Selasa, 10 Maret 2020

Ketinggalan Pesawat, Gadis Cantik Ini Malah Bikin Video Klip Viral

Tidak selamanya ketinggalan pesawat itu menyebalkan. Justru kamu bisa mengembangkan kreativitas seperti gadis cantik yang bikin video klip viral ini.

Adalah Katie Gould, mahasiswi hukum dari Atlanta, AS yang punya kreativitas seperti itu. Katie membuat video dirinya sedang menari dengan lagu 'You Make My Dreams' milik band Hall & Oates yang terkenal di era tahun 90-an.

Video ini pun viral di sosial media Twitter. Dilihat detikTravel, Rabu (16/1/2019), video Katie ini sudah ditonton sekitar 8,8 juta orang. Ternyata, ada cerita di balik pembuatan video ini.

Sebenarnya Katie merasa bosan karena harus lama menunggu jadwal penerbangannya. Saat itu, Katie ketinggalan pesawat dan terpaksa harus menunggu selama 4 jam, sampai keberangkatan selanjutnya.

Untuk membunuh kebosanan, Katie pun membuat video ini. "Aku ketinggalan pesawat 4 jam sampai penerbangan selanjutnya. Jadi ini yang aku lakukan," cuit Katie.

Dengan gaya yang lucu dan ekspresif, Katie berjoget mengikuti irama lagu dari band Hall & Oates. Katie terlihat berjoget di beberapa lokasi di dalam bandara. Tak hanya itu, Katie juga ikut mengajak kucingnya untuk berdansa mengikuti irama.

Band Hall & Oates pun memberikan apresiasi atas video viral yang dibuat Katie. Lewat Twitter, band ini mencuit balasan bahwa Katie punya selera musik yang baik. "Pilihan lagu yang bagus," kata Hall & Oates.

Tak ketinggalan, aktor Joseph Gordon Levitt yang populer lewat film 500 Days of Summer juga ikut berkomentar di video Katie.

"Endorsed :)," cuit Joseph pendek.

Asal traveler tahu, Joseph Gordon Levitt juga berjoget dengan memakai lagu 'You Make My Dreams' yang sama di film 500 Days of Summer.

Sampai saat ini video Katie sudah diretweet 57,2 ribu orang, dan disukai oleh 359 ribu orang lainnya. Keren kamu Katie!

Gaet Turis Bandung, Malaysia Jual Wisata Sejarah & Durian

 Malaysia kini gencar untuk menggaet wisatawan Indonesia. Banyaknya wisatawan dari Bandung, Malaysia tawarkan wisata sejarah dan durian.

Perwakilan Negara Bagian Melaka, Malaysia datang ke Kota Bandung untuk menawarkan paket wisata. Salah satu unggulan yang ditawarkan adalah wisata sejarah dan aneka macam durian.

Exco Pelancong, Warisan dan Kebudayaan Melaka Datuk Muhammad Jailani Khamis mengatakan Kota Bandung dipilih untuk tempat promosi karena target wisatawan yang kali pertama adalah saudara serumpun.

"Kita konsen pada keluarga dan rumpun kami di nusantara dalam membangun wisata Malaysia khususnya Melaka," ujar Jailani usai promosi di Kota Bandung, Selasa (15/1/2019) kemarin.

Jailani mengatakan ada 13 sektor wisata yang ditawarkan ke wisatawan. Mulai dari wisata kesehatan, keluarga, sport, alam hingga wisata halal.

Ia menilai minat wisatawan ke Malaysia cukup tinggi. Bahkan setahun wisatawan asal Indonesia ke Malaysia mencapai 20 juta orang. "2,5-3 juta di antaranya ke Melaka. Wisatawan Indonesia nomor empat di Malaysia," ucapnya.

Menurutnya promosi ini adalah yang pertama setelah ganti rezim pemerintahan sebelumnya yang menduduki selama 62 tahun. Sehingga dengan waktu yang baru enam bulan ini, ia terus melakukan promosi wisata.

"Unggulan kita tentu pada wisata sejarah. Kota lama kita sudah diakui Unesco. Dan satu lagi yang bisa saya banggakan adalah durian. Kalian bisa makan sepuasnya dengan berbagai jenis durian," katanya.

Soal budget, Jailani menyebut wisata ke Melaka bisa disesuaikan mulai dari murah, sedang hingga vip. Bahkan ia menyebut dengan modal Rp 600 ribu sudah bisa berkeliling di Melaka.

10 Maskapai Paling Top Sedunia untuk 2019

Maskapai-maskapai seluruh dunia bersaing untuk jadi yang terbaik untuk penumpang. Ini 10 maskapai terbaik di tahun 2019.

Melansir CNN Travel, Rabu (16/1/2019), semua usaha maskapai-maskapai ini terbayarkan. Singapore Airlines, yang pada Oktober meluncurkan kembali layanan penerbangan nonstop terpanjang di dunia dari Singapura ke New York sukses dengan penghargaan barunya.

Maskapai yang selanjutnya adalah Air New Zealand mendapat gelar Airline of the Year oleh agen keselamatan penerbangan dan produk yang berbasis di Australia, AirlineRatings, dalam ajang tahunan Airline Excellence Awards. Maskapai ini harus kecewa menanggalkan gelarnya dalam lima tahun berturut-turut di posisi teratas.

Penghargaan memperlihatkan fasilitas dari operator yang melonjak tertinggi, mulai dari suite dan first class yang megah hingga kursi ekonomi paling nyaman. Juga fasilitas lounge yang luas hingga penawaran kuliner terlezatnya.

"Selama bertahun-tahun Singapore Airlines telah menjadi standar emas dan sekarang kembali ke yang terbaik dalam inovasi penumpang https://www.detik.com/tag/wisatawan dan model pesawat termutakhir," kata pemimpin redaksi AirlineRatings, Geoffrey Thomas.

Editor dalam penghargaan AirlineRatings menyoroti layanan nonstop Singapura ke New York yang baru dari Singapore Airlines. Para editor mengatakan bahwa persaingan untuk posisi teratas berlangsung ketat antara Air New Zealand, Qantas Airways dan Qatar Airways.

Penghargaan ini disusun berdasar industri besar dan dalam skala internasional. Lalu ada juga audit dari keselamatan pemerintah ditambah 12 kriteria utama termasuk usia armada, ulasan penumpang, profitabilitas, peringkat investasi, hubungan staf dan penawaran produknya.

"Dalam analisis obyektif kami, Singapore Airlines keluar nomor satu dalam banyak kriteria audit. Itu merupakan kinerja yang hebat," jelas Thomas.

Singapore Airlines pada 2018 juga menerima penghargaan dari Skytrax di ajang Airline of the Year. SQ juga memenangkan kategori first class terbaik versi AirlineRatings.

Sementara itu, Qatar Airways yang berada di peringkat keempat pada peringkat keseluruhan, mempersembahan makanan dan kemewahannya sebagai Best Catering dan Best Business Class. Qsuite maskapai ini adalah pengalaman penerbangan first class di kelas bisnis.

Maskapai penerbangan Australia, Qantas, mendapat penghargaan di Lounge Terbaik untuk tahun keduanya. Sementara Air New Zealand, tidak lagi jadi juara tapi maskapai ini diakui keunggulannya dalam perjalanan panjang di Pasifik.

AirlineRatings juga memuji Emirates yang berada di nomor enam keseluruhan. Hal ini dikarenakan perintisan hiburan on board. Maskapai ini jadi salah satu pelopor IFE (in-flight entertainment), memasang video seatback di kelas ekonomi.

Berikut 10 maskapai teratas versi AirlineRatings.com untuk 2019:

1. Singapore Airlines
2. Air New Zealand
3. Qantas
4. Qatar Airways
5. Virgin Australia
6. Emirates
7. All Nippon Airways
8. EVA Air
9. Cathay Pacific Airways
10. Japan Airlines.