Kamis, 10 Desember 2020

Dua Tenaga Medis Dirawat Usai Menerima Suntikan Vaksin COVID-19 Pfizer

  Inggris jadi salah satu negara pertama yang mulai menjalankan program penyuntikkan massal vaksin COVID-19. Ini dilakukan dengan vaksin buatan perusahaan farmasi Pfizer-BioNTech.

Terkait hal tersebut, badan pengawas obat di Inggris baru-baru ini mengeluarkan peringatan agar orang-orang yang memiliki riwayat alergi parah tidak menerima suntikan vaksin. Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) mengumumkannya setelah ada dua tenaga medis yang dirawat.


Tenaga medis yang dirawat diketahui memiliki riwayat alergi. Keduanya mengalami gejala reaksi anafilaksis, yang biasanya melibatkan ruam kulit, sulit bernapas, dan terkadang turunnnya tensi darah, sesaat setelah menerima suntikan.


Kepala National Health Service (NHS), Professor Stephen Powis, menjelaskan dua tenaga medis terkait kondisinya kini sudah membaik.


"Biasa terjadi pada vaksin baru," kata Professor Stephen menjelaskan alergi merupakan salah satu reaksi yang bisa muncul dari vaksin secara umum, seperti dikutip dari BBC pada Kamis (10/12/2020).

https://cinemamovie28.com/movies/destination-wedding/


Aktor George Clooney Masuk RS karena Radang Pankreas


Aktor George Clooney dikabarkan masuk rumah sakit karena nyeri lambung. Ia mengalami radang pankreas akibat penurunan berat badan dalam rangka persiapan film terbarunya.

George Clooney mengalami pancreatitis setelah sukses menurunkan 13,6 kg berat badan demi fil terbarunya, The Midnight Sky. Dalam film tersebut, aktor 59 tahun itu menjadi seorang astronomer.


"Saya pikir saya berusaha terlalu keras menurunkan berat badan dengan cepat dan mungkin kurang menjaga diri," katanya kepada The Mirror.


Butuh beberapa pekan bagi George Clooney untuk memulihkan diri.


Dikutip dari Mayo Clinic, pancreatitis merupakan peradangan pada pankreas. Enzim-enzim untuk membantu pencernaan makanan diproduksi di organ tersebut.


Beberapa gejala yang menyertai pancreatitis akut antara lain:


Nyeri perut bagian atas

Nyeri perut yang menjalar hingga ke punggung

Nyeri perut yang terasa memburuk setelah makan

Demam

Denyut nadi meningkat

Mual-muntah

Kecenderungan memegangi perut.

Baca juga: Pemicu Jantung Bengkak yang Dialami Melisha 'Indonesian Idol' Sebelum Meninggal

Sedangkan pancreatitis kronis bisa ditandai dengan gejala sebagai berikut.


Nyeri perut bagian atas

Berat badan turun tanpa sebab

Buang air besar berlemak atau berminyak (steatorrhea).


Ini Bedanya Sakit Tenggorokan karena Flu Biasa Vs Gejala COVID-19


 Sakit tenggorokan merupakan salah satu gejala virus Corona COVID-19. Pada musim hujan seperti sekarang ini, sakit tenggorokan juga menjadi salah satu penyakit yang umum terjadi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), sakit tenggorokan merupakan salah satu gejala yang dirasakan pasien COVID-19 selain demam dan batuk. Namun, bukan berarti setiap merasa sakit tenggorokan itu artinya ada tanda infeksi virus Corona.


Sakit tenggorokan bisa terjadi akibat berbagai kondisi medis. Misalnya, disebabkan oleh adanya infeksi atau faktor lingkungan, yang menyebabkan rasa sakit, kering atau gatal di tenggorokan.


Dikutip dari Times of India, sakit tenggorokan pun bisa dibagi menjadi tiga bagian dan dapat dibedakan berdasarkan bagian tenggorokan yang terkena, di antaranya sebagai berikut.


Faringitis, mempengaruhi area tepat di belakang mulut.

Tonsilitis, pembengkakan dan kemerahan pada amandel.

Laringitis, pembengkakan yang terjadi di kotak suara atau disebut juga laring.


Apa bedanya sakit tenggorokan akibat COVID-19 dan flu biasa?

Sakit tenggorokan pada pasien COVID-19 terjadi ketika virus memasuki selaput yang berhubungan dengan hidung dan tenggorokan. Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan pembengkakan di area tenggorokan.


Rasa sakit dan pegal yang dirasakan oleh orang yang terinfeksi virus disebut faringitis. Hal ini juga terjadi pada kasus flu biasa.


Meski keduanya memiliki kemiripan, namun pada pasien COVID-19 biasanya akan mengalami sakit tenggorokan dengan gejala yang lebih mendominasi, seperti demam, batuk, dan kelelahan.


Maka dari itu, apabila kamu hanya mengalami nyeri di area tenggorokan dan tanpa disertai gejala lain, kemungkinan itu adalah radang tenggorokan atau kondisi yang disebabkan oleh infeksi atau penyakit selain COVID-19.


Untuk memastikan apakah kamu benar-benar terinfeksi COVID-19 atau tidak, maka ada baiknya untuk melakukan tes Corona ketika mengalami gejala COVID-19.

https://cinemamovie28.com/movies/final-destination-2/

Urut-urutan Gejala COVID-19, Mulai dari Hari Pertama hingga ke-27

 Urutan gejala COVID-19 terbaru kini telah dikumpulkan dalam sebuah buku tentang infeksi virus Corona. Buku ini disusun oleh staf medis di sebuah rumah sakit di China.

Harapannya, buku ini bisa memperjelas bagaimana virus Corona berkembang. Di dalamnya juga menjelaskan apa saja hal yang bisa mempengaruhi kondisi pasien COVID-19.


Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), sebanyak 40 persen pasien COVID-19 tidak menunjukkan gejala. Bahkan 20 persen di antaranya menjadi lebih parah dan kritis.


Kesulitan bernapas merupakan gejala khas yang dialami oleh beberapa pasien dengan infeksi yang parah. Gejala ini biasanya muncul pada hari kelima setelah gejala terjadi.


Orang yang terinfeksi mungkin tidak merasa bahwa mereka terpapar virus Corona selama waktu tersebut. Namun mereka bisa menularkan virus tersebut ke orang lain.


Dikutip dari Express UK, berikut rincian perkembangan virus dan gejala COVID-19 dari hari ke hari.


Hari ke-1

Pada hari pertama biasanya pasien COVID-19 akan mengalami gejala ringan, seperti demam disertai batuk. Pada sebagian kecil, pasien akan mengalami diare atau mual pada 1-2 sebelumnya. Hal ini bisa menjadi tanda infeksi yang lebih parah.


Hari ke-3

Hari ketiga merupakan rata-rata waktu pasien di Wenzhou dirawat di rumah sakit, setelah muncul gejala. Berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 550 rumah sakit di seluruh China, menemukan bahwa pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit mengembangkan pneumonia pada hari ketiga.


Hari ke-5

Ini adalah waktu pasien COVID-19 bisa mengalami gejala yang lebih buruk. Pada hari kelima pasien akan mengalami kesulitan bernapas, terutama pada orang lanjut usia atau memiliki kondisi kesehatan yang berpengaruh sebelumnya.


Hari ke-7

Hari ketujuh merupakan rata-rata waktu gejala muncul pada beberapa pasien di Wuhan, China. Umumnya, gejala yang muncul adalah sesak napas.

https://cinemamovie28.com/movies/final-destination/


Hari ke-8

Di titik ini, pasien dengan kasus COVID-19 yang parah kemungkinan besar mengalami sesak napas, pneumonia, atau sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Sindrom ARDS ini seringkali berakibat fatal.


Hari ke-9

Beberapa pasien di Wuhan mengembangkan sepsis, atau infeksi yang disebabkan karena respons kekebalan yang agresif.


Hari ke-10 sampai ke-11

Gejala pasien bisa semakin memburuk dan kemungkinan besar akan dirawat di ICU. Pada pasien dengan gejala serius akan mengalami sakit perut berlebih dan kehilangan nafsu makan, dibandingkan dengan pasien yang bergejala ringan.


Hari ke-12

Demam bisa sembuh bagi beberapa pasien setelah hari ke-12. Tetapi, jika kondisinya semakin parah, hingga dirawat di ruang ICU.


Hari ke-16

Menurut sebuah penelitian, di hari ke-16 ini gejala batuk pada sebagian pasien mungkin akan berkurang, bahkan sembuh.


Hari ke-17 sampai ke-21

Rata-rata pasien COVID-19 di Wuhan sudah sembuh dari virus Corona dan dipulangkan dari rumah sakit. Tetapi, ada juga pasien yang tidak tertolong dan meninggal setelah dirawat di rumah sakit selama 2,5 sampai 3 minggu.


Hari ke-19

Berdasarkan sebuah penelitian, pasien COVID-19 yang mengalami sesak napas kemungkinan akan pulih pada hari ke-19 ini.


Hari ke-27

Rata-rata pasien di Wuhan dirawat dirumah sakit hingga 27 hari. Tetapi, beberapa pasien bisa dirawat lebih lama. Meski diperbolehkan pulang dari rumah sakit, bukan berarti gejala yang dialami sudah hilang sepenuhnya.


Beberapa pasien COVID-19 melaporkan mengalami gejala Corona selama berbulan-bulan. Gejala yang dialami yaitu nyeri dada, sesak napas, mual, jantung berdebar-debar, hingga hilangnya kemampuan indra penciuman dan perasa.


Tak hanya pasien yang dirawat di rumah sakit, pasien yang melakukan karantina di rumah pun juga bisa mengalami gejala yang panjang atau long Covid.

https://cinemamovie28.com/movies/final-destination-5/