Minggu, 13 September 2020

Mahasiswa Depok Ungkap Kisahnya Tak Percaya Corona, Kini Terinfeksi COVID-19

Mahasiswa bernama Achmad Bachtiar ini viral setelah terang-terangan mengaku terinfeksi COVID-19 karena sebelumnya tak percaya ada Corona. Berikut cerita lengkap dari Achmad.
"Kisah nyata. Pengalaman isolasi mandiri pejuang COVID-19. Awalnya aku nggak percaya sama pandemi COVID-19 ini. Sampai aku dan kakak aku dinyatakan positif COVID-19," tulis @achmadbactiar pada 29 Agustus 2020.

Setelah dinyatakan positif Corona, Achmad mengaku sangat stres karena saat itu ada banyak hal yang harus dikerjakannya. Dia harus mempersiapkan diri menjalani sidang dan memperbaiki skripsinya.

"Stres banget gila. Revisian hasil pra-sidang, lagi project-Qurban. Aku mau sidang skripsi dan status positif COVID-19," ungkapnya lagi di Instagram.

Cerita Achmad Awal Kena Virus Corona
Ketika dimintai konfirmasi Wolipop lewat WhatsApp, pria yang tinggal di Depok, Jawa Barat, ini mengungkapkan bagaimana awalnya dia mengetahui terinfeksi Corona. Achmad melakukan tes swab setelah sang kakak dinyatakan positif Corona.

Achmad baru menjalani tes swab pada 28 Juli 2020. Namun, karena kakaknya sudah dinyatakan terinfeksi Corona pada 20 Juli 2020, mereka menjalani isolasi mandiri di rumah sejak saat itu.

"Sejak 20 Juli, saya dan kakak saya udah isolasi mandiri di rumah. Saat itu saya belum ada gejala sama sekali (OTG), kemudian langsung lapor ke puskesmas setempat untuk report melakukan isolasi mandiri dan lingkungan setempat," ungkapnya kepada Wolipop, Kamis (10/9/2020).

Berdasarkan hasil tes swab 28 Juli 2020, Achmad dinyatakan negatif Corona. Namun, saat melakukan tes swab pada 30 Juli 2020 bersama kakaknya, mereka berdua dinyatakan positif COVID-19.

"Tanggal 11 Agustus kita tes lagi, saya dan kakak saya positif. Tanggal 19 Agustus kita tes terakhir kali dan hasilnya sudah negatif dua-duanya," jelasnya.

Achmad mengaku awalnya dia tak merasakan gejala apa pun. Namun, setelah tes swab pada 28 Juli 2020, dia mulai mengalami gejala yang dialami pasien COVID-19.

"Sampai setelah tes pertama kali itu, baru mulai ada gejala seperti indra penciuman dan pengecap saya hilang, nggak berfungsi seperti biasanya. Tapi bisa napas dengan aman, tidak ada sesak, hanya tidak bisa mencium aroma, parfum, wangi-wangian, dan lainnya," kata pria 21 tahun itu.

Isolasi Mandiri di Rumah
Selama menjadi pasien COVID-19 tanpa gejala, Achmad mengaku dia dan kakaknya menerapkan protokol isolasi mandiri #dirumahaja. Mereka melakukan isolasi di rumah sambil melatih kembali indra penciuman yang hilang.

"Yang saya lakukan pemulihan dengan disiplin saja, minum vitamin, makan teratur tiga kali sehari, istirahat cukup 9 jam per hari, minum jamu-jamuan, dan memancing indra penciuman dengan menggunakan masker terus di dalam rumah dan maskernya ditetesin minyak kayu putih, biar memancing aromanya," katanya.

Selain itu, Achmad berusaha menyelesaikan skripsinya. Dia pun menjalani sidang skripsi secara online dalam kondisi terinfeksi virus Corona.

"Dosen pembimbing dan dosen penguji nggak ada yang tahu kondisi saya saat sidang skripsi. Jadi seolah-olah semuanya baik-baik saja dan normal. Saya tidak memberitahukannya karena menjaga kondisi mental saya juga. Saya kasih tahu teman-teman seperjuangan saja," kata mahasiswa jurusan teknik elektro itu.

Berkat bantuan teman-teman seperjuangannya, Achmad mengaku bisa menyelesaikan skripsi dan menjalani sidang. "Dukungan dari orang-orang terdekat yang bisa meningkatkan imun saya sehingga bisa bangkit dan terus semangat ngerjain skripsinya sampai selesai," ucapnya.

Pada Kamis (10/9/2020), Achmad mengaku dia dan kakaknya masih menjalani isolasi mandiri di rumah. Meski sudah dinyatakan negatif virus Corona, mereka memilih tidak keluar dari rumah terlebih dahulu.

Achmad dan kakaknya tinggal berdua saja di Depok, Jawa Barat. Kedua orang tua mereka berada di Tasikmalaya. Dia pun bersyukur kedua orang tuanya sedang tak bersama mereka saat dia dan sang kakak dinyatakan positif Corona.

Pernah menjadi orang yang tak percaya adanya virus Corona, Achmad pun ingin menyampaikan pesannya kepada mereka yang masih meremehkan COVID-19.

"COVID-19 ini belum selesai. Corona masih berkeliaran di lingkungan kita dan semua orang bisa terinfeksi atau terkena gejala yang sama. Jadi tolong tetap jaga kesehatan, terapkan protokol kesehatan dengan sangat baik dan tetaplah di rumah dulu jika kalian tidak ada keperluan yang mendesak untuk keluar. Saya sudah menjadi salah satu pejuang COVID-19 dan sangat berharap kalian jangan sampai merasakannya juga," demikian katanya.
https://cinemamovie28.com/complete-unknown/

11 Link Nonton Drama Korea Subtitle Indonesia Lengkap

 Drama Korea menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan. Bahkan, beberapa layanan streaming nonton drama Korea saat ini telah menyediakan subtitle Indonesia untuk tontonan ini.
Dengan link tersebut, detikers bisa nonton drama Korea, baik The King maupun Crash Landing on You yang sempat ramai dibicarakan. Selain lewat aplikasi handphone, link tersebut juga bisa ditonton di laptop.

Bahkan, beberapa situs nonton drama Korea memberikan promo gratis nonton drama Korea bagi pengguna baru. Nah, tunggu apa lagi? Buruan tonton drama Korea di sini.

Berikut link nonton drama Korea:
1. Viki

Nonton drama Korea bisa di situs Viki di alamat https://www.viki.com/. Untuk menikmatinya, detikers bisa berlangganan dengan tarif US$ 0,83 atau Rp 12.450 (kurs Rp 15.000) hingga US$ 4,17 atau Rp 62.550 (kurs Rp 15.000) per bulannya.

2. VIU

VIU menjadi salah satu aplikasi nonton drama Korea gratis. Dalam aplikasi ini, pengguna bisa mencoba gratis selama 1 bulan dengan mendaftar menjadi anggota.

Selanjutnya, penggunaan aplikasi akan dikenakan biaya dengan harga sekitar Rp 30.000 per bulan. Untuk menikmatinya, drama korea bisa didownload maupun diakses langsung di alamat https://www.viu.com/ott/id/id/all.

3. KBS World TV

Stasiun televisi KBS memberikan layanan streaming bagi kalian yang menanti drama Korea. Untuk menontonnya, detikers bisa langsung membuka laman YouTube resmi KBIS di alamat https://www.youtube.com/watch?v=4gwqZYZ-OSw.

4. Netflix

Nonton drama Korea The King bisa dilakukan di Netflix. Layanan streaming ini memberikan promo gratis nonton selama 30 hari bagi pengguna baru yang baru saja mendaftar.

Selanjutnya, pengguna bisa memilih paket nonton drama Korea dengan biaya kisaran Rp 54.000 hingga Rp 186.000 per bulan.

5. Tubi TV

Ada banyak drama Korea yang bisa ditonton di situs streaming ini. Pengguna cukup mengakses di alamat https://tubitv.com/ dan pilih film atau drama Korea yang ingin ditonton.

6. Google Play Movie

Untuk aplikasi streaming online ini, pengguna bisa diberikan pilihan membeli atau menyewa. Harga sewa berkisar Rp 19 ribu hingga Rp 29 ribu.

Sedangkan, untuk membelinya dikenakan biaya lebih tinggi, yakni antara RP 135.000 hingga Rp 169.000.

7. SBS

Stasiun Televisi Korea SBS juga menyediakan situs streaming online gratis bagi para penontonnya. Detikers bisa langsung mengakses situs resminya dan menonton acara film dan drama Korea di https://www.sbs.co.kr/.

8. Vidio

Situs streaming Video juga tak kalah dari yang lain. Ada banyak drama Korea yang bisa ditonton di situs ini hanya dengan membayar kisaran Rp 29.000 hingga Rp 299.000 per bulannya.

9. MAXstream

Situs nonton drama Korea yang lain adalah MAXstreming. Bila tertarik, pengguna bisa langsung mengakesnya di https://maxstream.tv/home.

Kemudian pilih drama atau film Korea yang ingin ditonton. Selain itu, ada juga cartoon dan film Barat yang tersedia di aplikasi ini.

10. OnDemand Korea

Layanan streaming ini mematok harga sekitar US$ 9,99 atau Rp 149.850 (kurs Rp 15.000) per bulan atau US$ 99,99 atau Rp 1.499.850 (kurs Rp 15.000) per tahunnya. Bila tertarik, detikers bisa langsung berlangganan ke situs di alamat https://www.ondemandkorea.com/.

11. Hulu

Link nonton drama Korea yang terakhir adalah Hulu. Pengguna cukup mengeluarkan biaya sekitar US$ 5,99 per bulan atau sekitar Rp 89.850 (kurs Rp 15.000) per bulannya.
https://cinemamovie28.com/the-prey/