Selasa, 16 Juni 2020

Jaga Kesehatan Saat New Normal, Yuk Kenali 4 Tanda Obesitas Ini

Kesehatan fisik maupun mental harus kita jaga saat memasuki masa new normal saat ini. Di tengah pandemi yang melumpuhkan aktivitas, salah satu penyakit yang sering menjadi masalah bagi kebanyakan orang adalah obesitas atau kegemukan.
Dengan aktivitas yang terbatas dan anjuran untuk tetap di rumah, obesitas dapat menjadi berbahaya karena bisa menyebabkan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Untuk itu kamu perlu tahu apa saja sih tanda-tanda ketika dirimu terkena obesitas. Dilansir dari timesofindia.com berikut 4 tanda seseorang yang terkena obesitas.

Dyspnea atau Sesak Napas

Seseorang yang mengalami obesitas, biasa pada saat melakukan aktivitas berat seperti olahraga kesulitan untuk bernapas. Hal itu dikarenakan lemak yang menumpuk pada bagian leher, dapat mengganggu saluran pernapasan yang membuat napas menjadi lebih sesak.

Lutut yang Sering Sakit

Keadaan nyeri pada bagian lutut dapat menjadi salah satu tanda obesitas. Berat lemak yang berlebih akan menimbulkan tekanan pada bagian lutut, sehingga bisa membuat rasa sakit saat berjalan.

Masalah Kulit

Ketika seseorang mengalami obesitas, tanda yang paling sering terlihat adalah kulit yang terlihat melar atau munculnya tanda stretch mark. Selain itu ada juga tanda kulit lainnya seperti bagian yang menghitam di sekitar leher atau lipatan tubuh.

Sering Mendengkur

Obesitas juga dapat menyebabkan dengkuran karena banyaknya lemak di sekitar leher. Selain itu obesitas juga meningkatkan risiko seseorang mengalami sleep apnea, suatu penyakit yang membuat pernapasan seseorang sering terhenti sementara ketika tidur.

Itulah beberapa tanda ketika kamu mengalami obesitas. Untuk selalu menjaga kesehatan di masa new normal ini, ada baiknya untuk konsultasi kesehatan berat badanmu kepada dokter yang memahami mengenai masalah obesitas.

Aplikasi Grab melalui layanan GrabHealth, mempermudah konsultasi kepada para pakar yang dapat membantumu menjaga berat badan sehingga tidak menimbulkan obesitas. Konsultasi tersebut dapat diakses melalui bagian Ask a Doctor atau banner pada layanan GrabHealth.

Penyebab Sakit Pinggang yang Sering Diremehkan

Dalam sebuah acara temu media di hotel Oak Tree Urban Jakarta Selatan pada Rabu 12 Juli 2017 lalu, Dr dr Luthfi Gatam, SpOT (K) mengatakan semua orang bisa terkena sakit pinggang atau low back pain. Penyebabnya bisa berbeda-beda tergantung keluhannya.
Menurut Dr dr Luthfi sekitar 98 persen kasus nyeri pinggang terjadi akibat masalah tulang belakang (spondylogenic). Bisa karena cedera mengangkat beban terlalu berat, gerakan yang tiba-tiba, atau faktor usia. Sakit pinggang juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti:

- kanker sumsum tulang belakang
- linu panggul
- radang sendi
- infeksi ginjal
- infeksi tulang belakang

Sakit pinggang akut dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Sedangkan sakit pinggang kronis akan berlangsung lebih dari tiga bulan.

Sakit punggung lebih cenderung terjadi pada individu antara usia 30 dan 50 tahun. Hal ini sebagian disebabkan oleh perubahan yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Seiring dengan itu, ada pengurangan kadar cairan antara tulang belakang di tulang belakang.

Berikut penyebab sakit pinggang menurut Healthline:
1. Keseleo
Otot dan ligamen di punggung dapat meregang atau robek karena aktivitas berlebihan. Gejalanya meliputi rasa sakit dan kekakuan di punggung bagian bawah, serta kejang otot. Istirahat dan terapi fisik adalah solusi untuk gejala-gejala ini.


2. Cidera Sendi
Sendi di belakang rentan terhadap cidera. Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia. Bagian luar sendi dapat sobek.

Cidera sendi biasanya terjadi tiba-tiba setelah mengangkat sesuatu atau memuntir punggung. Rasa sakitnya biasanya berlangsung selama sekitar 72 jam lebih.

3. Linu
Linu dapat terjadi dengan sendi hernia jika sendi menekan saraf linu panggul. Saraf menghubungkan tulang belakang ke kaki dan mengakibatkan rasa sakit pada tungkai dan kaki. Rasa sakit ini biasanya terasa seperti terbakar.

4. Lekukan Tulang Belakang yang Tidak Normal
Skoliosis, kyphosis, dan lordosis adalah semua kondisi yang menyebabkan kelengkungan tulang belakang yang tidak normal.

Ini adalah kondisi bawaan yang biasanya pertama kali didiagnosis pada masa kanak-kanak atau remaja. Kelengkungan yang abnormal menyebabkan rasa sakit dan postur yang buruk karena memberikan tekanan pada otot, tendon, ligamen, dan tulang belakang
https://nonton08.com/library-wars-the-last-mission/

Senin, 15 Juni 2020

Virus Corona Kembali Terjangkit di Pasar, Beijing Lockdown

Beberapa daerah di Beijing kembali menerapkan lockdown setelah kluster baru virus Corona yang ditransmisikan secara lokal muncul setelah kota tersebut 'aman' dari infeksi COVID-19 selama dua bulan.
Wabah tersebut kembali terkait dengan pasar makanan yang menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan dan kebersihan di tempat-tempat terbuka. Dikutip dari The Guardian, kasus pertama wabah baru ditemukan pada Kamis (11/6) setelah seorang pria berusia 52 tahun dinyatakan positif COVID-19.

Setidaknya 50 kasus terkait dengan pasar Xinfadi, pusat grosir makanan yang memasok pangan sebagian besar masyarakat di wilayah Beijing Selatan.

Pihak berwenang menyebut mereka telah menguji lebih dari 5 ribu pedagang di pasar yang bekerja di harus Sabtu (13/6) dan semuanya negatif virus Corona. Mereka juga mengambil 2.383 sampel dari permukaan pasar untuk dites.

Otoritas kesehatan telah mengkarantina 139 kontak dekat orang yang terinfeksi. Saat ini pasar telah ditutup dan dijaga ketat selama 24 jam. Selanjutnya, pihak berwenang akan menguji 10 ribu pedagang yang bekerja di pasar Xinfadi.

"Sesuai dengan prinsip mengutamakan keselamatan dan kesehatan publik, kami mengadopsi langkah-langkah penguncian pasar Xinfadi dan lingkungan di sekitarnya," kata Chu Junwei, seorang pejabat di daerah itu.

80 Mal DKI Buka Lagi, Biar Aman dari Corona Perlukah Pakai Face Shield?

 Sebanyak 80 mal di DKI Jakarta siap untuk beroperasi lagi hari ini. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan pihaknya terus menyempurnakan protokol kesehatan yang ketat di mal.
"Semua mal siap dibuka. Sebagian mal sedang menyempurnakan peralatan dengan touchless untuk meningkatkan terhindarnya bersentuhan dan juga agar pengunjung tidak takut datang ke mal," kata Ellen kepada detikcom, Minggu (14/6/2020).

Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi mal, sebaiknya tetap patuh mengikuti protokol pencegahan COVID-19. Terlebih penularan virus Corona bisa terjadi di mana dan kapan saja.

Namun, meski sudah mengenakan masker dan menjaga jarak, apakah tetap perlu menggunakan face shield agar lebih aman dari infeksi virus Corona?

Menurut dokter jantung yang juga influencer kesehatan, dr Vito Damay, selain efektif mencegah seseorang terkena droplet, face shield juga berguna untuk menahan kita agar tidak menyentuh wajah.

"Keunggulan face shield adalah kita bisa melihat muka dan tidak mengganggu mulut ketika berbicara. Lalu membuat kita juga sulit untuk refleks pegang muka," ucap dr Vito melalui pesan singkat kepada detikcom, baru-baru ini.

Face shield juga bisa mencegah masker kain menjadi lembab jika digunakan secara bersamaan. Selain itu, berikut adalah cara kerja, kelebihan, dan kekurangan penggunaan face shield yang dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

Cara kerja:
- Melindungi area mata dan bagian wajah lainnya dari tetesan yang mungkin mengandung virus dan mencegah agar partikel virus orang sakit tidak menulari yang sehat.
- Mencegah masker kain dari kebasahan jika digunakan bersamaan.

Kelebihan:
- Mudah dibersihkan, baik dengan sabun dan air ataupun disinfektan.
- Mencegah pemakainya menyentuh wajah.
- Nyaman digunakan dan tidak menghalangi pernapasan.
- Memungkinkan pembacaan gerak bibir bagi penyandang tuna rungu dan tuna wicara.

Kekurangan:
- Tidak memiliki segel yang baik sehingga memungkinkan aerosol untuk menembus.
- Sulit untuk diproduksi sendiri.
https://cinemamovie28.com/gintama-shirogane-no-tamashii-hen-episode-17/