Jumat, 03 Juli 2020

Miris! Remaja Ini Bikin 'Lomba' Corona, yang Pertama Tertular Diberi Uang

 Sekelompok remaja di Alabama, negara bagian Amerika Serikat, mengadakan pesta COVID-19, sebuah kompetisi yang sangat tidak wajar karena di pertemuan itu mereka sengaja mengundang pasien Corona dan orang sehat pertama yang terinfeksi diberi imbalan berupa uang.
Pesta ini diadakan di daerah Tuscaloosa dan orang yang terinfeksi COVID-19 didesak untuk sehingga lainnya bisa tertular.

"Pada awalnya kami pikir ini hanya semacam rumor. Tapi kami melakukan penelusuran ternyata dokter dan beberapa orang juga berkata yang sama," kata anggota dewan kota Alabama, Sonya McKinstry, yang bahkan mendengar kabar tersebut dari petugas pemadam kebakaran, dikutip dari CNN International.

McKinstry mengatakan kepada anggota dewan kota bahwa pesta yang sebagian besar berisi pelajar itu bertaruh uang dalam sebuah pot sebagai hadiah bagi siapapun orang pertama yang terinfeksi COVID-19. Ia khawatir apabila ternyata ada yang ke pesta tanpa tahu rencana 'menginfeksi orang lain dengan COVID-19'.

"Ini membuat saya sangat marah. Marah pada kenyataan bahwa sesuatu yang begitu serius dan mematikan dianggap sepele," sebut McKinstry.

Tak hanya satu, beberapa kelompok remaja di daerah tersebut juga mengadakan pesta yang serupa. Saat ini pihak berwenang berencana menggagalkan pesta-pesta yang telah diketahui rencananya.

Saat ini 38 ribu orang terinfeksi COVID-19 di Alabama dan sekitar 947 orang di antaranya telah meninggal dunia.

3 Kasus Dokter yang Berhasil Sambung Ulang Mr P yang Putus

Sebagai bagian tubuh yang penting bagi pria, Mr P alias penis sangat dijaga dengan baik. Mulai dari kebersihannya hingga bentuknya yang dianggap bisa mempengaruhi kehidupan seksual dengan pasangan.
Namun, beberapa pria mengalami tragedi buruk yang mengharuskan penis mereka mendapatkan penanganan intensif dari tim medis. Beruntungnya dokter-dokter ini berhasil menyambungkan kembali penis mereka agar bisa berfungsi dengan baik.

Berikut beberapa kasus dokter yang berhasil menyambung kembali penis putus seperti dirangkum detikcom dari berbagai sumber:

1. Dokter di Inggris berhasil sambung penis pria yang terputus satu hari
Ahli bedah di Inggris berhasil menyambung kembali penis pria yang sudah putus hampir selama hampir satu hari. Setelah terpasang kembali tak hanya kembali berfungsi untuk saluran pembuangan, tapi juga bisa mengalami ereksi.

Pembuluh darah utama penis bagian atas cepat teridentifikasi dan masih berfungsi dengan baik. Untuk menghubungkan pembuluh vena yang terpotong, dokter mengambil vena 'cadangan' dari donor lengan. Beruntung pembuluh darah yang tersambung bisa mengalirkan darah kembali ke jaringan penis.

"Darah berhasil mengalir di arteri dengan baik dalam waktu 8 jam setelah datang ke rumah sakit. Ini berarti penis total mengalami iskemia selama 23 jam," tulis tim bedah University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust, Inggris, yang dikutip dari Science Alert, Jumat (3/7/2020).

2. Penis berhasil disambung dengan bedah mikro
Pria berusia 31 tahun di China yang ketahuan berselingkuh dihukum oleh sang istri dengan memotong penisnya dengan gunting. Meski mengalami pendarahan hebat, penis pria itu masih bisa diselamatkan.

"Kelenjar penisnya hampir sepenuhnya terputus. Terjadi pendarahan hebat setelah pemotongan penis itu. Dia dikirim ke pusat medis, tapi akhirnya dipindahkan ke pusat urologis," kata dr Kunlin Yang, dokter yang menangani pria tersebut di Peking University First Hospital, China, dikutip dari DailyMail.

dr Yang mengatakan, penis yang terpotong masih bisa diselamatkan jika suhunya masih hangat dan mendapat penanganan tidak lebih dari 6 jam pasca kejadian.

Bagian penis yang terpotong masih menempel pada lapisan kulit, sehingga para ahli bedah masih bisa menggabungkan kedua sisi penis. Selain itu, mereka juga menyatukan pembuluh darah yang ada pada penis dengan prosedur bedah mikro.

Tiga hari setelah operasi, pria tersebut sudah kembali bisa mengalami ereksi alami di pagi hari. Ia dirawat selama dua minggu dan harus menggunakan kateter selama sebulan. Tiga bulan setelahnya, penis pria itu sudah bisa berfungsi dengan efektif.
https://nonton08.com/2018/05/

7 Pertanyaan tentang COVID 19 dan Jawabannya

 Sudah enam bulan berlalu sejak pertama kali virus Corona penyebab COVID 19 ditemukan. Namun, tampaknya masih banyak yang penasaran dan punya pertanyaan tentang COVID 19.
Para ilmuwan di dunia hingga saat ini memang masih berlomba-lomba menguak misteri dari COVID 19. Perlahan tapi pasti berbagai pertanyaan tentang COVID 19 terungkap dan hal ini terus diinfokan lewat situs-situs resmi lembaga kesehatan seperti milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mulai dari bagaimana virus ini pertama kali ditemukan, gejalanya, hingga progres vaksin dan obat.

Berikut 7 pertanyaan tentang COVID 19 dan jawabannya seperti dirangkum detikcom dari berbagai sumber:

1. Apa sebenarnya virus Corona dan COVID 19?
Virus Corona adalah sebutan untuk berbagai jenis virus dari keluarga coronaviridae. Virus ini umumnya ditemukan pada hewan, namun beberapa jenis dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada manusia. Severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle East respiratory syndrome (MERS) jadi contoh virus Corona yang sempat mewabah beberapa tahun lalu.

Sementara itu, COVID 19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona jenis baru yang pertama kali ditemukan pada 31 Desember lalu.

2. Asal COVID 19
Tidak sedikit yang penasaran tentang asal-muasal COVID 19. Kok bisa virus ini muncul mendadak lalu jadi pandemi?

WHO menegaskan hingga saat ini sumber pasti COVID 19 belum diketahui. Tim peneliti masih melakukan investigasi, namun dicurigai kemungkinan besar virus ini berasal dari hewan.

"WHO masih terus memantau riset terbaru terkaiit hal ini dan topik COVID-19 lainnya. Akan diperbarui begitu temuan baru dilaporkan," tulis WHO.

3. Cara penularan COVID 19
Pertanyaan tentang COVID 19 lainnya yang tak kalah populer adalah bagaimana cara virus ini menyebar atau menular. WHO menjelaskan bahwa sebagian besar virus Corona bisa menginfeksi lewat droplet atau cipratan liur yang bisa keluar dari mulut orang atau hewan sakit.

Seseorang bisa terinfeksi virus Corona bila terpapar secara langsung, misalnya menghirup droplet halus, atau bila memegang permukaan yang tercemar lalu tak disadari menyentuh wajah.

4. Ketahanan COVID 19 di lingkungan luar
Virus corona tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. Namun demikian, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, seseorang tetap bisa terinfeksi bila menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Lalu timbul pertanyaan berapa lama virus ini bisa bertahan di lingkungan luar?

Menurut WHO, studi menunjukkan COVID 19 dapat bertahan paling lama sampai 72 jam di permukaan tertentu. Oleh karena itu, disarankan agar membersihkan permukaan yang sering disentuh dengan disinfektan.

5. Gejala COVID 19
Gejala yang ditimbulkan COVID 19 bisa beragam untuk tiap orang. Ada yang sama sekali tidak memiliki gejala, namun ada juga yang hanya dalam hitungan jam dapat mengalami kesulitan bernapas yang berujung fatal.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut beberapa gejala ini bisa dialami oleh pasien yang terinfeksi COVID 19:

- Demam
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Batuk
- Mata merah
- Gangguan kognitif
- Kelelahan
- Diare
- Pilek
- Nyeri otot
- Kehilangan fungsi indra perasa dan penciuman
- Sakit kepala

6. Obat dan vaksin COVID 19
WHO telah meluncurkan program Solidarity Trial untuk mempercepat riset obat yang efektif membantu kesembuhan pasien COVID 19. Nama obat seperti remdesivir, dexamethasone, avigan, dan klorokuin beberapa kali disebut dapat bermanfaat meski dengan risiko efek sampingnya masing-masing.

Sementara untuk vaksin, sudah ada lebih dari 100 kandidat vaksin COVID 19 yang sedang diteliti. Kandidat dari perusahaan bioteknologi Moderna sempat disebut mulai masuk dalam tahap uji klinis akhir.

WHO berharap akhir tahun 2020 vaksin COVID 19 sudah bisa mulai diproduksi.

7. Cara cegah COVID 19
Pertanyaan tentang COVID 19 yang sering diutarakan terakhir adalah tentang cara mencegah penularannya. Karena obat dan vaksin yang efektif belum benar-benar ditentukan, mencegah jadi cara yang dinilai paling baik dalam menghadapi wabah COVID 19.

WHO merekomendasikan agar orang-orang saling menjaga jarak minimal 1,5-2 meter. Selain itu disarankan juga agar memakai masker, rajin mencuci tangan, hindari menyentuh wajah, dan sering-sering disinfeksi permukaan yang sering disentuh.
https://nonton08.com/2017/12/