Selasa, 07 Juli 2020

Pasar Rawan Corona, Aplikasi Jual Sayuran TaniIn Jadi Pilihan

Pasar menjadi salah satu tempat yang rawan penularan virus Corona. Belanja sayur lewat aplikasi seperti TaniIn bisa jadi pilihan yang aman.

Berawal dari melihat banyaknya ibu muda yang bekerja sebagai buruh, Agung Sedayu (38) tertarik membuat aplikasi jual sayuran dan sembako bernama TaniIn (Tani Indonesia). Aplikasi itu menargetkan buruh perempuan yang tak ada waktu belanja bahan makanan ke pasar.

"Kita menyasar para pekerja yang tak sempat ke pasar karena harus segera pergi ke pabrik atau pekerja perempuan yang pulang pagi karena shift malam," kata Agung saat ditemui detikcom di Lapangan Karangpawitan, Karawang, Senin (6/7/2020).

Agung bercerita TaniIn adalah aplikasi marketplace jual sayuran pertama yang dibuat di Karawang. Dua orang mahasiswa asal Cikampek merancang aplikasi yang diluncurkan pada 20 Juni 2020 ini.

"TaniIn sudah dapat diunduh di Playstore. Dalam waktu sekira dua pekan, sudah ada 200-an orang yang mulai mengunduh dan pesan sayuran," ungkap Agung.

Pandemi Corona, kata Agung menambah niatnya mengembangkan TaniIn. Meningkatnya kasus positif COVID-19 di klaster pedagang pasar akhir-akhir ini membuat Agung yakin, aplikasi merchant semacam TaniIn bakal diminati publik.

"Saya harap aplikasi ini bisa turut mencegah penyebaran Virus Corona," kata pria asal Cikampek itu.

Dengan aplikasi itu, Agung juga mengajak para buruh perempuan untuk ikut peduli kepada petani. Sebab, kata Agung TaniIn dipastikan membeli sayuran dan bahan pangan lain di atas harga tengkulak.

"Kita pangkas rantai distribusi sayuran. Supaya petani dapat harga lebih tinggi dan konsumen bisa beli harga lebih murah," tutur Agung.

Ia mencontohkan, untuk satu kilogram tomat, harga di pasaran Rp 10 ribu, sedangkan tengkulak membeli Rp 5 ribu kepada petani tomat. TaniIn kata Agung berkomitmen membayar lebih dari tengkulak kepada petani tomat.

"Sehingga petani lebih sejahtera karena kita jemput langsung barang dari petani dan kita jual langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Selain sayuran, Agung juga sedang membidik TaniIn untuk bisa menjual daging, ikan dan tanaman hias. Agung yakin, butuh waktu bagi masyarakat Karawang untuk bisa menerima aplikasi TaniIn.

"Aplikasi ini bisa digunakan untuk ibu-ibu yang peduli masalah sosial seperti kesejahteraan petani," katanya.

Hampir satu bulan berjalan, TaniIn sudah melayani pesanan dari Karawang, Cikampek, Purwakarta dan Jakarta. "Tiga bulan lagi kita coba masuk ke Bandung," tutur Agung.

10 Hape Terkencang di Bulan Juni 2020 Versi AnTuTu

 AnTuTu kembali merilis daftar ponsel terkencang setiap bulannya berdasarkan hasil benchmark lewat software miliknya. Sama seperti bulan sebelumnya, Oppo Find X2 Pro masih berada di puncak daftar ini untuk bulan Juni 2020.
Dikutip detikINET dari Gizchina, Senin (6/7/2020) Oppo Find X2 Pro mencatatkan skor 608.049 dalam uji sintetis AnTuTu. Sementara saudaranya, Oppo Find X2 versi reguler turun ke peringkat tiga dengan skor 599.306.

Di posisi kedua ada Xiaomi Mi 10 Pro dengan skor 603.266. Kehadiran Mi 10 Pro berhasil memecah dominasi Oppo yang menguasai peringkat empat teratas.

Dari 10 ponsel tercepat bulan Juni 2020, semuanya menggunakan chipset Qualcomm Snapdragom 865. Daftar ini juga didominasi oleh merek yang berada di bawah BBK Electronics (Oppo, Realme, Vivo, OnePlus) dengan hanya Mi 10 Pro, Redmi K30 Pro dan Meizu 17 Pro yang berhasil menyusup di peringkat 10 teratas.

Sementara itu untuk segmen kelas menengah juga tidak terlihat banyak keberagaman. Bedanya, yang mendominasi segmen ini adalah Huawei dan Honor.

Untuk peringkat pertama ditempati oleh Redmi 10X Pro 5G yang menggunakan chipset Dimensity 820 dengan skor 402.092. Sementara itu Oppo Reno3 5G yang mengandalkan Dimensity 1000L harus turun ke peringkat dua dengan skor 400.289.

Peringkat tiga ditempati Redmi 10X 5G yang menggunakan chipset Dimensity 820 dengan skor 398.440. Peringkat empat hingga sembilan ditempati oleh jejeran ponsel Huawei dan Honor yang menggunakan chipset Kirin 985 dan Kirin 820.

Daftar ini ditutup dengan Oppo Reno4 Pro 5G yang memperoleh skor 349.433. Ponsel ini menjadi satu-satunya ponsel yang menggunakan Snapdragon 765G dalam daftar ini.
https://kamumovie28.com/final-girl/

Telat Implementasi, Pemerintah Kebut Digitalisasi TV Nasional

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan bahwa percepatan digitalisasi televisi nasional menjadi kebijakan pemerintah yang dinilai mendesak.
Saat ini, pemerintah kebut percepatan digitalisasi sektor penyiaran, khususnya digitalisasi televisi Indonesia di sistem teresterial. Adapun upaya tersebut sejalan dengan prioritas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam percepatan digitalisasi nasional.

"Percepatan digitalisasi televisi merupakan agenda besar pembangunan nasional yang harus segera diwujudkan bersama-sama dengan kuat dari semua pihak," ujar Johnny dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/7/2020).

Alasan penting pemerintah yang membuat implementasi TV digital ini, karena dari sisi perkembangan digitalisasi penyiaran global, Indonesia terbilang jauh tertinggal dalam proses digitalisasi televisi sistem teresterial.

Disebutkan kalau Negara-negara anggota ITU sejak World Radiocommunication Conferences (WRC) di tahun 2007 telah menyepakati penataan pita spektrum frekuensi radio untuk layanan televisi terestrial. Sejak itu, negara-negara di Kawasan Eropa, Afrika, Asia Tengah dan Timur Tengah membuat keputusan bersama untuk menuntaskan ASO di tahun 2015.

Di negara Eropa, proses digitalisasi televisi sudah rampung lebih dari sedekade lalu. Sedangkan negara-negara di Asia, Jepang dan Korea Selatan selesai masing-masing pada tahun 2011 dan 2012.

Kemudian, Thailand dan Vietnam sudah memulai penyelesaian ASO secara bertahap di tahun 2020 ini. Malaysia dan Singapura sudah selesai dengan ASO secara nasional di tahun 2019.

"Sekarang, masyarakat di sana telah dapat menikmati siaran televisi dengan teknologi digital, dengan kualitas gambar dan suara yang sangat baik, serta menikmati pilihan program siaran yang lebih beragam," ungkap Menkominfo.

Untuk itu, dalam beberapa tahun ke depan, Kominfo akan mengupayakan percepatan digitalisasi nasional ini. Dipaparkan Johnny, setidaknya ada empat cara yang akan dilakukan pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut.

"Pertama, penyelesaian pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang merata dan berkualitas. Kedua, pengembangan SDM atau talenta digital dengan jumlah dan kualitas yang memadai serta berkelanjutan. Ketiga, penuntasan legislasi primer bidang telekomunikasi, informatika dan pelindungan data. Serta keempat, penguatan kolaborasi internasional di bidang ekonomi digital dan arus data lintas negara," pungkas Johnny.

Pasar Rawan Corona, Aplikasi Jual Sayuran TaniIn Jadi Pilihan

Pasar menjadi salah satu tempat yang rawan penularan virus Corona. Belanja sayur lewat aplikasi seperti TaniIn bisa jadi pilihan yang aman.

Berawal dari melihat banyaknya ibu muda yang bekerja sebagai buruh, Agung Sedayu (38) tertarik membuat aplikasi jual sayuran dan sembako bernama TaniIn (Tani Indonesia). Aplikasi itu menargetkan buruh perempuan yang tak ada waktu belanja bahan makanan ke pasar.

"Kita menyasar para pekerja yang tak sempat ke pasar karena harus segera pergi ke pabrik atau pekerja perempuan yang pulang pagi karena shift malam," kata Agung saat ditemui detikcom di Lapangan Karangpawitan, Karawang, Senin (6/7/2020).

Agung bercerita TaniIn adalah aplikasi marketplace jual sayuran pertama yang dibuat di Karawang. Dua orang mahasiswa asal Cikampek merancang aplikasi yang diluncurkan pada 20 Juni 2020 ini.

"TaniIn sudah dapat diunduh di Playstore. Dalam waktu sekira dua pekan, sudah ada 200-an orang yang mulai mengunduh dan pesan sayuran," ungkap Agung.

Pandemi Corona, kata Agung menambah niatnya mengembangkan TaniIn. Meningkatnya kasus positif COVID-19 di klaster pedagang pasar akhir-akhir ini membuat Agung yakin, aplikasi merchant semacam TaniIn bakal diminati publik.

"Saya harap aplikasi ini bisa turut mencegah penyebaran Virus Corona," kata pria asal Cikampek itu.

Dengan aplikasi itu, Agung juga mengajak para buruh perempuan untuk ikut peduli kepada petani. Sebab, kata Agung TaniIn dipastikan membeli sayuran dan bahan pangan lain di atas harga tengkulak.
https://kamumovie28.com/getting-things-done/