Senin, 15 Juni 2020

Ilmuwan Yakini Vaksin Polio Bisa Cegah Virus Corona

Ketika beberapa negara tengah berusaha mengembangkan vaksin Corona untuk mengatasi pandemi, beberapa ahli menyarankan untuk menggunakan vaksin yang sudah ada. Disebutkan, ada banyak bukti seperti vaksin polio, bisa melindungi anak-anak dari berbagai infeksi penyakit.
Para ahli dalam studi yang diterbitkan Science mengatakan tengah melakukan pengujian untuk melihat apakah vaksin polio oral terbukti dan efektif dalam mencegah infeksi virus Corona COVID-19.

Dikutip dari CNN, vaksin polio oral dikatakan aman, murah, mudah diberikan, dan tersedia luas dengan lebih dari 1 miliar dosis diproduksi dan digunakan setiap tahun di lebih dari 140 negara.

"Akan masuk akal untuk setidaknya mengujinya (vaksin polio) melihat apakah itu membantu melawan virus Corona," kata Konstantin Chumakov dari FDA dan Dr Robert Gallo dari Institut Virologi Manusia di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, para peneliti bersama dengan rekan-rekan mereka.

"Kami mengusulkan penggunaan vaksin polio oral untuk memperbaiki atau mencegah COVID-19. Baik virus polio dan virus Corona adalah virus RNA untai positif. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa mereka dapat menginduksi dan dipengaruhi oleh mekanisme kekebalan bawaan," tulis para peneliti.

"Vaksin virus polio oral khususnya, dapat memberikan perlindungan sementara terhadap penyakit virus Corona," lanjut para peneliti.

Daftar Vaksin Corona yang Berhasil Ciptakan Antibodi Penangkal COVID-19

Pengembangan vaksin Corona semakin menunjukkan hasil yang memuaskan. Dari ratusan vaksin COVID-19 yang dikembangkan di seluruh dunia, setidaknya terdapat beberapa vaksin yang berhasil menciptakan antibodi penangkal virus Corona.
Vaksin tersebut sudah memasuki tahap uji klinis pada manusia. Bahkan di China, vaksin COVID-19 yang dikembangkan disebut mulai bisa digunakan untuk darurat pada September mendatang.

Vaksin memang disebut sebagai salah satu metode yang ampuh untuk mengakhiri pandemi virus Corona yang saat ini sudah menginfeksi lebih dari 8 juta orang di seluruh dunia.

Berikut daftar vaksin Corona yang disebut berhasil menciptakan antibodi penangkal COVID-19 dikutip detikcom dari berbagai sumber.

1. Ad5-nCoV
Vaksin buatan Beijing Institute Biotechnologies dan CanSino Biological bernama Ad5-nCoV telah berhasil memicu antibodi penawar pada puluhan pasien. Ad5-nCoV adalah vaksin virus Corona pertama yang masuk dalam uji klinis manusia di China.

Vaksin ini telah diuji coba ke manusia sejak Maret 2020 lalu yang dilakukan pada sukarelawan berusia 18-60 tahun. Vaksin ini menggunakan adenovirus untuk mengirimkan materi genetik yang berisi kode protein SARS-CoV-2.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Lancet, Ad5-nCoV aman digunakan efektif untuk respons kekebalan tubuh setelah diuji pada manusia.

Semua peserta yang diberi dosis vaksin dengan berbagai tingkatan memicu respons kekebalan dalam bentuk antibodi yang mengikat setelah dua minggu vaksinasi. Setelah 28 hari, vaksin Ad5-nCoV tampak ditoleransi dengan baik pada semua dosis tanpa efek samping yang serius pada semua peserta.

2. CoronaVac
Perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac, mengumumkan hasil studinya yang menunjukkan vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan atau CoronaVac menghasilkan respons kekebalan virus Corona

Lebih dari 90 persen kandidat sukarelawan yang disuntik vaksin pada interval 14 hari telah menginduksi antibodi penawar COVID-19. Temuan ini berdasarkan hasil uji coba fase I dan II di China dengan 734 sukarelawan yang sehat berusia 18-59 tahun.

"Penelitian di fase I dan II kami menunjukkan CoronaVac aman dan dapat memicu respons kekebalan," tutur CEO Sinovac Weidong Yin dalam sebuah pernyataan dikutip dari STAT News.

3. mRNA-1273
Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan biotek Moderna di Amerika Serikat dengan nama mRNA-1237 juga disebut berhasil menciptakan antibodi penangkal virus Corona COVID-19. Berdasarkan penelitian perusahaan, antibodi dari 8 orang yang diujicobakan mampu menghasilkan antibodi Covid-19. Antibodi tersebut sama dengan para 'survivor' yang pernah tertular Covid-19.

Setelah uji klinis tahap 1 dan 2 disebut berhasil, kini Moderna akan melakukan pengujian vaksin COVID-19 tahap 3 dengan 30 ribu sukarelawan yang akan dimulai pada Juli 2020 mendatang.

Moderna disebut memiliki kemampuan untuk memproduksi 500 juta hingga 1 miliar dosis vaksin COVID-19 per tahun. Perusahaan ini menerima dana dari pemerintah AS untuk mengembangkan vaksin, melakukan tes dan meningkatkan produksi dengan tujuan memvaksinasi 300 juta orang di awal tahun depan.
https://cinemamovie28.com/black-clover-episode-30-subtitle-indonesia/

Virus Corona Bermutasi? Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui

Mutasi virus Corona kini sedang hangat dibahas oleh berbagai ahli dan membuat masyarakat semakin khawatir. Dari berbagai penelitian, ada yang mengatakan bahwa mutasi ini membuat virus lebih berbahaya.
Namun, di sisi lain ada juga yang mengatakan setelah bermutasi virus itu malah menjadi lebih lemah dari sebelumnya. Untuk itu, berikut detikcom rangkum beberapa hal yang perlu diketahui soal mutasi virus Corona dikutip dari The Guardian.

1. Apa virus bermutasi?
Semua virus bisa bermutasi, termasuk virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 yang jumlah kasusnya kian bertambah hingga saat ini. Mutasi ini muncul ketika virus mereplikasi diri di dalam sel, serta menyalin kode genetiknya.

Gen pada manusia ditulis dalam DNA (Deoxyribonucleic acid) dan beruntai ganda, sedangkan virus Corona dengan RNA (Ribonucleic Acid) dan beruntai tunggal.

2. Seberapa cepat virus itu bisa bermutasi?
Saat bermutasi, virus Corona cukup stabil. Setelah menganalisis 13.000 sampel virus di Inggris pertengahan Maret lalu, para ilmuwan menemukan bahwa mutasi baru bisa muncul sekitar dua kali dalam sebulan.

Selain itu, semakin cepat virus bermutasi itu akan mengubah perilakunya dalam menginfeksi. Jika virus bermutasi dengan cepat, bisa jadi akan lebih sulit membuat vaksin untuk melawannya.

Ketika bermutasi, beberapa bagian dari virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh juga bisa jadi sudah berubah, hingga lebih sulit ditangani imun tubuh. Ini disebut mirip dengan virus influenza yang bisa bermutasi dengan cepat, sehingga butuh vaksin yang berbeda tiap tahunnya untuk mengatasinya.

3. Bagaimana bisa jenis virus Corona bervariasi di dunia?
Di dunia, jenis virus Corona bisa bervariasi. Hal ini dibuktikan dari kode genetik di seluruh dunia yang menunjukkan virus terbagi menjadi beberapa kelompok. Tetapi ini dipandang wajah oleh para peneliti.

Seperti halnya peneliti di Jerman, mereka mengidentifikasi tiga kelompok genetik utama virus Corona pada April lalu. Mereka beri nama A, B, dan C. Kelompok A dan C sebagian besar ditemukan di Eropa dan Amerika. Sedangkan B, lebih umum ditemukan di Asia Timur.

4. Mutasi penting untuk diketahui
Dari mutasi, para peneliti bisa mengetahui berbagai peluang yang bisa dilakukan untuk menghambat penyebaran virus Corona. Tapi, mutasi juga bisa berpotensi membuat virus lebih mudah menyebar, lebih efisien, dan berbahaya dalam menginfeksi sel tubuh manusia.

Menurut Profesor Nick Loman, dari University of Birmingham, saat virus bermutasi para peneliti akan mempelajari dan bisa melacak infeksi yang terjadi dari satu orang ke kelompok. Selain itu, bisa juga melacak wabah dan menemukan kasus penularan dari asalnya.

Namun, Prof Loman menegaskan penelitian ini harus dipantau seintensif mungkin. Ini berguna untuk mengetahui bagaimana virus bermutasi dan bereaksi terhadap obat dan vaksin.

5. Penelitian terkait mutasi virus Corona
Di Amerika Serikat, Inggris, dan Italia, para ilmuwan menemukan mutasi baru virus Corona yang hampir 10 kalo lebih menular dibandingkan yang muncul di China. Mutasi ini diberi nama D614G, yang disebut versi kuat dari virus SARS-CoV-2.

Dari bentuknya, D614G punya jumlah mahkota menonjol 4-5 kali lebih dibandingkan COVID-19. Dikutip dari Daily Mail, para peneliti berpendapat bahwa jumlah tonjolan mahkota ini yang membuat virus lebih cepat menginfeksi sel manusia, stabil, dan tangguh.

Selain itu, para ilmuwan di India juga mengidentifikasi adanya jenis mutasi virus Corona yang lebih berbahaya yang diberi nama A2a. Mengutip Daily Star, National Institute of Biomedical Genomics (NIBMG) India menyebut A2a lebih dominan di dunia.

Strain A2a ini disebut jauh lebih berbahaya dibandingkan jenis virus asli dari China yang mereka sebut sebagai tipe O. Seorang ahli genetika senior di NIBMG, Partha Majumder, mengatakan bahwa mutasi A2a lebih efektif dalam menginfeksi manusia dibandingkan jenis mutasi lain.

Virus Corona disebut lebih lemah, Dr Heidi Zapata, seorang dokter penyakit menular dan asisten profesor kedokteran Yale di sekolah kedokteran, mengatakan belum ada bukti mengenai hal itu.

"Saya kira kita belum memiliki bukti mengenai hal ini," katanya yang dikutip dari Healthline.
https://cinemamovie28.com/how-to-make-ladies-feel-lonely-2/