Senin, 06 Juli 2020

Kisah Penyusupan Polisi ke Jaringan Komunikasi Para Penjahat

 EncroChat adalah perusahaan yang menyediakan jaringan komunikasi khusus, lengkap dengan ponselnya, yang selama ini menjadi andalan orang-orang yang membutuhkan jaringan komunikasi terenkripsi. Namun jaringan tersebut berhasil dijebol oleh pihak berwajib.
Ponsel buatan EncroChat harganya mencapai USD 1100, layaknya sebuah ponsel flagship. Namun ponsel tersebut jauh dari sebuah ponsel flagship, melainkan hanya sebuah ponsel Android tanpa kamera, mikrofon, dan GPS.

Namun memang bukan itu yang 'dijual' oleh EncroChat, karena ponsel itu punya sejumlah fitur keamanan yang rasanya cocok untuk orang yang benar-benar tak ingin pesannya disadap orang lain. Ponsel tersebut bisa mengirimkan dan menerima pesan terenkripsi, pesan yang bisa terhapus otomatis, serta fungsi 'panic wipe' yang bisa menghapus semua data di ponsel secara singkat.

Bahkan ponsel ini bisa menampilkan tampilan antarmuka layaknya OS Android biasa agar tak mencurigakan, dan baru masuk ke sistem EncroChat jika ingin mengakses fitur-fitur keamanannya.

Tak cuma harganya yang mahal, biaya berlangganannya pun sangat premium. Tarif perbulannya mencapai USD 1600, di mana penggunanya bisa mendapatkan cakupan jaringan secara global dengan tarif semahal itu.

National Crime Agency (NCA) milik Inggris menyebut EncroChat mempunyai 60 ribu pelanggan di seluruh dunia, dan kebanyakan penggunanya adalah kriminal alias penjahat. Mereka menggunakan jaringan komunikasi tersebut untuk menjual barang ilegal, pencucian uang, bahkan sampai merencanakan pembunuhan.

Namun meski punya keamanan tinggi, pihak berwajib di Prancis ternyata bisa meretas jaringan tersebut dan memasang sebuah software untuk menyadap komunikasi yang dilakukan oleh pengguna jaringan EncroChat. Lalu hasil penyadapan itu pun dibagikan semua badan keamanan di Eropa.

Dari informasi tersebut pula bisa terwujud sebuah operasi penegakan hukum terbesar dalam sejarah Inggris. Yaitu sebuah operasi yang berujung pada 746 penangkapan, penyitaan uang tunai sebanyak USD 68 juta, 77 senjata api, dan dua ton narkoba.

NCA juga menyatakan mereka menyita 28 juta pil Etizolam (Valium), 55 mobil super mewah, dan 73 jam tangan mewah. Mereka pun bekerja sama dengan kepolisian untuk menyetop perang antar geng yang biasanya berujung pada penculikan dan pembunuhan.

Sementara di Belanda, polisi melakukan 60 penangkapan, menyita 22 ribu pon kokain, 154 pon heroin, dan 3300 pon crystal methamphetamine, dan sejumlah narkoba jenis lain. Mereka juga sukses membongkar 19 laboratorium pembuat narkoba, dan lain sebagainya.

"Hal yang sebelumnya cuma bisa terjadi di film kini menjadi kenyataan. Kami menyadap pesan yang membuat kami bisa melihat kehidupan sehari-hari di dunia kriminal," ujar Andy Kraag, head of National Criminal Investigation Departement di Belanda.

EncroChat mulai diinvestigasi sejak 2017 saat kepolisian Prancis menemukan servernya di Lille, sebuah kota di utara Prancis. EncroChat pun memperingatkan penggunanya bahwa jaringan mereka sudah disusupi badan pemerintahan pada 13 Juni.

EncroChat sendiri mengaku sebagai perusahaan yang menawarkan produk legal, yaitu jalur komunikasi yang aman untuk orang yang membutuhkan, seperti pengacara, wartawan investigatif, dan lainnya. Namun pihak berwajib di Prancis menyebut 90% pelanggan EncroChat terlibat dalam aktivitas kriminal, dan kini EncroChat sudah ditutup.
https://indomovie28.net/the-lost-husband/

91 Juta Data Akun Tokopedia Tersebar Bebas

91 juta data pengguna Tokopedia yang dibobol pada Mei 2020 lalu kini disebar dan bisa didownload secara bebas.
Data tersebut beredar setelah salah satu anggota grup Facebook terkait keamanan siber membagikan link untuk mendownload puluhan juta data tersebut. Data tersebut sebelumnya dijual dengan harga USD 5000 di sebuah marketplace di dark web.

Saat ditelusuri, link tersebut bersumber pada salah satu akun bernama @Cellibis di forum Raidsforum yang memang sudah membagikan lebih dulu pada jumat 3 juli 2020. Akun tersebut membagikan secara hampir cuma-cuma di Raidforums yang sebelumnya dia dapatkan dari cara membeli data tersebut di darkweb sebesar USD 5000.

Dalam keterangan yang diterima detikINET, pakar keamanan siber Pratama Persadha menyebut Tokopedia jelas harus bertanggung jawab karena data pengguna yang mereka kelola bocor dan pastinya akan banyak pihak yang menggunakan untuk tindak kejahatan.

"Meski gratis, pada saat pengunduhan juga tidak mudah. Dikarenakan file ini disimpan di server amerika sehingga harus menggunakan VPN dengan IP Amerika. Raidforums memiliki mata uang tersendiri, dan semua member yang mendaftar terlebih dahulu bisa menggunakannya," jelas chairman Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.

Ditambahkan Pratama dibutuhkan pembayaran untuk mendapatkan data 91 juta akun tokopedia yaitu seharga 8 credit. Jika sudah dilakukan, maka link hosting dari pihak ketiga akan muncul dan siap diunduh dengan hasil unduhan berbentuk format .zip dengan ukuran data sebesar 9,5GB. Lalu setelah dilakukan ekstrak dihasilkan file akhir berbentuk .txt sebesar 28,5GB.

"Member bisa mendepositkan uang melalui layanan Paypal minimal sebesar 8 euro yang jika dirupiahkan sebesar Rp 130 ribu akan mendapatkan 30 credit," tambahnya.

Untuk membuka file sebesar itu yang berisi data pengguna Tokopedia pun, menurut Pratama, tak mudah. Dibutuhkan aplikasi khusus seperti ultraedit untuk membukanya.

"Setelah itu kita bisa melihat data sebanyak 91.174.216 yang berisikan nama lengkap, nama akun, email, toko online, tanggal lahir, nomor HP, tanggal mendaftar, serta beberapa data yang terenkripsi berbentuk hash. Lalu dengan mudahnya dengan fitur pencarian, keyword email atau nomor telepon yang ingin dicari bisa dengan mudah ditemukan," terang pria asal Cepu, Jawa Tengah ini.

Sampai pada hari Minggu, Tanggal 5 Juli 2020 Pukul 10.00 WIB, tautan link untuk mengunduh data 91 juta akun Tokopedia masih bisa diakses dan sudah ada 58 anggota yang sudah mengunduhnya.

Pada tautan tersebut tertulis link akan kadaluarsa sampai 5 hari kedepan. Data yang bocor adalah sama dengan awal Mei 2020 lalu, yaitu data yang diambil per bulan Maret 2020.

"Adanya 91 juta data yang bocor ini membuktikan betapa lemahnya regulasi perundang-undangan kita yang menaungi wilayah siber dan data pribadi. Sekali lagi, RUU Perlindungan Data Pribadi harus segera diselesaikan dan wajib mengatur sanksi serta standar teknologi yang dijalankan untuk penyelenggara sistem elektronik," tegasnya.

Pratama menjelaskan, tanpa aturan yang tegas setiap penyelenggara sistem elektronik baik negara maupun swasta tidak ada tekanan untuk membuat sistem dan maintenance terbaik. GDPR (General Data Protection Regulation) memberikan contoh pada kita bagaimana aturan turunannya memberikan list apa saja teknologi yang harus diaplikasikan, bila ada kebocoran data akan dilakukan pemeriksaan dan apabila ada hal yang belum dilakukan maka bisa dikenai tuntutan dengan nilai maksimum 20 juta euro.

"Kalau data ini jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, sangat memungkinkan digunakan sebagai sumber dasar tindakan kriminal. Data yang sudah beredar ini bisa digunakan untuk tindak kejahatan, Misalnya telemarketing palsu. Lalu yang paling berbahaya mengaku dari Tokopedia menelpon calon korban. Karena nama, email dan nomor seluler jelas valid. Memudahkan para penipu meminta sejumlah uang mengaku dari pihak manapun termasuk tokopedia," tutup Pratama.

Sebelumnya, pendiri dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya sudah pernah angkat bicara soal pembobolan data pengguna ini. Dalam suratnya untuk para pengguna Tokopedia William mengakui kalau Tokopedia diretas dan data penggunanya dicuri oleh pihak ketiga.

"Pada tanggal 2 Mei 2020, kami menyadari adanya pencurian data oleh pihak ketiga yang tidak berwenang terkait informasi pengguna Tokopedia," sebutnya

William mengaku pihaknya sudah menggelar penyelidikan intensif secara internal maupun dengan bantuan dari pihak luar yang diklaim mumpuni.

"Kami juga telah menunjuk institusi independen kelas dunia yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan siber dalam membantu investigasi dan identifikasi langkah-langkah yang diperlukan guna lebih meningkatkan lagi perlindungan data para pengguna Tokopedia," tulis William.
https://indomovie28.net/sicario/