Sabtu, 29 Februari 2020

Hii! 6 Tempat di Dunia Ini Dipenuhi Tengkorak

Banyak tempat di dunia, termasuk Indonesia punya aura menyeramkan. Inilah 6 tempat terkenal di dunia yang menyimpan ratusan tengkorak. Berani ke sini?

Kamu yang punya nyali datanglah ke tempat-tempat yang terkenal dengan kesan horornya, bahkan ada dari Indonesia juga lho. Bisa jadi itu adalah gereja, lorong bawah tanah dan juga museum.

Dirangkum detikTravel, Senin (11/2/2019) terdapat beberapa tempat yang menyimpan tengkorak di dalamnya. Jumlahnya tidak sedikit, bahkan mencapai ribuan tengkorak. Hii!

1. Museum Lombroso

Museum Lombroso berada di Turin, Italia. Museum yang didirikan oleh Lombroso ini berisi tengkorak, potongan kepala penjahat dan perkakas kriminal.

Lambroso sering mengikuti kegiatan ke luar negeri dan belajar tentang kriminologi. Menurut putrinya, Lambroso adalah seorang yang jeli dalam belajar.

Tiap koleksi tengkorak atau potongan kepala penjahat ia dapatkan dari berbagai belahan dunia. Ia membelah tengkorak dan mengawetkan kepala pemjahat dengan lilin. Setiap kepala, ia beri nama dan tindakan kriminalnya.

Yang mengejutkan, setelah meninggal Lambroso menyumbangkan kepalanya sendiri sebagai koleksi terakhir dari penelitiannya. Kepalanya di pajang bersama para penjahat lainnya.

2. Gereja Santa Maria

Gereja Santa Maria di Wamba, Spanyol memiliki ruangan kecil yang berisi 3.000 tengkorak dan tulang belulang manusia. Gereja ini telah jadi cagar budaya dan memiliki ruangan bernama Wamba Ossuary, yang artinya kuburan.

Di dalam ruangan tengkorak menjulang tinggi dan tersusun rapi. Tengkorak yang disimpan sejak abad ke 12 ini adalah jasad dari para pendeta dan penduduk setempat.

3. Kapel Sedlec Ossuary

The Bone Church dikenal juga dengan nama Sedlec Ossuary. Kapel ini berada di jalan starosedlecka, Kutna Hora, Republik Ceko. Kapel ini bukanlah kapel yang besar, mewah dan berada di pusat kota. Namun, yang membuat kapel ini berbeda karena dihiasi oleh tulang belulang dari 40.000 manusia!

Tulang-tulang ini berasal dari orang-orang yang berbondong dimakamkan di gereja. Masyarakat yakin bahwa kawasan gereja adalah tempat suci, karena pada abad ke-13 Abbas henry, seorang biara di sana membawa sekendi tanah dari gereja suci Golgota, Yerusalem tempat Yesus disalib dan mendeklarasikan bahwa tempatnya ini sebagai tempat suci.

4. Kepulauan Talaud

Indonesia juga punya temapt yang dipenuhi oleh tengkorak, yaitu di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Di pulau ini terdapat gua dengan puluhan tengkorak yang berbaris rapi. Kepala dibariskan dengan kepala, sementara tulang lainnya di sekelilingnya.

Menurut cerita, tengkorak ini merupakan armada Spanyol yang bersembunyi dari kejaran panglima Malaka. Namun ada juga yang mengatakan tengkorak di sana merupakan nenek moyang Minahasa.

Sayangnya, belum ada penelitian atau literatur mumpuni mengenai asal-muasal dari tengkorak ini. Bahkan, warga lokal pun tidak banyak yang mengetahui kisah asli dari tengkorak ini. Di gua, terlihat susunan batu yang berisi aneka sesajen. Ada yang menaruh bunga, dan ada juga yang menaruh uang.

5. Bone Church

Kalau kapel ini berada di desa kecil bernama Hallstatt. Desa ini berada di wilayah sebelah barat Austria, dekat perbatasan Austria-Jerman.

Tengkorak-tengkorak ini ditulis atau diberi label nama. Ada juga yang dilukis, tergantung dari keinginan keluarga dan gaya si pemilik tengkorak semasa hidup. Bahkan di sini juga ada tengkorak yang tidak ada identitas.

6. Makam Leluhur Toraja

Satu lagi tempat di Indonesia yang identik dengan tengkorak, yaitu makam leluhur Toraja. Tempat ini berupa makam tebing yang berada di Kete Kesu, desa adat yang berjarak 5 KM dari Kota Rantepao.

Di desa ini bukan cuma ada rumah adat tapi juga makam dari jaman nenek moyang pertama yang tinggal di Kete Kesu. Tulang-belulang milik para leluhur bisa dilihat di pinggir bukit secara langsung.

Tengkorak akan diletakkan di berderet di atas peti. Sesuai dengan urutan keluarga. Setiap keturunan memiliki satu peti yang digunakan secara turun temurun. 

Baru dari Ciamis, Ada Situs Bebatuan Puzzle

Kabupaten Ciamis punya destinasi unik. Ada situs berupa bebatuan yang berbetuk puzzle.

Bebatuan itu ada di sebuah komplek hamparan batu atau dikenal Batu Ngampar. Lokasinya ada di Pasir Goong Cibadak, Banjarsari, Ciamis.

Batu Ngampar itu ditemukan sekitar tahun 2016 lalu terkubur dibawah tanah, dengan kedalaman 50-100 centimeter. Warga menemukannya saat menggali batu tersebut untuk digunakan pondasi rumah.

Kepala Desa Cibadak Olis Nurholis menuturkan pihaknya baru menyadari batu yang selama ini sering digali warga ternyata memiliki pola khusus yang cantik. Ukuran batu hampir seragam persegi empat, panjang dan pipih menyerupai sebuah puzzle dengan ketebalan hampir sama antara 15-20 centimeter.

Menurut cerita, Pasir Goong ini masuk daerah peninggalan Kerajaan Kawasen. Pasir berarti sebuah bukit kecil, sedangkan goong adalah salah satu alat musik gamelan.

Dulu tempat ini digunakan untuk menyimpan peralatan gamelan juga tempat pertunjukan hiburan kerajaan. Tak heran, Batu Ngampar tersebut sepintas mirip lantai pertunjukan yang berada di lereng bukit.

Konon, di tempat ini sewaktu-waktu terdengar bunyi gamelan. Jika itu yang bisa didengar warga maka jadi pertanda akan terjadi peristiwa besar.

"Orang tua dulu menamakan suatu tempat pasti ada makna dan sejarahnya, seperti pasir goong ini. Memang belum bisa dipastikan Batu Ngampar ini dulunya bekas apa. Yang jelas menurut cerita dulu tempat ini untuk menyimpan peralatan gamelan dan tempat pertunjukan hiburan kerajaan," ujar Olis saat ditemui di lokasi Senin (11/2/2019).

"Bukan hanya suara musik gamelan saja yang terdengar, kalau orang yang bisa terdengar juga suara sinden. Warga juga sering melihat penampakan karembong atau selendang," katanya.

Bisa dipastikan, batu ngampar tersebut bukan pada zaman modern saat ini, karena terlihat dari bentuknya semuanya seragam. Bahkan saat digali tanah dibawahnya tercetak ukuran batu yang sama persis. Bila diletakan kembali tidak akan salah.

"Sepertinya terkubur lama, mungkin oleh tanah yang tergerus air hujan tapi baru diketahui sekarang ini. Karena bentuknya memiliki sebuah pola yang sangat indah. Saya meminta kepada warga untuk tidak lagi membawa batu itu dan sama-sama melestarikannya," jelas Olis.

Sepintas mengenai sejarah Kerajaan Kawasen, waktu itu dipimpin oleh Adipati Tubagus Sutanangga. Konon, ia merupakan seorang raja yang mampu menaklukkan salah seorang panglima yang memberontak di Kerajaan Majapahit.

Luas Kerajaan Kawasen ini dari wilayah Cimaragas, Ciamis sampai dengan Kalipucang Pangandaran. Antara Kerajaan Kawasen dengan Kerajaan Galuh dibatasi oleh Sungai Cimuntur.

Pemerintah Kabupaten Ciamis diharap turun langsung ke lokasi Pasir Goong untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Jika ada penelitian dari para ahli arkeolog bisa dibuktikan secara ilmiah bahwa Batu Ngampar ini merupakan peninggalan sejarah.

"Kalau bisa dibuktikan secara ilmiah ini salah satu tempat berharga peninggalan sejarah, tentunya kami bisa melakukan penataan dan menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah. Ini merupakan aset daerah," jelasnya.