Senin, 14 Desember 2020

Terapkan Antrean Online JKN-KIS, Ini Manfaat yang Dirasakan Klinik

 Kemudahan demi kemudahan terus dihadirkan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Setelah sebelumnya menghadirkan aplikasi Mobile JKN, kini BPJS Kesehatan melengkapinya dengan fitur antrean online.

Melalui fitur ini, peserta JKN-KIS yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan baik di klinik, Puskesmas dan Dokter Praktik Perorangan (DPP) dapat menggunakannya untuk mengambil antrean secara langsung di ponselnya.


Keunggulan fitur ini juga diakui oleh Susi Agustini (34), yang merupakan Person in Charge (PIC) untuk pelayanan peserta JKN-KIS di Klinik Al-Lail Medical Care Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Menurutnya, sejak Klinik Al-Lail mengimplementasikan antrean online, banyak sekali manfaat atau keuntungan yang didapatkan klinik.


"Selain dari tidak memerlukan biaya tambahan untuk pengadaan program, klinik juga diuntungkan dengan kemudahan dalam pendaftaran pasien yang langsung terkoneksi ke pendaftaran di aplikasi P-Care," ujar Susi dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).


Susi juga menambahkan jika dibandingkan dengan sebelumnya seperti pada saat menggunakan antrean manual, sering terjadi kecemburuan atau kecurigaan dari pasien terkait nomor urut antrean. Namun semenjak Klinik Al-Lail Medical Care memasang antrean online yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tersebut hal ini tidak dijumpainya lagi.


"Dengan tampilan yang jelas dan dilengkapi dengan audio untuk memanggil pasien sangat membantu, terutama pasien yang terkendala baik pendengaran maupun penglihatan. Transparansi dalam hal nomor urut pasien yang mendaftar pun juga menjadi nilai tambah dalam membantu komunikasi dengan pasien yang berkunjung dan mengantre untuk berobat di klinik," terang Susi.


Lebih lanjut, selain bisa untuk mengambil antrean, peserta JKN-KIS yang hendak berobat juga dapat memantau antrean yang sudah dipanggil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan nomor antrean yang dapat dilihat di aplikasi Mobile JKN maka peserta JKN-KIS yang hendak berobat bisa datang ketika nomor antreannya sudah mendekati untuk dipanggil dan mendapatkan pelayanan saja.


Di samping itu, dengan menggunakan sistem seperti ini, peserta JKN-KIS dapat menghemat waktu tunggu untuk mendapatkan pelayanan dan menghindari kerumunan untuk mencegah penularan COVID-19.


Susi juga berharap ke depannya fitur antrean online dapat dimanfaatkan oleh semua pasien dan dikembangkan lebih lanjut oleh BPJS Kesehatan.

https://trimay98.com/movies/three-ladies/


Kenapa Vaksin COVID-19 Australia Bisa Sebabkan HIV Positif Palsu?


 Australia menghentikan pengembangan vaksin COVID-19 karena dilaporkan menyebabkan hasil tes human immunodeficiency virus (HIV) positif palsu. Peneliti dari CSL dan University of Queensland (UQ) menjelaskan kemungkinan ini terjadi karena vaksin menggunakan bagian kecil dari HIV.

Dalam pernyataan di situs resminya, peneliti CSL menyebut protein HIV digunakan sebagai bahan stabilizer atau penyeimbang. Vaksin tidak membuat seseorang terinfeksi HIV, hanya saja tubuh ternyata bereaksi terhadap protein tersebut dan menghasilkan antibodi pada tingkat yang membuat para relawan terdeteksi positif.


"Partisipan sudah diberitahu tentang kemungkinan ini, tapi tidak diduga antibodi yang dihasilkan cukup untuk sampai mengelabui tes HIV tertentu," tulis peneliti seperti dikutip dari CSL.com, Senin (14/12/2020).


Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan dari 216 relawan dalam uji klinis vaksin. Pemeriksaan lebih jauh juga mengonfirmasi relawan tidak terinfeksi oleh HIV.


Pada akhirnya peneliti memutuskan menghentikan pengembangan vaksin agar tidak menimbulkan kecemasan dan kemungkinan mengganggu upaya deteksi kasus HIV.


"Kalau diteruskan kemungkinan vaksin akan efektif bekerja. Tapi kami tidak ingin ambil risiko, karena dengan hasil tes positif palsu ini bisa saja menimbulkan kebingungan dan keraguan," kata Brendan Murphy dari Dinas Kesehatan Australia.

https://trimay98.com/movies/the-first-time/

Viral Vaksin COVID-19 Pfizer Disebut Bikin Wanita Mandul, Ini Faktanya

 Vaksin COVID-19 Pfizer menjadi salah satu yang paling menjanjikan karena sudah disetujui penggunaan daruratnya di beberapa negara termasuk Amerika Serikat. Namun, banyak kabar beredar terkait vaksin COVID-19 di media sosial.

Salah satunya vaksin COVID-19 Pfizer disebut-sebut bisa menyebabkan mandul. Kabar ini muncul di sebuah artikel yang dimuat pada blog bernama Health and Money News.


Dalam artikel tersebut, vaksin COVID-19 diklaim mengandung bahan-bahan yang mampu membuat tubuh wanita menyerang protein penting dalam perkembangan plasenta. Klaim tak berdasar ini ditulis bersama Dr Michael Yodon, pensiunan dokter Inggris dan mantan karyawan Pfizer yang dikritik terkait pandangan menyesatkan soal COVID-19.


Bahkan Dr Yeadon juga meremehkan tingkat keparahan pandemi COVID-19 di Inggris dan secara terbuka menyuarakan keluhannya tentang kesia-siaan berinvestasi dalam vaksin. Lantas bagaimana faktanya?


Benarkah vaksin COVID-19 bikin wanita mandul?

"Itu mitos, tidak akurat, tidak ada bukti yang mendukung persepsi mereka," kata Saad Omer, pakar vaksin di Universitas Yale.


Badan ahli yang mengawasi izin vaksin untuk digunakan pada manusia, menambahkan, uji coba vaksin COVID-19 memiliki proses yang ketat untuk mencegah segala risiko yang terjadi pasca disuntik.


"Dan ketika sesuatu terjadi, tindakan diambil," kata Dr Omer.

https://trimay98.com/movies/the-squid-and-the-whale/


Minggu ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menegaskan kembali kepercayaannya pada data yang menunjukkan bahwa vaksin dapat melindungi seseorang dari COVID-19 tanpa menyebabkan efek samping yang serius. Vaksin COVID-19 Pfizer telah disetujui di beberapa negara termasuk Inggris, Amerika Serikat dan menyusul beberapa negara lainnya.


Para ahli membantah bahan di dalam vaksin Corona Pfizer bisa menyebabkan wanita mandul. Lantas bahan apa yang ada di dalam vaksin Corona Pfizer? Baca lebih lengkap di halaman selanjutnya.


Bahan utama dalam vaksin Pfizer adalah materi genetik yang menginstruksikan sel manusia untuk membuat protein virus Corona yang disebut spike. Produksi protein ini mengajarkan tubuh untuk melawan virus Corona.


"Tidak ada protein plasenta, atau materi genetik yang menginstruksikan pembuatan protein plasenta, dalam vaksin Pfizer," kata juru bicara perusahaan Pfizer, Jerica Pitts.


Artikel blog yang menyesatkan itu menggambarkan perbandingan antara spike virus Corona dan sejenis protein plasenta. Kemiripannya diklaim cukup kuat bahwa vaksin dapat menipu sistem kekebalan sehingga membingungkan kedua protein tersebut dan menyerang plasenta.


Tetapi Stephanie Langel, ahli imunologi dan ahli imunitas ibu dan bayi di Duke University, menunjukkan bahwa spike virus Corona dan protein plasenta yang dipertanyakan hampir tidak memiliki kesamaan, membuat vaksin sangat tidak mungkin memicu reaksi terhadap jaringan halus ini.


Dr Langel juga menunjukkan bahwa tubuh manusia telah berevolusi untuk menghentikan reaksi kekebalan yang dapat merusak jaringannya sendiri.


"Jika kita tidak memilikinya, kita bahkan tidak akan berhasil melewati hari 1 kehidupan," katanya.


Pfizer menunjuk sebuah studi baru-baru ini yang menemukan bahwa virus Corona tampaknya tidak meningkatkan risiko masalah terkait kehamilan.


"Tidak ada data yang menunjukkan bahwa kandidat vaksin PfizerBioNTech menyebabkan kemandulan," kata perusahaan itu dalam pernyataan melalui email.

https://trimay98.com/movies/revolver/