Senin, 07 Desember 2020

Sinopsis Skiptrace, Film Laga-Komedi Jackie Chan dan Johnny Knoxville

  Film Skiptrace (Jue di tao wang) akan menemani pemirsa Bioskop Trans TV hari ini. Film bergenre aksi-komedi ini tayang pada pukul 20.00 WIB.

Dirilis pada 2016, Skiptrace merupakan film garapan Renny Harlin. Sebelumnya, ia pernah menyutradarai 'Die Hard 2' (1990), Deep Blue Sea (1999), dan Exorcist: The Beginning (2004).


Film ini menampilkan aktor laga terkenal Jackie Chan sebagai bintang utamanya. Ia dipasangkan dengan aktor Hollywood Johnny Knoxville yang sebelumnya tampil di The Dukes of Hazzard (2005) dan Teenage Mutant Ninja Turtles (2014).


Skiptrace turut menghadirkan aktor asal Korea Selatan, Jeong-hun Yeon. Ini menjadi debutnya di industri perfilman Hollywood. Tidak ketinggalan aktris terkenal asal China, Bingbing Fan


Sinopsis Skiptrace

Jackie Chan berperan sebagai Binnie Chan, seorang detektif yang memiliki misi membongkar aksi gembong narkoba yang dijuluki sebagai Matador.


Motivasinya untuk memburu Matador sebenarnya lebih didasari oleh kematian rekannya, Yung (Eric Tsang). Matador sempat menyandera Eric dan memaksanya memakai rompi yang dipasangi bom.

Penyanderaan tersebut lantas menewaskan Eric sehingga memicu amarah Bing. Ia pun berniat menangkap Matador agar bisa dihukum sesuai dengan kejahatannya.


Hanya saja, menangkap Matador tak semudah membalikkan telapak tangan. Bing kewalahan karena identitas Matador yang sebenarnya sulit dikenali. Hal tersebut sempat membuat Bing frustasi.


Singkat cerita, Bing bertemu dengan Connor Watts (Johnny Knoxville), seorang pejudi asal Amerika Serikat. Ia meminta bantuan Connor untuk mengungkap jejak dan identitas Matador.


Film produksi Dasym Media dan Talent International Film Cultural Company ini terbilang sukses dari segi komersial. Dengan bujet US$ 32 juta, Skiptrace mencetak pemasukan bersih hingga US$ 136 juta dari pemutarannya di seluruh dunia.


Jangan lewatkan Skiptrace di Bioskop Trans TV hari ini, Minggu (6/12/2020), pada pukul 20.00 WIB.

https://trimay98.com/movies/resident-evil-afterlife/


Bella Hadid Pakai Dress Harga Terjangkau Jadi Viral, Kini Diburu Netizen


 Bella Hadid tampil mempesona dengan dress hijau dalam fotonya baru-baru ini di Instagram. Dalam foto tersebut, Bella sebenarnya tidak ingin mempromosikan busana yang dipakainya, melainkan mempromosikan tas Michael Kors.

Dalam fotonya tersebut, Bella bekerjasama dengan Michael Kors untuk mempromosikan tas seri Soho Bag. Namun netizen salah fokus dengan dress hijau berpotongan halter neck yang dipakainya.


Salah satu netizen pun berkomentar, "Dress ini. Aku membutuhkannya." Tidak disangka, Bella Hadid membalas komentar netizen tersebut dan mengungkap baju yang dipakainya.


Bella HadidBella Hadid Foto: dok. Instagram

Ternyata, dress yang digunakannya hasil pembelian lewat online dengan harga yang terjangkau US$ 16,99 atau sekitar Rp 240 ribu.


"Aku membelinya online dengan harga $ 16,99 aku akan mencari linknya untukmu," tulis Bella di kolom komentar.


Kini, dressnya tersebut jadi viral. Banyak netizen wanita yang penasaran dengan dress Bella Hadid tersebut karena sampai saat ini, adik Gigi Hadid itu belum memberi tahu tempat ia membeli dress.


Di Google, dress hijau Bella Hadid itu bahkan kini dicari. Hasil pencarian mulai dari 'green halter dress' sampai 'green halter dress $ 16,99.'

https://trimay98.com/movies/resident-evil-degeneration/

Kenapa Kini Banyak Orang Suka Ungkap Hal Pribadi ke Medsos? Ini Kata Psikolog

 Aneka kisah putus cinta, perselingkuhan hingga batal menikah kini banyak ditemukan di media sosial. Peristiwa yang selama ini dianggap sebagai hal pribadi dan bagi beberapa orang adalah sebuah aib tak lagi disimpan sendiri malah diumbar di media sosial seperti TikTok, Instagram dan Twitter.

Lantas apa yang menyebabkan seseorang dengan mudah mencurahkan isi hatinya lewat media sosial? Wolipop berbincang dengan Psikolog Klinis Dewasa Alfath Hanifah Megawati, M.Psi. untuk mengetahui alasan di balik fenomena ini.


Menurut Psikolog yang akrab disapa Ega itu, berikut alasan seseorang mengungkapkan kisah sedihnya seperti putus cinta, perselingkuhan hingga batal menikah:


1. Emosi tidak nyaman yang kita alami sudah tidak dirasakan lagi. Sehingga kita tidak lagi canggung untuk menceritakan ke publik.


2. Munculnya mekanisme reaksi-formasi dalam diri kita. Mekanisme ini membuat kita melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang kita rasakan sebenarnya (misalnya, merasa sedih tapi tertawa, merasa tidak suka tapi bilang baik-baik saja, dsb). Hal ini tanpa sadar kita lakukan untuk melindungi kita merasa lebih tidak nyaman (misalnya, dipandang lemah oleh orang lain, menunjukkan ke orang lain bahwa ini bukan hal besar, menunjukkan kita kuat).

https://trimay98.com/movies/dark-phoenix/


3. Atensi dari orang menonton mengganti hilangnya atensi yang tidak kita dapatkan lagi dari pasangan kita. Kondisi ini membantu kita untuk menjaga perasaan layak untuk disukai dan diterima oleh orang lain.


4. Menyampaikan "sindiran" kepada mantan pasangan. Bagi beberapa orang akan lebih mudah berkeluh kesah melalu media sosial dibandingkan menyampaikanna langsung kepada orang yang bersangkutan


5. Menginspirasi orang banyak. Dengan mampu menginspirasi, maka kita merasa diri kita dapat membantu orang lain dan meningkatkan rasa berharga diri kita.


6. Viral bisa mendatangkan materi. Ega menambahkan pada dasarnya apa yang ditampilkan seseorang di akun media sosialnya adalah hak orang tersebut. Media sosial dapat digunakan tergantung kebutuhan, selama yang ditampilkan atau diceritakan tidak melanggar hukum dan norma.


"Memposting sesuatu di media milik kita memang dapat membantu kita mengeluarkan ketidaknyamanan diri dengan mengekspresikannya. Bahkan dapat juga membantu kita memperoleh empati atau validasi dari orang lain mengenai apa yang kita alami," jelasnya saat dihubungi Wolipop, Jumat (4/12/2020).


Namun, kata Ega, yang perlu diperhatikan adalah porsi dari postingan itu. Jika terlalu banyak (sering) dan terlalu mendalam, maka orang tersebut dapat kehilangan ranah privasinya.


"Hal ini akan mendatangkan ketidaknyamanan baru. Belum lagi, komentar yang masuk tidak selalu bersifat positif. Kesiapan kita untuk menerima komentar negatif perlu menjadi pertimbangann kita sebelum memposting "curhatan" diri kita," lanjut Ega.


Selain itu, pikirkan dampak postingan itu bagi diri orang itu sendiri. Misalnya bagaimana jika dikemudian hari orang tersebut melihatnya lagi atau orang lain membacanya. Jika postingan tersebut tidak memberi banyak manfaat bagi keduanya maka sebaiknya tidak dilakukan.


"Mengekspresikan ketidaknyamanan diri tidak harus melalui media sosial kita. Lebih aman bagi kita dengan menceritakan apa yang kita alami kepada support system yang dapat dipercaya, daripada di media sosial," pungkasnya.

https://trimay98.com/movies/the-king-2/