Senin, 24 Februari 2020

Yang Wajib Dilakukan di Negeri Sakura, Main Ski

Liburan musim dingin wajib dinikmati dengan main salju, apalagi kalau ke Jepang. Liburan maksimal di Kota Hiroshima enaknya sambil main ski.

Kota Hiroshima di Jepang menawarkan sejumlah wisata menarik untuk dijelajahi. Selain wisata sejarah, Hiroshima juga punya destinasi ski yang jadi favorit saat musim dingin tiba, Megahira Ski Resort.

Bersama dengan Japan Airlines, detikTravel datang dan bermain ski di Megahira Ski Resort. Bertempat di dekat kawasan Gunung Megahirayama, tempat ski ini selalu ramai pada akhir pekan.

Awak detikTravel mencoba untuk menjajal ski di tempat ini. Baru pertama kali, rupanya bermain ski susah-susah gampang.

Hal pertama yang mesti traveler lakukan adalah menyewa perlengkapan ski. Mulai dari topi, kacamata, sarung tangan, jaket, celana, sepatu, papan ski dan tongkat. Pemilihan alat pun tak boleh sembarangan.

Traveler harus memilih pakaian yang nyaman untuk bisa bergerak. Karena saat main ski, kamu dijamin berkeringat.

Sepatu harus dipasang dengan ketat di bagian betis. Sehingga meminimalisir terjadinya cedera saat latihan atau jatuh.

Sudah siap dengan perlengkapan? Sekarang saatnya berlatih main ski. Chikako Taniguchi, dari Megahira Ski Resort, menjadi pelatih dan memberikan instruksi untuk melakukan pemanasan sebelum latihan.

Alat-alat yang dibawa diletakkan di tempat yang telah disediakan. Sehingga tidak tercecer dan membahayakan pengunjung lainnya.

Pemanasan dilakukan dengan melakukan gerakan dasar untuk perenggangan. Mulai dari kepala, bahu, tangan dan kaki, dilemaskan agar tidak kaku.

Setelah itu, Chikako memberi instruksi untuk memasang sepatu ke papan ski. Caranya, ujung sepatu dimasukkan terlebih dahulu, kemudian injak bagian belakang papan. Kamu bisa memakai sepatu sambil berdiri, namun butuh keseimbangan kalau belum terbiasa.

Untuk bisa bermain ski, ada dua dasar posisi yang harus dipahami dengan baik. Ada posisi seluncur dan rem, ini wajib dikuasi untuk bisa bermain ski bagi pemula.

"Saat meluncur badan harus tegak, buka kaki dan tangan," ujar Chikako.

Untuk posisi rem, kaki harus dibuat dengan posisi pizza. Ujung papan ski menyempit sedangkan bagian belakang dibuka lebar. Posisi lutut menekuk sedikit dan tarik badan ke arah bawah.

"Perlahan saja, jangan takut," tutur Chikako saat melatih.

Cukup sulit untuk berjalan dengan sepatu dan papan ski yang berat. Apalagi dengan kemiringan bukit yang dipenuhi salju, pastinya licin.

Belum lagi ramainya pengunjung lain yang berseluncur. Walau berlatih dibagian yang paling landai, namun traveler harus tetap memperhatikan pemain ski atau snowboard yang datang dari atas bukit.

Pelatih ski akan melihat perkembangan anak muridnya. Jika sudah dirasa mampu, maka akan ditantang untuk naik ke level selanjutnya.

Tantangan selanjutnya dari gerakan dasar adalah berselancar dari atas bukit. Tak perlu takut, karena pelatih akan menemanimu turun bersama dari bukit.

Bukit di area ski ini terbagi dua, ada yang untuk pemula dan tingkat lanjut atau mahir. Untuk area ski pemula berlekuk landai, sedangkan tingkat lanjut curam dan tajam.

Untuk naik ke atas bukit, Megahira Ski Resort memiliki kereta gantung khusus. Di buat khusus tanpa sabuk, pengunjung harus langsung meluncur begitu sampai di atas bukit.

Pada beberapa kali percobaan, jatuh adalah hal yang sangat wajar. Traveler bisa lihat hampir semua pemain ski di bukit pemula jatuh saat berselancar.

Cobalah untuk bangun sendiri dan memahami cara alat-alat yang digunakan. Lepaskan sepatu dari papan ski dengan bantuan tongkat. Tekan bagian belakangnya, dan sepatu akan terlepas dari papan ski.

Gunakan tongkat untuk bisa bangun. Kemudian pasang kembali sepatu ke dalam papan ski. Hal lain yang perlu kamu rasakan adalah perbedaan kemiringan bukit, sehingga kamu bisa menguasai medan.

"Jangan terburu-buru, pelan saja dan jangan lupa tegak," tuntun Chikako.

Chikako sendiri baru menjadi pelatih selama 2 tahun di resor ini. Namun ia telah bermain ski selama 20 tahun. Chikako menyarankan untuk terus berlatih agar bisa lancar bermain ski.

Ada kebanggan tersendiri bagi Chikako melihat anak didiknya berhasil bermain ski. Walau tidak lancar bahasa Inggris, tapi Chikako berusaha untuk berkomunikasi dengan baik.

"Mengajar ski tidak gampang, tapi sangat senang kalau mereka sampai berhasil main ski," ungkap Chikako.

Kamu yang mau mencoba untuk ski private di Megahira Ski Resort bisa belajar dengan pelatih dengan harga JPY 1500 per 2 jam atau sekitar Rp 190.107.

Untuk biaya sewa perlengkapan lengkap, bisa sewa dengan harga JPY 7300 atau sekitar Rp 925.189. Kalau mau beberapa alat saja juga bisa kok, harganya menyesuaikan.

Harga tiket sendiri dihargai dengan lamanya bermain. Kamu akan diberikan tiket untuk naik ke kereta gantung. Batas maksimalnya adalah 9 jam seharga JPY 9000 atau sekitar Rp 1.143.564. 

Kisah Inspirasi 7 Pendaki Buta Naik Gunung Kilimanjaro

Gunung Kilimanjaro di Tanzania merayakan momen spesial. 50 Tahun lalu ada 7 pendaki buta mendaki ke puncaknya, dan menjadi inspirasi kaum disabilitas.

Pendaki buta di sini bukan buta arah atau pendaki amatir. Mereka adalah pendaki disabilitas yang mampu mendaki atap tanah airnya di Benua Afrika, Gunung Kilimanjaro.

Melansir BBC, Jumat (22/2/2019), pada tanggal 20 Februari 1969, tujuh pendaki buta dan empat temannya telah menyelesaikan perjalanan yang sulit menuju puncak kawah Gunung Kilimanjaro, Tanzania. Gunung ini memiliki tinggi 5.885 mdpl atau puncak keempat dalam Seven Summit gunung tertinggi dunia.

Kelompok ini membutuhkan waktu selama 9 jam untuk menempuh jarak 9.843 meter terakhir, berjuang melawan angin kencang dan suhu beku. Tujuannya ke tempat di mana pesawat Fokker F27 Friendship berputar-putar mengamati pendaki itu sebagai bentuk penghormatan.

Ekspedisi ini digagas oleh John Wilson, pendiri amal Sightsavers. Tujuannya untuk membantu menciptakan citra baru bagi para penyandang kebutaan di Afrika dan menunjukkan bahwa orang-orang buta yang terlatih memiliki stamina mental dan fisik untuk mencapai tujuan yang tepat.

Pendaki buta ini memulai perjalanannya pada malam hari di tanggal 19 Februari pukul 20.00. Setelah tidur di sebuah gua dan melewati pendakian yang curam juga berbatu di hari itu, salah satu pendaki harus menyerah.

Di hari itu ada yang mengalami sakit di kakinya dan bersusulan dua orang mulai sakit ketinggian. Hal itu dijelaskan oleh Geoffrey Salisbury dari Royal Commonwealth Society for the Blind, bentuk organisasi Sightsavers saat ini.

Seperti yang dialami pendaki kebanyakan, para pendaki itu menderita wajah terbakar karena sinar matahari langsung. Tak sia-sia, meski buta, mereka mampu menemukan salju pertamanya dan memanjat bebatuan hingga memecahkan es raksasa.

Para pendaki ini sebelumnya telah dipilih dari ratusan sukarelawan dari Kenya, Uganda dan Tanzania. Mereka telah menjalani program pelatihan dua minggu yang meliputi panjat tali, berkemah saat malam dan menguasai penggunaan peralatan gunung.

Perjalanan itu juga diliput di halaman depan surat kabar di Afrika dan semua pendaki Gunung Kilimanjaro ini menerima sambutan bak pahlawan. Tiga pasang sepatu bot usang mereka ditampilkan di Museum Nasional Uganda.

Bagaimana menurut traveler, keren bukan? 

Yang Wajib Dilakukan di Negeri Sakura, Main Ski

Liburan musim dingin wajib dinikmati dengan main salju, apalagi kalau ke Jepang. Liburan maksimal di Kota Hiroshima enaknya sambil main ski.

Kota Hiroshima di Jepang menawarkan sejumlah wisata menarik untuk dijelajahi. Selain wisata sejarah, Hiroshima juga punya destinasi ski yang jadi favorit saat musim dingin tiba, Megahira Ski Resort.

Bersama dengan Japan Airlines, detikTravel datang dan bermain ski di Megahira Ski Resort. Bertempat di dekat kawasan Gunung Megahirayama, tempat ski ini selalu ramai pada akhir pekan.

Awak detikTravel mencoba untuk menjajal ski di tempat ini. Baru pertama kali, rupanya bermain ski susah-susah gampang.

Hal pertama yang mesti traveler lakukan adalah menyewa perlengkapan ski. Mulai dari topi, kacamata, sarung tangan, jaket, celana, sepatu, papan ski dan tongkat. Pemilihan alat pun tak boleh sembarangan.

Traveler harus memilih pakaian yang nyaman untuk bisa bergerak. Karena saat main ski, kamu dijamin berkeringat.

Sepatu harus dipasang dengan ketat di bagian betis. Sehingga meminimalisir terjadinya cedera saat latihan atau jatuh.

Sudah siap dengan perlengkapan? Sekarang saatnya berlatih main ski. Chikako Taniguchi, dari Megahira Ski Resort, menjadi pelatih dan memberikan instruksi untuk melakukan pemanasan sebelum latihan.

Alat-alat yang dibawa diletakkan di tempat yang telah disediakan. Sehingga tidak tercecer dan membahayakan pengunjung lainnya.

Pemanasan dilakukan dengan melakukan gerakan dasar untuk perenggangan. Mulai dari kepala, bahu, tangan dan kaki, dilemaskan agar tidak kaku.

Setelah itu, Chikako memberi instruksi untuk memasang sepatu ke papan ski. Caranya, ujung sepatu dimasukkan terlebih dahulu, kemudian injak bagian belakang papan. Kamu bisa memakai sepatu sambil berdiri, namun butuh keseimbangan kalau belum terbiasa.

Untuk bisa bermain ski, ada dua dasar posisi yang harus dipahami dengan baik. Ada posisi seluncur dan rem, ini wajib dikuasi untuk bisa bermain ski bagi pemula.

"Saat meluncur badan harus tegak, buka kaki dan tangan," ujar Chikako.

Untuk posisi rem, kaki harus dibuat dengan posisi pizza. Ujung papan ski menyempit sedangkan bagian belakang dibuka lebar. Posisi lutut menekuk sedikit dan tarik badan ke arah bawah.

"Perlahan saja, jangan takut," tutur Chikako saat melatih.