Sabtu, 13 Juni 2020

Pemula Ingin Bike to Work? Ini 4 Tips Beli Sepeda Sesuai Kebutuhan

 Sejumlah wilayah di Indonesia mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Aktivitas perkantoran, bisnis, dan pusat perbelanjaan akan kembali dibuka dalam waktu dekat.
Dengan berlakunya new normal tersebut, sebagian orang mungkin akan berpikir dua kali untuk menggunakan transportasi umum. Kemungkinan padatnya penumpang dikhawatirkan akan menjadi tempat penularan virus Corona COVID-19.

Sebagian orang mungkin akan beralih ke sepeda. Bagi yang jarak tempuh menuju tempat kerjanya tidak terlalu jauh, bersepeda akan meminimalkan kontak dengan banyak orang, yang mungkin saja berpotensi saling menularkan virus.

"Bersepeda jauh lebih aman dibanding dengan angkutan umum," ujar Ketua Komunitas Bike To Work (B2W) Indonesia, Poetoet Soedarjanto kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Berikut tips-tips beli sepeda untuk pemula biar nggak salah pilih sepeda bagi pemula.

1. Keperluan bersepeda
Dijelaskan oleh Poetoet, persyaratan yang paling mendasar bagi pemula yang akan membeli sepeda adalah kegunaan sepeda tersebut. Untuk apa sepeda dipakai dan tujuannya untuk apa. Apakah sebagai mobilitas atau sepeda digunakan sebagai alat olahraga.

"Pada prinsipnya, sepeda dipakai pada dua aktivitas atau dua tujuan, apakah itu untuk sport atau untuk transportasi," ujar Poetoet kepada detikcom, Kamis (11/6/2020).

Poetoet mengatakan, jika kegunaan sepeda sebagai transportasi, semua jenis sepeda yang digunakan bisa saja.

"Untuk olahraga atau untuk mobilitas. Kalau untuk mobilitas, pada dasarnya semua jenis sepeda apapun bisa," kata Poetoet.

"Kalau untuk sport, nah ini harus dipilah lagi, olahraganya ini di level ringan, sedang, atau level berat," pungkasnya.

2. Rute jalanan yang dilewati
Poetoet mengatakan, rute jalanan yang dilewati dari rumah ke kantor menjadi hal yang penting untuk jadi bahan pertimbangan. Apakah rute jalan relatif baik atau lebih banyak tidaknya? Atau kondisi jalan banyak lubang.

"Kalo rute yang saya lewati itu tidak enak untuk bersepeda, kalo pakai sepeda balap. Tapi akan sangat enak kalau aku pakai sepedanya MTB (sepeda gunung). Tapi bukan berarti tidak bisa pake sepeda balap, bisa, tetapi tidak senyaman pakai sepeda MTB," kata Poetoet.


"Kalau misal rute yang dilewati bagus dan jalan menuju kantor bisa ditempuh. tapi terkadang ada meeting juga sesekali keluar. Maka sepeda yang bisa dipilih adalah sepeda lipat," tambahnya.

3. Siapa saja yang menggunakan
Selain kita pribadi, apakah ada orang lain yang menggunakan? Mungkin bisa anak kita, istri atau suami. Itu perlu menjadi pertimbangan.

Poetoet menyarankan, jika sepeda dipakai oleh banyak orang, sepeda lipat adalah pilihannya.

"Ini kan ibarat sepeda itu kayak pakaian, kalau kedodoran atau kesempitan itu kan kurang nyaman. Kalau dipakai sebentar mah gapapa tapi kalau dipakai puluhan kilometer sehari kan nggak enak," kata Poetoet.

4. Ukuran sepeda
Untuk mendapatkan ukuran sepeda yang tepat, hal yang paling umum dilakukan adalah dengan mengacu pada tinggi badan seseorang. Artinya, ukuran sepeda yang digunakan oleh orang dengan postur yang kecil maka akan berbeda dengan mereka yang memiliki postur tubuh yang tinggi.

"Jadi memang sebaiknya harus sesuai ukuran tubuh kita tapi sekali lagi jangan dipusingkan dengan hal-hal seribet itu. Sebelum betul-betul sepeda menjadi bagian dari hidup supaya nanti tidak menyesal beli," kata Poetoet.
https://nonton08.com/black-clover-episode-33-subtitle-indonesia/

Studi: Pakai Masker Cara Terbaik untuk Tekan Penularan Corona

Sebuah tim peneliti di Texas dan California membandingkan tingkat infeksi COVID-19 di Italia dan New York sebelum dan sesudah diberlakukannya kewajiban mengenakan masker. Dalam studi yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences ini terlihat tingkat infeksi cenderung menurun setelah pemakaian masker diwajibkan.
Peneliti menghitung bahwa memakai masker mencegah lebih dari 78 ribu infeksi di Italia pada 6 April hingga 9 Mei dan lebih dari 66 ribu penularan di New York pada 17 April hingga 9 Mei.

"Memakai masker wajah di tempat umum adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penularan antar manusia dan praktik yang tidak mahal ini tentu harus dibarengi dengan penerapan jarak sosial, pelacakan kontak dan karantina bagi yang terinfeksi," tulis para peneliti dikutip dari CNN International.

"Ini adalah cara bertempur yang paling memungkinkan untuk melawan COVID-19 sebelum vaksin ditemukan," lanjutnya.

Para peneliti mengukur efektivitas berbagai strategi untuk menghentikan penyebaran infeksi. Untuk menentukan metode utama penularan, mereka menganalisis tren tingkat infeksi di tiga pusat pandemi yakni Wuhan, Italia, dan New York.

Mereka melihat langkah-langkah mitigasi yang digunakan di lokasi tersebut seperti karantina, lockdown, pelacakan kontak, penerapan jarak sosial dan kewajiban mengenakan masker. Para peneliti kemudian membandingkan waktu tindakan itu dilakukan. Di China, semua tindakan diberlakukan pada saat yang sama. Sebaliknya, langkah-langkah mitigasi diberlakukan pada waktu yang berbeda di Italia dan New York.

Hal tersebut memungkinkan peneliti untuk menilai efektivitas dari kebijakan tersebut. Mereka kemudian menemukan tingkat penularan di Italia dan New York melambat setelah adanya kebijakan mewajibkan penggunaan masker, bukan setelah karantina wilayah diberlakukan baik di Italia dan New York.

"Masker mencegah penularan melalui udara dengan menghalangi masuknya partikel aerosol dan transmisi kontak dengan membatasi penumpahan droplet penyebab virus," jelas peneliti.

"Di sisi lain, jarak sosial, karantina, dan isolasi, dalam hubungannya dengan sanitasi tangan, meminimalkan transmisi kontak (langsung dan tidak langsung) tentu melindungi, tetapi tidak terhadap transmisi udara," pungkasnya.

Pemula Ingin Bike to Work? Ini 4 Tips Beli Sepeda Sesuai Kebutuhan

 Sejumlah wilayah di Indonesia mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Aktivitas perkantoran, bisnis, dan pusat perbelanjaan akan kembali dibuka dalam waktu dekat.
Dengan berlakunya new normal tersebut, sebagian orang mungkin akan berpikir dua kali untuk menggunakan transportasi umum. Kemungkinan padatnya penumpang dikhawatirkan akan menjadi tempat penularan virus Corona COVID-19.

Sebagian orang mungkin akan beralih ke sepeda. Bagi yang jarak tempuh menuju tempat kerjanya tidak terlalu jauh, bersepeda akan meminimalkan kontak dengan banyak orang, yang mungkin saja berpotensi saling menularkan virus.

"Bersepeda jauh lebih aman dibanding dengan angkutan umum," ujar Ketua Komunitas Bike To Work (B2W) Indonesia, Poetoet Soedarjanto kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Berikut tips-tips beli sepeda untuk pemula biar nggak salah pilih sepeda bagi pemula.

1. Keperluan bersepeda
Dijelaskan oleh Poetoet, persyaratan yang paling mendasar bagi pemula yang akan membeli sepeda adalah kegunaan sepeda tersebut. Untuk apa sepeda dipakai dan tujuannya untuk apa. Apakah sebagai mobilitas atau sepeda digunakan sebagai alat olahraga.

"Pada prinsipnya, sepeda dipakai pada dua aktivitas atau dua tujuan, apakah itu untuk sport atau untuk transportasi," ujar Poetoet kepada detikcom, Kamis (11/6/2020).

Poetoet mengatakan, jika kegunaan sepeda sebagai transportasi, semua jenis sepeda yang digunakan bisa saja.

"Untuk olahraga atau untuk mobilitas. Kalau untuk mobilitas, pada dasarnya semua jenis sepeda apapun bisa," kata Poetoet.

"Kalau untuk sport, nah ini harus dipilah lagi, olahraganya ini di level ringan, sedang, atau level berat," pungkasnya.
https://nonton08.com/black-clover-episode-35-subtitle-indonesia/