Selasa, 15 Desember 2020

Pasien Merasa Di-COVID-kan? Ini Saran Ganjar Pranowo

 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mempersilahkan warganya untuk melapor langsung kepada dirinya jika merasa ada kasus RS 'meng-COVID-kan' pasien. Ia mengakui memang ada laporan dan ia sudah menerjunkan tim.

Salah satu laporan yaitu lewat media sosial yaitu akun Facebook bernama Sulis Tyowati Sidareja Kunci. Warga Gombong, Kebumen itu lewat video meminta bantuan Ganjar dan menceritakan ayahnya yang berobat ke rumah sakit. Ia juga menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan ketika ayahnya tidak jadi dibawa ke ICU melainkan ruang isolasi padahal belum tentu positif Corona.


Sulis bercerita dirinya bahkan mencabut BPJS dan membayar sendiri biaya perawatan dan kemudian memutuskan untuk membawa pulang ayahnya. Ia dan keluarga yang tinggal serumah dengan ayahnya melakukan swab dan hasilnya negatif, namun menurutnya ada mantri rumah sakit yang menyebar kabar kalau hasilnya reaktif.

https://trimay98.com/movies/the-youngest-sister-in-law/


Hal itulah yang sangat disayangkan Sulis karena ayahnya meninggal dan ternyata tetap harus memakai standar COVID meski hasil negatif. Kemudian menurutnya keluarga menjadi dikucilkan oleh orang-orang sekitar.


Saat di tanya soal itu di kantornya, Ganjar mengatakan sudah menelepon langsung Sulis dan berbincang cukup lama. Ganjar mengatakan masalah yang dialami Sulis sudah rampung, ia bahkan menurunkan tim untuk meninjau langsung perkara itu. Ia mengatakan laporan warga Kebumen itu memang termasuk yang cukup keras protesnya.


"Yang protes keras kan yang Kebumen itu, ternyata menurut mereka negatif, maka sudah saya clearence. Hari ini ada tim saya minta turun," kata Ganjar di kantornya, Senin (14/12/2020).


Ia berharap pihak rumah sakit transparan terkait status pasien, namun tidak diumbar ke publik karena itu hak pasien. Jika ada pasien positif, maka sampaikan ke pasien atau keluarga pasien, tidak ke orang luar.


Ganjar berpesan untuk melapor jika warga merasa di-COVID-kan. Simak di halaman berikut.


"Teman teman yang kelola di rumah sakit dan dinas kesehatan di manapun kalau ada datanya jangan dikeluarkan apalagi terkait pasien. Misal negatif atau positif itu hak pasien. Kedua, rumah sakit harus disclose, disampaikan terbuka, kalau positif ya positif, tapi jangan ada yang menyampaikan di luar. Kalau orang menyampaikan di luar kan jadi glenik-glenik (bahan omongan) kemudian mereka ngobrol sehingga terjadi stigmatisasi. Yang kasus di Gombong kan terjadi stigmtisasi. Setelah saya telepon kan, ibunya di rumah sendiri kalau ada orang berpapasan, pada lari," jelas Ganjar.

Ganjar menyayangkan soal stigma negatif yang diberikan masyarakat. Ia meminta perangkat desa atau tokoh masyarakat membantu agar tidak ada stigma itu. Ia juga mempersilahkan jika ada yang bernasib serupa maka bisa menghubunginya.


"Lurahnya, RT-nya, tokohnya ayo donk bareng bareng jangan kasih stigma. Maka kalau ada yang merasa di-COVID-kan, lapor kepada saya. Saya cek saya bikinin tim, saya audit," tegasnya.


Sementara itu di akun Facebook Sulis juga diposting video dirinya berterimakasih kepada Ganjar karena sudah direspons. Pada postingan terbarunya dia juga memposting foto bersama tim yang diturunkan Pemprov Jateng untuk menangani keluhannya.

https://trimay98.com/movies/my-wifes-new-mom/

Senin, 14 Desember 2020

Kenapa Vaksin COVID-19 Australia Bisa Sebabkan HIV Positif Palsu?

 Australia menghentikan pengembangan vaksin COVID-19 karena dilaporkan menyebabkan hasil tes human immunodeficiency virus (HIV) positif palsu. Peneliti dari CSL dan University of Queensland (UQ) menjelaskan kemungkinan ini terjadi karena vaksin menggunakan bagian kecil dari HIV.

Dalam pernyataan di situs resminya, peneliti CSL menyebut protein HIV digunakan sebagai bahan stabilizer atau penyeimbang. Vaksin tidak membuat seseorang terinfeksi HIV, hanya saja tubuh ternyata bereaksi terhadap protein tersebut dan menghasilkan antibodi pada tingkat yang membuat para relawan terdeteksi positif.


"Partisipan sudah diberitahu tentang kemungkinan ini, tapi tidak diduga antibodi yang dihasilkan cukup untuk sampai mengelabui tes HIV tertentu," tulis peneliti seperti dikutip dari CSL.com, Senin (14/12/2020).


Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan dari 216 relawan dalam uji klinis vaksin. Pemeriksaan lebih jauh juga mengonfirmasi relawan tidak terinfeksi oleh HIV.


Pada akhirnya peneliti memutuskan menghentikan pengembangan vaksin agar tidak menimbulkan kecemasan dan kemungkinan mengganggu upaya deteksi kasus HIV.


"Kalau diteruskan kemungkinan vaksin akan efektif bekerja. Tapi kami tidak ingin ambil risiko, karena dengan hasil tes positif palsu ini bisa saja menimbulkan kebingungan dan keraguan," kata Brendan Murphy dari Dinas Kesehatan Australia.

https://trimay98.com/movies/three-ladies-2/


AS Mulai Vaksinasi COVID-19 Hari Ini, Lansia-Nakes Prioritas


Setelah vaksin Corona COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech mendapat izin penggunaan darurat, Amerika Serikat (AS) kini bersiap memulai program vaksinasi.

Dikutip dari BBC, otoritas AS berencana akan memulai vaksinasi COVID-19 pada hari ini, Senin (14/12/2020) waktu setempat.


Pemerintah AS pun telah siap untuk mendistribusikan tiga juta dosis vaksin Corona Pfizer-BioNTech ke seluruh negara bagian pada pekan ini. Kepala Operasional untuk Operations Warp Speed, Jenderal Gustave Perna, pun memastikan bahwa vaksin akan didistribusikan dengan aman.


"Rencananya 145 titik di seluruh negara bagian akan menerima vaksin pada hari Senin, 425 titik lainnya pada hari Selasa, dan 66 titik terakhir pada Rabu," jelas Perna.


Siapa yang pertama divaksin di AS?

Presiden AS Donald Trump mengatakan, warga lanjut usia (lansia) akan menjadi orang pertama untuk divaksinasi. Menyusul petugas kesehatan.


"Kami ingin warga lanjut usia kita, petugas kesehatan dan para responder pertama berada di antrean pertama," ujar Trump.


"Ini akan dengan cepat dan dramatis mengurangi kematian dan rawat inap," imbuhnya.


Pemerintah AS pun menargetkan untuk melakukan vaksinasi COVID-19 kepada 20 juta tenaga kesehatan dan kaum lanjut usia sebelum akhir tahun ini.


Kuota Penuh, Pre Order Vaksinasi COVID-19 RS UII Ditutup!


Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII) di Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul menutup pendaftaran 'pre order' vaksinasi COVID-19. Hal itu karena jumlah pendaftar telah memenuhi target.

Melalui postingan di akun @rumahsakit.uii, pihak rumah sakit memberitahukan telah menutup pendaftaran vaksinasi COVID-19 jalur mandiri. Berikut isi posting-nya:


Terimakasih pada masyarakat yang sudah mendaftar rencana vaksinasi COVID-19. Mulai 14 Desember 2020 PUKUL 00.00 WIB Pendaftaran DITUTUP


Syarat dan Ketentuan:


1. Vaksin yang dimaksud adalah vaksin mandiri


2. Vaksin akan diberikan setelah vaksin COVID-19 sudah mendapatkan ijin edar dari Pemerintah


3.Vaksinasi akan dilakukan setelah Pemerintah mengumumkan dan mengijinkan RS UII untuk melakukan vaksinasi mandiri COVID-19


4.Masyarakat yang sudah mendaftar akan dihubungi setelah Pemerintah sudah mengizinkan seperti dijelaskan di no.2 & 3, serta vaksin COVID-19 sudah tersedia di RS.


Manajer Humas RS UII, Seffudin Sudarmadi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penutupan pendaftaran karena kuota telah terpenuhi.


"Batas jumlah pendaftar vaksinasi covid-19 sudah terpenuhi sesuai yg sudah ditentukan RS," katanya kepada detikcom, Senin (14/12/2020).


Menyoal berapa jumlah pendaftar, dia enggan menyebut secara rinci. Namun dia mengungkapkan jumlahnya mencapai ratusan orang.


"Mengingat ini data internal RS, mohon maaf kami belum bisa memberitahukan, tapi ada kalau ratusan (orang pendaftar)," ucapnya.


Berapa perkiraan biaya pre order vaksinasi COVID-19? Cek halaman berikut.

https://trimay98.com/movies/3-alif-lam-mim/