Senin, 14 Desember 2020

Viral Vaksin COVID-19 Pfizer Disebut Bikin Wanita Mandul, Ini Faktanya

 Vaksin COVID-19 Pfizer menjadi salah satu yang paling menjanjikan karena sudah disetujui penggunaan daruratnya di beberapa negara termasuk Amerika Serikat. Namun, banyak kabar beredar terkait vaksin COVID-19 di media sosial.

Salah satunya vaksin COVID-19 Pfizer disebut-sebut bisa menyebabkan mandul. Kabar ini muncul di sebuah artikel yang dimuat pada blog bernama Health and Money News.


Dalam artikel tersebut, vaksin COVID-19 diklaim mengandung bahan-bahan yang mampu membuat tubuh wanita menyerang protein penting dalam perkembangan plasenta. Klaim tak berdasar ini ditulis bersama Dr Michael Yodon, pensiunan dokter Inggris dan mantan karyawan Pfizer yang dikritik terkait pandangan menyesatkan soal COVID-19.


Bahkan Dr Yeadon juga meremehkan tingkat keparahan pandemi COVID-19 di Inggris dan secara terbuka menyuarakan keluhannya tentang kesia-siaan berinvestasi dalam vaksin. Lantas bagaimana faktanya?


Benarkah vaksin COVID-19 bikin wanita mandul?

"Itu mitos, tidak akurat, tidak ada bukti yang mendukung persepsi mereka," kata Saad Omer, pakar vaksin di Universitas Yale.


Badan ahli yang mengawasi izin vaksin untuk digunakan pada manusia, menambahkan, uji coba vaksin COVID-19 memiliki proses yang ketat untuk mencegah segala risiko yang terjadi pasca disuntik.


"Dan ketika sesuatu terjadi, tindakan diambil," kata Dr Omer.

https://trimay98.com/movies/the-squid-and-the-whale/


Minggu ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menegaskan kembali kepercayaannya pada data yang menunjukkan bahwa vaksin dapat melindungi seseorang dari COVID-19 tanpa menyebabkan efek samping yang serius. Vaksin COVID-19 Pfizer telah disetujui di beberapa negara termasuk Inggris, Amerika Serikat dan menyusul beberapa negara lainnya.


Para ahli membantah bahan di dalam vaksin Corona Pfizer bisa menyebabkan wanita mandul. Lantas bahan apa yang ada di dalam vaksin Corona Pfizer? Baca lebih lengkap di halaman selanjutnya.


Bahan utama dalam vaksin Pfizer adalah materi genetik yang menginstruksikan sel manusia untuk membuat protein virus Corona yang disebut spike. Produksi protein ini mengajarkan tubuh untuk melawan virus Corona.


"Tidak ada protein plasenta, atau materi genetik yang menginstruksikan pembuatan protein plasenta, dalam vaksin Pfizer," kata juru bicara perusahaan Pfizer, Jerica Pitts.


Artikel blog yang menyesatkan itu menggambarkan perbandingan antara spike virus Corona dan sejenis protein plasenta. Kemiripannya diklaim cukup kuat bahwa vaksin dapat menipu sistem kekebalan sehingga membingungkan kedua protein tersebut dan menyerang plasenta.


Tetapi Stephanie Langel, ahli imunologi dan ahli imunitas ibu dan bayi di Duke University, menunjukkan bahwa spike virus Corona dan protein plasenta yang dipertanyakan hampir tidak memiliki kesamaan, membuat vaksin sangat tidak mungkin memicu reaksi terhadap jaringan halus ini.


Dr Langel juga menunjukkan bahwa tubuh manusia telah berevolusi untuk menghentikan reaksi kekebalan yang dapat merusak jaringannya sendiri.


"Jika kita tidak memilikinya, kita bahkan tidak akan berhasil melewati hari 1 kehidupan," katanya.


Pfizer menunjuk sebuah studi baru-baru ini yang menemukan bahwa virus Corona tampaknya tidak meningkatkan risiko masalah terkait kehamilan.


"Tidak ada data yang menunjukkan bahwa kandidat vaksin PfizerBioNTech menyebabkan kemandulan," kata perusahaan itu dalam pernyataan melalui email.

https://trimay98.com/movies/revolver/

Dubes RI Ceritakan Pengalaman Usai Disuntik Vaksin Corona, Ini yang Dirasakan

 Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Husin Bagis, membagikan pengalamannya saat divaksinasi COVID-19. Kala itu ia disuntik menggunakan vaksin Corona buatan Sinopharm.

Husin bercerita, saat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di UEA dipastikan mendapat vaksinasi COVID-19 dari perusahaan G42 pada 21 Oktober 2020, ia dan rekan-rekan kerjanya langsung berkonsultasi dengan dokter sebelum diberikan vaksin.


Pasalnya, saat vaksinasi kondisi tubuh haruslah dalam keadaan sehat. Husin pun ditanyai beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatannya oleh dokter.


"Ditanya tentang riwayat kesehatan kita, misalnya, berapa tekanan darah, kolesterol, gula kita berapa, kalau perempuan apakah sedang hamil. Jadi ada beberapa pertanyaan, tapi yang dicek langsung adalah tekanan darah," kata Husin dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 di YouTube, Senin (14/12/2020).

https://trimay98.com/movies/rocker-balik-kampung/


"Pertama kali, tekanan darah saya tinggi. Mungkin karena baru turun dari mobil langsung tes darah, tekanan darah saya tinggi," lanjutnya.


Setelah istirahat, Husin melakukan tes darah lagi dan tekanan darahnya kembali normal. Hingga akhirnya, ia mendapat suntikan dosis pertama vaksin Corona Sinopharm.


"Yang lain juga sebagian besar bisa langsung disuntik karena tekanan darahnya normal. Ada beberapa teman yang lain tertunda seperti saya karena dia ada tekanan darah tinggi dan periode berikutnya baru bisa disuntik vaksin," jelasnya.


Husin menjelaskan, proses penyuntikan vaksin Corona Sinopharm terbagi menjadi dua tahap, yakni suntikan dosis pertama dilakukan pada 21 Oktober dan suntikan dosis kedua diberikan pada 23 November.


Namun, bagi yang kondisinya kurang sehat saat hari penyuntikkan, maka suntikan dosis pertama diberikan pada 23 November dan suntikan dosis kedua dilakukan pada 5 Desember.


"Jadi tidak ada persiapan yang khusus. Kita datang bekerja biasa, karena saat itu hari kerja. Teman-teman datang dicek semua, yang sehat langsung disuntik dan yang ada gejala lain ditunda dulu," ujar Husin.


Tak hanya itu, Husin pun menceritakan kondisi tubuhnya usai disuntik vaksin Corona Sinopharm. Bagaimana kondisi tubuhnya? Klik halaman selanjutnya.


Apa yang dirasakan usai disuntik vaksin Corona Sinopharm?

Husin mengaku kondisi tubuhnya baik-baik saja usai disuntikkan vaksin Corona Sinopharm. Bahkan, ia tak merasakan efek samping sedikit sama sekali.

"Alhamdulilah sampai sejauh ini tidak ada hal-hal yang berbeda pada diri saya, kesehatan saya, semuanya berjalan lancar termasuk istri saya juga, saya coba tanya istri saya juga karena sudah divaksin," ucapnya.


Husin pun mengatakan, sebagian besar orang-orang yang mendapat suntikan vaksin Corona Sinopharm di KBRI di UEA tak mengalami efek samping. "ada satu-dua yang disuntik kadang-kadang mungkin karena bukan macam-macam, tapi mungkin karena takut jadi ada nyeri sebentar dan setelah 1-2 jam habis itu normal," jelasnya.


Husni menjelaskan, sesudah disuntik vaksin Corona, ia dan rekan-rekan kerjanya di KBRI dimonitoring beberapa bulan sekali untuk memantau perkembangan antibodi COVID-19 di dalam tubuhnya.

https://trimay98.com/movies/kulari-ke-pantai/