Kamis, 17 September 2020

Dokter Paru Juga Tak Sarankan Pakai Masker Scuba, Ini Alasannya

  Sebelumnya, Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mendukung rencana PT KCI menyarankan pengguna KRL untuk tidak lagi menggunakan masker scuba dan buff. Menurut Prof Wiku, masker yang terdiri dari satu lapisan itu terlalu tipis dan memungkinkan virus Corona masih bisa menembus masuk ke dalam tubuh.

Dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Erlina Burhan MSc, SpP, pun juga menjelaskan kenapa masker scuba tidak disarankan untuk dipakai lagi. Ini karena masker jenis itu tidak akan memberikan proteksi yang baik pada pemakainya ataupun orang lain.


"Masker scuba itu jangan dipakai, karena kemampuan filtrasinya sangat rendah hanya 0 sampai 5 persen. Itu kan bahannya sangat-sangat elastis ya dan hanya satu lapis, jadi tidak melindungi," tegas dr Erlina pada detikcom, Kamis (17/9/2020).


"Apalagi kalau orang ditarik-tarik, semakin lebar, semakin besar pori-porinya, sama saja seperti tidak pakai masker. Bahaya itu," imbuhnya.


Sebagai gantinya, dr Erlina lebih menyarankan dan menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker kain tiga lapis. Meskipun proteksinya lebih rendah dari pada masker medis, apalagi masker tersebut bisa dicuci.


"Kalau proteksinya lebih bagus masker bedah dibandingkan masker kain. Tapi, beda-beda sedikit lah nggak apa-apa lah masyarakat pakai masker kain ya," imbau dr Erlina.

https://cinemamovie28.com/emak-ingin-naik-haji/


'Pakai Masker Saat Naik Mobil Pribadi Ibarat Tidur Sendirian Pakai Kondom'


Aturan harus mengenakan masker saat mengendarai mobil pribadi seorang diri belakangan banyak dikeluhkan. Beberapa kisah viral soal hukuman denda yang menyertainya, viral di media sosial.

Aturan tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warga. Ada yang menentang karena dinilai berlebihan, ada juga yang mendukung karena faktanya memang masih menyepelekan perlunya pakai masker.


Seorang warga, Arnett (21), menilai aturan tersebut tidak tegas, bahkan terlihat seperti lelucon belaka. Menghukum seseorang yang tidak pakai masker saat berkendara sendirian dengan mobilk pribadi menurutnya tidak tepat sasaran.


"Kocak aja sih, aku juga sempet baca, ada dokter yang disuruh nyapu katanya gara-gara nggak pakai masker pas lagi nyetir sendirian," ujar Arnett, merujuk sebuah foto viral di media sosial. Belum ada konfirmasi soal keterangan yang menyertai foto tersebut.


Sementara itu, Ghalda (21), warga DKI yang sehari-hari mengendarai mobil, menilai pemberian denda seharusnya diberikan jika pengendara mobil membuka jendela mobil untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa menggunakan masker bukan saat berkendara sendirian.


"Kalau dia (pengendara mobil) sendiri doang dan nggak buka kaca mah, ya nggak apa-apa nggak pakai masker. Kalau sampai didenda, ya keliatan banget mau nyari duit," ujar Ghalda.


Sementara itu, Siska (21), yang juga pengendara mobil menyebut aturan itu sangat aneh. Terlebih mereka yang 'terjaring' dikumpulkan dalam satu waktu dan menyebabkan antrean yang panjang.


"Nggak sekalian aja bikin aturan mandi sama tidur juga pakai masker?" sentil Siska.


Warga DKI lainnya, Jocelyn, beranggapan bahwa sebenarnya tak ada salahnya dengan aturan tersebut. Menurutnya, seseorang tak pernah tahu kapan ia harus membuka kaca atau pintu mobil yang memungkinkan udara dari luar akan masuk ke dalam mobil.


"Dan virus akan terperangkap ke dalam mobil kalau sudah masuk," katanya.


Keharusan pakai masker saat mengemudi kendaraan pribadi seorang sendiri juga menggelitik seorang pembaca detikcom, Djoko Prasetyo. Di kolom komentar, ia membuat analogi yang menarik.


"Orang yang sendirian dalam mobil pakai masker, itu sama dengan orang tidur sendirian tapi pakai kondom," tulisnya.


Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, mengatakan risiko penularan saat sendirian di dalam mobil pribadi terbilang kecil. Yang perlu dihindari adalah paparan dari orang lain.


"Paparan virus dari orang jadi bila tidak ada orang lain berarti tidak ada paparan. Jadi aman kalau nggak ada orang lain," jelasnya.


Setujukah jika harus pakai masker dengan sempurna saat mengemudi pribadi seorang diri? Tuliskan pendapat di kolom komentar.

https://cinemamovie28.com/perempuan-tanah-jahanam/

Sekda DKI dan Deretan Pejabat yang Meninggal Positif Corona di Indonesia

 Kabar duka tidak hanya datang dari tenaga medis yang berguguran selama pandemi Corona. Sederet pejabat ikut berjuang melawan infeksi COVID-19 namun sayangnya tidak selamat.

Kabar terbaru datang dari Sekda DKI Jakarta. Ia meninggal dunia pada Rabu (16/9/2020).


Bergugurnya para pejabat karena Corona menjadi bukti kalau bahaya COVID-19 benar adanya. Berikut rangkuman detikcom terkait deretan pejabat yang meninggal dunia selama pandemi Corona.


1. Sekda DKI Jakarta

Sekda DKI Jakarta meninggal dunia usai dinyatakan positif Corona. Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Chaidir.


"Iya beliau meninggal. Kami semua berduka," kata Chaidir saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).


2. Kepala Kemenag Kota Blitar

Kepala Kemenag Kota Blitar HM Solekan meninggal pada Jumat (3/4/2020) pukul 22.00 WIB. Hasil tracing Dinkes Kota Blitar menyebut pria berusia 53 tahun itu termasuk petugas haji yang mengikuti pelatihan di Asrama Haji Sukolilo 9-18 Maret 2020.


Sebelum meninggal, Kepala Kemenag Kota Blitar memang sempat menggelar hajatan mantu di sebuah hotel di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.


3. Plt Bupati Sidoarjo

Plt Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifuddin meninggal karena COVID-19, Sabtu (23/8/2020). Pria yang juga Wakil Bupati Sidoarjo ini mengeluh batuk dan badan panas setelah pulang dari Jakarta.


"Memang hari Rabu (19/8) sepulang dari Jakarta saya ditelepon untuk minta foto thorax. Keluhannya kan batuk, panas," beber Dirut RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan.

https://cinemamovie28.com/good-mother-3-2/


4. Wakil Bupati Lampung

Wakil Bupati Way Kanan, Lampung, Edward Antony, meninggal dunia pagi ini. Edward dinyatakan terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) berdasarkan hasil swab test.


Kabar meninggalnya Edward Antony disampaikan di situs resmi Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Minggu (16/8/2020). Edward meninggal dunia pagi tadi sekitar pukul 04.30 WIB di ruang isolasi RSAM Bandar Lampung.


"Berita itu benar adanya. Beliau (Pak Edward Antony) meninggal pada hari Minggu tanggal 16 Agustus 2020 sekira pukul 04.30 WIB di Ruang Isolasi RSAM Bandar Lampung. Beliau dalam keadaan sedang menjalani isolasi sejak terkonfirmasi COVID-19 pada tanggal 10 Agustus 2020 lalu berdasarkan hasil rapid test dan dua kali swab test," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Way Kanan, Achmad Gantha, seperti dikutip dari situs resmi Pemkab Way Kanan.


5. Walkot Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani tutup usia setelah berjuang selama lima belas hari menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin, melawan virus Corona. Sebelum meninggal, Nadjmi Adhani pun sempat berpesan kepada masyarakat soal virus Corona.


Nadjmi Adhani menyampaikan pesan virus Corona itu nyata melalui video berdurasi satu menit. Nadjmi memberitahukan bahwa dia dan sang istri, Ririn Nadjmi Adhani, terjangkit virus COVID-19.


"Assalamualaikum warga Banjarbaru yang ulun (saya) sayangi. Hari ini ulun bersama ini, berdasarkan hasil swab, terkonfirmasi COVID-19. Untuk itu, ulun minta doa untuk kesembuhan kami, agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam berobat bisa melewati ini dengan baik," kata Nadjmi Adhani, yang berbicara menggunakan alat bantu pernapasan, Senin lalu (27/7/2020).


"Ini benar-benar nyata dan kita harus melawannya dengan harus disiplin menerapkan protokol COVID-19. Masyarakat jangan sakit, kita semua harus sama-sama melawan ini dan melakukan protokol COVID-19," ujarnya.


6. Walkot Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul tutup usia. Syahrul meninggal dalam kondisi positif Corona atau COVID-19.


"Innalillahi Wainnaillaihi Radjiun telah berpulang pejuang politik Partai Gerindra, Ketua DPD Gerindra Riau sekaligus Wali Kota Tanjungpinang," ujar Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada detikcom, Selasa lalu (28/4/2020).


Sebelumnya, seperti dilansir Antara, Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, kemarin, mengatakan kondisi kesehatan Syahrul yang sejak 11 April 2020 dirawat di ruang ICU RSUP Kepri drop.

https://cinemamovie28.com/motel-acacia/