Minggu, 14 Juni 2020

Terpopuler Sepekan: Benarkah Golongan Darah O Lebih 'Kebal' Corona?

Heboh sebuah studi menyebut golongan darah O lebih aman dari infeksi Virus Corona COVID-19. Studi ini dilakukan oleh sebuah perusahaan bioteknologi 23andMe di California, Amerika Serikat.

Sebelumnya memang terdapat sebuah studi dari China yang mengatakan golongan darah A lebih rentan terinfeksi COVID-19, sedangkan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit ini.

Namun, hasil penelitian tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya, karena studi ini masihlah temuan awal. Dalam studi itu dijelaskan 206 pasien yang meninggal terkait Corona di Wuhan, 85 di antaranya memiliki golongan darah A.

Menariknya, pada studi yang dilakukan oleh perusahaan bioteknologi 23andMe juga ditemukan hasil yang sama. Dikatakan, seseorang yang memiliki golongan darah O, 9-18 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi virus Corona.

Namun, sayangnya penelitian ini juga masih dalam tahap temuan awal. Sehingga belum bisa dibuktikan kebenarannya dan membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

"Ini masih hasil awal, bahkan dengan ukuran sampel ini mungkin tidak cukup untuk menemukan asosiasi genetik. Kami pun bukan satu-satunya pihak yang meneliti hal ini. Pada akhirnya, para pakar ilmiah yang mungkin perlu mengumpulkan sumber dayanya untuk menjawab kaitan genetik dengan COVID-19 ini," kata Adam Auton, peneliti utama dalam penelitian ini, dikutip dari South China Morning Post.

6 Pasien Indonesia yang Meninggal Setelah Sempat Jadi Suspek Corona

Kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia bertambah menjadi enam orang. Hal ini dilaporkan pada 9 Maret kemarin oleh dr Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19 di Istana Kepresidenan.
Sebelumnya beberapa kasus suspek corona juga dilaporkan meninggal dunia. Meski demikian, hasil dari beberapa pasien tersebut menunjukkan negatif corona.

Berikut kronologis pasien suspect corona yang dilaporkan meninggal dunia:

1. Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) Cianjur
Heboh soal pasien di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) di Cianjur, terkait seorang pasien suspect corona. Pasien berinisial D ini diduga terkena virus corona COVID-19 pada Senin (3/3/2020) karena menunjukkan gejalabatuk, flu, dan sesak napas.

Beberapa waktu lalu pasien tersebut pun baru pulang dari Malaysia. Namun belakangan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal mengonfirmasi bahwa pasien tersebut negatif COVID-19, ia meninggal karena komplikasi.

"Untuk dugaan sementara meninggalnya karena komplikasi penyakit ditambah usianya yang juga sudah tua. Tapi kami tegaskan sekali lagi bukan karena Corona, " kata Yusman kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

2. Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang
Kabar melalui WhatsApp cepat menyebar menjadi gosip, bahwa pasien di Rumah Sakit dr Saiful Anwar meninggal pada Selasa (3/3/2020) karena terjangkit COVID-19.

Ketua Tim Corona RSSA, dr Dedi Chandra angkat bicara. Awalnya, pasien tersebut diduga terjangkit virus Corona setelah dirujuk dari rumah sakit swasta di Malang. Si pasien menunjukkan gejala demam, batuk, dan pilek sejak akhir Februari. Sesampainya di RSSA, si pasien ditangani sesuai prosedur penanganan pasien terjangkit Corona. Pasien akhirnya meninggal.

"Pasien mengalami infeksi pernapasan lain, bukan Corona," kata Ketua Tim Corona RSSA, dr Dedi Chandra kepada wartawan di RSSA, Kota Malang, Rabu (4/3/2020).

3. RS Sardjito Yogyakarta
Seorang pasien berusia 74 tahun yang dirawat di ruang isolasi RSUP Dr Sardjito, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meninggal dunia pada Kamis (6/4) siang. Pasien sempat mengalami demam dan sesak napas. Namun kondisinya kemudian membaik sebelum akhirnya meninggal.

"Pihak rumah sakit kemudian mengirimkan sampel untuk diuji COVID-19 dan MERS-CoV ke Litbangkes Kementerian Kesehatan. Pasien ternyata meninggal karena pneumonia bakterial. Keduanya saya sampaikan negatif, jadi ini bukan kasus Mers-Cov atau flu unta dan bukan pula kasus Coronavirus (COVID-19)," kata Plh Direktur Utama Rumah Sakit Sardjito dr Rukmono Siswishanto, di Sleman, Jumat (6/3).
https://nonton08.com/black-clover-episode-41-subtitle-indonesia/

Pegowes Naik 1.000 Persen, DKI Tambah Jalur Sepeda 'Pop Up' Sudirman-Thamrin

 Mengutip data ITDP (Institute for Transportation and Development Policy), Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebut jumlah pesepeda selama masa transisi PSBB (pembatasan sosial berskala besar) naik 1.000 persen. Jalur khusus untuk pegowes disiapkan sepanjang Jl Sudirman-Thamrin.
Jalur khusus yang dimaksud adalah 'pop up bike lane' yang berada di jalur paling kiri. Sebelumnya, jalur sepeda di kawasan ini menyatu dengan trotoar dan lebih sempit.

Pantauan detikcom, jalur tersebut diberi pembatas berupa traffic cone berwarna oranye. Sayangnya bukan cuma pesepeda yang melintasi jalur tersebut, sesekali kendaraan bermotor juga menerobos jalur 'pop up'.

Demikian pula sebaliknya, beberapa pesepeda juga ada yang 'nakal' keluar dari jalur dan membaur dengan kendaraan bermotor. Untuk diketahui, hingga saat ini car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) masih ditiadakan imbas pandemi virus Corona COVID-19.

pop up bike lane jalur sepedaPenampakan pop up bike lane di Sudirman-Thamrin Foto: Anjar Mahardhika/detikHealth
Keberadaan jalur 'pop up' sepeda di kawasan Sudirman-Thamrin mendapat tanggapan positif para pegowes. Farid (26) salah satunya, yang mengapresiasi keberadaan jalur khusus yang lebih lebar ini.

"Sebagai pengguna sepeda sih bagus banget. Tetapi para pemotor harus lebih menghargai jalur itu," katanya, ditemui detikcom, Minggu (14/6/2020).

Pendapat senada disampaikan pegowes lainnya, Abdilah (20). Menurutnya, hal ini bisa menjadi awal yang baik untuk menyadarkan masyarakat soal pentingnya bersepeda.

"Bagus sih untuk masyarakat biar lebih maju lagi. Lebih menyadarkan untuk bersepeda, karena lebih sehat serta mengurangi polusi," ucapnya.

Sejak pandemi COVID-19 (Corona), masyarakat mulai sadar akan kesehatannya. Salah satu cara mudah untuk memiliki tubuh sehat yakni dengan bersepeda.Sejak pandemi COVID-19 (Corona), masyarakat mulai sadar akan kesehatannya. Salah satu cara mudah untuk memiliki tubuh sehat yakni dengan bersepeda. 

Keduanya meminta agar fasilitas untuk pesepeda ke depan lebih diperhatikan oleh pemerintah. Jadi dapat dinikmati di seluruh Jakarta, tidak hanya di Sudirman hingga Thamrin.

Terpopuler Sepekan: Benarkah Golongan Darah O Lebih 'Kebal' Corona?

Heboh sebuah studi menyebut golongan darah O lebih aman dari infeksi Virus Corona COVID-19. Studi ini dilakukan oleh sebuah perusahaan bioteknologi 23andMe di California, Amerika Serikat.

Sebelumnya memang terdapat sebuah studi dari China yang mengatakan golongan darah A lebih rentan terinfeksi COVID-19, sedangkan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit ini.

Namun, hasil penelitian tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya, karena studi ini masihlah temuan awal. Dalam studi itu dijelaskan 206 pasien yang meninggal terkait Corona di Wuhan, 85 di antaranya memiliki golongan darah A.

Menariknya, pada studi yang dilakukan oleh perusahaan bioteknologi 23andMe juga ditemukan hasil yang sama. Dikatakan, seseorang yang memiliki golongan darah O, 9-18 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi virus Corona.

Namun, sayangnya penelitian ini juga masih dalam tahap temuan awal. Sehingga belum bisa dibuktikan kebenarannya dan membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

"Ini masih hasil awal, bahkan dengan ukuran sampel ini mungkin tidak cukup untuk menemukan asosiasi genetik. Kami pun bukan satu-satunya pihak yang meneliti hal ini. Pada akhirnya, para pakar ilmiah yang mungkin perlu mengumpulkan sumber dayanya untuk menjawab kaitan genetik dengan COVID-19 ini," kata Adam Auton, peneliti utama dalam penelitian ini, dikutip dari South China Morning Post.
https://nonton08.com/black-clover-episode-43-subtitle-indonesia/