Sabtu, 13 Juni 2020

Ilmuwan China Sebut Temperatur Hangat Lemahkan Virus Corona COVID-19

Sebuah penelitian mengatakan penyebaran virus corona COVID-19 sangat berkaitan dengan suhu udara lingkungan. Hal ini disebut serupa dengan penyebaran virus lainnya, seperti patogen penyebab influenza.
"Suhu dapat secara signifikan mengubah transmisi COVID-19, dan mungkin ada suhu tertentu yang bisa mempercepat bahkan memperlambat penularan virus tersebut," tulis penelitian yang dilakukan di Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China Selatan.

Berdasarkan penelitian tersebut, virus corona COVID-19 ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi, hingga mencegahnya berkembang di negara yang lebih hangat. Sebaliknya, jika di negara yang suhunya rendah, virus itu akan lebih cepat menyebar.

Sebuah analisis menunjukkan, kasus bisa meningkat di negara dengan suhu rata-rata 8,72 derajat celcius. Hal itu bisa jadi salah satu faktor yang menyebabkan virus corona bisa menyebar begitu cepat di Kota Wuhan, China, tempat pertama kalinya virus itu terdeteksi.

Hal ini juga selaras dengan pendapat dari asisten direktur Center for Infectious Diseases Research di American University of Beirut, Hassan Zaraket. Ia mengatakan, coronavirus akan lebih stabil jika di cuaca hangat dan lembab, sehingga penularannya berkurang.

"Kami masih belajar tentang virus ini. Saat suhu memanas, stabilitas virus akan menurun. Jika itu benar-benar terjadi, mungkin kita dapat memutus rantai penularannya," jelasnya yang dikutip dari South China Morning Post.

Namun, direktur eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mike Ryan, menyarankan untuk tidak langsung percaya begitu saja.

"Kita tidak bisa begitu saja percaya dengan itu, karena belum ada bukti yang kuat untuk membuktikannya," tegasnya.

Melonjak! Pasien Positif Corona di Wilayah RI Jadi 19 Orang

 Pemerintah mengumumkan lonjakan jumlah pasien positif virus Corona di wilayah Indonesia. Kini, Pemerintah mengumumkan ada 19 pasien yang positif virus Corona.
"Kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 19," kata Jubir Pemerintah untuk urusan virus Corona, Achmad Yurianto, kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Senin (9/3/2020).

Dari 19 kasus, dua pasien di antaranya adalah Warga Negara Asing. Sementara kasus penularan juga ada yang merupakan imported case, atau pasien yang masuk ke wilayah RI namun tertular virus Corona di luar negeri.

Ada 7 WNI yang Sembuh dari Virus Corona COVID-19, Ini Rinciannya

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut hingga saat ini ada 12 kasus WNI positif virus corona di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 7 di antaranya dinyatakan sembuh.
Di dalam negeri, sejauh ini ada 6 kasus positif. Kasus 1-5 saling terhubung dalam satu kluster, sedangkan pasien 6 merupakan kasus imported yang menimpa salah seorang ABK.

"Hari ini dari hasil (pemeriksaan). 2 kasus positif. Yang pertama kasus 5 laki-laki 55 tahun. Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari kasus kluster Jakarta. Yang tadi kita lakukan suspect bahwa yang bersangkutan confirm positif Covid-19," kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Minggu (8/3/2020).

Berikut daftar 7 WNI positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh:

1. 6 WNI di Diamond Princess Jepang
Mengutip CNN, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut 12 Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif virus corona COVID-19 di luar negeri, 7 di antaranya sembuh. Dari 7 kasus yang sembuh tersebut, enam di antaranya terjadi pada kasus yang menimpa WNI di Jepang.

Dari 6 kasus yang dimaksud, 4 di antaranya sebagai berikut:

- 1 WNI pulang bersama rombongan besar ke RI diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI.
- 1 WNI diobservasi di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Cikarang, Bekasi.
- 2 WNI proses pulang ke RI, akan diobservasi di Bapelkes, Cikarang, Bekasi.

2. 1 WNI di Singapura
Terjadi pada seorang WNI pekerja migran (44) yang tertular virus corona COVID-19 dari majikannya yang merupakan pemilik toko. Ia menjadi pasien ke-21 yang saat ini sudah dinyatakan sembuh.
https://nonton08.com/black-clover-episode-36-subtitle-indonesia/

Catat 4 Tips Agar Tetap Sehat Saat Libur Akhir Pekan

 Akhir pekan memang waktu paling tepat dimanfaatkan untuk bersantai atau berkumpul bersama keluarga. Hari libur tersebut pun dihabiskan dengan berbagai cara, dari menonton film atau drama di rumah hingga wisata kuliner.
Meski terasa menyenangkan, kegiatan di akhir pekan kadang membuat tubuh menjadi kurang prima ketika kembali beraktivitas. Nah, bagi kamu yang ingin tetap menjaga kesehatan, lakukan 4 tips ini agar weekend kamu terencana dengan baik seperti yang dirangkum detikcom dari berbagai sumber. Apa saja itu?

1. Banyak bergerak
Lelah bekerja di keseharian membuat banyak orang ingin bersantai saja saat weekend tiba. Hal tersebut tentu tidak ada salahnya. Namun agar tubuh sehat, pastikan pula bila badan tetap banyak bergerak. Misalnya dengan berolahraga dan membereskan atau membersihkan rumah.

2. Cerdas memilih makanan
Jika kamu berencana untuk makan malam di luar, pilihlah menu yang kaya akan protein, seperti ayam atau ikan. Agar tak banyak mengandung lemak jenuh sebaiknya diolah dengan cara dipanggang. Tapi ingat, tidak perlu ditambahkan saus maupun dressing.

3. Minum air lebih banyak
Saat bekerja, mungkin kita selalu ingat minum air karena selalu tersedia di atas meja. Namun, ketika akhir pekan bersama keluarga ataupun teman, tak sedikit dari kita yang minum minuman manis. Supaya tubuh tidak kekurangan cairan, tetaplah minum banyak air putih. Kalau perlu bawalah minum saat bepergian.

4. Jangan habiskan waktu di tempat tidur
Meski hari libur, namun bukan berarti kamu harus menghabiskannya untuk bermalas-malasan sepanjang hari di tempat tidur. Mulailah hari dengan bangun pagi, namun dalam suasana yang berbeda karena tidak akan masuk kerja.

Nikmati sarapan dengan tenang dan tidak terburu-buru atau bahkan kamu berulang kali memandang jam tangan pada saat melakukannya. Nikmati juga udara pagi yang segar dan habiskan pagi hari dengan menyenangkan bersama keluarga.

Ilmuwan China Sebut Temperatur Hangat Lemahkan Virus Corona COVID-19

Sebuah penelitian mengatakan penyebaran virus corona COVID-19 sangat berkaitan dengan suhu udara lingkungan. Hal ini disebut serupa dengan penyebaran virus lainnya, seperti patogen penyebab influenza.
"Suhu dapat secara signifikan mengubah transmisi COVID-19, dan mungkin ada suhu tertentu yang bisa mempercepat bahkan memperlambat penularan virus tersebut," tulis penelitian yang dilakukan di Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China Selatan.

Berdasarkan penelitian tersebut, virus corona COVID-19 ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi, hingga mencegahnya berkembang di negara yang lebih hangat. Sebaliknya, jika di negara yang suhunya rendah, virus itu akan lebih cepat menyebar.

Sebuah analisis menunjukkan, kasus bisa meningkat di negara dengan suhu rata-rata 8,72 derajat celcius. Hal itu bisa jadi salah satu faktor yang menyebabkan virus corona bisa menyebar begitu cepat di Kota Wuhan, China, tempat pertama kalinya virus itu terdeteksi.

Hal ini juga selaras dengan pendapat dari asisten direktur Center for Infectious Diseases Research di American University of Beirut, Hassan Zaraket. Ia mengatakan, coronavirus akan lebih stabil jika di cuaca hangat dan lembab, sehingga penularannya berkurang.

"Kami masih belajar tentang virus ini. Saat suhu memanas, stabilitas virus akan menurun. Jika itu benar-benar terjadi, mungkin kita dapat memutus rantai penularannya," jelasnya yang dikutip dari South China Morning Post.

Namun, direktur eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mike Ryan, menyarankan untuk tidak langsung percaya begitu saja.

"Kita tidak bisa begitu saja percaya dengan itu, karena belum ada bukti yang kuat untuk membuktikannya," tegasnya.
https://nonton08.com/black-clover-episode-38-subtitle-indonesia/