Sabtu, 29 Februari 2020

Cuma di Jepang, Daun Gugur Jadi Cantik Sekali

 Jepang adalah salah satu negara yang mempunyai 4 musim. Di musim gugur, daun-daun yang berjatuhan di tanah jadi terlihat cantik sekali.

Masing-masing musim di Jepang sangat unik dan punya ciri khas tersendiri, salah satunya adalah musim gugur. Saat musim gugur di Jepang mulai tiba, daun-daun pepohonan berganti warna dari hijau segar menjadi merah atau kuning lalu akhirnya gugur dari pohonnya.

Sayangnya, banyak daun yang gugur akan mengakibatkan banyak sampah dedaunan berserakan di jalanan. Namun kreativitas penduduk Jepang memang luar biasa. Uniknya, sampah ini bukan hanya disapu lalu dibuang ke tempat sampah. Penduduk di Negeri Matahari Terbit ini mampu mengubah dedaunan yang jatuh menjadi karya seni yang menakjubkan.

Sampah dedaunan itu dibentuk menjadi pola tertentu sehingga menghasilkan karya seni daun kontemporer yang mengagumkan. Hal ini disebut dengan 'Ochiba Art' atau Seni Daun Jatuh. Dari sini kita bisa tahu ternyata untuk menghasilkan karya seni itu tidak perlu mahal ya.

Ochiba art ini bisa kamu temukan di halaman atau trotoar jalanan di Jepang. Salah satunya yaitu di jalanan yang ada di Kastil Osaka. Kastil yang dimanfaatkan sebagai istana sekaligus benteng sejak zaman Azuchi Momoyama hingga zaman Edo ini memang merupakan lingkungan yang selalu asri karena dipenuhi dengan pepohonan seperti pohon maple.

Saat musim gugur tiba, tentunya akan banyak tumpukan dedaunan musim gugur, yang oleh masyarakat Jepang disebut dengan momiji. Sebagian besar warna momiji adalah merah dan kuning. Di Kastil Osaka ini, sampah dedaunan itu dibentuk menjadi berbagai tulisan dan lukisan, seperti tulisan Welcome to Osaka, I Love You, bahkan ada yang berbentuk beruang. Dengan adanya karya seni ini membuat pemandangan di sekitar Kastil Osaka menjadi lebih indah dan menarik.

Namun sayangnya karya seni Ochiba Art ini tidak bisa bertahan lama. Begitu angin berhembus, lukisan dan tulisannya akan hilang oleh angin sepoi-sepoi. Namun itu justru membuat karya seni ini menjadi lebih istimewa, para pengunjung tidak mau kelewatan untuk mengabadikan momen bersama Ochiba Art ini.

Banyak pengunjung yang mengantri untuk berfoto ria atau sekadar menikmati indahnya berbagai karya seni yang dihasilkan dari Ochiba Art ini. Tips untuk kamu yang penasaran dan ingin menikmati Ochiba Art, saya sarankan untuk datang pada pagi hari karena kamu sekalian bisa melihat proses pembuatan tulisan dan lukisannya juga.

Jadi kalau kamu tidak mau ketinggalan untuk menikmati karya seni yang unik ini, ayo segera rencanakan liburanmu ke Jepang. Buat kamu yang Anti Ribet-Ribet Club, saya sarankan pakai aplikasi tiket.com. Cukup satu aplikasi saja untuk mengatur segala persiapannya.

Mau pesan tiket pesawat, penginapan, sewa mobil, hingga tiket masuk ke berbagai tempat wisata dijamin #semuaadatiketnya loh! Saya selalu pakai aplikasi ini terutama untuk membeli tiket pesawat dan pesan penginapan karena aplikasi ini sangat komplit, metode pembayarannya juga bermacam-macam.

Kamu juga bisa mengunjungi blog tiket.com untuk mendapatkan tips dan trik liburan. Selain itu, kamu juga bisa mengumpulkan TIX Point. Caranya sangat gampang, kamu tinggal buat akun dengan menggunakan alamat email, akun google atau akun facebook kamu lalu mulai bertransaksi.

TIX Point ini dapat ditukar dengan berbagai penawaran menarik yang salah satunya bisa dipakai sebagai potongan harga di tiket.com. Ayo segera buat liburan ke Jepang kamu semakin menarik dengan aplikasi tiket.com!

Kamis, 27 Februari 2020

Miris, Pantai di Lhokseumawe Penuh Sampah Hingga Limbah Kelapa Muda

Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh dipenuhi limbah kelapa muda dan sampah plastik. Wisatawan yang berkunjung merasa risih & kurang nyaman dengan kondisi demikian.

Pantauan detikTravel, sampah-sampah seperti limbah kelapa muda, botol plastik, plastik dan sejumlah barang bekas makanan lainnya baik yang ditinggalkan oleh para pengunjung maupun para pedagang di kawasan tersebut.

"Banyak sekali sampahnya. Kurang nyaman aja. Pinginnya kan tempat wisata itu asri, bersih dan nyaman," kata salah seorang pengunjung, Aziz kepada detikTravel, Jumat (15/2/2019).

Dia menyebutkan seharusnya pemerintah setempat terus mengawasi aktivitas di sepanjang pantai yang kerap dikunjungi warga sebagai tempat wisata. Jangan sampai, sampah-sampah menumpuk tanpa dibersihkan.

Jika sampah banyak dibibir pantai, tentu kenyamanan warga yang berkunjung agak risih dan berdampak tidak kepinginnya lagi mereka berkunjung ke Pantai Ujong Blang yang sudah dikenal oleh masyarakat Lhokseumawe dan beberapa daerah disekitarnya.

"Agak risih kita lihatkan. Harusnya ada upaya yang dilakukan pemerintah menjaga kebersihan bibir pantai. Dan bagi para pengunjung maupun pedagang juga harus ikut menjaga bersihnya tempat wisata. Jangan buang sampah sembarangan," sebut Aziz.

Pantai Ujong Blang terletak di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Pantai tersebut mendiami beberapa desa di kecamatan tersebut dan jaraknya tidak jauh dari pusat kota bekas petro dollar tersebut.

Menakar Tingkat Racun Kalajengking di Pesawat Lion Air

Kalajengking di penerbangan Lion Air dengan kode JT-293 rute Pekanbaru ke Jakarta bikin heboh penumpang. Bagaimana kadar racun dari kalajengking itu?

Soal racun kalajengking seberapa bahayanya? Seno Arifansyah, Pendiri Komunitas Pecinta Kalajengking Indonesia menjelaskannya dan bahwa kalajengking di Indonesia tidak mematikan, kecuali satu hal.

"Saya lihat sekilas historinya selama ini kalajengking di Indonesia hampir semua yang saya tahu, bisanya dari yang paling rendah hingga sedang saja. Jadi nggak ada yang mematikan," ucap Seno dalam sambungan telepon dengan detikTravel, Jumat (15/2/2019).

Dari video yang beredar dari kabin Lion Air, ia bisa menduga jenis kalajengking itu. Kata dia, racun bisa dari hewan itu tidak terlalu mematikan namun berbeda reaksinya ketika seseorang memiliki alergi terhadap bisa kalajengking.

"Kalau dari foto jenisnya kelihatan seperti heterometrus sp. Saya harus lihat langsung, kalau sp warnanya hitam dan secara global menyebutnya demikian. Venomnya rendah dan nggak mematikan, kayak ketusuk doang kalau disengat," ucap Seno.

"Kalau punya alergi itu yang bisa berefek lebih berat, bisa jadi mual dan pusing. Kalau dia alergi dengan racun kalajengking itu dan alerginya parah ya bisa sampai menyebabkan kematian. Kalau orang normal masih aman jenisnya," imbuh dia menerangkan.

Jika traveler ingin mengetahui lebih banyak tentang dunia kalajengking bisa mengikuti akun Instagram seno di senononsen dan Kalajangking_id. Sementara ini, binatang di pesawat Lion Air JT-293 Rute Pekanbaru ke Soekarno-Hatta, Tangerang masih menjadi tanda tanya.

Wujudnya terekam dalam video namun belum ditemukan. Penumpang menyebutnya Kalajengking sementara manajemen Lion Air menyebut menyerupai laba-laba. Lion Air tetap mengambil tindakan untuk memastikan upaya keselamatan.