Jumat, 11 Desember 2020

Sakit Tenggorokan karena Flu atau COVID-19? Begini Cara Membedakannya

   Sakit tenggorokan adalah salah satu gejala COVID-19. Ketika musim hujan, sakit tenggorokan juga menjadi penyakit yang umum terjadi.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan sakit tenggorokan adalah gejala yang dirasakan pasien COVID-19 selain demam dan batuk. Namun, tidak semua sakit tenggorokan mengindikasikan COVID-19.


Sakit tenggorokan bisa disebabkan adanya infeksi atau faktor lingkungan, yang menyebabkan rasa sakit, kering maupun gatal di tenggorokan. Dikutip dari Times Of India, berikut tiga perbedaan sakit tenggorokan berdasarkan areanya.


Faringitis, memengaruhi area tepat di belakang mulut.

Tonsilitis, pembengkakan dan kemerahan pada amandel

Laringitis, pembengkakan yang terjadi di kotak suara atau laring.

Apa saja perbedaan antara sakit tenggorokan flu biasa dengan gejala COVID-19?

Pada pasien COVID-19, virus memasuki selaput yang berhubungan dengan hidung dan tenggorokan yang menyebabkan pembengkakan di area tenggorokan. Faringitis atau rasa sakit dan pegal saat terinfeksi virus juga dirasakan pengidap flu biasa.


Meskipun mirip, umumnya pasien COVID-19 akan mengalami sakit tenggorokan disertai gejala seperti demam, batuk, dan kelelahan. Apabila hanya merasakan sakit tenggorokan tanpa disertai gejala lain kemungkinan hanya terkena radang tenggorokan atau infeksi lain selain virus Corona.


Jika memiliki gejala COVID-19, perlu dilakukan pemeriksaan melalui tes Corona untuk memastikannya.

https://nonton08.com/movies/dancing-with-ghosts/


Fakta-fakta Penyakit Misterius yang Landa India di Tengah Pandemi


Ratusan orang di India dilaporkan terserang penyakit misterius. Mereka berakhir dirawat di rumah sakit, dan sebagian sudah cukup sehat sehingga bisa ke rumahnya.

Penyakit misterius ini terjadi saat India sedang memerangi pandemi COVID-19 dengan jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia. Andhra Pradesh adalah salah satu negara bagian yang terkena dampak paling parah.


Berikut beberapa fakta terkait penyakit misterius ini yang telah dirangkum detikcom dari berbagai sumber.


1. Awal mula terdeteksi

Penyakit misterius ini pertama kali terdeteksi pada Sabtu malam di Eluru, Andhra Pradesh, India, yang menyebabkan pasien yang ditemukan mengalami gejala mual hingga kehilangan kesadaran. Berdasarkan laporan kantor berita Press Trust of India, satu pasien yang berusia 45 tahun dirawat di rumah sakit dengan menunjukkan gejala yang mirip epilepsi, mengeluh mual, dan meninggal dunia pada Minggu malam.


Dikutip dari CNN, pasien yang meninggal dunia disebut karena serangan jantung, para pejabat mengatakan kematian tersebut tampaknya tidak terkait dengan penyakit tak dikenal ini. Petugas kesehatan awalnya mencurigai adanya kontaminasi air karena semua pasien mengkonsumsi air yang sama. Tetapi, pejabat setempat mengesampingkan kemungkinan tersebut.


"Kami mengesampingkan pencemaran air atau polusi udara sebagai penyebabnya setelah petugas mengunjungi daerah-daerah di mana orang jatuh sakit," kata Menteri Kesehatan negara bagian Andhra Pradesh.


"Ini adalah penyakit misterius dan hanya analisis laboratorium yang akan mengungkapkan apa itu," jelasnya.


"Orang-orang yang jatuh sakit, terutama anak-anak, tiba-tiba mulai muntah setelah mengeluh matanya terbakar," kata seorang pejabat di Rumah Sakit Pemerintah Eluru mengatakan kepada surat kabar Indian Express.


"Beberapa dari mereka pingsan atau mengidap serangan jantung," tambah pejabat itu.

https://nonton08.com/movies/the-postman-always-rings-twice/

8 Jenis Vitamin dan Mineral untuk Memperkuat Sistem Imun Cegah COVID-19

 Sistem imun yang kuat sangat penting bagi tubuh mencegah berbagai penyakit, terutama di masa pandemi COVID-19. Mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral dapat membantu kita untuk tetap sehat melawan virus dan bakteri pembawa penyakit.

Sayangnya, sebagian orang masih belum makan buah-buahan dan sayuran untuk menjaga diri tetap sehat. Makanan sehat menyediakan banyak zat termasuk vitamin dan mineral untuk membuat kita sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.


Dikutip dari laman Cleveland Clinic, ahli diet, Maxine Smith, mengatakan sistem kekebalan tubuh yang sehat bergantung pada diet sehat yang seimbang dari waktu ke waktu.


Berikut beberapa jenis vitamin dan mineral yang dapat memperkuat sistem imun.


1. Vitamin C

Manfaat vitamin C untuk memperkuat sistem imun tubuh sudah tidak diragukan lagi. Vitamin C membantu mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhannya.


Biasanya kandung vitamin C terkenal berada dalam jeruk. Namun vitamin C juga dapat ditemukan di beberapa makanan berikut ini:


- bayam

- kubis

- pepaya

- stroberi

- paprika


2. Vitamin E

Sama halnya dengan vitamin C, vitamin E bisa menjadi antioksidan kuat yang membantu tubuh melawan infeksi. Vitamin E merupakan bagian dari hampir 200 reaksi biokimia dalam tubuh yang sangat penting untuk cara kerja sistem kekebalan.


Berikut makanan yang memiliki kandungan vitamin E:


- kacang almond

- biji bunga matahari

- kacang hazel

- minyak seperti bunga matahari, safflower, dan minyak kedelai


3. Vitamin A

Vitamin A adalah penangkal infeksi yang tersedia pada makanan hewani seperti ikan, daging dan produk susu atau dari karotenoid tumbuhan. Tuna merupakan makanan hewani yang kaya dengan vitamin A.


Sementara makanan nabati yang mengandung vitamin A, antara lain:


- wortel

- ubi jalar

- labu

- blewah

- sayuran berdaun hijau tua

https://nonton08.com/movies/disclosure/


4. Vitamin D

Dikenal sebagai vitamin sinar matahari, vitamin D adalah salah satu nutrisi paling penting untuk mendukung sistem kekebalan.


Selain sinar matahari, vitamin D dapat kita temukan di makanan berikut ini:


- ikan salmon

- ikan makarel

- tuna

- sarden

- susu

- sereal


5. Folat atau asam folat

Folat adalah bentuk alami dan asam folat adalah bentuk sintetis, yang sering ditambahkan ke dalam makanan karena manfaat kesehatannya. Untuk mendapatkan lebih banyak folat, tambahkan lebih banyak kacang dan sayuran ke dalam menu makanan.


Asupan folat bisa kita dapatkan dalam alpukat. Asam folat biasanya ditambahkan dalam beberapa jenis makanan seperti pasta, roti dan beras.


6. Zat besi

Zat besi membantu tubuh membawa oksigen ke sel, yang berperan dalam banyak proses sistem kekebalan tubuh.


Berikut makanan yang mengandung zat besi:


- daging merah

- ayam

- tiram

- sarden kalengan

- kerang


Namun jika Anda seorang vegetarian tidak perlu khawatir, sebab zat besi dapat ditemukan pada makanan berikut:


- kacang merah

- brokoli

- kale

- sereal


7. Selenium

Selenium memiliki efek kuat pada sistem kekebalan yang penting untuk mencegah infeksi.


Asupan selenium terdapat dalam makanan berikut ini:


- makanan laut (tuna, halibut, sarden).

- daging merah

- daging unggas.


8. Seng

Seng dibutuhkan untuk produksi sel sistem kekebalan baru. Zat ini bisa ditemukan dalam makanan hewani dan makanan nabati.


Asupan seng dapat ditemukan dalam makanan berikut ini:


- tiram kepiting

- daging merah dan unggas tanpa lemak

- kacang panggang

- yogurt

- buncis.

https://nonton08.com/movies/dangerous-liaisons/