Rabu, 09 September 2020

Kata Desainer Soal Kontroversi Batik dan Jeans Belel Atta Halilintar

 Gaya Atta Halilintar memakai kemeja motif batik sedang ramai dibahas di media sosial. Memadukannya dengan celana jeans belel, ia disebut-sebut gagal mengapresiasi batik. Apakah ada aturan pakem yang tak memperbolehkan batik dipasangkan dengan celana tertentu?
Pilihan gaya YouTuber 25 tahun tersebut menjadi kontroversi setelah dipicu oleh komentar akun Twitter milik Putu Rudy Setiawan di cuitan Garuda Indonesia. Unggahan tersebut menampilkan foto Atta Halilintar dalam balutan kemeja batik motif floral dalam nuansa keunguan saat bertemu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Bandara Soekarno Hatta.

"Bila saja busana yang dikenakan Atta itu batik ori, batik hasil karya budaya luhur bangsa, sangat tidak pantas dikombinasikan dengan celana denim belel dan sobek begitu. Jangan pernah lagi pakai batik kalau anda tidak punya kemampuan mengapresiasi batik," tulis pria yang mengaku di profil sebagai dosen teknik sipil di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu.

Cuitan tersebut langsung mengundang berbagai reaksi netizen. Banyak di antaranya menilai pendapat sang dosen terkesan berlebihan. "Lebay pak! Masih mending dia anak muda masih mau pakai batik. Lah adekku disuruh pake batik bilangnya kek ibu-ibu kondangan," tulis seorang netizen.

Bila saja busana yg dikenakan Atta itu batik ori, batik hasil karya budaya luhur bangsa, sangat tidak pantas dikombinasikan dg celana denim belel dan sobek begitu. Jangan pernah lagi pakai batik kalau anda tdk pny kemampuan mengapresiasi batik. pic.twitter.com/CtlF18oS4K— Putu RUDY Setiawan (@puturudy) September 7, 2020

Pantas atau tidaknya bisa bergantung pada perspektif apa yang mau dipakai untuk menilainya. Setidaknya demikian menurut Nonita Respati, desainer sekaligus pendiri label Purana yang fokus mengangkat keindahan wastra Indonesia, khususnya batik, dengan gaya kontemporer.

"Batik itu soal perspektif. Sebelum batik menjadi bagian dari fashion dan lifestyle, batik dipandang sebagai bagian dari seremoni," kata Nonita kepada Wolipop, Selasa (8/9/2020).

Bicara batik untuk seremoni, lanjut Nonita, berkaitan dengan filosofi sakral yang tersirat dalam motifnya. Terdapat beberapa motif batik klasik yang memiliki peruntukannya tersendiri, terutama dalam budaya Jawa.

"Misalnya batik latar ireng. Itu khusus buat menutup jasad si pemilik kain yang meninggal. Nggak mungkin dipakai untuk kemeja dan buat datang wisudaan atau tunangan. Pasti ditegur," jelas Nonita yang eyangnya dulu pernah memiliki sebuah pabrik batik di Solo, Jawa Tengah.

Nonita menduga, reaksi negatif terhadap batik Atta muncul karena dilihat dengan kacamata tersebut. "Apalagi, motif di kemeja Mas Atta sepintas mirip dengan batik klasik," ungkap Nonita.

Di sisi lain, menurut pengamatan singkatnya pula, kemeja Atta merupakan kombinasi dari batik khas Yogyakarta dan motif pisang Bali.

"Motif lama tapi tergolong baru juga. Dan kalau tidak salah, tidak ada fungsi seremonialnya. Ornamental sifatnya," tambah desainer yang karyanya beberapa kali menemani penampilan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu.

Terlepas dari konsep seremonial itu, tak bisa dimungkiri bahwa batik turut berevolusi seiring perkembangan zaman agar tetap relevan dengan kebutuhan pemakainya.

Menjadi bagian dari fashion dan lifestyle, muncul berbagai batik dalam ragam motif dan desain yang kekinian. Esensinya sebagai batik tak hilang karena tetap dibuat dengan teknik membatik yang sebenarnya, yakni kain yang dicanting dengan malam (tak diketahui secara pasti apakah kemeja pilihan Atta Halilintar merupakan produk batik asli, cap atau digital-print).

"Dari sisi saya personal, sebagai perancang yang lebih mengeksplorasi batik secara kontemporer, batik dipakai dengan gaya apapun sah-sah saja. Toh yang dilestarikan tekniknya," tutur Nonita.
https://indomovie28.net/misteri-kebun-tebu/

Mengenal Bunga Hibiscus dan Cara Merawatnya Agar Taman Makin Cantik

 Bunga Hibiscus atau biasa dikenal dengan tanaman kembang sepatu memiliki ukuran bunga yang besar dan berwarna-warni. Ada kembang sepatu warna kuning, merah, putih dan peach. Namun yang paling populer adalah Hibiscus Sabdariffa. Bunga merah dari variasi ini paling sering dibudidayakan untuk tujuan medis dan tersedia sebagai suplemen makanan juga.
Bunga Hibiscus ini memang bukan hanya bisa mempercantik taman di rumah, tapi bermanfaat juga untuk kecantikan dan obat. Bunga Hibiscus dan daunnya dapat dibuat menjadi teh atau ekstrak cairannya bisa membantu menurunkan berat badan, mengatasi sakit perut, tekanan darah tinggi, infeksi bakteri dan demam. Dan daun dari kembang sepatu yang sudah ditumbuk bisa dioleskan ke kulit untuk menyembuhkan luka.

Manfaat Bunga Hibiscus atau Kembang Sepatu
Bunga hibiscus yang dibuat menjadi teh, disebut juga teh asam karena rasanya yang asam. Teh kembang sepatu dibuat dari campuran kembang sepatu kering, daun, dan kelopak merah tua (bagian tengah bunganya yang berbentuk cangkir).

Seperti dikutip dari healthline teh kembang sepatu telah digunakan orang Mesir untuk menurunkan suhu tubuh, mengobati penyakit jantung dan saraf, dan sebagai diuretik untuk meningkatkan produksi urin. Sedangkan di Afrika, teh kembang sepatu digunakan untuk mengobati sembelit, kanker, penyakit hati, dan gejala pilek. Dan di Iran, minum teh kembang sepatu menjadi pengobatan umum untuk tekanan darah tinggi.

Saat ini, kembang sepatu populer karena potensinya untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Studi modern menunjukkan ekstrak kembang sepatu dapat menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan, ini bisa menjadi kabar baik untuk masa depan dunia pengobatan.

Studi terbaru lainnya menemukan bahwa ekstrak kembang sepatu mungkin memiliki efek pada metabolisme, mencegah obesitas dan penumpukan lemak di hati. Tanaman tropis ini bahkan telah berhasil digunakan sebagai campuran ekstrak herbal untuk mengobati kutu rambut.

Saat digunakan sebagai teh, kembang sepatu umumnya dianggap aman. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis yang aman untuk wanita hamil atau menyusui, anak-anak, dan orang dengan penyakit hati atau ginjal.

Teh kembang sepatu sangat asam. Oleh karena itu, jika kamu termasuk yang tidak kuat asam, hentikan penggunaannya. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kembang sepatu dapat memengaruhi cara tubuh memproses asetaminofen (Tylenol), tetapi efek ini kemungkinan sangat minim.

Cara Merawat dan Menanam Bunga Hibiscus

Menanam Bunga Hibiscus dalam Wadah

Banyak orang yang menanam kembang sepatu di dalam wadah. Cara ini memungkinkan untuk memindahkan bunga hibiscus atau tanaman kembang sepatu ke lokasi yang ideal.

Tanaman kembang sepatu yang ditaruh di wadah sebaiknya mendapat sinar matahari yang cukup, setidaknya enam jam setiap hari. Pastikan tanaman kembang sepatu juga ditanam di wadah yang memiliki drainase baik.

Perhatikan Suhu untuk Menanam Bunga Hibiscus

Saat merawat Bunga Hibiscus di dalam pot kamu harus ingat bahwa tanaman ini paling baik pada suhu antara 16 - 32 derajat celcius. Di musim panas, tanaman kembang sepatu boleh ditaruh ke luar, tetapi begitu cuaca mulai mendekati dingin, bawa kembang sepatu ke dalam ruangan.

Menyiram Kembang Sepatu

Saat Bunga Hibiscus dalam tahap berbunga, tanaman tersebut membutuhkan banyak air. Kembang sepatu perlu disiram setiap hari dalam cuaca hangat. Tetapi begitu cuaca mendingin, kembang sepatu hanya membutuhkan lebih sedikit air. Di musim dingin atau hujan, sirami kembang sepatu hanya saat tanahnya kering jika disentuh.

Pemupukan Bunga Hibiscus

Tanaman kembang sepatu yang tumbuh membutuhkan banyak nutrisi agar bisa berbunga dengan baik. Di musim panas, gunakan pupuk kalium tinggi. Kamu bisa menggunakan pupuk cair sekali seminggu, pupuk slow release sebulan sekali, atau bisa menambahkan kompos kalium tinggi ke tanah.

Itulah berbagai hal mengenai bunga hibiscus atau tanaman kembang sepatu. Tanaman ini pada dasarnya mudah dirawat dengan hasil yang membuat taman atau rumah terlihat cantik.
https://indomovie28.net/the-adopted-daughter-family-secret-2/