Selasa, 03 Maret 2020

Sriwijaya Air Resmi Luncurkan In-flight Entertainment Baru

Sriwijaya Air Group makin meningkatkan pelayanan untuk para traveler. Yang terbaru, mereka resmi meluncurkan SJ In-flight Entertainment bersama AirFi Indonesia.

Sriwijaya Air Group resmi memperkenalkan layanan SJ In-flight Entertainment terbaru mereka yang bekerja sama dengan AirFi Indonesia. Layanan ini memungkinkan traveler bisa mengakses film, musik, video musik dan banyak lagi yang lainnya sebagai hiburan selama perjalanan.

"Peningkatan servis adalah hal mutlak untuk dilakukan. Perkembangan teknologi sekarang memungkinkan kita pasang AirFi di pesawat Sriwijaya. Pelanggan Sriwijaya bisa nonton film, bisa download film. Ini bukan WiFi, tapi semacam jaringan Intranet. Nanti ke depan semua pesawat Sriwijaya akan dipasang ini," ujar Joseph Adriaan Saul, Direktur Utama Sriwijaya Air dalam acara Grand Launching dan Gala Dinner yang digelar di East Java Ballroom, Hotel The Westin Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Dengan menggunakan gadget masing-masing, traveler bisa mengakses beragam konten menarik. Dari mulai konten video (film dan serial TV), musik, games, program anak anak, berita, e-magazine hingga aplikasi chatting antar sesama penumpang di pesawat.

Traveler bisa dipastikan tidak mati gaya saat terbang dengan pesawat Sriwijaya Air dan juga NAM Air. Untuk teknisnya, Satish Mahtani, Direktur Utama PT Dua Surya Dinamika (AirFi indonesia) pun memberikan penjelasan.

"AirFi dibentuk sekitar 5 tahun lalu di Belanda. AirFi adalah Intranet System yang very simpel. Di dalam pesawat, penumpang bisa memakai perangkat masing-masing untuk automatic streaming. Sistem AirFi dirancang untuk bisa dipakai semua sistem operasi, iOs, android, Linux semua OS sudah dites, tidak ada masalah, bisa dipakai semua," tegas Satish.

Mulai 1 Februari 2019, akan ada 11 pesawat Boeing 737 800 NG Sriwijaya Air dengan berbagai rute yang sudah dipasang teknologi AirFi. Kabar gembiranya, dalam ke waktu kurang dari 2 minggu ke depan ada 26 pesawat Sriwijaya yang bakal dipasang AirFi.

Targetnya sampai akhir bulan Februari 2019, akan ada 53 pesawat, baik Sriwijaya Air maupun Nam Air, yang akan diinstall AirFi on board.

"Inovasi ini yang pertama di Asia Tenggara. Harapan kami inovasi ini menghadirkan pengalaman terbang yang berkesan untuk semua pelanggan Sriwijaya Air, dan akan menarik pasar yang terus berkembang," tutup Joseph. 

Banyak Sampah di Pantai Bali, Disbudpar Bingung

Banyaknya sampah-sampah di Pantai Jimbaran, Bali dikeluhkan wisatawan China. Sampah kayu gelondongan juga terdampar di Pantai Kuta. Disbudpar Bali pun bingung.

"Itulah alam dan lingkungan terus siapa yang ngurusin Bali yang gitu-gitu? Kabupaten Badung kasihan capek banget jadi DKP, ngurusin sampah plastik," kata Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra di Hotel Griya Santrian Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (30/1/2019).

Sampah plastik dan sampah kayu bisa terpisah di lokasi yang berbeda. Yuniartha bingung kenapa bisa begitu.

"Sampah plastik kok bisa sama plastik, sampah kayu kok kayu aja, Bali nggak punya hutan nggak kok bisa kayu yang datang?" sambungnya.

Yuniartha pun dibuat geleng-geleng kepala soal sampah-sampah tersebut. Dia pun bingung mencari solusi untuk mencegah sampah-sampah plastik maupun kayu terdampar di pantai-pantainya.

"Saya secara logika, saya bukan orang kehutanan tapi logika berpikir nggak punya hutan kok kayunya bisa terdampar di pantai saya. Sudah begitu banyak sampah plastiknya, di satu daerah lagi," jelasnya.

"Bagaimana kita (cegah), apa kita pasang jaring di tengah laut apa bisa? Kan nggak mungkin. Ini yang saya belum karena kita sedang melakukan itu supaya (bersih) karena aneh nih," cetus Yuniartha.

Alibaba Jajaki Kerja Sama Pariwisata dengan Bali

Banyak wisatawan China liburan ke Bali. Karenanya, perusahaan teknologi milik Jack Ma, Alibaba Group, tertarik menjajaki kerja sama bisnis di Pulau Dewata.

General Manager (GM) Bisnis Wilayah Asia Tenggara Alibaba Group, Cherry Huang menyampaikan ketertarikannya berinvestasi ke Bali itu saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Dalam kesempatan itu Cherry Huang memaparkan produk-produk Alibaba.

"Semua jenis e-commerce kami sediakan, mulai dari business-to-business (B2B), business-to-costumer (B2C), hingga costumer-to-costumer (C2C)," kata Cherry Huang dalam keterangan tertulis, Rabu (30/1/2019).

Salah satu yang ditawarkan adalah sistem pembayaran nontunai yang kini sedang tren di kalangan turis yaitu Alipay dengan sistem mobile payment. Huang juga mengungkapkan keinginannya untuk bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha asal Bali dan juga bank untuk membuat aplikasi panduan wisata bagi para turis China.

"Jadi para wisatawan Tiongkok lebih mudah berwisata di Bali, mereka harus ke mana dan restoran yang bagus bisa dicari melalui aplikasi tersebut," ujarnya.

Huang menyampaikan aplikasi panduan wisata itu sudah mendulang sukses di Thailand dan Vietnam. Apalagi saat ini makin banyak wisatawan asal China bepergian secara mandiri tak lagi secara kelompok.

"Untuk tiga tahun terakhir ini, jumlah wisatawan mandiri asal Tiongkok semakin meningkat, jika dulu 80% wisatawan Tiongkok menggunakan jasa agen perjalanan dan mereka datang dengan grup. Akan tetapi, tiga tahun belakangan jumlah wisatawan mandiri meningkat hingga 50%, sehingga mereka sangat mengandalkan aplikasi pemandu seperti ini," urainya.

Dengan alasan tersebut, Huang berharap sistem tersebut bisa diterapkan di Bali. "Kami yakin jika aplikasi ini dijalankan di Bali akan sukses, mengingat nama Bali juga sudah sangat terkenal di negeri kami," tuturnya.

Cok Ace menyambut baik paparan dan tawaran kerja sama dari Alibaba Group dengan para pengusaha lokal maupun bank di Bali. Meski begitu, Cok Ace menyarankan Alibaba Group berkonsultasi dengan Bank Indonesia terkait masalah perbankan.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gede Yuniartha menyampaikan tawaran kerja sama ini merupakan hal positif. Hanya saja dia juga menyarankan agar Alibaba tetap berkonsultasi dengan pihak terkait.

"Perkembangan sekarang ini serba online dan milenial. saya pikir itu positif kalau kita melihat di Tiongkok nggak ada uang beredar, orang beli kopi aja dia bayarnya dengan barcode. Ke depan ini dunia akan melakukan itu, tentu kita harus sambut baik Alibaba ingin melakukan itu," ucapnya.

"Tapi saya katakan kami tidak punya kewenangan untuk itu, yang punya kewenangan BI. Silakan bicara dengan BI kami mensupport itu, ke depan nanti kita, sekarang sudah ada e-toll, e-pay itu kita akan semua itu," ujar Yuniartha.

Sriwijaya Air Resmi Luncurkan In-flight Entertainment Baru

Sriwijaya Air Group makin meningkatkan pelayanan untuk para traveler. Yang terbaru, mereka resmi meluncurkan SJ In-flight Entertainment bersama AirFi Indonesia.

Sriwijaya Air Group resmi memperkenalkan layanan SJ In-flight Entertainment terbaru mereka yang bekerja sama dengan AirFi Indonesia. Layanan ini memungkinkan traveler bisa mengakses film, musik, video musik dan banyak lagi yang lainnya sebagai hiburan selama perjalanan.

"Peningkatan servis adalah hal mutlak untuk dilakukan. Perkembangan teknologi sekarang memungkinkan kita pasang AirFi di pesawat Sriwijaya. Pelanggan Sriwijaya bisa nonton film, bisa download film. Ini bukan WiFi, tapi semacam jaringan Intranet. Nanti ke depan semua pesawat Sriwijaya akan dipasang ini," ujar Joseph Adriaan Saul, Direktur Utama Sriwijaya Air dalam acara Grand Launching dan Gala Dinner yang digelar di East Java Ballroom, Hotel The Westin Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Dengan menggunakan gadget masing-masing, traveler bisa mengakses beragam konten menarik. Dari mulai konten video (film dan serial TV), musik, games, program anak anak, berita, e-magazine hingga aplikasi chatting antar sesama penumpang di pesawat.

Traveler bisa dipastikan tidak mati gaya saat terbang dengan pesawat Sriwijaya Air dan juga NAM Air. Untuk teknisnya, Satish Mahtani, Direktur Utama PT Dua Surya Dinamika (AirFi indonesia) pun memberikan penjelasan.