Selasa, 14 Juli 2020

Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Kenapa Ada yang Betah Tinggal di Tempat Jorok?

Baru-baru ini heboh di media sosial Twitter foto yang menunjukkan kamar kos berantakan dipenuhi sampah. Disebutkan, kamar tersebut sudah ditinggal penghuninya selama lebih dari dua bulan.
Tweet ini dibagikan oleh Wulandari di aku Twitter-nya, Minggu (12/7/2020). Hingga Senin (13/7/2020), tweet tersebut telah mendapat lebih 17 ribu retweet dan 59 ribu like.

"Sumpah gue kaget banget biasa lihat di berita sekarang lihat sendiri di kosan gue ada orang yang selama ini tidur sama sampah," tulis Wulan, sapaannya.

Psikolog klinis Veronica Adesla dari Personal Growth mengatakan salah satu kemungkinan seseorang nyaman tinggal dengan kondisi kamar berantakan dan penuh sampah adalah karena kesibukan. Seseorang yang sibuk melakukan pekerjaan tidak sempat merapikan kamarnya.

"Awalnya melihat kamar berantakan, pasti ada niat untuk membereskan. Akan tetapi ketika melihat kamarnya semakin berantakan, sampah makin menumpuk, akhirnya jadi malas untuk membersihkannya." ujar Vero saat dihubungi detikcom, Senin (13/07/2020).

Kemungkinan hoarding disorder
Psikolog klinis Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, menyebut seseorang yang terbiasa tinggal dengan sampah karena memiliki barang kesukaan, seperti koran, kantong plastik, dan sudah didiagnosa oleh psikolog, baru bisa dikatakan sebagai hoarding disorder.

"Untuk menghadapi pengidap hoarding disorder sih, lebih baik kamu serahkan pada ahlinya. Kalau kamu bertindak sendiri dengan membersihkan kamarnya dari sampah, dia akan marah karena merasa privacy-nya (terganggu)," jelas Rosdiana.

Meski begitu, dalam kasus viral kamar kos yang penuh dengan sampah, tidak bisa dikatakan sang penghuni kos memiliki gangguan hoarding disorder. Perlu untuk diperiksa lebih lanjut terkait kemungkinan psikisnya.

Tips mengatasi malas
Kamar yang berantakan bisa berawal dari sering menunda membersihkan kamar. Bagaimana caranya agar kita tidak menunda atau malas membersihkan kamar?

Beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain sebagai berikut:

1. Atur schedule atau dibuat jadwal untuk membersihkan kamar.
2. Bagi dari kerjaan yang lebih kecil atau dilakukan bertahap ketika kamu membersihkan kamar.
3. Jauhkan sumber yang mengganggumu untuk tidak fokus dalam melakukan bersih-bersih.
4. Jadikan hal atau aktivitas menyenangkan sebagai reward setelah berhasil mengerjakan jadwal bersih-bersih.
5. Libatkan eksternal sebagai sistem support atau sumber dukungan, misalnya untuk mengingatkan ataupun datang dan memastikan kamar dirapikan sesuai jadwal.

7 Provinsi Ini Laporkan Pasien Corona Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Baru

 Pasien virus Corona yang sembuh di beberapa provinsi ini disebut lebih banyak daripada kasus positif Corona. Pemerintah pada Senin (13/7/2020) mengumumkan penambahan kasus baru Corona sebanyak 1.282 orang, 1.051 dinyatakan sembuh, dan 50 meninggal dunia.
"Total sembuh hari ini adalah 1.051 sehingga total sembuh menjadi 36.689. Meninggal 50 orang jadi totalnya 3.656," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Senin (13/7/2020).

Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona COVID-19 pada Senin (13/7/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 1.282 menjadi 76.981.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 1.051 menjadi 36.689.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 50 menjadi 3.656.

Total ada 7 provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh Corona lebih banyak dibandingkan kasus positif. Berikut sebaran provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh lebih banyak dibandingkan kasus positif per 13 Juli:

Jawa Timur
- Sembuh: 268
- Kasus baru: 219

Sulawesi Selatan
- Sembuh: 259
- Kasus baru: 124

Bali
- Sembuh: 97
- Kasus baru: 62

Kalimantan Timur
- Sembuh: 11
- Kasus baru: 5

Gorontalo
- Sembuh: 8
- Kasus baru: 4

Bengkulu
- Sembuh: 1
- Kasus baru: 0

Papua Barat
- Sembuh: 3
- Kasus baru: 0
https://cinemamovie28.com/cast/peter-dobson/feed/

Berada di Lift 60 Detik, Wanita Ini Tularkan Corona ke 71 Orang

Seorang wanita positif virus Corona tanpa gejala menularkan virus ke 71 orang usai 60 detik berada di lift. Rincian kasus ini muncul dalam sebuah studi baru yang dirilis Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC).
Asal-usul kasus ini mulai ditelusuri pada 2 April saat seorang pria di Provinsi Heilonjiang mengidap kondisi stroke yang parah namun belum terdiagnosis Corona, demikian tulis news.com.au. Pria tersebut diketahui dilarikan ke rumah sakit dan ditemani tiga anaknya.

Dikutip dari Daily Star, di antara mereka tanpa sadar menularkan Corona ke 28 orang di rumah sakit temasuk lima perawat dan seorang dokter. Sebelum didiagnosis Corona, pria itu dibawa ke rumah sakit lain untuk melakukan perawatan stroke, di rumah sakit lainnya pun ia menularkan Corona ke 20 orang.

Sementara pria lain yang dikenal sebagai pasien B menunjukkan gejala virus Corona COVID-19 dan para ilmuwan menemukan bahwa jenis Corona tersebut berasal dari luar negeri. Semua yang kontak dekat dengan pasien B dites Corona dan mereka dinyatakan positif Corona, salah satunya adalah korban stroke tadi.

Semua orang yang pernah dihubungi pasien B atau bahkan berada di rumah sakit yang sama lantas dites Corona dan dikarantina, tetapi hampir 50 dari mereka sudah tertular virus Corona, beberapa dari mereka telah menularkan virus Corona lebih jauh.

Pasien B telah bertemu dengan korban stroke dan putranya di sebuah pesta pada tanggal 29 Maret, tetapi tidak ada yang dinyatakan positif Corona pada pesta itu. Karena penularannya biasanya melalui kontak dekat, mereka melakukan tes Corona pada pasangan pria yang dinyatakan stroke dan ternyata dia pun positif Corona, bersama dengan putri mereka.

Pria itu memang bertemu keluarganya pada 26 Maret tetapi baik ibu maupun anak perempuannya tidak melakukan perjalanan bersama sebelumnya. Mereka juga tidak memiliki kontak dekat dengan kasus virus Corona COVID-19.

Pada 9 April, tim yang melakukan pelacakan kontak memanggil seluruh penghuni apartemen yang sama dengan wanita dan anak perempuan dari pria tersebut. Hal ini untuk mengetahui siapa yang pertama kali menjadi sumber penularan virus Corona.

Ternyata sumber penularan virus Corona berasal dari seorang wanita berinisial AO yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat sebelumnya. Wanita tersebut tinggal satu lantai bersama dengan ibu dan putri dari pria yang mengidap stroke.

Usai melakukan pemeriksaan cepat, wanita berinisal AO ini dikatakan positif Corona dan memiliki antibodi COVID-19, padahal ketiga wanita tersebut yaitu sang ibu, anak, dan wanita berinisial AO tidak melakukan kotak dekat.

Pada akhirnya disimpulkan, bahwa ada kemungkinan sumber penularan Corona terjadi di lift apartemen tempat tinggal mereka yang digunakan oleh semua orang, termasuk wanita positif Corona tanpa gejala atau asimtomatik COVID-19 yang baru kembali dari AS. Wanita berinisial AO ini menggunakan lift sebelum akhirnya dia mengisolasi diri karena usai bepergian ke luar negeri.

"Karena itu kami percaya AO (pelancong dari AS) adalah pembawa virus tanpa gejala dan bahwa pasien B terinfeksi dari ibu dan putrinya yang menyentuh permukaan di lift gedung tempat mereka berdua tinggal," tulis para peneliti.

Para peneliti menggambarkan kasus ini sebagai penularan kasus Corona tanpa gejala yang terjadi secara luas, menular ke puluhan orang.

"Hasil kami menggambarkan bagaimana infeksi SARS-CoV-2 asimtomatik tunggal dapat mengakibatkan penularan komunitas secara luas," penulis penelitian menyimpulkan.
https://cinemamovie28.com/star/nova-eliza/feed/