Senin, 06 April 2020

Isolasi Diri ala Anak Steve Irwin, Tinggal di Kebun Binatang

Siapa yang tak kenal legenda fauna liar asal Australia, Steve Irwin. Di musim corona ini, meneruskan ayahnya, sang anak pun memilih untuk mengisolasi diri bersama kura-kura raksasa.
Selepas sang ayah, Steve Irwin, keluarga sang legenda tetap menghidupkan nama besar sebagai pecinta binatang. Saking cintanya dengan fauna, mereka pun lebih memilih tinggal bersama para binatang di kebun binatang Australia Zoo di Queensland yang mereka kelola.

Seperti para petugas binatang di Inggris yang setia menemani para binatang di sana, keluarga Irwin juga memilih untuk mengisolasi diri di tengah binatang kesayangan mereka.

Namun, hal unik pun diunggah oleh Robert Irwin di laman Twitter pribadinya. Seperti dilihat detikcom, Senin (6/4/2020), sang anak laki-laki yang berumur 16 tahun itu mengunggah fotonya yang sedang mengisolasi diri bersama seekor kura-kura Aldabra berukuran raksasa.

"Bersama teman isolasiku," cuit Robert.


Robert Irwin
@RobertIrwin
My self isolation buddy 😐

Lihat gambar di Twitter
907 rb
18.50 - 31 Mar 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
92,9 rb orang memperbincangkan tentang ini

Mengklarifikasi unggahan anaknya, Terri Irwin sang ibu juga menyertakan pranala terkait kura-kura Aldabra teman isolasi Robert yang bernama Igloo. Terri pun mengajak serta warganet untuk mengadopsi Igloo.

Dalam kesehariannya, keluarga Irwin memang kerap menghibur traveler yang mengisolasi diri di rumah dengan foto-foto lucu bersama fauna di kebun binatang.

Tak hanya Robert Irwin, suami dari sang kakak yang bernama Chandler Powell juga mengunggah selfienya bersama dengan kura-kura bernama Jarvis di Australia Zoo. Sepertinya kecintaan keluarga Irwin pada binatang juga menginfeksi semua orang di sekitarnya.

Kocak! Pria Ini Wakili Perasaan yang Bosan di Rumah

Saking bosannya di rumah, seorang penulis lagu membuat cover yang menggelitik. Berlatar musik Hello milik Adele, dia pun melagukannya dengan lirik lucu.

Chris Mann, seorang penyanyi sekaligus penulis lagu dari Amerika Serikat membuat parodi dari lagu Hello. Lirik lagu hits ini dia ubah menjadi rangkaian curahan hati yang terpaksa mengurung diri di rumah.

Dilihat detikcom, video yang dibagikan di platform YouTube pada tanggal 26 Maret lalu ini telah ditonton jutaan kali. Video parodi ini mengundang tawa dan menghibur orang-orang yang mendengarnya.

Lirik-lirik lagu Adele pun dia ubah menjadi hal-hal yang dirindukan serta yang dilakukan saat di rumah. Seperti ingin makan burger, kehilangan interaksi dengan tetangga, sering video call, scrolling meme di media sosial, tidak mandi dan lainnya.

Tidak sekedar melagukan saja. Criss juga membuat ala video clip dengan mimik wajah yang lucu. Parodinya pun semakin menghibur.

Saat ini dunia sedang menghadapi pandemi Corona dan meminta orang-orang untuk tetap di rumah. Tentu banyak hal yang kita ingin lakukan dan dirindukan saat tidak bisa apa-apa di rumah. Parodi Criss ini cukup menghibur dan mewakili perasaan kita.

Aquarium Ditutup, Saatnya Penguin Jalan-Jalan Lihat Paus Beluga

Pertemuan penguin dan paus beluga di Shedd Aquarium begitu menggemaskan. Saat pertama kali melihat penguin, paus terlihat sangat terpukau.
Seperti dilansir Insider, Senin (6/4/2020), saat Shed Aquarium di Chicago ditutup karena pandemi Corona, penguin-penguin diberi kesempatan melakukan kunjungan mengelilingi Aquarium. Saat itulah salah satu penguin bernama Wellington bertemu Paus Beluga.

Penguin manis ini bertemu dengan 3 paus beluga, yaitu Kayavak, Mayuak dan Bayi Annik. Saat penguin datang, paus-paus ini begitu terpikat dan tidak mengalihkan pandangannya. Bahkan langsung mendekat ke kaca untuk melihat Wellington lebih dekat

Mungkin, ini pertama kalinya bagi paus melihat seekor penguin. Pasalnya, paus beluga hidup di Samudera Arktik, belahan bumi Utara, sedangkan penguin hewan asli di belahan bumi selatan. Ditambah, penguin yang lucu memiliki daya tarik bagi siapapun yang melihatnya.

Selain Wellington, penguin bernama Magellan, Tilly dan Carmen juga berkeliaran di aquarium paus beluga. Mereka juga bertemu Kayavak untuk pertama kalinya. Kayavak pun melakukan hal yang sama, memandangi penguin-penguin dan terus mendekat.

"Sementara Aqurium Shedd Chicago ditutup untuk umum, staf perawatan hewan dan dokter hewan ada di lokasi," kata juru bicara kepada Insider.

Penguin-penguin mendapat kesempatan untuk melihat beberapa hewan di aquarium. Hal ini dilakukan untuk menambah pengalaman baru bagi penguin.

"Tanpa tamu di gedung, pengasuh menjadi kreatif dalam memberikan pengayaan kepada hewan. (Mereka) memperkenalkan pengalaman, kegiatan, dan makanan baru serta banyak lagi untuk membuat mereka aktif. Mendorong mereka untuk bereksplorasi, memecahkan masalah dan mengekspresikan perilaku alami," tambahnya.

Sebelum melihat beluga, penguin juga bertemu lumba-lumba dan spesies ikan air tawar. Wellington justru terlihat sangat tertarik dengan ikan air tawar.

"Dia tampaknya paling tertarik dengan beberapa spesies ikan air tawar, termasuk piranha berperut merah dan dolar perak hitam," kata Juru bicara.

"Ikan-ikan itu tampaknya sama-sama tertarik dengan Wellington," tambahnya.

Di Twitter, Shedd Aquarium mengungkapkan bahwa Wellington sudah berusia 32 tahun. Usia ini adalah dua kali lipat harapan hidup bagi seekor penguin jenis rockhopper.

Penjaga kebun binatang mengatakan bahwa, selama masa pandemi, penting menjaga situasi tetap normal bagi para hewan. Mereka mencoba tidak membuat hewan kebingungan dengan sepinya pengunjung.

Aquarium Shedd secara resmi ditutup sejak 13 Maret 2020 untuk kebaikan kesehatan pengunjung dan karyawan. Selama ditutup, pengasuh dan dokter hewan akan memberikan perawatan profesional kepada hewan-hewan di lokasi.

Pantai Peru yang Dulu Ramai Kini Sepi Diterjang Badai Corona

Pantai Agua Dulce, Peru biasanya dipadati wisatawan. Namun kini pantai itu bak pantai mati karena pemerintah telah melarang siapapun bermain di sana.
Pantai Agua Dulce bisa dibilang sebagai salah satu pusat keramaian di Peru. Pantai ini selalu dipadati wisatawan. Dari Desember sampai Maret saja, pantai ini sudah dikunjungi 40.000 orang.

Deburan ombak dan pasir cokelat yang membentang sepanjang 20 kilometer itu biasanya jadi tempat favorit masyarakat kelas pekerja untuk liburan. Terletak di selatan ibu kota Peru, Lima, menjadikan posisinya strategis dan mudah dijangkau masyarakat, termasuk yang tinggal di dataran tinggi Andean.

Namun pandemi Corona telah menghapus segala keramaian di sana. Presiden Peru, Martin Vizcarra telah menyatakan keadaan darurat Corona setelah ditemukan peningkatan kasus kematian akibat Corona. Vizcarra memerintahkan orang untuk tinggal di rumah sehingga membuat pantai ini kosong.

Tetapi pantai ini ternyata tak benar-benar kosong. Diwartakan Associated Press (AP) Senin (6/4/2020), gerombolan manusia telah digantikan oleh ribuan burung laut. Jejak kaki manusia di pantai telah digantikan oleh jejak-jejak burung camar dan pelikan. Saat ini burung itu tentu bisa dengan bebas bermain di pantai yang biasanya selalu diklaim seolah hanya milik manusia.