Jumat, 04 Desember 2020

Psikiater Senior dr Dadang Hawari Meninggal Dunia

 Psikater Profesor Dr dr Dadang Hawari, SpKJ(K), dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (3/12/2020). Hal ini dikonfirmasi oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI).

"Betul beliau sudah meninggal tadi sore," kata dr Andri, SPKJ, dari bagian hubungan masyarakat PDSKJI saat dihubungi detikcom.


"Penyebab kematiannya saya tidak tahu," lanjutnya.


dr Dadang Hawari adalah seorang psikiater yang dikenal karena mengadopsi konsep agama untuk mengobati pasien. Ia menyebutnya sebagai konsep Biology, Psychology, Social and Spiritual (BPPS).

https://kamumovie28.com/movies/call-boy/


Rekor Tembus 8 Ribu Kasus Harian COVID-19, Fenomena Gunung Es?


Indonesia kembali mencatatkan rekor kasus baru 8.369 kasus harian COVID-19 pada Kamis (3/12/2020). Tercatat jumlah spesimen yang diperiksa juga mengalami lonjakan, yakni sebanyak 62.397 spesimen.

Dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) mengatakan, rekor kasus baru ini berhubungan dengan peningkatan jumlah testing yang dilakukan. Makin banyak testing dilalukan, makin banyak kasus positif COVID-19 yang ditemukan.


"Sebenarnya hal yang biasa, kitanya saja yang kurang tes. Ini kita sebutnya fenomena gunung es. Jadi sebenarnya yang kita dapat selama ini yang kecil-kecil saja, yang di atas doang, bawahnya itu banyak," ujar Dr Pane saat dihubungi detikcom, Kamis (3/12/2020).


Pada hari ini, terhitung ada 62.397 spesimen yang diperiksa. Dr Pane menjelaskan, kalau saja jumlah testing yang dilakukan lebih banyak dari ini, mungkin kasus baru COVID-19 yang didapat bisa jauh lebih banyak.


Dr pane pun memberikan contoh perbandingan antara Italia dan Indonesia. Italia memiliki penduduk sekitar 60 juta orang, sementara penduduk Indonesia l4-5 kali lebih banyak, yakni 267 juta orang.


"Itu puncak (kasus) tertingginya Italia di angka 6 ribu sampai 7 ribu. Jadi kalau kita penduduknya 4-5 lebih tinggi mestinya puncak kita itu 28 ribu sampai 30 ribu sehari," jelasnya.


Meski begitu, Dr Pane mengatakan berapapun orang yang terdeteksi positif COVID-19 dalam sehari, sebaiknya segera dikarantina atau dirawat jika memiliki gejala yang berat, sehingga angka kematian Corona di Indonesia bisa tetap rendah.


Sementara itu, menurut juru bicara Satgas Pengendalian COVID-19 Wiku Adisasmito, rekor kasus baru ini disebabkan karena sistem pencatatan atau pelaporan kasus yang masih belum optimal. Contohnya Papua, ia menyebut 1.755 kasus baru di provinsi itu merupakan akumulasi tambahan kasus positif sejak tanggal 19 November hingga hari ini.


"Ada beberapa provinsi yang memiliki perbedaan data dengan pusat, seperti Jateng, Jabar dan Papua. Berdasarkan data dari kemenkes, pada hari ini terdapat penambahan kasus yang sangat signifikan, yaitu 8.369 kasus," jelas Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di Sekretariat Presiden, Kamis (3/12/2020).


"Angka yang sangat tinggi ini disebabkan karena sistem yang belum optimal untuk mengakomodasi pencatatan, laporan, dan validasi data dari provinsi secara realtime," tambah Wiku.

https://kamumovie28.com/movies/perfume-the-story-of-a-murderer/

Rabu, 02 Desember 2020

Update Corona Indonesia 2 Desember: Tambah 5.533 Kasus, Total 549.508

 Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Rabu (2/12/2020), bertambah 5.533 kasus. Total positif jadi 549.508, sembuh 458.880, dan meninggal 17.119.

Hari ini ada 58.245 spesimen yang diperiksa dengan jumlah suspek mencapai 71.074 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (2/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 5.533 menjadi 549.508

Pasien sembuh bertambah 4.001 menjadi 458.880

Pasien meninggal bertambah 118 menjadi 17.119

Sebelumnya pada Selasa (1/12/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat sebanyak 543.975, sembuh 454.879, dan meninggal 17.081.

https://nonton08.com/movies/thank-you-cinta/


DKI Tertinggi, Ini Sebaran 5.533 Kasus Baru COVID-19 Per 2 Desember


Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Rabu (2/12/2020). Ada penambahan 5.533 kasus sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 549.508 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.116 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 944 kasus dan Jawa Barat sebanyak 764 kasus baru per 2 Desember.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 4.001 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 118 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (2/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 5.533 menjadi 549.508


Pasien sembuh bertambah 4.001 menjadi 458.880


Pasien meninggal bertambah 118 menjadi 17.119


Sedangkan sebaran 5.533 kasus baru Corona di Indonesia pada Rabu (2/12/2020) adalah sebagai berikut:


DKI Jakarta: 1.116 kasus

Jawa Tengah: 944 kasus

Jawa Barat: 764 kasus

Jawa Timur: 460 kasus

Kalimantan Timur: 304 kasus

Riau: 227 kasus

Bali: 202 kasus

Sumatera Barat: 175 kasus

DI Yogyakarta: 122 kasus

Banten: 121 kasus

Sulawesi Selatan: 117 kasus

Sulawesi Utara: 104 kasus

Sumatera Utara: 88 kasus

Kalimantan Tengah: 82 kasus

Jambi: 81 kasus

Kalimantan Utara: 69 kasus

Sulawesi Tenggara: 68 kasus

Lampung: 54 kasus

Sumatera Selatan: 51 kasus

Maluku Utara: 50 kasus

Kalimantan Selatan: 33 kasus

Kalimantan Selatan: 32 kasus

Sulawesi Tengah: 31 kasus

Papua: 30 kasus

Nusa Tenggara Timur: 29 kasus

Gorontalo: 29 kasus

Kalimantan Barat: 23 kasus

Nusa tenggara Barat: 22 kasus

Papua Barat: 19 kasus

Bangka Belitung: 14 kasus

Bengkulu: 12 kasus

Aceh: 10 kasus


Sinopsis Hi Bye Mama, Drakor Kim Tae Hee yang Bikin Banjir Air Mata


Buat kamu yang mencari drama Korea penuh haru, Hi Bye, Mama yang dibintangi aktris Kim Tae Hee bisa jadi pilihan. Berikut sinopsis Hi Bye Mama.

Hi Bye, Mama menceritakan Cha Yu Ri, seorang perempuan hamil yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil. Seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Cha Yu Ri pada saat itu meminta dokter menyelamatkan anaknya yang ada dalam kandungan. Hal itu membuat sang suami, Cho Gang-hwa yang merupakan seorang dokter ahli bedah merasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan istrinya sendiri.


Cho Gang Hwa hidup dalam duka sembari membesarkan anaknya, Seo-woo, seorang diri. Hingga kemudian, ia memutuskan menikah dengan seorang perawat cantik di rumah sakit tempatnya bekerja bernama, Oh Min-jeong.


Sementara itu di sisi lain, setelah meninggal dunia, Cha Yu Ri ternyata menjadi hantu gentayangan. Lima tahun setelah kematiannya, dia kemudian diberi kesempatan untuk hidup selama 49 hari bila ia benar-benar ingin kembali menjadi manusia. Tapi kesempatan itu memiliki syarat, di mana dia harus kembali ke posisinya dulu sebagai istri Cho Gang Hawa. Artinya Cha Yu Ri harus mengambil posisi Oh Min Jeong.


hi bye, mama drama koreaHi Bye, Mama drama Korea Foto: Dok. tvN

Kisah Hi Bye, Mama selanjutnya adalah mengenai perjalanan 49 hari menjadi manusia lagi. Bisakah dia kembali hidup dan benar-benar menjadi istri Chong Gang Hwa lagi serta ibu dari anaknya, Seo Woo?


Pemain Hi Bye, Mama

Hi Bye, Mama yang bisa ditonton di Netflix ini berjumlah 16 episode. Drama Korea produksi tvN yang tayang perdana pada Februari 2020 ini bertabur bintang dengan akting memukau.


Aktor Lee Kyu Hyung yang aktingnya mendapat acungan jempol dalam drama Prison Playbook kembali memberikan kemampuan terbaiknya dalam Hi Bye, Mama. Lee Kyu Hyung yang menjadi Cho Gang Hawa mampu menampilkan sosok pria depresi karena kehilangan istri tercinta sekaligus merasa bersalah karena tak mampu menyelamatkannya padahal dia seorang dokter.


Hi Bye, Mama juga menjadi pilihan comeback yang tepat bagi Kim Tae-hee setelah hiatus lima tahun. Pendewasaan karakter amat terasa di sini apabila dibandingkan dengan Yong-pal pada 2015. Drama ini menjadi yang pertama dibintangi Kim Tae-hee setelah menikah dan memiliki anak.

https://nonton08.com/movies/boundless-love/