Senin, 07 Desember 2020

Ini Gitanjali, Ilmuwan Cilik yang Jadi 'Kid of The Year' Pertama Versi Time

 TIME baru saja menobatkan gelar 'Kid of The Year' pada seorang ilmuwan remaja 15 tahun. Adalah Gitanjali Rao, anak keturunan India-Amerika yang mengejutkan orang dewasa dengan temuannya. Ia dinilai kreatif dalam menggunakan teknologi untuk mengatasi masalah air minum terkontaminasi, cyberbullying, hingga ketergantungan opioid (pereda nyeri).

Gitanjali Rao asal Denver, AS terpilih dari lebih 5.000 nominator untuk gelar bersejarah ini. Dalam wawancaranya dengan aktris dan aktivitis Angelina Jolie, Gitanjali mengaku sudah menyukai sains sejak kecil. Ia pun terpikir bagaimana caranya menggunakan sains untuk membuat perubahan sosial ketika masih duduk di bangku kelas dua atau tiga Sekolah Dasar.


Saat berusia 10 tahun, Gitanjali mengatakan pada orangtuanya bahwa ia ingin melakukan riset teknologi sensor nanotube di Denver Water Quality Research Lab. Hal tersebut tentu bukan sesuatu yang bisa terpikir oleh orang dewasa sekalipun terlebih seorang anak. Kepada Angelina Jolie, ilmuwan tersebut mengungkap caranya mengatasi masalah dalam penelitian dan temuannya.


"Observasi, brainstorm, riset, bangun (solusi), dan komunikasi," ungkapnya.


Salah satu temuan Gitanjali adalah aplikasi bernama Kindly yang menggunakan teknologi AI untuk mendeteksi cyberbullying. Bagaimana cara kerjanya? "Kamu ketik sebuah kata atau frasa dan itu bisa mendeteksi apakah itu bullying dan memberikanmu opsi untuk mengedit atau membiarkannya," kata Gitanjali.


Sebagai seorang anak perempuan, perwakilan Gitanjali Rao dalam dunia sains tentu belum banyak terlihat. Hal itu pun disadari oleh remaja tersebut yang merasa jika ilmuwan biasanya ditampilkan di media sebagai pria tua berkulit putih.


"Aneh bagiku bahwa orang seperti mendapat peran tertentu, gender mereka, usia mereka, warna kulit mereka," ungkapnya. "Dari pengalaman pribadiku, tidak mudah ketika kamu tidak melihat orang-orang sepertimu (dalam bidang yang ditekuni). Jadi aku sangat ingin menyampaikan pesan: Jika aku bisa melakukannya dan semua orang bisa melakukannya," lanjut Gitanjali yang pernah masuk dalam Forbes 30 Under 30 itu.


Selain mengeksplor dunia sains, Gitanjali punya hobi untuk melepas penat. Tapi hobinya pun tak seperti kebanyakan anak usia 15. "Aku sering sekali memanggang kue (baking). Itu tidak enak tapi itu tetap saja baking. Dan itu seperti sains juga," katanya.

https://trimay98.com/movies/the-forbidden-legend-sex-chopsticks/


Kisah Viral Batal Nikah, Si Pria Menghilang Jelang Hari-H, Ternyata Selingkuh


Gagal menikah dengan orang yang dicintai pastinya bisa membuat perasaan hancur berkeping-keping. Seperti kisah yang dialami oleh Jaqueline Anggella. Dia bukan hanya batal menikah tapi juga diselingkuhi pasangannya.

Jaqeuline dengan gamblang mengisahkan perjalanan cintanya yang berujung gagal menikah di akun TikTok miliknya. Kisahnya ini pun menjadi atensi netizen.


"Awal kita pacaran 080816 kenalnya sudah lama banget, dari masa zaman TK kita sudah kenal. Hobi traveling jadi ke mana-mana selalu sama dia. Dan pada akhirnya dia melamarku, aku seneng banget dengernya waktu itu. Step by step proses lamaran dan hantaran pun berjalan lancar tidak ada kendala apa-apa semua baik-baik saja," kisahnya dalam video yang diunggah ke TikTok.


Dalam videonya, Jaqeuline menampilkan momen dirinya dan sang kekasih menjalani lamaran. Dia dan pria yang nyaris menjadi suaminya tampak kompak memakai busana berwarna biru. Namun kemudian momen bahagia itu berakhir duka karena sang kekasih mengaku selingkuh.

https://trimay98.com/movies/the-piano/

Sinopsis The Nice Guys, Dibintangi Russell Crowe

 Pemirsa Bioskop Trans TV hari ini akan menghadiri film The Nice Guys. Film bergenre komedi-kriminal tersebut tayang pada pukul 00.00 WIB.

Dirilis pada 2016, The Nice Guys merupakan film garapan Shane Black. Pria kelahiran Pennsylvannia, AS, 59 tahun lalu itu sebelumnya pernah menggarap Kiss Kiss Bang Bang (2005) dan Iron Man 3 (2013).


Selain menjadi sutradara, ia juga menulis film produksi Warner Bros ini bersama Anthony Bagarozzi. Ini adalah pengalaman pertama bagi Anthony sebagai penulis.



The Nice Guys mempertemukan dua aktor terkenal beda generasi, Russell Crowe dan Ryan Gosling. Tampil pula aktris senior Kim Basinger yang pernah memenangkan piala Oscar sebagai aktris pendukung terbaik berkat perannya di film L.A. Confidential (1997).



Sinopsis The Nice Guys

Berlatar tahun 1977, film ini bercerita tentang kolaborasi dua detektif yang mempunyai teknik yang berbeda dalam bekerja. Jackson Healy (Russell Crowe) menggunakan kekerasan dan ancaman, sedangkan Holland March (Ryan Gosling) lebih mengandalkan keberuntungan dan otak liciknya.


Keduanya kemudian terpaksa harus bekerja sama untuk mencari seorang gadis bernama Amelia (Margaret Qualley).


Tugas tersebut lantas membawa mereka ke sebuah petualangan yang tak terlupakan yang melibatkan industri film dewasa, bintang porno dan beberapa pembunuh bayaran.


Dalam aksinya, Jackson dan Holland tak melulu berjalan mulus. Perpaduan keahlian keduanya yang saling bertolak belakang tak jarang mengundang tawa.


Secara komersial, film ini hanya berhasil mengantongi keuntungan bersih sebesar US$ 62 juta terlepas dari biaya produksi yang menelan biaya hingga US$ 50 juta.


Namun, film ini boleh dibilang berhasil mendapat reaksi positif dari kritikus. Situs IMDb memberinya skor 7.4 bintang.


Jangan lewatkan aksi kocak Russell Crowe dan Ryan Gosling lewat film The Nice Guys di Bioskop Trans TV, Minggu (6/12/20202), pada pukul 00.00 WIB.

https://trimay98.com/movies/the-lover/


Ini Gitanjali, Ilmuwan Cilik yang Jadi 'Kid of The Year' Pertama Versi Time


TIME baru saja menobatkan gelar 'Kid of The Year' pada seorang ilmuwan remaja 15 tahun. Adalah Gitanjali Rao, anak keturunan India-Amerika yang mengejutkan orang dewasa dengan temuannya. Ia dinilai kreatif dalam menggunakan teknologi untuk mengatasi masalah air minum terkontaminasi, cyberbullying, hingga ketergantungan opioid (pereda nyeri).

Gitanjali Rao asal Denver, AS terpilih dari lebih 5.000 nominator untuk gelar bersejarah ini. Dalam wawancaranya dengan aktris dan aktivitis Angelina Jolie, Gitanjali mengaku sudah menyukai sains sejak kecil. Ia pun terpikir bagaimana caranya menggunakan sains untuk membuat perubahan sosial ketika masih duduk di bangku kelas dua atau tiga Sekolah Dasar.


Saat berusia 10 tahun, Gitanjali mengatakan pada orangtuanya bahwa ia ingin melakukan riset teknologi sensor nanotube di Denver Water Quality Research Lab. Hal tersebut tentu bukan sesuatu yang bisa terpikir oleh orang dewasa sekalipun terlebih seorang anak. Kepada Angelina Jolie, ilmuwan tersebut mengungkap caranya mengatasi masalah dalam penelitian dan temuannya.

https://trimay98.com/movies/belle-de-jour/