Kamis, 10 Desember 2020

Pilkada Sudah Patuhi Protokol Kesehatan? Ini Temuan Satgas COVID-19

 Tepat di hari ini, Rabu (9/12/2020) Pilkada serentak diadakan di sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia. Tentunya, Pilkada kali ini sangat berbeda, karena diadakan di tengah pandemi virus Corona COVID-19.

Selain memantau jalannya Pilkada, protokol kesehatan juga tidak kalah penting untuk diperhatikan, demi mencegah terjadinya penularan COVID-19 salah satunya kepatuhan dalam menggunakan masker. Pemantauan ini dilakukan menggunakan aplikasi BLC (Bersatu Lawan COVID-19).


Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah memaparkan hasil pantauan penggunaan masker oleh pihak Satgas COVID-19 di kabupaten dan kota di Indonesia. Saat ini, Satgas memantau 227.492 orang pemilih, di 34.014 titik pemilihan di 299 kabupaten dan kota yang ada di 33 provinsi.


"Laporan dari pemilih yang melaksanakan Pilkada, di mana perilaku untuk menggunakan masker kepatuhannya di angka 96,59 persen. Kemudian menjaga jarak, ini laporan yang kami terima adalah 91,46 persen," kata dr Dewi dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Rabu (9/12/2020).


"Kalau kita lihat berdasarkan provinsi, kita bisa melihat ada range di sini di antara masing-masing provinsi dengan kepatuhan menggunakan maskernya. Yang paling tinggi bisa kita lihat ada di Sulawesi Tenggara 100 persen, dan yang paling rendah adalah 80,95 persen di Papua," jelasnya.


Tak hanya penggunaan masker, penerapan protokol kesehatan jaga jarak tingkat kepatuhannya juga cukup tinggi.


Provinsi yang paling tinggi menerapkan aturan jaga jarak terjadi di Sulawesi Tenggara yaitu sebesar 100 persen. Sementara yang paling rendah terjadi di Papua, yaitu sebesar 64,73 persen.

https://cinemamovie28.com/movies/indecent-proposal/


9 Makanan Penangkal Ejakulasi Dini, Bisa Dicoba Jika Ingin Lebih Tahan Lama


 Ejakulasi dini adalah salah satu masalah seksual yang terjadi ketika seorang pria mencapai orgasme terlalu cepat selama berhubungan seksual. Bagi para pria, kondisi ini ibarat mimpi buruk.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor psikologis dan fisik. Masalah psikologis dapat berupa gangguan kecemasan, stres, dan depresi. Masalah fisik seperti gangguan prostat dan juga tiroid juga dapat menyebabkan ejakulasi dini. Faktor kebiasaan seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang dan mengonsumsi alkohol juga dapat menjadi salah satu penyebab ejakulasi dini.


Pada dasarnya ejakulasi dini bisa disembuhkan secara alami atau dengan metode medis tertentu. Untuk mengatasi ejakulasi secara alami contohnya dapat mengonsumsi makanan tertentu.


Dikutip dari WebMD, berikut ini cara makanan yang dapat mengatasi ejakulasi dini.


1. Asparagus

Asparagus memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, vitamin K yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan terutama kesehatan seksual. Asparagus memiliki manfaat yang signifikan dengan memberikan dorongan seks pada pria dengan cara meningkatkan jumlah sperma dan meningkatkan aliran darah ke penis.


Makanan ini dapat mengatasi ejakulasi dini pada pria. Selain itu, asparagus juga mengandung serat, kromium, folat, dan vitamin E esensial yang berfungsi sebagai hormon penambah vitamin penting yang berfungsi pada kesehatan seksual pria.


2. Semangka

Studi membuktikan bahwa semangka membantu meningkatkan produksi L-arginin yang dapat cegah ejakulasi dini pada pria. Semangka juga mengandung fitonutrien atau yang disebut juga dengan citrulline yang dapat membantu meningkatkan libido pada pria.

https://cinemamovie28.com/movies/kama-sutra-a-tale-of-love/

Rabu, 09 Desember 2020

Sebaran 5.292 Kasus COVID-19 RI 8 Desember, DKI Masih Di Atas Seribu

 Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Selasa (8/12/2020). Ada penambahan 5.292 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 586.842 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.194 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 768 kasus dan Jawa Barat sebanyak 731 kasus baru per 8 Desember.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 4.295 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 133 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Selasa (8/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 5.292 menjadi 586.842

Pasien sembuh bertambah 4.295 menjadi 483.497

Pasien meninggal bertambah 133 menjadi 18.000

Sedangkan sebaran 5.292 kasus baru Corona di Indonesia pada Selasa (8/12/2020) adalah sebagai berikut:


DKI Jakarta: 1.194 kasus

Jawa Tengah: 768 kasus

Jawa Barat: 731 kasus

Jawa Timur: 542 kasus

Kalimantan Timur: 256 kasus

Kalimantan Tengah: 194 kasus

Riau: 171 kasus

DI Yogyakarta: 168 kasus

Papua: 123 kasus

Sulawesi Selatan: 112 kasus

Banten: 98 kasus

Sumatera Barat: 88 kasus

Sumatera Utara: 87 kasus

Bali: 86 kasus

Jambi: 77 kasus

Sumatera Selatan: 68 kasus

Bengkulu: 65 kasus

Lampung: 64 kasus

Kalimantan Selatan: 62 kasus

Kepulauan Riau: 50 kasus

Sulawesi Utara: 47 kasus

Sulawesi Tengah: 41 kasus

Bangka Belitung: 40 kasus

Kalimantan Utara: 36 kasus

Kalimantan Barat: 25 kasus

NTT: 21 kasus

Sulawesi Tenggara: 21 kasus

Aceh: 18 kasus

NTB: 9 kasus

Sulawesi Barat: 9 kasus

Maluku Utara: 9 kasus

Papua Barat: 9 kasus

Gorontalo: 3 kasus

https://nonton08.com/movies/body-of-evidence/


Ahli Ungkap 3 Penyebab Kasus Corona di RI Terus Meningkat Sepekan Terakhir


Kasus Corona dalam sepekan terakhir terus mencatat peningkatan dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Rekor kasus baru COVID-19 tertinggi tercatat per Kamis (3/12/2020) dengan angka 8.389 kasus.

Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Dr Masdalina Pane, MSi mengakui kasus Corona sepekan terakhir meningkat secara signifikan. Peningkatan kasus COVID-19 disebut Pane didasari beberapa hal seperti salah satunya pemantauan contact tracing.


Ia juga menyinggung terkait fenomena gunung es dalam kaitan dengan peningkatan kasus COVID-19.


"Jadi kita berharap bahwa kasus-kasus yang kemarin masih di permukaan seperti fenomena gunung es, saat ini mulai kita deteksi lebih banyak sehingga yang akan ke RS akan lebih sedikit karena sudah lebih dulu ditemukan," jelas Dr Pane melalui siaran pers BNPB di kanal YouTube Selasa (8/12/2020).


Berikut tiga penyebab kasus COVID-19 terus naik beberapa pekan terakhir.


1. Temuan kasus sedini mungkin

Dr Pane menyebut temuan kasus sedini mungkin menjadi salah satu faktornya. Disebutnya, temuan kasus COVID-19 sedini mungkin bisa mencegah lebih banyak kasus COVID-19 ringan menjadi parah atau berakhir dirawat di rumah sakit.


2. Testing

Dr Pane juga menyebut testing COVID-19 yang dilakukan Indonesia jumlahnya terus meningkat. Menurutnya, jumlah tes COVID-19 di Indonesia sudah hampir memenuhi indikator atau standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia.


"Kemudian yang menyebabkan kasus COVID-19 kita meningkat kemampuan testing yang juga semakin meningkat saat ini. Jadi kita hampir memenuhi indikator atau standar dari WHO," bebernya.

https://nonton08.com/movies/match-point/