Minggu, 19 Juli 2020

Palestina Hilang dari Google Maps, Kejadian Serupa Terjadi di 2016

- Palestina hilang dari Google Maps pada Jumat (17/7/2020) lalu yang mendapat beragam tanggapan dari warganet hingga muncul tagar #FreePalestine. Selain Google Maps, Palestina juga sempat hilang dari Apple Maps.
Dikutip dari Telegraph, Palestina hilang dari Google Maps ternyata sempat terjadi pada tahun 2016. Saat itu netizen heboh hingga muncul petisi online untuk mengembalikan lagi Palestina di Google Maps.

"Google Maps saat ini sudah menjadi sumber definitif yang digunakan banyak orang mulai dari jurnalis, mahasiswa, atau peneliti yang sedang membuat jurnal terkait Israel dan Palestina. Pengakuan Google atas Palestina mungkin sama pentingnya dengan PBB," ujar seorang netizen.

Selain Palestina hilang dari Google Maps, wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza juga sempat hilang dari aplikasi peta digital tersebut. Sebelumnya, Tepi Barat dan Jalur Gaza ditandai dengan garis putus-putus yang menandakan masih dalam sengketa.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Google mengatakan ada kesalahan teknis hingga wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza sempat hilang. Namun untuk Palestina hilang dari Google Maps, raksasa teknologi ini mengatakan tidak pernah mencantumkan nama negara tersebut.

"Tidak pernah ada label Palestina dalam Google Maps. Tapi kami menemukan ada kesalahan yang menghilangkan label Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kami akan bekerja dengan cepat untuk mengembalikan label tersebut," ujar juru bicara Google Elizabeth Davidoff.

Sebelumnya pada 2013, Google mengikuti keputusan PBB dan melakukan pembaruan atau update di menu search pada homepage terkait Palestina. Google memasukkan Palestine sebagai ganti atas Palestinian Territories. Menandai langkah dalam penyelesaian konflik, bendera Palestina ikut berkibar di markas PBB pada 2015.

Terkait Palestina hilang dari Google Maps pada 2020, hal ini pertama kali diketahui dari unggahan akun Instagram Astagfirvlah. Postingan pada Rabu (15/7/2020) tersebut menimbulkan anggapan Google telah sengaja menghilangkan Palestina.

Sebuah update sempat ditambahkan yang menyatakan unggahan tersebut adalah informasi yang salah. Namun postingan terlanjur menyebar dan menganggap Google mendukung usaha pendudukan atas Palestina.

Dikutip dari Independent, Palestina sebagai sebuah negara merdeka sudah diakui PBB dan 136 negara anggotanya. Namun Amerika yang menjadi markas Apple dan Google tidak mengakui berdirinya Palestina.

Google menjelaskan Palestina sebagai negara yang merdeka pada 15 November 1988 dengan ibukota Yerusalem Timur Ramalah. Gaza dan Tepi Barat dimasukkan sebagai wilayah Palestina yang mengalami pendudukan (occupied Palestine territory). Selain Itu Gaza dimasukkan sebagai kota terbesar di Palestina.

Wilayah Palestina tercatat seluas 6.220 kilometer persegi dengan 35 persen adalah perairan. Namun Independent mengutip dari sebuah kelompok monitoring menyatakan, sudah ada lebih dari 130 pemukiman Israel di wilayah Tepi Barat. Jumlah ini terus bertambah meski hukum internasional menganggapnya sebagai tindakan ilegal.
https://kamumovie28.com/death-note-episode-27/

Huawei P40 Pro Plus, Jagoan yang Elegan

 Salah satu pilihan smartphone papan atas saat ini di Indonesia adalah Huawei P40 Pro Plus, seri terbaik dibandingkan Huawei P40 ataupun P40 Pro. Dari sisi jeroan, desain dan terlebih kemampuan kameranya, ponsel cerdas ini jelas patut diapresiasi walaupun memang tidak ada smartphone yang sempurna.
Desain
Dibandingkan P40 Pro, tidak terdapat perbedaan kentara saat kita melihat P40 Pro Plus. Wajar saja, hampir semua sudut penampilannya identik kecuali bagian belakang P40 Pro Plus lebih mewah, lantaran menggunakan material keramik.

Versi warna Ceramic White yang glossy pun berhasil memancarkan kesan bahwa smartphone ini kelasnya premium, ditambah lagi bahan keramik lebih tangguh dan lebih tahan goresan dibandingkan kaca.

P40 Pro Plus, seperti halnya P40, desainnya disebut Huawei sebagai Quad Curve Overflow Display, nama lain untuk lengkungan layar di keempat sisinya, baik atas bawah maupun kanan dan kiri. Wujudnya ini cukup menjadi penyegaran di tengah tampilan smartphone yang makin seragam, bahkan di kelas flagship.

Frame dari metal keperakan yang mengelilinginya, dihiasi tombol volume dan power di sisi kanan, speaker, colokan USB Type C dan slot kartu SIM di bagian bawah. Kemudian sisi kiri dan atasnya bersih. Ya, sudah tidak ada colokan headphone standar 3,5 mm di handset ini.

Tentu hal paling kentara pada bagian belakang adalah modul kameranya, berbentuk segi panjang di kiri atas. Kamera itu cukup menonjol sehingga agaknya wajib memakai casing agar lensa kamera tetap bersih dan bodinya tetap terlindung jika terjadi sesuatu.

Walaupun cukup besar, cukup tebal dan tidak bisa dibilang enteng, Huawei P40 Pro Plus ternyata enak digenggam, terbantu oleh sisi-sisinya yang melengkung dan ergonomis. Ponsel ini sedap pula dipandang, build quality-nya kokoh dan ada bonus lain, yaitu permukaannya tidak rentan meninggalkan bekas sidik jari.

Layar
Huawei memberikan layar jenis OLED ke P40 Pro Plus, resolusinya 1.200 x 2.640 pixel dengan kepadatan pixel 441 ppi (pixel per inch). Sedangkan ukurannya mencapai 6,58 inch.

Mungkin di antara lawannya di kelas flagship, resolusinya bukan tertinggi atau tertajam, tapi warna-warna yang ditampilkan tetap memukau, tajam khas OLED, juga tetap terang digunakan di luar ruangan.

Terlebih lagi, ukurannya pun amat lapang dengan rasio layar ke bodi tembus 91,6%, makin memuaskan untuk mengakses beragam konten.

Huawei memberikan opsi lengkap untuk mengatur layar sesuai keinginan, dari pilihan resolusi, mode dan suhu warna sampai refresh rate antara 60 Hz dan 90 Hz jika ingin animasinya lebih lancar. Lagi-lagi, refresh rate itupun bukan yang tertinggi di jajaran smartphone flagship, tapi sudah cukup baik.

Layar ini dibenamkan pemindai sidik jari virtual yang cepat dan akurat. Selain itu, ada support HDR10 sehingga konten video yang mendukungnya tampil makin jernih. Pendek kata, segala teknologi layar terkini sudah ada di P40 Pro Plus.

Namun bagi beberapa orang, mungkin ada sedikit gangguan di layar lantaran desain kamera depan punch hole pada sisi kiri atas cukup besar, karena harus menampung sensor agar selfie dan pemindai wajah lebih baik.
https://kamumovie28.com/death-note-episode-28/