Minggu, 14 Juni 2020

Soroti Kematian akibat DBD di Sikka, Menkes: Kita Terlalu Sibuk Urus Corona

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, akan bertolak Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka terus melonjak dan telah makan banyak korban.
"Ini sangat serius mengenai demam berdarah. Ini sudah 2,116 di NTT (Nusa Tenggara Timur). 31 (meninggal) itu banyak banget," ujar Menkes saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan, Senin (9/3/2020).

Jumlah kematian akibat DBD sejak Januari 2020 tercatat sebanyak 31 jiwa. Terbanyak di Kabupaten Sikka dengan korban meninggal 13 orang.

"Mohon doanya, Kalau ini tidak diatasi dengan baik, akan membuat hal yang tidak nyaman. Kita terlalu sibuk dengan corona. Inilah yang justru mematikan, bayangkan dalam berapa hitungan bulan dan hari," ucapnya kemudian.

Selain di Sikka, Menkes juga akan melakukan kunjungan ke daerah lain yang angka kasus penularan DBD cukup tinggi. Di musim penghujan yang identik dengan banyaknya sarang nyamuk, Menkes mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"3M itu dilakukan lah termasuk membersihkan lingkungan. Jangan sampai ada air tergenang disekitar rumahnya. Itu sudah hal yang baik untuk cegah demam berdarah," pungkasnya.

Update Corona di Indonesia 14 Juni: 38.277 Positif, 14.531 Sembuh, 2.134 Meninggal

Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Minggu (14/6/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 38.277 orang. Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 14.531 dan yang meninggal menjadi 2.134.

Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Minggu (14/6/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 857 menjadi 38.227.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 755 menjadi 14.531.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 43 menjadi 2.134.

Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.

Sebelumnya pada Sabtu (13/6/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 37.420, dengan 13.776 di antaranya sembuh dan 2.091 meninggal.

Terpopuler Sepekan: Kontroversi WHO soal OTG Jarang Tularkan Corona

Pernyataan salah satu pejabat organisasi kesehatan dunia (WHO) Maria Van Kerkhove menyebut penularan virus Corona COVID-19 pada orang tanpa gejala (OTG) tampaknya jarang terjadi. "Dari data yang kami punya, kelihatannya masih jarang OTG benar-benar menularkan ke orang lain," katanya dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Swiss, Senin lalu.
Pernyataan tersebut akhirnya menuai banyak kritik dan komentar dari para ahli. Salah satunya Dr Fauci, ahli penyakit menular di Amerika Serikat (AS) menegaskan virus Corona ibarat mimpi buruk.

"Bukti menunjukkan bahwa 25 persen hingga 45 persen orang yang terinfeksi Corona kemungkinan tidak memiliki gejala," jelas Dr Fauci pada ABC, Rabu (9/6/2020).

Kurang dari 24 jam, WHO meluruskan pernyataan tersebut. Van Kerkhove menyebut pernyataan itu bukan merupakan kebijakan WHO. Ia melontarkan pernyataan tersebut semata-mata untuk menjawab sebuah pertanyaan yang akhirnya memicu kesalahpahaman.

"Saya menggunakan istilah 'sangat jarang' dan saya pikir bahwa ada kesalahpahaman dalam menyatakan 'penularan tanpa gejala secara global adalah sangat jarang'," katanya.

"Apa yang saya rujuk adalah sebuah subset penelitian, saya juga merujuk beberapa data yang belum dipublikasikan," lanjutnya, dikutip dari Foxnews.

Namun sebenarnya ada perbedaan antara asimtomatik dan presimtomatik. Berikut penjelasannya dikutip dari CNN International.
https://nonton08.com/black-clover-episode-37-subtitle-indonesia/

Menkes Lantik Jubir Virus Corona Covid-19 Achmad Yurianto Jadi Dirjen P2P Kemenkes

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, melantik dr Achmad Yurianto sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menggantikan Anung Sugihantono yang telah pensiun dari jabatannya. Saat ini dr Yuri, sapaan akrabnya, juga ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai juru bicara Istana untuk perkembangan virus corona Covid-19.
"Kalau Covid kan tetap tugas khusus," kata dr Yuri kepada media saat dijumpai di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

Meski diberi tugas khusus oleh Presiden Jokowi, ia melihat masalah kesehatan di Indonesia masih cukup banyak yang belum terselesaikan.

"Melanjutkan. Sekarang kita Covid pasti, DBD juga. Kita masih punya masalah dengan tbc, malaria," imbuhnya.

Saat ini memang masyarakat tengah dihebohkan dengan adanya wabah virus corona yang sudah menulari enam orang WNI. Untuk itu, Kemenkes mengimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan agar tidak mudah tertular virus.

"Germas itu paling penting, tinggal bagaimana mengubah jadi sosialisasi menjadi membudayakan germas," tutupnya.

Soroti Kematian akibat DBD di Sikka, Menkes: Kita Terlalu Sibuk Urus Corona

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, akan bertolak Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka terus melonjak dan telah makan banyak korban.
"Ini sangat serius mengenai demam berdarah. Ini sudah 2,116 di NTT (Nusa Tenggara Timur). 31 (meninggal) itu banyak banget," ujar Menkes saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan, Senin (9/3/2020).

Jumlah kematian akibat DBD sejak Januari 2020 tercatat sebanyak 31 jiwa. Terbanyak di Kabupaten Sikka dengan korban meninggal 13 orang.

"Mohon doanya, Kalau ini tidak diatasi dengan baik, akan membuat hal yang tidak nyaman. Kita terlalu sibuk dengan corona. Inilah yang justru mematikan, bayangkan dalam berapa hitungan bulan dan hari," ucapnya kemudian.

Selain di Sikka, Menkes juga akan melakukan kunjungan ke daerah lain yang angka kasus penularan DBD cukup tinggi. Di musim penghujan yang identik dengan banyaknya sarang nyamuk, Menkes mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"3M itu dilakukan lah termasuk membersihkan lingkungan. Jangan sampai ada air tergenang disekitar rumahnya. Itu sudah hal yang baik untuk cegah demam berdarah," pungkasnya.

Update Corona di Indonesia 14 Juni: 38.277 Positif, 14.531 Sembuh, 2.134 Meninggal

Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Minggu (14/6/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 38.277 orang. Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 14.531 dan yang meninggal menjadi 2.134.

Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Minggu (14/6/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 857 menjadi 38.227.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 755 menjadi 14.531.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 43 menjadi 2.134.

Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.

Sebelumnya pada Sabtu (13/6/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 37.420, dengan 13.776 di antaranya sembuh dan 2.091 meninggal.
https://nonton08.com/black-clover-episode-39-subtitle-indonesia/