Jumat, 12 Juni 2020

5 Ilmuwan Perempuan Muslim yang Mengubah Dunia

Kata siapa gender atau hal lainnya mempengaruhi seseorang untuk berkarya? Para ilmuwan Muslim wanita ini adalah contohnya, mereka berhasil menorehkan catatan menginspirasi bagi para perempuan supaya berani menggapai mimpi.
Siapa saja mereka dan seperti apa peran yang mereka jalani untuk memberikan sumbangsih ilmu? Berikut ini dirangkum detikINET dari berbagai sumber:

1. Mariam Al-Ijliya

Mariam Al-Ijliya adalah seorang astronom dari abad ke-10. Karyanya yang terkenal ialah astrolabe (alat pemburu bintang). Secara historis digunakan oleh para astronom dan navigator untuk mengukur ketinggian di atas cakrawala benda langit, siang dan malam, serta dapat digunakan untuk mengidentifikasi bintang atau planet.

2. Sutayta al-Mahamali

Sutayta merupakan seorang ahli aritmatika abad ke-10 yang diajar dan dibimbing oleh beberapa ulama termasuk ayahnya.

Meski begitu, ia tidak berspesialisasi hanya dalam satu mata pelajaran tetapi unggul dalam banyak bidang seperti sastra Arab dan hadist. Dikatakan juga wanita ini menunjukkan bakat dalam aljabar.

3. Rufaida Al-Aslamia

Ialah sosok perawat wanita Muslim pertama, sekaligus dokter bedah pertama dalam dunia Islam. Dia merupakan kaum Anshor yang diperkirakan lahir pada 570 Masehi dan tumbuh besar di Madinah, Arab Saudi. Ayahnya, Saad Al Aslami adalah seorang dokter.

Wanita tangguh ini turut serta dalam Perang Badar sebagai perawat, serta beberapa peperangan lainnya seperti Perang Uhud, Khandaq dan Khaibar. Keikutsertaannya dalam perang ini setelah meminta izin terlebih dahulu kepada Nabi Muhammad SAW.

Kehebatannya menonjol ketika Perang Khandaq, Saad bin Muaath terluka cukup serius. Nabi Muhammad SAW pun meminta Rufaida untuk mengobatinya di rumah sakit dalam tenda yang telah disiapkan. Wanita itu berhasil mengobatinya hingga sembuh.

4. Profesor Bina Shaheen Siddiqui

Ilmuwan Islam yang satu ini adalah pemilik gelar PhD dari Karachi University Pakistan tahun 2001. Ia merupakan salah satu pendiri Third World Organization for Women in Science. Tak hanya itu, ia memiliki 12 paten yang di dalamnya termasuk konstituen antikanker.

5. Profesor Nesreen Ghaddar

Nesreen Ghaddar termasuk insinyur mesin asal Lebanon yang dipuja banyak orang. Dia adalah profesor teknik mesin di American University of Beirut dan juga editor Journal of Applied Mechanics, Islamic World Academy of Sciences.

Tak sampai di situ, ia menyandang gelar PhD dari MIT dan di tahun 1984 mendapat penghargaan paper terbaik dalam bidang termofisika dari American Institute of Aeronautics and Astronautics.

Jamur Ajaib yang Dipakai LIPI Untuk Lawan COVID-19

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menguji sebuah jamur untuk immunomodulator melawan COVID-19. Bukan jamur sembarangan, ini jamur ajaib.

LIPI dalam 2 minggu ke depan sedang menguji 2 herbal sebagai immunomodulator melawan virus Corona. 90 Pasien dicoba diberikan rimpang jahe merah dan jamur Cordyceps militaris untuk menguatkan daya tahan tubuh mereka.

Nah, jamur Cordyceps militaris bukan herbal sembarangan lho. Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Jumat (12/6/2020) jamur Cordyceps disebut memiliki kekuatan untuk memperbaiki sejumlah masalah kesehatan.

Dilansir dari Scientific American, Cordyceps telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional China dan Tibet. Jamur ini dipakai untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti gangguan pernapasan, hingga menjaga daya tahan tubuh.

Ada sekitar 400 spesies Cordyceps dan banyak senyawa aktif biologis yang berbeda. Tetapi yang paling umum digunakan dalam pengobatan adalah Cordyceps sinensis dan Cordyceps militaris.

Kedua jamur tersebut berbeda tempat serta cara pengembangbiakannya dan mempengaruhi kandungan komponen keduanya. Cordyceps militaris telah terbukti memiliki beberapa jumlah senyawa bioaktif yang lebih tinggi daripada Cordyceps sinensis.

Cordyceps militaris, dapat digunakan untuk stamina tubuh baik secara keseluruhan organ tubuh maupun organ vital. Beberapa penelitian menunjukkan jamur ini dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan mengobati gangguan pernapasan. Kemampuannya memang cocok untuk dicobakan melawan COVID-19.

Dalam salah satu jurnal internasional, terdapat penelitian pada manusia yang menunjukkan meningkatnya performa setelah mengonsumsi jamur tersebut, bahkan pada usia lanjut yang asupan oksigennya biasanya sudah terbatas. Dengan menguatnya sistem jantung dan pernapasan, maka oksigen ke darah, oksigen ke otot dan ekstraksi oksigen dari darah untuk menjadi Adenosine Tri-Phosphate (ATP) akan lebih mudah dan lancar.

Jamur ini mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam amino esensial, peptida, vitamin (B1, B2, B12, E, K), asam lemak, dan mineral serta zat aktif cordycepin dan adenosine. Zat cordycepin merupakan komponen bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan untuk meningkatkan imunitas.

Pelabuhan Kijing di Kalbar Ditargetkan Operasi Akhir Tahun

Terminal (Pelabuhan) Kijing diperkirakan bakal bisa beroperasi pada akhir tahun ini. Sebab progres fisik pembangunan pelabuhan yang masuk proyek strategis nasional dan dilaksanakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini sudah mencapai 60% hingga akhir Mei dan ditargetkan selesai pada November 2020. Terminal Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Pulau Kalimantan. Sebab keberadaannya akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mempawah, sehingga akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Menurut Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut, Subagiyo, pembangunan Terminal Kijing telah dimulai sejak tahun 2018 yang diawali dengan ditandatanganinya perjanjian Konsesi Pembangunan dan Pengusahaan Terminal Kijing antara Kementerian Perhubungan dan PT. Pelabuhan Indonesia II (persero) pada bulan Juli 2018.

Ruang lingkup dari perjanjian konsesi ini meliputi pemberian hak kepada PT. Pelabuhan Indonesia II (persero)/IPC untuk melakukan pembangunan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan dengan jangka waktu perjanjian konsesi selama 69 tahun.

"Terminal Kijing merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak dan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan tujuan untuk mengantisipasi dan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Pontianak," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).

"Mengingat kondisi Pelabuhan Pontianak yang ada saat ini sulit untuk dikembangkan khususnya dalam melayani kapal yang lebih besar dikarenakan kendala teknis berupa kedalaman alur yang dangkal dan sedimentasi yang tinggi," sambung Subagiyo.

Menurut Subagiyo, meskipun beberapa bulan terakhir Indonesia masih dilanda wabah pandemi COVID-19, tetapi pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk pembangunan Terminal Kijing terus berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Pembangunan Terminal Kijing yang dilaksanakan oleh PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) ini dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama total investasi pembangunan adalah sebesar Rp 14,45 triliun dan ditargetkan akan mulai beroperasi sebagian pada akhir tahun 2020.

"Adapun rencana pembangunan Kijing ini meliputi pembangunan sisi laut (offshore) dan pembangunan sisi darat (onshore) yang berada di dalam lahan seluas 200 hektare tersambung oleh trestle sepanjang 3,5 km," kata Subagiyo.

Subagiyo juga menjelaskan beberapa fasilitas yang akan dibangun di Terminal Kijing ini nantinya meliputi empat zona, yaitu Zona Petikemas dengan total kapasitas 1.950.000 Teus/tahun (Tahap I : 950 Teus/tahun dan Tahap II: 1.000.000 Teus/tahun), Zona Curah Cair dengan total kapasitas sebesar 12.180.000 ton/tahun (Tahap I: 8.340.000 ton/tahun dan Tahap II: 3.840.000 ton/tahun), Zona Kering dengan total kapasitas sebesar 15.000.000 ton/tahun, dan Zona Multipurpose dengan total kapasitas sebesar 1.000.000 ton/tahun (Tahap I: 500.000 Ton/Tahun, Tahap II: 500.000 Ton/Tahun).

Sedangkan pada tahap pertama (Tahap Inisial), lanjut Subagiyo, beberapa fasilitas yang dibangun antara meliputi lapangan Terminal Petikemas ukuran 1.000 m x 100 m, lapangan sisi darat seluar 13, 8 hektare, trestle ukuran 3.450 x 19,8 m, dengan estimasi kapasitas pada terminal petikemas sebanyak 500.000 Teus dan estimasi kapasitas Terminal Multipurpose sebanyak 500.000 ton.

"Saat ini, berdasarkan laporan pelaksanaan progres pekerjaan dari PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) pelaksanaan pembangunan fisik konstruksi Terminal Kijing hingga akhir Mei 2020 telah mencapai sekitar 60% dan ditargetkan akan selesai pada pada bulan November 2020. Dengan demikian sebagian dari pembangunan Terminal Kijing ini akan bisa beroperasi pada Akhir tahun 2020," kata Subagiyo.

Kat Subagiyo, dengan beroperasinya Terminal Kijing ini, ke depan diharapkan akan meningkatkan kuantitas, kualitas serta efisiensi pengelolaan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan khususnya di wilayah di Kalimantan Barat.

"Selain itu, dengan dibangunnya Terminal Kijing diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar-pulau di Indonesia dalam rangka menekan biaya logistik serta sebagai salah satu dari beberapa Pelabuhan yang menjadi komponen program tol laut," tutup Subagiyo.