Senin, 14 Desember 2020

Dubes RI Ceritakan Pengalaman Usai Disuntik Vaksin Corona, Ini yang Dirasakan

 Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Husin Bagis, membagikan pengalamannya saat divaksinasi COVID-19. Kala itu ia disuntik menggunakan vaksin Corona buatan Sinopharm.

Husin bercerita, saat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di UEA dipastikan mendapat vaksinasi COVID-19 dari perusahaan G42 pada 21 Oktober 2020, ia dan rekan-rekan kerjanya langsung berkonsultasi dengan dokter sebelum diberikan vaksin.


Pasalnya, saat vaksinasi kondisi tubuh haruslah dalam keadaan sehat. Husin pun ditanyai beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatannya oleh dokter.


"Ditanya tentang riwayat kesehatan kita, misalnya, berapa tekanan darah, kolesterol, gula kita berapa, kalau perempuan apakah sedang hamil. Jadi ada beberapa pertanyaan, tapi yang dicek langsung adalah tekanan darah," kata Husin dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 di YouTube, Senin (14/12/2020).

https://trimay98.com/movies/rocker-balik-kampung/


"Pertama kali, tekanan darah saya tinggi. Mungkin karena baru turun dari mobil langsung tes darah, tekanan darah saya tinggi," lanjutnya.


Setelah istirahat, Husin melakukan tes darah lagi dan tekanan darahnya kembali normal. Hingga akhirnya, ia mendapat suntikan dosis pertama vaksin Corona Sinopharm.


"Yang lain juga sebagian besar bisa langsung disuntik karena tekanan darahnya normal. Ada beberapa teman yang lain tertunda seperti saya karena dia ada tekanan darah tinggi dan periode berikutnya baru bisa disuntik vaksin," jelasnya.


Husin menjelaskan, proses penyuntikan vaksin Corona Sinopharm terbagi menjadi dua tahap, yakni suntikan dosis pertama dilakukan pada 21 Oktober dan suntikan dosis kedua diberikan pada 23 November.


Namun, bagi yang kondisinya kurang sehat saat hari penyuntikkan, maka suntikan dosis pertama diberikan pada 23 November dan suntikan dosis kedua dilakukan pada 5 Desember.


"Jadi tidak ada persiapan yang khusus. Kita datang bekerja biasa, karena saat itu hari kerja. Teman-teman datang dicek semua, yang sehat langsung disuntik dan yang ada gejala lain ditunda dulu," ujar Husin.


Tak hanya itu, Husin pun menceritakan kondisi tubuhnya usai disuntik vaksin Corona Sinopharm. Bagaimana kondisi tubuhnya? Klik halaman selanjutnya.


Apa yang dirasakan usai disuntik vaksin Corona Sinopharm?

Husin mengaku kondisi tubuhnya baik-baik saja usai disuntikkan vaksin Corona Sinopharm. Bahkan, ia tak merasakan efek samping sedikit sama sekali.

"Alhamdulilah sampai sejauh ini tidak ada hal-hal yang berbeda pada diri saya, kesehatan saya, semuanya berjalan lancar termasuk istri saya juga, saya coba tanya istri saya juga karena sudah divaksin," ucapnya.


Husin pun mengatakan, sebagian besar orang-orang yang mendapat suntikan vaksin Corona Sinopharm di KBRI di UEA tak mengalami efek samping. "ada satu-dua yang disuntik kadang-kadang mungkin karena bukan macam-macam, tapi mungkin karena takut jadi ada nyeri sebentar dan setelah 1-2 jam habis itu normal," jelasnya.


Husni menjelaskan, sesudah disuntik vaksin Corona, ia dan rekan-rekan kerjanya di KBRI dimonitoring beberapa bulan sekali untuk memantau perkembangan antibodi COVID-19 di dalam tubuhnya.

https://trimay98.com/movies/kulari-ke-pantai/

3 Negara Kembali Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19, Ada yang Lockdown Lagi

 Menjelang akhir tahun dan berjalannya satu tahun pandemi Corona, beberapa negara kembali melaporkan lonjakan kasus COVID-19. Usai semula sukses menekan geombang pertama hingga kedua COVID-19, kini lockdown bahkan kembali diberlakukan.

Meski begitu, negara terparah yang menghadapi COVID-19 masih ditempati Amerika Serikat dengan catatan kasus baru mencapai ratusan ribu per harinya. Negara-negara di Eropa pun masih mengalami lonjakan kasus COVID-19.


Seperti Brasil yang mencatat puluhan ribu kasus baru dan ratusan kematian COVID-19 per hari. Negara-negara yang semula hanya mencatat ratusan kasus COVID-19 kini mencetak rekor baru, ribuan kasus Corona.


Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut deretan negara yang kembali mengalami lonjakan kasus COVID-19.

https://trimay98.com/movies/second-chance/


Jepang

Dikutip dari Reuters, Jepang pertama kalinya mencatat 3 ribu kasus COVID-19 dalam satu hari. Catatan rekor yang terjadi pada Sabtu kemarin, menunjukkan peningkatan signifikan di musim dingin.


"Sebanyak 3.041 orang baru terinfeksi," kata media lokal Jepang NHK.


Peningkatan kasus COVID-19 di Jepang melanda saat musim dingin tiba terutama di bagian Hokkaido. Ratusan


Pemerintah Tokyo, Jepang, berencana meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus Corona hingga ke level tertinggi. Lonjakan harian kasus Corona terjadi di panti jompo, sekolah, dan rumah sakit.


Sejumlah langkah yang dipertimbangkan termasuk membatasi jam operasional toko.


Korea Selatan

Begitu pula dengan Korea Selatan, Presiden Korsel Moon Jae-In mengingatkan bahwa pembatasan COVID-19 bisa dinaikkan ke level tertinggi usai beberapa hari belakangan terus mencatat rekor kasus COVID-19.


Korea Selatan diketahui pertama kali mencatat seribu kasus baru Corona, yaitu sebanyak 1.030 kasus, dengan 1.020 infeksi lokal. Total kasus COVID-19 di Korea Selatan kini sudah mencapai 42.766.


Moon mendesak kewaspadaan dan upaya ketat menekan penyebaran kasus COVID-19.


"Kecuali jika wabah dapat diatasi sekarang, itu telah sampai pada titik kritis mempertimbangkan untuk meningkatkan tindakan jarak sosial ke tingkat ketiga," kata Moon Jae-In, mengacu pada pembatasan paling ketat di bawah sistem lima tingkat negara itu.


Seoul Raya, rumah bagi sekitar setengah dari 52 juta penduduk Korea Selatan, berada di bawah batasan level 2,5. Pertemuan lebih dari 50 orang dilarang dan restoran dilarang melayani pelanggan setelah jam 9 malam.


Negara mana lagi yang melaporkan lonjakan kasus COVID-19? Simak di halaman selanjutnya.


Jerman

Baru-baru ini Jerman kembali memperketat lockdown, berlaku pada Rabu hingga Januari mendatang. Sebelumnya selama 6 minggu terakhir Jerman sudah menerapkan lockdown parsial.

"Saya berharap cara yang lebih ringan. Tapi karena belanja Natal jumlah kontak sosial sangat meningkat," kata kanselir Angela Merkel, dikutip dari Reuters, Senin (14/12/2020).


"Ada kebutuhan mendesak untuk melakukan sesuatu," tegasnya.


Toko-toko tertentu seperti supermarket dan apotek masih diperkenankan beroperasi. Namun, salon rambut, kecantikan, hingga studio tato wajib ditutup begitu juga dengan sekolah.


Menjelang akhir tahun, penjualan kembang api juga dilarang saat malam tahun baru.


Dikutip dariworldometers, Jerman mencatat lebih dari 17 ribu kasusCOVID-19 baru pada Minggu (13/12/2020) sehingga total kasus Corona di sana sudah mencapai 1.338.483 kasus.

https://trimay98.com/movies/cemaras-family/