih.


Arab Saudi juga akan melakukan vaksinasi gratis ke warganya. Gelombang pertama pengiriman vaksin yang dipesan ke Pfizer-BioNTech akan tiba beberapa hari mendatang.


Al-Aly mendesak semua orang untuk maju untuk vaksinasi bahkan jika mereka telah pulih dari COVID-19.


"Vaksin penting untuk menjamin keamanan masyarakat dan kesehatan masyarakat. Kami mengulangi seruan agar semua mendapatkan vaksin, termasuk mereka yang telah pulih," tegasnya.

https://trimay98.com/movies/i-have-two-wives/