Rabu, 02 Desember 2020

Deretan Kasus Pesta Seks Berujung Ledakan Kasus COVID-19

 Sudah hampir setahun virus Corona muncul dan menginfeksi puluhan juta orang di seluruh dunia. Kasus baru masih terus bertambah setiap harinya yang membuat masyarakat tidak boleh lengah.

Namun tidak sedikit juga yang mulai bosan sehingga akhirnya mengadakan acara kumpul-kumpul yang berpotensi menyebarkan virus Corona. Di masa pandemi, banyak yang mengadakan pesta baik resepsi pernikahan, ulang tahun, bahkan yang paling heboh adalah pesta seks, yang akhirnya berujung lonjakan penularan COVID-19.


Dirangkum detikcom, berikut deretan kasus pesta seks berujung lonjakan penularan COVID-19.


1. Klaster pesta seks di Australia

Di akhir September 2020, negara bagian Victoria, Australia, mencatat lonjakan kasus COVID-19 yang diduga terkait dengan klaster pesta seks di Kota Colac, yang terletak sekitar 150 km barat daya Melbourne.


Petugas kepolisian Victoria mengatakan mereka diberi tahu tentang pesta tersebut setelah beberapa hari diadakan pada 29 Agustus. Warga setempat dilaporkan emosi karena pertemuan tersebut, yang melanggar aturan pembatasan ketika ada lonjakan kasus COVID-19.


"Polisi tidak menghadiri alamat tersebut pada hari H, dan hanya mengetahui potensi pelanggaran arahan dari kepala petugas kesehatan setelah mereka diberitahu beberapa hari setelahnya," jelas juru bicara polisi dalam sebuah pernyataan.


Simak lebih lanjut DI SINI


2. Pesta swinger bikin puluhan orang kena COVID-19

Baru-baru ini di New Orleans, Amerika Serikat, dilaporkan adanya 41 kasus COVID-19 yang terkait dengan konvensi swinger. Salah satu pengunjung pesta tersebut bahkan dilaporkan dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius setelah tertular virus Corona.


"Jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya tidak akan mengadakan acara ini lagi. Padahal sebagian besar dari 41 kasus positif sebagian besar merupakan kasus asimtomatik atau sangat ringan," kata Bob Hannaford, penyelenggara acara tersebut, dikutip dari Fox Live, Rabu (2/12/2020).


Sebelumnya tercatat ada 300 orang yang menghadiri pesta itu. Pihak penyelenggara dalam keterangannya mengatakan tidak menyangka acara yang ia buat berujung kepada lonjakan penularan COVID-19 sebab pihaknya telah melaksanakan protokol kesehatan.


Selengkapnya, baca DI SINI

https://nonton08.com/movies/close-my-eyes/


Inggris Jadi Negara Pertama di Dunia Setujui Penggunaan Vaksin Corona Pfizer


Rabu (2/12/2020) Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech.

Pemerintah Inggris menambahkan bahwa vaksin virus Corona tersebut akan diluncurkan mulai minggu depan.


Vaksin dianggap sebagai unsur penting dalam upaya mengatasi penyebaran penyakit menular dari waktu ke waktu, termasuk pandemi baru yang hingga ini masih melanda berbagai penjuru dunia dan belum bisa diatasi sepenuhnya.


"Pemerintah hari ini telah menerima rekomendasi dari Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan (MHRA) independen untuk menyetujui vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech untuk digunakan," kata pemerintah Inggris, dikutip dari laman Reuters.


"Vaksin akan tersedia di seluruh Inggris mulai minggu depan," lanjutnya.


Komite vaksin Inggris akan memutuskan kelompok prioritas mana yang akan mendapatkan suntikan terlebih dahulu seperti penghuni panti jompo, staf kesehatan dan perawatan, orang tua dan orang-orang yang secara klinis sangat rentan.


Baik Pfizer-BioNTech dan perusahaan bioteknologi AS Moderna telah melaporkan temuan awal tentang efektivitas lebih dari 90n persen dalam uji coba vaksin mereka, yang keduanya didasarkan pada teknologi messenger RNA (mRNA) baru.


Pfizer mengatakan otorisasi penggunaan darurat Inggris menandai momen bersejarah dalam perang melawan COVID-19.

https://nonton08.com/movies/asylum/

Siap-siap! Sebentar Lagi China Distribusikan Vaksin COVID-19, Termasuk ke RI

 Dalam beberapa bulan mendatang, China akan mengirimkan ratusan juta dosis vaksin COVID-19 ke negara-negara yang telah melakukan uji klinis tahap akhir untuk vaksin yang mereka kembangkan.

Kampanye ini disebut bakal memberikan China kesempatan untuk memperbaiki citranya, yang rusak karena kesalahan penanganan awal wabah virus Corona.


China saat ini memiliki lima kandidat vaksin virus Corona dari empat perusahaan yang telah mencapai uji klinis fase 3, langkah pengujian terakhir dan terpenting sebelum persetujuan regulasi. Uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 China setidaknya berlangsung di 16 negara.


Sebagai balasannya, banyak negara yang telah dijanjikan mendapatkan akses awal ke kandidat vaksin potensial dan dalam beberapa kasus, pertukaran teknologi untuk memproduksinya secara lokal.

https://nonton08.com/movies/mulholland-drive/


Sinovac Biotech, pembuat obat yang terdaftar di Nasdaq yang berbasis di Beijing, telah menandatangani kesepakatan untuk memberikan 46 juta dosis vaksin Covid-19 ke Brasil dan 50 juta dosis ke Turki. Ini juga akan memasok 40 juta dosis bulk vaksin, konsentrat vaksin sebelum dibagi menjadi botol kecil, ke Indonesia untuk produksi lokal.


CanSino Biologics, yang mengembangkan vaksin virus Corona dengan unit penelitian militer China, akan mengirimkan 35 juta dosis vaksinnya ke Meksiko, salah satu dari lima negara uji coba.


China National Biotech Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), kurang terbuka tentang kesepakatannya. Dua kandidat vaksin perusahaan sedang menjalani uji coba fase 3 di 10 negara, kebanyakan di Timur Tengah dan Amerika Selatan.


Dalam konferensi video dengan para pemimpin Afrika pada bulan Juni, Xi berjanji bahwa "setelah pengembangan dan penyebaran vaksin Covid-19 selesai di China, negara-negara Afrika akan menjadi yang pertama diuntungkan."Pada bulan Mei, Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada sidang tahunan WHO bahwa China akan menjadikan vaksin virus Corona sebagai "barang publik global," menyebutnya sebagai "kontribusi negara untuk memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara berkembang."


Pada Agustus, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan Beijing juga akan memberikan akses prioritas ke Kamboja, Myanmar, Laos, Thailand, dan Vietnam. Negara lain yang telah dijanjikan akses prioritas oleh pejabat China termasuk Afghanistan dan Malaysia.


Keunggulan vaksin COVID-19 buatan China

Dibandingkan dengan Pfizer dan Moderna, vaksin COVID-19 buatan China memiliki keunggulan, kebanyakan tidak memerlukan suhu beku untuk penyimpanan, membuat pengangkutan dan distribusi menjadi lebih mudah, terutama di negara berkembang yang tidak memiliki kapasitas penyimpanan dingin.


Sinopharm dan Sinovac menggunakan pendekatan kuno yang telah lama terbukti efektif dalam pengembangan vaksin, seperti polio dan suntikan flu.


Vaksin virus Corona yang mereka kembangkan menggunakan komponen virus yang tidak aktif untuk mendorong tubuh mengembangkan kekebalan, dan hanya perlu disimpan pada suhu lemari es standar 2˚C hingga 8˚C (36˚F hingga 46˚F).


Vaksin CanSino, yang menggunakan virus flu biasa yang disebut adenovirus 5 untuk membawa fragmen genetik virus corona ke dalam tubuh, juga dapat disimpan pada suhu 2˚C hingga 8˚C.

https://nonton08.com/movies/the-dreamers/