Minggu, 01 Maret 2020

Kampung Nelayan di Penang yang Diakui UNESCO

Di Penang, Malaysia ada kota tua Georgetown yang menjadi situs warisan budaya UNESCO. Di kota ini ada kampung nelayan terapung yang traveler mesti datangi.

Liburan ke Penang, Malaysia beragam destinasi yang bisa kamu temukan di kota tua Georgetown. Salah satunya adalah kampung nelayan yang berumur lebih dari satu abad yang bernama Chew Jetty.

Beberapa waktu lalu detikTravel berkunjung ke Penang bersama Princess Cruise dan singgah ke Chew Jetty. Kampung nelayan ini beitu ramai dikunjungi orang.

James, guide yang mendampingi kami mengungkapkan kampung Chew Jetty adalah kampungnya orang China. Mereka datang hampir 2 abad yang lalu dan masih bertahan hingga sekarang.

"Kampung nelayan ini telah ada sejak abad ke-19 dan dihuni oleh keturunan China. Mereka imigran yang datang langsung dari Xinglinshe Village, Tong An District dan Fujian," jelas James.

Karena ini adalah pemukiman terakhir dari keturunan China kuno, maka UNESCO pun menobatkan Georgetown termasuk di dalamnya Chew Jetty, sebagai salah satu Warisan Budaya UNESCO di Penang.

Mayoritas yang tinggal di kawasan Chew Jetty adalah para nelayan. Secara turun-temurun mereka mencari nafkah dengan menangkap ikan di laut. Namun semakin berkembangnya zaman, kawasan ini sekarang berubah menjadi kawasan wisata.

"Dulunya penduduk bertahan hidup dengan melaut. Namun semenjak jadi kawasan wisata, perlahan-lahan mereka tidak lagi ke laut. Sekarang mereka berjualan cindera mata," tambah James.

Sebelumnya ada 7 dermaga di Chew Jetty, sesuai dengan jumlah klan yagn berada di kawasan ini. Namun karena adanya kebakaran sekarang hanya tersisa 6 dermaga saja. Tidak semua wilayah Chew Jetty bisa dimasuki oleh turis.

Chew Jetty masih berada di kawasan Penang Heritage Trail. Bila dihitung jaraknya dari pusat kota Georgetown, kira-kira 2 Km saja. Kampung ini berada di pinggir laut dan terlihat beberapa kapal nelayan terikat di dermaga. Dari sini kamu juga bisa melihat kapal-kapal tanker berlabuh.

Adapun rumah-rumah yang berada di kampung nelayan ini adalah rumah kayu, mirip rumah apung. Rumah satu dengan yang lainnya dihubungkan ole papan-papan kayu dan perkampungan ini cukup padat.

Masuk ke dalam kampung ini gratis dan kamu bisa berkeliling melihat rumah-rumah dan bersantai di dermaga saat sore hari. Di dermaganya juga ada kelenteng yang digunakan warga untuk beribadah.

Di Chew Jetty juga banyak penduduk yang jualan oleh-oleh. Seperti beragam cemilan, perhiasan dan pernak-pernik hingga beragam kuliner.

Jika kamu ingin datang ke sini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Chew Jetty bisa dikunjungi dari pukul 09.00-21.00 waktu setempat. Ingat, jangan membuang sampah sembarangan dan masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.

Pengunjung juga diminta untuk tidak membuat keributan karena mengganggu penduduk yang istirahat. Juga kamu hanya bisa berjalan kaki mengelilingi kampung nelayan ini.

Selamat berkunjung! 

Aline Adita ke Selandia Baru: Cantik, Adventure, Unforgettable!

Selandia Baru adalah negeri yang siap mempesona wisatawan. Tidak terkecuali model dan presenter Aline Adita yang terpukau dibuatnya.

Aline Adita jalan-jalan ke Selandia Baru akhir Januari kemarin. Ini adalah pertama kalinya dia pergi ke Negeri Kiwi. Keindahannya melebihi ekspektasi.

"Ini pertama kali ke New Zealand. Sering banget lihat di sosmed New Zealand kayak apa. Bayangan gue outdoor banget, benar-benar sepi, danau, gunung begitu kan," kata Aline kepada detikTravel di Auckland, Rabu (23/1/2019).

Aline ke Selandia Baru atas undangan maskapai Emirates yang memiliki rute Bali-Auckland . Aline berkunjung ke Auckland, Hamilton, Hobitton di Matamata dan Gloworm Caves.

"Pas di sini melebihi ekspektasi sih. Contohnya kayak kemarin ke Hobbiton, gue pikir bakal turis banget ya, mainstream habis. Tapi ternyata pas datang keren banget," ujarnya.

Yang paling keren menurut Aline adalah Gloworm Caves, gua dengan cacing menyala. Karena, Aline belum pernah wisata gua sebelumnya dan Gloworm Caves dikelola dengan sangat baik. Aline juga mencoba wisata adrenalin Skyjump, melompat dari Auckland Sky Tower.

"Pertama kalli dalam hidup coba wisata gua, gila, puas. Sama Skyjump, pas coba kayaknya nggak takut untuk coba lagi. Habis ini pengen coba skydiving tapi tandem. Kalau bungee gue nggak berani," kata dia.

Saranghae! Turis Korea Jatuh Cinta dengan Ombak Pangandaran

Jumlah turis asal Korea Selatan ke Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat semakin meningkat. Mereka jatuh cinta dengan ombak untuk surfing di sana.

Jaehwan Kim (32), salah seorang pelancong asal Korea Selatan bercerita, kunjungannya ke Batukaras merupakan yang pertama. Jaehwan datang bersama pacar dan dua teman lainnya.

Menurut Jaehwan, ia telah lama mendengar tentang ombak Batukaras yang populer di kalangan para peselancar. Akhirnya tahun ini, setelah dari Bali, ia bertolak ke Batukaras.

Tak tanggung-tanggung, di Batukaras, Jehwan dan teman-temannya merencanakan tinggal hampir sebulan untuk berburu ombak, tercatat sejak 20 Januari lalu.

Selain grupnya, menurut pria asal Kota Busan ini, ada beberapa grup turis Korea lain yang ia jumpai di Pantai Batukaras. Sebagian lainnya, kata dia, telah mengunjungi Batukaras beberapa kali.

"Mereka rata-rata datang untuk berselancar, " kata Jaehwan kepada detikTravel, Kamis (7/2/2019).

Dua pekan melewatkan waktu di Batukaras, Jaehwan mengaku puas dengan kondisi ombak di pantai tersebut. Spot ombak di Batukaras, menurut dia bervariasi, mulai dari yang kecil untuk pemula hingga yang lebih menantang.

"Saya sendiri pengajar surfing di Korea. Tapi di sana ombaknya kecil, jadi di sini cukup sulit, saya masih belajar," kata Jaehwan.

Selain pantai dan ombaknya, Jaehwan juga senang dengan keramahan warga, termasuk para peselancar lokal. Karena kesan ini, ia menyebut akan mempromosikan Batukaras pada teman-temannya di Korea.

Namun begitu, kata dia, ada sedikit kekurangan dari objek wisata Batukaras, yakni kendala jarak. Ia mengaku tidak ada masalah dengan penerbangan dari Bali ke Bandung. Tapi menuju Batukaras dari Bandung, kata dia, cukup merepotkan.

"Kami dari Korea kebanyakan membawa longboard. Kami harus sewa mobil, dan perjalanan sekitar enam jam. Ini lumayan mahal," kata dia.

Ia mendengar Pangandaran telah memiliki landasan udara, tapi daya dukungnya masih terbatas. Ia berharap, Pangandaran segera memiliki bandara yang representatif.

Kampung Nelayan di Penang yang Diakui UNESCO

Di Penang, Malaysia ada kota tua Georgetown yang menjadi situs warisan budaya UNESCO. Di kota ini ada kampung nelayan terapung yang traveler mesti datangi.

Liburan ke Penang, Malaysia beragam destinasi yang bisa kamu temukan di kota tua Georgetown. Salah satunya adalah kampung nelayan yang berumur lebih dari satu abad yang bernama Chew Jetty.

Beberapa waktu lalu detikTravel berkunjung ke Penang bersama Princess Cruise dan singgah ke Chew Jetty. Kampung nelayan ini beitu ramai dikunjungi orang.

James, guide yang mendampingi kami mengungkapkan kampung Chew Jetty adalah kampungnya orang China. Mereka datang hampir 2 abad yang lalu dan masih bertahan hingga sekarang.

"Kampung nelayan ini telah ada sejak abad ke-19 dan dihuni oleh keturunan China. Mereka imigran yang datang langsung dari Xinglinshe Village, Tong An District dan Fujian," jelas James.

Karena ini adalah pemukiman terakhir dari keturunan China kuno, maka UNESCO pun menobatkan Georgetown termasuk di dalamnya Chew Jetty, sebagai salah satu Warisan Budaya UNESCO di Penang.