Sabtu, 11 April 2020

Kandidat Obat Corona, Hidroksiklorokuin Diuji ke Manusia, Hasilnya?

 National Institute of Health (NIH) di Amerika Serikat, mulai menguji secara klinis kandidat obat untuk pasien corona yakni hydroxychloroquine (hidroksiklorokuin), kepada manusia pekan ini.

Mengutip Medical Daily, NIH menguji hydroxychloroquine dimulai dengan melibatkan peserta yang terdaftar di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat.

Sekitar 500 orang dewasa yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 atau di unit gawat darurat juga menjadi partisipan uji klinis.

Selama uji coba, beberapa pasien akan diobati dengan hydroxychloroquine sementara yang lain tidak. Namun, semua peserta dalam penelitian ini akan menerima perawatan klinis sesuai indikasi untuk kondisi mereka.

Hydroxychloroquine disebut-sebut berpotensi menjadi obat untuk COVID-19 tetapi efektivitasnya masih menjadi perdebatan para ahli kesehatan.

Beberapa ahli memperingatkan masih terlalu dini untuk memutuskan obat malaria ini pilihan yang manjur untuk pasien COVID-19.

Studi pendahuluan menunjukkan obat ini melindungi sel-sel dari virus. Percobaan klinis pada manusia dilakukan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitasnya dalam merawat pasien virus corona.

“Obat ini telah menunjukkan aktivitas antivirus, kemampuan untuk memodifikasi aktivitas sistem kekebalan tubuh, dan memiliki profil keamanan pada dosis yang sesuai, yang mengarah pada hipotesis obat ini juga berguna dalam pengobatan COVID-19,” kata pihak NIH.

Meskipun begitu, hydroxychloroquine bukannya tanpa risiko karena penggunaan jangka pendek pun dapat menyebabkan aritmia jantung, kejang, reaksi dermatologis dan hipoglikemia.

“Hydroxychloroquine menjanjikan dalam pengaturan laboratorium terhadap SARS-CoV-2 dan laporan awal menunjukkan potensi kemanjuran. Namun, kami benar-benar membutuhkan data uji klinis untuk menentukan apakah hydroxychloroquine efektif dan aman dalam mengobati COVID-19," kata direktur Penyakit Paru di National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI), James P. Kiley. 

Turis China Berdiam di Rumah, Pariwisata Dunia Terpukul

Negara-negara tujuan turis China seperti Thailand, Vietnam, Korea Selatan, dan Jepang sangat terpukul akan adanya larangan perjalanan. China sendiri menyumbang 51% dari PDB perjalanan dan pariwisata di wilayah Asia-Pasifik pada tahun 2018, menurut World Travel and Tourism Council (WTTC).

Di Thailand, turis China menyumbang 30%. Menurut Vichit Prakobgosol, Presiden Asosiasi Agen Perjalanan Thailand, sekitar 1,2-1,3 juta pelancong China telah membatalkan kunjungan ke sana untuk bulan Februari dan Maret.

"Efeknya bisa bertahan hingga April. Sulit untuk memperkirakan saat ini," kata Prakobgosol.

Akibatnya, destinasi wisata utama seperti Bangkok, Phuket, Chiang Mai dan Pattaya telah merasakan dampak langsung, dan beberapa ditutup sepenuhnya. Dua perusahaan pelayaran yang menyediakan makan malam di kapal pesiar, All Star Cruise Pattaya dan Oriental Sky, mengumumkan penangguhan operasi mulai 1 Februari hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Mereka melayani turis China. All Star Cruise biasanya melayani sekitar 300 tamu sehari, dan Oriental Sky sekitar 5.000-6.000. Perusahaan akan sepenuhnya mengembalikan uang kepada pelanggan yang terimbas.

Menurut Yuthasak Supasorn, gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, sekitar 80% penerbangan yang dipesan dari China ke Thailand telah dibatalkan antara Februari dan April. Perkiraan kerugiannya sekitar USD 3 miliar.

"Butuh setidaknya empat hingga lima bulan untuk pulih jika kita mendasarkannya pada pengalaman wabah SARS. Kami telah meyakinkan para pelancong bahwa Thailand bukan daerah wabah dan kami memiliki langkah-langkah penanganan yang baik," kata dia.

Di Jepang, turis China menyumbang sekitar 27% dari pengunjung yang datang. Banyaknya pembatalan tur kelompok dari China bikin agen perjalanan di Tokyo kewalahan.

Kamis, 09 April 2020

Santorini dan Mykonos Lockdown Parsial Terapkan Jam Malam

Mykonos dan Santorini menjadi pulau liburan impian banyak traveler dan menjadi kebanggaan Yunani. Saat pandemi Corona, dua pulau itu ditutup sementara.

Mykonos ditutup sementara setelah muncul dua kasus yang dikonformasi oleh Mykonos. Santorini juga turut menutup diri kendati tak ada kasus Corona. Santorini dianggap rentan karena selama sepekan terakhir pulau ini kedatangan pekerja konstruksi.
Bukan penguncian wilayah secara penuh, namun dua pulau itu menerapkan lockdown parsial. Sejak itu, inspeksi dilakukan untuk melacak orang-orang yang melakukan kontak dengan dua pasien.

Kabijakan pembatasan itu akan dilaksanakan selama 30 hari. Dengan lockdown parsial itu, Santorini dan Mykonos juga memberlakukan jam malam. Kegiatan pukul 20.00-08.00 waktu setempat dilarang.

Terkait dengan penyebaran virus Corona, Yunani telah mengkonfirmasi 1.832 kasus. Sehingga, kebijakan pembatasan dilakukan di beberapa tempat.

Penerbangan AS Berjalan Normal Saat Corona, Bagaimana Jaga Penumpang?

 Keadaan dunia penerbangan saat ini sedang tak baik karena virus Corona. Jika Anda harus terbang, inilah tips dan yang harus dilakukan.
Diberitakan CNN, jumlah penumpang pesawat telah mencapai titik terendah dalam 10 tahun terakhir. Dampak pandemi virus Corona atau COVID-19 diungkapkan oleh Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) Amerika Serikat.

Lalu, apa yang harus traveler persiapkan saat harus terbang di situasi seperti sekarang? Mari berkaca dari penerbangan AS yang saat ini masih berjalan normal.

Hampir semua maskapai besar menahan atau membatasi minuman dalam penerbangan untuk mengurangi kontak atau physical distancing. Pelanggan diminta membawa makanan dan minuman mereka sendiri di dalam kabin.

Layanan Delta Air Lines misalnya, layanan penyegaran tergantung lama penerbangan dan pemberian minuman pada air kemasan. Maskapai besar lainnya juga membatasi minuman apa yang disajikan.

Lalu, American Airlines dan United Airlines membuat jarak di mana tidak ada lagi penumpang di kursi tengah. Mereka juga memungkinkan perubahan kursi jika dirasa tak nyaman bagi penumpang.

Alaska Airlines menawarkan penjadwalan ulang jika jarak antar penumpang terlalu dekat. Semua maskapai telah meningkatkan pembersihan di kabinnya.

Banyak maskapai yang mendorong penumpangnya untuk membawa produk pembersihnya sendiri.

Jika masih merasa was-was dan takut, apa yang perlu dipersiapkan sebelum terbang?

Bandara-bandara di hampir seluruh negara di dunia telah mendorong para pelancong untuk mengikuti panduan keselamatan. Ada pun yang terpenting yakni menjalankan social dan physical distancing.

Anda harus mengenakan masker, mencuci tangan paling tidak selama 20 detik, dan tinggal di rumah jika sakit. Bahkan, bandara di AS kini ada pengecualian terhadap aturan cairan yang boleh dibawa, yakni mengizinkan satu botol isi 12 ons pembersih tangan berbasis alkohol per penumpang.

Lounge-lounge yang ada di bandara saat ini banyak tak beroperasi. Di AS, banyak restoran di bandara yang memangkas jam operasinya hingga ada penutupan toilet berkala karena harus dibersihkan.

Jadi, sebelum terbang, persiapkan dengan matang perjalanan Anda. Terakhir, patuhi aturan dari pemerintah setempat.