Kamis, 23 Juli 2020

Tak Ingin Jantung Kolaps Saat Gowes? Ngobrol Yuk Bareng Dokter di Sini

 Olahraga bersepeda atau gowes sepertinya lagi booming nih di masyarakat di masa pandemi COVID-19. Selain untuk olahraga, nggak sedikit yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke kantor untuk menghindari berdesakan di transportasi umum.
Tapi makin kesini kok sepertinya banyak kasus kolaps atau serangan jantung saat gowes ya? Banyak di antaranya meninggal dunia.

Kesadaran akan jantung sehat sayangnya memang masih kurang. Meski bersepeda adalah cara hidup sehat, ada beberapa hal penting yang juga harus diperhatikan sebelum dan saat gowes agar terhindar dari kolaps.

Untuk tahu lebih banyak soal gowes dan kesehatan jantung, dr Vito A Damay, SpJP, akan berbincang dengan kalian melalui live Instagram! Pasti seru dan akan banyak informasi kesehatan yang kamu dapatkan.

Catat jadwal live-nya di Instagram @detikcom, Jumat (24/7/2020) pukul 14.30 WIB. Nggak sabar tunggu live? Boleh tinggalkan jejak komentar di bawah ya!

Hasil Uji Dexamethasone untuk Obat Corona Menjanjikan, Tapi...

Hasil uji coba dexamethasone, obat steroid yang digunakan untuk mengobati pasien Corona, yang diterbitkan pada Jumat (17/7), membuktikan obat tersebut menjanjikan dan bermanfaat untuk menyelamatkan nyawa pasien COVID-19.
Meski demikian penelitian juga memperlihatkan bahwa penggunaan dexamethasone bisa berbahaya jika diresepkan terlalu dini.

Dalam studi tersebut sebanyak 2.104 pasien di rumah sakit diberi enam miligram dosis dexamethasone setiap hari selama 10 hari, dan 4.321 menerima perawatan biasa, kemudian tingkat kematian dibandingkan setelah 28 hari.

Di antara pasien yang menggunakan ventilator, tingkat kematian untuk pasien yang menggunakan dexamethasone adalah 29,3 persen dibandingkan dengan 41,4 persen pada mereka yang tidak menggunakan obat tersebut.

Dengan kata lain, kelompok ini mengalami penurunan angka kematian 29 persen, hanya di bawah sepertiga.

Pada pasien yang diberikan terapi oksigen namun dengan cara yang kurang invasif, manfaat dexamethasone bahkan lebih kecil, 23,3 persen meninggal dibandingkan 26,2 yang tidak menggunakannya.

Hanya saja, tidak ditemukan manfaat di antara kelompok yang tidak menerima oksinegasi pada saat percobaan di mulai. Dalam kohort ini, 17,4 persen dari pengguna steroid meninggal dibandingkan dengan 14 persen yang tidak menerimanya, yang menunjukkan bahwa obat meningkatkan risiko kematian mereka.

Alasannya adalah obat ini bekerja dengan menekan respon imun abnormal yang merusak organ tubuh daripada bekerja melawan virus.

Mengutip South China Morning Post, para penulis penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, menambahkan bahwa manfaat dari obat "tergantung pada pemilihan dosis yang tepat, pada waktu yang tepat, pada pasien yang tepat".

Mereka menambahkan bahwa, sejauh menyangkut penyakit COVID-19, untuk pasien yang membutuhkan oksigen, respons imun abnormal tampaknya lebih bertanggung jawab atas kerusakan pada tubuh daripada replikasi virus dalam tubuh.

National Institutes of Health juga memperingatkan bahwa belum diketahui seberapa baik dexamethasone dapat bekerja dalam kombinasi dengan obat anti-viral remdesivir.

Sebelumnya pakar penyakit menular Amerika Serikat, Anthony Fauci, memperingatkan dexamethasone tidak boleh diresepkan terlalu cepat setelah seseorang terinfeksi.

"Itu tidak berpengaruh, jika tidak, mungkin bahkan anjuran untuk memperburuk keadaan sejak dini," katanya dalam wawancara dengan AFP.
https://cinemamovie28.com/melting-me-softly-episode-3/

Pakar: Virus Corona Rumit, Vaksin Bukan Satu-satunya Strategi Lawan Pandemi

 Vaksin Corona kini terus melaporkan perkembangan yang baik. Beberapa di antaranya sudah memasuki uji klinis tahap ketiga atau tahap akhir.
Namun, pakar berpesan mengakhiri pandemi Corona dengan terlalu banyak berharap pada vaksin bukanlah strategi yang baik. Pandemi Corona bisa berakhir dengan beberapa pendekatan yang lebih komprehensif.

"Mengaitkan semua harapan kami pada vaksin yang bekerja segera bukanlah strategi yang tepat," kata Dr William Haseltine, mantan profesor di sekolah kedokteran dan kesehatan masyarakat Universitas Harvard, dikutip dari CNN Kamis (23/7/2020).

Haseltine menilai butuh peran masyarakat secara luas. Hal ini merupakan jalan yang lebih baik menahan laju penyebaran virus Corona COVID-19, tentunya dibarengi dengan bantuan vaksin, keduanya akan efektif menekan penyebaran virus Corona.

Haseltine merekomendasikan penutupan bar atau tempat-tempat lain di mana banyak usia produktif berkumpul mengadakan pertemuan besar. "Hidup tidak akan menjadi lebih baik sampai orang membuat perubahan besar pada perilaku mereka dan layanan kesehatan masyarakat maju dengan lebih banyak sumber daya," kata Haseltine.

Haseltine memperingatkan untuk tidak meremehkan virus Corona. Haseltine yang dikenal berpengalaman memerangi kanker dan HIV AIDS mengatakan tidak mudah mengembangkan vaksin.

"Ini adalah virus yang rumit," jelasnya.

"Ini tidak sesederhana campak. Ini akan menjadi jauh lebih rumit," tegas Haseltine.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut vaksin Corona setidaknya kini memiliki perkembangan yang sangat baik. WHO pun memastikan distribusi vaksin Corona bisa dilakukan secara adil.

"Kami membuat kemajuan yang baik," kata Direktur Eksekutif Program Darurat WHO, Mike Ryan, mencatat bahwa beberapa vaksin saat ini dalam uji coba fase 3 dan sejauh ini tidak ada yang gagal dalam hal keamanan atau kemampuan untuk menghasilkan respons kekebalan.

"Secara realistis itu akan menjadi bagian pertama tahun depan sebelum kita mulai melihat orang-orang mendapatkan vaksinasi," katanya dalam acara publik di media sosial.

WHO bekerja untuk memperluas akses seluruh negara mendapatkan vaksin menjadi mudah. Ryan juga menyebut WHO membantu meningkatkan kapasitas produksi.

Tak Ingin Jantung Kolaps Saat Gowes? Ngobrol Yuk Bareng Dokter di Sini

 Olahraga bersepeda atau gowes sepertinya lagi booming nih di masyarakat di masa pandemi COVID-19. Selain untuk olahraga, nggak sedikit yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke kantor untuk menghindari berdesakan di transportasi umum.
Tapi makin kesini kok sepertinya banyak kasus kolaps atau serangan jantung saat gowes ya? Banyak di antaranya meninggal dunia.

Kesadaran akan jantung sehat sayangnya memang masih kurang. Meski bersepeda adalah cara hidup sehat, ada beberapa hal penting yang juga harus diperhatikan sebelum dan saat gowes agar terhindar dari kolaps.

Untuk tahu lebih banyak soal gowes dan kesehatan jantung, dr Vito A Damay, SpJP, akan berbincang dengan kalian melalui live Instagram! Pasti seru dan akan banyak informasi kesehatan yang kamu dapatkan.

Catat jadwal live-nya di Instagram @detikcom, Jumat (24/7/2020) pukul 14.30 WIB. Nggak sabar tunggu live? Boleh tinggalkan jejak komentar di bawah ya!
https://cinemamovie28.com/melting-me-softly-episode-4/