Senin, 13 Juli 2020

3 Jenis Makanan yang Menurunkan Kualitas Sperma

 Tingkat kesuburan pria ditentukan oleh kualitas sperma yang dimilikinya. Ini tentu akan menjadi penting bagi kamu yang ingin memiliki keturunan, sebab peluang untuk membuahi sel telur akan menjadi lebih besar jika kamu memiliki sperma yang sehat.
Namun, ada beberapa faktor yang membuat kualitas sperma jadi menurun dan salah satunya adalah asupan makanan. Berikut 3 jenis makanan yang sebaiknya kamu hindari agar kesehatan sperma tetap terjaga, dikutip dari University of Chicago Medicine.

1. Daging olahan
Daging olahan memang kerap dikaitkan dengan sejumlah penyakit. Beberapa di antaranya sosis, salami, hingga dendeng merupakan jenis daging olahan yang sering dikonsumsi.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Wiley Online Library di tahun 2017, mengonsumsi daging merah olahan dapat berpengaruh pada penurunan jumlah dan motilitas sperma. Motilitas sperma merupakan kemampuan sperma dalam bergerak dan berenang di dalam saluran reproduksi wanita.

2. Makanan berlemak trans
Lemak trans atau lemak jenuh memang dikenal dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Misalnya, obesitas, penyakit jantung, dan stroke.

Umumnya lemak jahat ini terdapat pada makanan yang diolah dengan cara digoreng. Faktanya, lemak trans juga dapat mempengaruhi kualitas sperma.

Ini dibuktikan dengan adanya penelitian di Spanyol pada 2011. Dalam studi tersebut menunjukkan adanya hubungan antara peningkatan asupan lemak trans dengan penurunan jumlah sperma.

3. Produk kedelai
Produk kedelai mengandung fitoestrogen, senyawa mirip estrogen yang berasal dari tanaman. Estrogen lebih dikenal sebagai hormon seks wanita.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada pria pasien klinik kesuburan di Boston, Amerika Serikat, mengungkap bahwa asupan kedelai yang berlebihan dapat menurunkan kualitas sperma. Studi ini pun telah diterbitkan di National Library of Medicine pada 2008.

4 Jenis Orgasme yang Bisa Dirasakan Pria, Apa Saja?

 Pada dasarnya, pencapaian orgasme pada pria tidak hanya terpaku pada ejakulasi yang terjadi saat bercinta. Perlu diketahui, bahwa ada empat jenis orgasme yang bisa dirasakan pria pada kondisi tertentu.
Sebenarnya, apapun jenisnya orgasme yang dirasakan pria tentu hanya bisa diperoleh saat nyaman dengan diri dan atau pasangannya.

Dikutip dari laman Metro, berikut penjelasan terkait jenis orgasme yang terjadi pada pria yang dijelaskan oleh pakar seks, bahasa tubuh, dan percintaan, Annabelle Knight. Apa saja?

1. Orgasme berulang kali
Ada dua tipe jenis orgasme berulang atau multiple orgasm pada pria. Tipe yang pertama adalah pria yang butuh waktu istirahat sesaat usai orgasme pertama sebelum kembali merasakannya. Pada kondisi ini, pria bisa saja orgasme tanpa melepaskan air mani. Untuk tipe kedua adalah yang tak perlu waktu jeda untuk hidrasi.

"Waktu jeda sekitar 30 menit untuk istirahat di sela orgasme dikenal sebagai refractory period. Waktu recovery post orgasm ini makin lama seiring peningkatan usia. Selama istirahat pria bisa merasakan efek ekstra oksitosin yang diproduksi saat berhubungan seks. Hormon ini menimbulkan rasa bahagia dan mood yang baik," ujar Knight.

2. Orgasme standar
Orgasme standard terjadi saat pria mengalami ejakulasi ketika bercinta atau saat masturbasi. Orgasme ini mungkin menjadi yang paling dikenal oleh pria dan wanita.

"Ejakulasi diawali ereksi saat pria terangsang secara fisik maupun psikologi. Ketika ereksi, darah mengalir ke jaringan seperti busa yang disebut corpora di sepanjang penis. Hal ini menyebabkan ukuran dan kekerasan penis bertambah," kata Knight.

Saat ereksi, testis ditarik ke arah tubuh seiring skrotum yang makin kencang. Selanjutnya, air mani masuk ke dalam uretra melalui kontraksi otot dasar pinggul dan jaringan prostat. Air mani kemudian keluar dari dalam penis yang dikenal sebagai ejakulasi.
https://kamumovie28.com/star/robbie-amell/feed/

Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Ini Penyebabnya

 Benjolan di leher dapat mengkhawatirkan, terutama jika tidak terlihat. Namun beberapa kondisi dapat menyebabkan benjolan bengkak di bagian belakang leher.
Bisa dikatakan 'jinak' jika benjolan tersebut disebabkan karena jerawat dan istirahat. Benjolan di leher juga bisa menyebabkan nyeri, namun bisa juga tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali ketika dipegang.

Dikutip dalam Medical News Today dan Healthline, berikut beberapa benjolan di leher:
1. Pembengkakan kelenjar getah bening

Penyebab benjolan di leher yang sakit bila ditekan bisa saja karena pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening adalah sistem drainase tubuh. Mereka membantu sistem kekebalan tubuh menyingkirkan bakteri, virus dan sel-sel mati. Kelenjar getah bening kadang membengkak, terutama jika tubuh melawan infeksi.

Beberapa kelenjar getah bening ada di sepanjang bagian belakang leher di kedua sisi tulang belakang. Ada juga kelenjar getah bening di belakang telinga. Benjolan lunak berukuran sekitar kelereng dan bergerak sedikit ketika seseorang menyentuhnya mungkin merupakan kelenjar getah bening yang membengkak.

Benjolan di leher yang diakibatkan karena membengkaknya kelenjar getah bening bisa terjadi karena tanda infeksi telinga atau kista yang terinfeksi.

2. Jerawat

Penyebab benjolan di leher belakang adalah jerawat. Komedo dan jerawat yang meradang bisa menyebabkan benjolan dan pembengkakan di bagian belakang leher. Jerawat yang berkembang ketika ada keringat dan bakteri serta minyak yang menutupi pori-pori.

Jika benjolan di leher terjadi karena jerawat, sebaiknya gantilah shampo dan menjaga leher tetap bersih dan kering serta menjaga kebersihan rambut. Jerawat termasuk benjolan di leher yang tidak berbahaya.

3. Kista

Kista sebasea adalah nodul yang terletak di bawah kulit yang mengandung protein keratin. Kista ini bisa tumbuh sangat besar. Sebagian besar tidak menyakitkan, tetapi jika mereka terinfeksi, mereka mungkin menyerupai jerawat besar. Kista dapat datang dan pergi atau mereka dapat tumbuh semakin besar.

Jika kista tersebut memerah, sebaiknya periksakan diri ke dokter karena bisa saja terjadi infeksi.

4. Bisul

Benjolan merah yang bernanah yang ada leher kanan dan kiri bisa jadi bisul. Bisul adalah infeksi lokal yang terjadi pada kulit. KIsta, jerawat dan folikel rambut yang tersumbat jika terinfeksi bisa berubah menjadi bisul.

Memecahkan bisul bisa menyebabkan infeksi menjadi lebih buruk atau menyebar. Sebagai gantinya, kamu harus mencoba kompres hangat dan menjaga area bisul tetap bersih.

Jika bisul disertai dengan demam, Anda perlu ke dokter dan meminta resep antibiotik.

5. Gondok

Benjolan di leher kiri dan kanan yang membesar bisa saja gondok. Gondok adalah pertumbuhan kelenjar tiroid yang abnormal. Ini mungkin jinak atau terkait dengan peningkatan atau penurunan hormon tiroid. Gondok yang semakin membesar dapat menyebabkan kesulitan menelian atau bernapas.

6. Kanker tiroid

Benjolan di leher yang sakit bila ditekan adalah kanker tiroid. Kanker ini terjadi ketika sel-sel normal di tiroid menjadi abnormal dan mulai tumbuh di luar kendali. ni adalah bentuk kanker endokrin yang paling umum.

Gejalanya meliputi benjolan di leher, batuk, suara serak, nyeri tenggorokan atau leher, kesulitan menelan dan kelenjar tiroid yang bengkak.

7. Lipoma

Lipoma terkadang tidak terlalu kelihatan dan jika diraba tidak sakit. Akan tetapi benjolan di leher kiri, kanan atau belakang ini jika disentuh dapat digerakkan dengan jari. Ukurannya kecil dan berada di bawah kulit. Umumnya benjolannya terletak di leher, punggung atau bahu.
https://kamumovie28.com/astro-boy-tetsuwan-atom-episode-33/feed/