Kamis, 07 Mei 2020

Ilmuwan: 50% Kasus COVID-19 Disebabkan Faktor Genetik

Kebanyakan ilmuwan percaya bahwa gen memainkan peran terhadap respon seseorang kepada infeksi. Baru-baru ini, Prof Tim Spector, Head of Twin Research and Genetic Epidemiology di King's College London dan tim menyebutkan ada kemungkinan 50% COVID-19 disebabkan faktor genetik.
Namun Spector mengatakan masih banyak penelitian lebih lanjut yang diperlukan untuk memahami gen mana yang terlibat, sebagaimana melansir The Guardian.

"Kami tidak tahu apakah ada gen yang terkait dengan reseptor atau gen yang terkait dengan bagaimana infeksi muncul," katanya.

Kasus kembar identik Katy dan Emma Davis (37) yang meninggal di rumah sakit umum Southampton bulan lalu sebelumnya pernah ramai dibahas. Para saudari, yang hidup bersama, memiliki masalah kesehatan mendasar dan telah sakit selama beberapa waktu sebelum mereka tertular virus.

Sepasang orang kembar lainnya, Eleanor Andrews dan saudara perempuannya Eileen (66) meninggal awal bulan ini. Mereka juga hidup bersama dan memiliki kondisi kesehatan yang mendasari.

"Kematian-kematian ini mengingatkan orang akan fakta bahwa ini bisa saja genetik, tetapi ketika orang hidup bersama mereka juga memiliki lingkungan yang sama," ucapnya.

Dengan kata lain, kembar yang hidup bersama cenderung memiliki gaya hidup dan perilaku yang sama, dari kebiasaan diet dan olahraga hingga seberapa cepat mereka mencari perawatan medis. Namun bukan berarti dapat disimpulkan bahwa orang kembar menjadi kurang sehat dibandingkan orang lain.

Marcus Munafo, profesor psikiatri biologis di Bristol University, mengatakan hal senada. Menurutnya, laporan kematian kembar harus ditafsirkan dengan hati-hati.

"Ketika saudara kembar atau saudara kandung meninggal secara tragis dengan COVID-19 yang menarik perhatian kita, itu tidak berarti ada alasan khusus untuk berpikir bahwa saudara kembar atau saudara kandung memiliki risiko yang lebih besar," tegasnya.

Sebaran 338 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 7 Mei

Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Saat ini sebanyak 338 kasus baru positif sehingga total ada 12.776 kasus. Hingga Kamis (7/5/2020) ada sebanyak 2.381 sembuh, dan 930 meninggal dunia.
"Dari hasil pemeriksaan tersebut, kita mendapatkan kasus konfirmasi positif bertambah 338, totalnya menjadi 12.776 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Kamis (7/5/2020).

Sebaran 338 kasus baru positif virus Corona COVID-19 sebagai berikut:

Bali 10

Banten 8

DI Yogyakarta 15

DKI Jakarta 85

Jawa Barat 61

Jawa Tengah 13

Jawa Timur 46

Kalimantan Barat 5

Kalimantan Tengah 2

Kalimantan Selatan 13

Nusa Tenggara Barat 11

Sumatera Selatan 17

Sumatera Barat 14

Sumatera Utara 1

Sulawesi Selatan 19

Sulawesi Tengah 5

Riau 5

Papua 4

Gorontalo 4

Nekat Kemping di Pulau Disney yang Ditutup, Pria Ini Ditangkap

 Taman hiburan Disney World sedang tutup karena pandemi Corona. Namun seorang pria malah nekat kemping di salah satu pulau properti Disney yang ditutup untuk publik.

Dirangkum detikcom, seorang pria berusia 42 tahun bernama Richard McGuire ditangkap Deputi Orange County Sheriff pada hari Kamis lalu. Dia tertangkap sedang kemping di Disney's Discovery Island, salah satu pulau yang ditutup untuk umum.

Pria ini mengatakan bahwa dia tidak tahu bahwa banyak petugas yang berkeliling pulau, naik perahu dan juga dengan helikopter mencari dia di pulau pribadi ini. karena dia tertidur di dalam sebuah gedung.

Dia juga mengaku kepada deputi bahwa dia tidak mengetahui telah masuk ke dalam area terlarang, meskipun sudah banyak tanda 'dilarang masuk tanpa izin'.

Diakui juga, dia telah ada di pulau itu semenjak hari Senin dan merencanakan akan berkemah selama 1 minggu di properti Disney tersebut. Kepada polisi dia menyebutkan bahwa serasa berada di surga tropis saat di pulau ini.

Berdasarkan laporan keamanan Disney, mereka melihat McGuire menggunakan kapal perusahaan masuk ke pulau itu. Padahal telah banyak tanda dilarang masuk, namun McGuire tetap masuk ke kawasan tersebut.

Akhirnya McGuire ditangkap atas tuduhan masuk tanpa izin. Perlu kamu ketahui bahwa Discovery Island yang berada di Bay Lake, Florida ini telah ditutup secara misterius untuk umum semenjak tahun 1999.

Selain itu, tempat hiburan milik Disney lainnya, seperti Disneyland di California dan Walt Disney World resort di Florida juga sudah tutup sejak virus Corona mewabah di Amerika Serikat. Belum ada keputusan kapan taman hiburan milik Disney akan dibuka lagi.

Deretan Negara yang Mulai Normal Usai Diterpa COVID-19

Di tengah pandemi COVID-19 yang melanda berbagai belahan dunia, sejumlah negara berhasil bangkit dari keterpurukan dan mulai beraktivitas seperti semula. Walaupun tidak bisa sepenuhnya kembali normal, setidaknya warga di negara ini sudah atau akan segara mendapatkan kelonggaran.
Dirangkum detikINET, berikut ini negara-negara yang menuai pujian banyak orang karena keberhasilannya mengendalikan penyebaran virus Corona.

1. Vietnam
Vietnam banyak dipuji karena respons pemerintah dan masyarakatnya yang disiplin melawan ancaman penyebaran COVID-19, sekalipun negara ini berbatasan langsung dengan China daratan. Semua dilakukan dengan kerjasama yang baik sehingga berbuah manis.

Pemerintah Vietnam sigap dalam melakukan pencegahan lewat aturan ketat, penyemprotan disinfektan, dan mendirikan fasilitas penanganan darurat COVID-19 di daerah perumahan dalam upaya deteksi dini infeksi. Warganya pun taat aturan sehingga kini sudah dapat beraktivitas normal meski masih menerapkan social distancing.

2. Korea Selatan
Sebagian wilayah Korea Selatan tampak normal kembali usai wabah Corona mereda dan warga mulai beraktivitas setelah pembatasan sosial dilonggarkan. Setidaknya hal ini terlihat dengan mulai normalnya orang mengunjungi tempat umum seperti Museum Nasional Korea di Seoul yang kembali dibuka pada Rabu (6/4).

"Banyak rekan kami juga kembali bekerja hari ini, jadi kami sangat gembira dengan pembukaan kembali, kami sangat bahagia," kata juru bicara museum Lee Hyun-ju, dikutip dari AFP.

3. China
Virus Corona sudah mulai terkendali, sejumlah pekerja di China sudah mulai kembali berkantor. Meski begitu, jam kerja mereka dikurangi bahkan gaji juga berkurang menurut laporan dari BBC.
Sementara itu, sekolah sudah mulai dilanjutkan pada pertengahan Maret silam. Akan tetapi, pencegahan penularan dilakukan dengan pengecekan suhu, penggunaan masker, dan social distancing. Terlihat dari foto yang tersebar di jagat maya, anak-anak duduk dengan jarak dari satu meja ke meja. Bahkan anak SD di China menggunakan topi yang dilengkapi benda sepanjang 1 meter untuk menerapkan social distancing lebih efektif.

4. Australia
Negeri Kanguru ini termasuk daftar negara yang berhasil menangani penyebaran COVID-19. Pelonggaran pun akan diterapkan.

Namun berdasarkan survei kepada 2.225 orang yang dilakukan Vox Pop Labs bekerja sama dengan ABC menunjukkan, 40% responden mengaku merasa keadaan baru bisa kembali normal setidaknya masih 12 bulan lagi. Survei juga menyimpulkan, hanya 12% warga yang akan menghadiri acara dengan kerumunan banyak orang.

Ilmuwan: 50% Kasus COVID-19 Disebabkan Faktor Genetik

Kebanyakan ilmuwan percaya bahwa gen memainkan peran terhadap respon seseorang kepada infeksi. Baru-baru ini, Prof Tim Spector, Head of Twin Research and Genetic Epidemiology di King's College London dan tim menyebutkan ada kemungkinan 50% COVID-19 disebabkan faktor genetik.
Namun Spector mengatakan masih banyak penelitian lebih lanjut yang diperlukan untuk memahami gen mana yang terlibat, sebagaimana melansir The Guardian.

"Kami tidak tahu apakah ada gen yang terkait dengan reseptor atau gen yang terkait dengan bagaimana infeksi muncul," katanya.

Kasus kembar identik Katy dan Emma Davis (37) yang meninggal di rumah sakit umum Southampton bulan lalu sebelumnya pernah ramai dibahas. Para saudari, yang hidup bersama, memiliki masalah kesehatan mendasar dan telah sakit selama beberapa waktu sebelum mereka tertular virus.

Sepasang orang kembar lainnya, Eleanor Andrews dan saudara perempuannya Eileen (66) meninggal awal bulan ini. Mereka juga hidup bersama dan memiliki kondisi kesehatan yang mendasari.