Selasa, 14 Juli 2020

Sperma Cair? Kenali 3 Penyebab dan Cara Mencegahnya

- Sperma cair mungkin sempat dialami beberapa pria, khususnya jika kondisi sperma pria sedang tidak sehat. Ada beberapa penyebab yang membuat sperma cair termasuk gaya hidup yang tidak sehat.
Sperma cair juga dikaitkan dengan jumlah sperma yang rendah. Adapula kemungkinan sperma cair bisa disebabkan karena infeksi pada organ reproduksi.

Berikut tiga kemungkinan penyebab sperma cair, dikutip dari Medical News Today.

1. Jumlah sperma sedikit
Penyebab sperma cair paling umum adalah jumlah sperma yang rendah. Kondisi ini juga dikenal sebagai oligospermia. Jika jumlah sperma rendah, artinya air mani memiliki lebih sedikit sperma dari biasanya.

Jumlah sperma kurang dari 15 juta sperma per mililiter disebut di bawah normal. Beberapa penyebab oligospermia atau kondisi jumlah sperma sedikit salah satunya adalah varikokel. Varikokel merupakan kondisi di mana pembengkakkan pembuluh darah terjadi dari testis di skrotum.

2. Infeksi
Penyebab lain sperma cair adalah infeksi pada area organ reproduksi. Termasuk penyakit menular seksual seperti gonore atau infeksi jenis lain yang menyebabkan peradangan pada organ reproduksi, seperti epididimitis.

3. Gaya hidup tertentu
Penyebab lain dari sperma cair atau jumlah sperma yang rendah adalah gaya hidup yang buruk. Seperti penggunaan obat-obatan berlebihan, terlalu sering mengonsumsi alkohol, dan kelebihan berat badan.

4. Terkait ejakulasi
Sperma cair juga bisa disebabkan karena terlalu sering ejakulasi. Jika kamu cukup aktif saat berhubungan seksual atau sering melakukan masturbasi, hal ini bisa menyebabkan sperma cair.

Lalu bagaimana cara mencegah sperma cair?

1. Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat
Dikutip dari Healthline, cara mencegah sperma cair dengan efektif salah satunya mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Gaya hidup yang sehat bisa meningkatkan jumlah sperma dan menubah kualitas sperma menjadi lebih baik.

- Berhenti merokok
- Turunkan berat badan
- Mengurangi konsumsi alkohol
- Rutin berolahraga
- Mengurangi stres
- Tidur yang cukup

2. Perhatikan berapa sering ejakulasi
Jika kamu mengalami ejakulasi lebih dari dua kali selama sehari, kemungkinan sperma yang keluar menjadi cair dan tidak sekental sebelumnya.

3. Perhatikan celana dalam
Celana dalam juga perlu diperhatikan karena produksi sperma dapat terganggu akibat kelembapan buah zakar pria.

Protokol Kesehatan di Sekolah saat New Normal yang Harus Dipatuhi

 Protokol kesehatan di sekolah saat new normal telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Namun proses belajar mengajar tatap muka di sekolah baru diizinkan bagi lembaga pendidikan yang berada dalam zona hijau saja dan hanya untuk jenjang menengah atas (SMA/SMK) dan menengah pertama (SMP).
Protokol kesehatan di sekolah merupakan aturan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit COVID-19 yang diakibatkan virus Corona di institusi pendidikan. Dalam buku saku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang disusun Kemendikbud, Kemenkes, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri pembelajaran tatap muka dilaksanakan melalui dua fase yakni masa transisi dan masa kebiasaan baru atau new normal.

Masa transisi berlangsung selama dua bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Jadwal pembelajaran mengenai jumlah hari dalam seminggu dan jumlah jam belajar setiap hari dilakukan dengan pembagian rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

"Setelah masa transisi selesai, apabila daerahnya tetap dikategorikan sebagai daerah Zona Hijau maka satuan pendidikan masuk dalam masa kebiasan baru," seperti yang dikutip dari buku tersebut.

Sering Gowes Malam Bisa Picu Angin Duduk? Ini Kata Dokter Jantung

Seiring meningkatnya tren sepeda, makin ramai orang-orang gowes di malam hari. Bersamaan dengan itu kerap muncul informasi yang menyebut kebiasaan gowes sepeda di malam hari bisa bikin seseorang kena penyakit angin duduk. Benarkah?
"Semua pada main sepeda. Sampai jam segini di Bulungan masih main sepeda. Sehat enggak, angin duduk iya," kata satu pengguna Twitter.

"Maksudnya apa ya main sepeda jam 10 malam di jalan raya??? Lu mau nyari mati yah? Belum tau kena angin duduk yah? Masa muda lw terlalu egois vroh," komentar pengguna lainnya.

Istilah angin duduk sering dipakai untuk menggambarkan kondisi seperti masuk angin dan muntah akibat rasa sakit hebat di dada. Para ahli menjelaskan hal tersebut sebetulnya bisa jadi gejala serangan jantung, seperti sesak napas, dada terasa tertekan, keluar keringat, hingga mual.

Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito A. Damay, SpJP(K), MKes, FIHA, FICA, FAsCC, dari Siloam Hospital Lippo Village menjelaskan anggapan gowes sepeda di malam hari berisiko bisa menyebabkan angin duduk keliru. 'Angin duduk' yang merupakan tanda serangan jantung bisa terjadi kapan saja bila seseorang sudah memiliki risiko.

"Kalau angin duduk yang dimaksud adalah serangan jantung, maka itu bisa terjadi baik pagi atau malam hari kalau memang punya sudah penyakit jantung," kata dr Vito pada detkcom, Senin (13/7/2020).

"Malam atau pagi itu hanya masalah waktu. Memang sih malam hari kondisi mungkin lelah fisik atau psikis karena siang habis kerja, tambah lagi malam sepedaan membebani fisik pada orang yang sebenarnya tidak sehat atau punya penyakit sehingga bisa saja memicu 'angin duduk' serangan jantung di malam hari," lanjutnya.

dr Vito mengatakan seringnya orang-orang tidak menyadari memiliki penyakit jantung sebelum olahraga. Ini karena sebagian besar beranggapan tidak pernah punya masalah atau keluhan berarti bebas dari riwayat penyakit jantung.

"Jadi kalau pasien tidak punya riwayat penyakit jantung kadang artinya dia tidak mengetahui. Bukan tidak punya," kata dr Vito.

Bila memang ingin gowes sepeda di malam hari, disarankan periksa kesehatan diri terlebih dahulu untuk memastikan kebugaran tubuh. Setelah itu dr Vito juga mengingatkan jangan lupa perlengkapan tambahan seperti lampu.

"Ingat kalau malam gowes pakai lampu, atau perlengkapan khusus apabila di jalan agar terlihat oleh orang lain. Nanti bukannya angin duduk malah bisa kecelakaan lalu lintas," pungkasnya.

Sperma Cair? Kenali 3 Penyebab dan Cara Mencegahnya

- Sperma cair mungkin sempat dialami beberapa pria, khususnya jika kondisi sperma pria sedang tidak sehat. Ada beberapa penyebab yang membuat sperma cair termasuk gaya hidup yang tidak sehat.
Sperma cair juga dikaitkan dengan jumlah sperma yang rendah. Adapula kemungkinan sperma cair bisa disebabkan karena infeksi pada organ reproduksi.

Berikut tiga kemungkinan penyebab sperma cair, dikutip dari Medical News Today.

1. Jumlah sperma sedikit
Penyebab sperma cair paling umum adalah jumlah sperma yang rendah. Kondisi ini juga dikenal sebagai oligospermia. Jika jumlah sperma rendah, artinya air mani memiliki lebih sedikit sperma dari biasanya.

Jumlah sperma kurang dari 15 juta sperma per mililiter disebut di bawah normal. Beberapa penyebab oligospermia atau kondisi jumlah sperma sedikit salah satunya adalah varikokel. Varikokel merupakan kondisi di mana pembengkakkan pembuluh darah terjadi dari testis di skrotum.
https://cinemamovie28.com/director/m-j-bassett/feed/