Rabu, 01 Juli 2020

Asus ROG Zephyrus G14: Tipis dan Ringan, Tapi...

Lazimnya, laptop gaming punya bodi yang tebal dan berat yang membuat perangkat tersebut -- meski tetap portabel -- sulit dibawa-bawa. Juga karena adaptor chargernya yang besar. Namun tak ROG Zephyrus G14 tak jauh dari kesan itu.
Namun saat saya pertama memegang Asus ROG Zephyrus G14, semua hal di atas tak terlihat di laptop tersebut. Bodinya tipis (1,79 cm) dan bobotnya sangat ringan untuk sebuah laptop gaming, hanya 1,6 kg, yang membuatnya mudah dibawa-bawa.

Hal lain yang membuat Zephyrus G14 ini tak terlihat seperti laptop gaming pada umumnya adalah desain. Di mana desainnya relatif minimalis dan jauh dari kesan warna-warni ala laptop gaming.

Unit ROG Zephyrus G14 yang kami terima berwarna putih (Asus menyebutnya sebagai Moonlight White), dengan bagian dalamnya berwarna abu-abu. Pilihan warna ini membuatnya tetap 'sopan' untuk dipakai di pekerjaan sehari-hari, atau bahkan dipakai saat presentasi dan rapat di kantor.

Keyboardnya pun nyaman dipakai mengetik, punya key travel yang cukup besar dan tak terasa sempit karena tak ada numpad di bagian kanan. Touchpadnya cukup nyaman dipakai meski ukurannya agak kecil untuk sebuah laptop dengan layar 15,6 inch -- meski karena bodinya yang kecil membuatnya lebih pantas disebut sebagai laptop 14 inch.

Sayangnya, tak ada webcam di laptop ini. Jadi Anda harus menggunakan webcam eksternal, atau menggunakan ponsel, atau bahkan DSLR dan mirrorless untuk melakukan konferensi video di Zephyrus G14.

Namun Zephyrus G14 tak sekadar desain yang menarik dan bobot yang ringan, karena sebagai sebuah laptop gaming, apalah artinya desain jika performanya buruk. Di sini AMD mengambil peran, karena jajaran prosesor Ryzen 4000 bisa membuat laptop menjadi setipis ini punya performa yang sangat tinggi.

Varian ROG Zephyrus G14 yang diuji di sini menggunakan Ryzen 7 4800HS yang dipasangkan dengan GPU GTX 1650 Ti, RAM 8GB, dan layar 120 Hz. Ini memang bukan varian terkencang, karena ada opsi dengan Ryzen 9 4900HS dengan RTX 2060 Max-Q. Namun dalam pengujian, spesifikasi seperti ini sudah cukup untuk memainkan game AAA masa kini dengan seting kualitas tertinggi dengan frame rate yang masih mencukupi.

Contohnya adalah Shadow of The Tomb Raider dengan setingan tertinggi dan resolusi 1080p bisa mendapat frame rate di kisaran 55-58 fps. Jika masih kurang, tentu anda bisa sedikit saja menurunkan kualitas gambarnya untuk mendapat frame rate di atas 60 fps saat dimainkan di ROG Zephyrus G14.
Frame rate di game Assassin Creed's Odyssey di pengaturan ultra high ada di kisaran 30-an fps, sementara di pengaturan very high, framenya naik menjadi di kisaran 45-50 fps.

Frame rate hampir sama bisa didapat di game Assassin Creed's Odyssey yang dikenal cukup berat. Lalu untuk memanfaatkan layar 14 inch 120Hz-nya, saya mencoba CS:GO, yang dengan pengaturan paling tinggi, frame rate 120 fps sudah jauh terlewati, jadi ROG Zephyrus G14 juga cocok untuk memainkan game kompetitif yang membutuhkan frame rate tinggi.

Sekadar memuaskan rasa penasaran, saya menjajal Cinebench R20 untuk mengetahui skor yang bisa didapat oleh prosesor anyar AMD ini. Skor yang didapat adalah 475 untuk single core dan 3884 untuk multi core, jauh lebih tinggi dari Zephyrus generasi sebelumnya dengan Intel Core i7-9750H yang pernah saya coba.

Bahkan skor yang didapat dari prosesor delapan core dan 16 thread ini sangat tinggi untuk sebuah prosesor dengan thermal design power (TDP) 45 watt.

Soal ketersediaan port, Zephyrus G14 cukup royal. ada dua USB-A, HDMI, jack audio 3,5mm, dan dua USB-C yang juga bisa dipakai untuk mengisi baterai, meski Asus juga menyediakan port khusus untuk charger 180W yang dipaketkan bersama laptop ini. Jelas tak ada Thunderbolt 3 di Zephyrus G14 karena itu adalah teknologi milik Intel.

Ada hal unik lain di ROG Zephyrus G14 yang kami uji, yaitu fitur AniMe Matrix, yang merupakan 1.215 mini LED yang terpasang di bagian depan laptop. Mini LED ini bisa menampilkan animasi, teks, dan berbagai efek menarik di belakang layar laptop.

AniMe Matrix tidak hanya dapat menampilkan teks, atau tampilan yang telah tersedia seperti notifikasi baterai atau mode equalizer yang akan sinkron dengan audio. Pengguna ROG Zephyrus G14 juga bisa memasukkan gambar atau animasi sehingga tampilannya dapat bervariasi.
https://kamumovie28.com/a-secret-love/

NASA Kembali Tunda Peluncuran Rover Mars karena Masalah Kontaminasi

Rover Perseverance dan helikopter Ingenuity buatan NASA sudah siap untuk terbang ke Mars. Tapi peluncuran dua wahana antariksa ini harus kembali ditunda karena masalah teknis.
Dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (30/6/2020) NASA menetapkan 22 Juli sebagai tanggal peluncuran baru untuk robot penjelajah tersebut. Ini merupakan penundaan kedua yang dialami robot Perseverance.

Awalnya, robot penjalajah Perseverance dijadwalkan meluncur pada 17 Juli, lalu ditunda menjadi 20 Juli karena masalah sistem perlengkapan. Sekarang diundur dua hari dari jadwal sebelumnya karena ada penundaan yang ditemui saat proses enkapsulasi.

"Dibutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan masalah kontaminasi di tim dukungan di Payload Hazardous Servicing Facility (PHSF) NASA," kata NASA dalam keterangannya.

NASA mengatakan robot penjelajah Perseverance dan roket Atlas V milik United Launch Alliance yang akan membawanya berada dalam kondisi baik. ULA juga berhasil melakukan gladi bersih pada 22 Juni yang mencakup pengisian bahan bakar di roket Atlas V.

Penundaan selama dua hari ini bukan masalah besar bagi NASA karena jendela waktu peluncuran masih terbuka hingga 11 Agustus. Tapi jadwal ini sangat krusial bagi NASA.

Jika NASA tidak berhasil meluncurkan Perseverance tepat waktu mereka harus menunggu hingga 2022 untuk kesempatan kedua mengingat posisi Bumi dan Mars harus saling sejajar untuk misi seperti ini.

Rover Perseverance nantinya akan meluncur menggunakan roket Atlas V dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida. NASA menargetkan waktu peluncuran akan dimulai pada pukul 06.35 waktu setempat dengan jendela peluncuran selama dua jam.

Jika semua berjalan lancar, Perseverance dan helikopter Ingenuity yang disimpan di perutnya akan tiba di Mars pada 18 Februari 2021. Sesampai di sana, dua wahana antariksa ini akan mencari tanda kehidupan di Planet Merah dan mengumpulkan sampel yang bisa dibawa kembali ke Bumi.

Asus ROG Zephyrus G14: Tipis dan Ringan, Tapi...

Lazimnya, laptop gaming punya bodi yang tebal dan berat yang membuat perangkat tersebut -- meski tetap portabel -- sulit dibawa-bawa. Juga karena adaptor chargernya yang besar. Namun tak ROG Zephyrus G14 tak jauh dari kesan itu.
Namun saat saya pertama memegang Asus ROG Zephyrus G14, semua hal di atas tak terlihat di laptop tersebut. Bodinya tipis (1,79 cm) dan bobotnya sangat ringan untuk sebuah laptop gaming, hanya 1,6 kg, yang membuatnya mudah dibawa-bawa.

Hal lain yang membuat Zephyrus G14 ini tak terlihat seperti laptop gaming pada umumnya adalah desain. Di mana desainnya relatif minimalis dan jauh dari kesan warna-warni ala laptop gaming.

Unit ROG Zephyrus G14 yang kami terima berwarna putih (Asus menyebutnya sebagai Moonlight White), dengan bagian dalamnya berwarna abu-abu. Pilihan warna ini membuatnya tetap 'sopan' untuk dipakai di pekerjaan sehari-hari, atau bahkan dipakai saat presentasi dan rapat di kantor.

Keyboardnya pun nyaman dipakai mengetik, punya key travel yang cukup besar dan tak terasa sempit karena tak ada numpad di bagian kanan. Touchpadnya cukup nyaman dipakai meski ukurannya agak kecil untuk sebuah laptop dengan layar 15,6 inch -- meski karena bodinya yang kecil membuatnya lebih pantas disebut sebagai laptop 14 inch.

Sayangnya, tak ada webcam di laptop ini. Jadi Anda harus menggunakan webcam eksternal, atau menggunakan ponsel, atau bahkan DSLR dan mirrorless untuk melakukan konferensi video di Zephyrus G14.

Namun Zephyrus G14 tak sekadar desain yang menarik dan bobot yang ringan, karena sebagai sebuah laptop gaming, apalah artinya desain jika performanya buruk. Di sini AMD mengambil peran, karena jajaran prosesor Ryzen 4000 bisa membuat laptop menjadi setipis ini punya performa yang sangat tinggi.

Varian ROG Zephyrus G14 yang diuji di sini menggunakan Ryzen 7 4800HS yang dipasangkan dengan GPU GTX 1650 Ti, RAM 8GB, dan layar 120 Hz. Ini memang bukan varian terkencang, karena ada opsi dengan Ryzen 9 4900HS dengan RTX 2060 Max-Q. Namun dalam pengujian, spesifikasi seperti ini sudah cukup untuk memainkan game AAA masa kini dengan seting kualitas tertinggi dengan frame rate yang masih mencukupi.
https://kamumovie28.com/becoming/