Minggu, 23 Februari 2020

Ragam Destinasi untuk Liburan Seru di Solo

Banyak destinasi menarik yang bisa kamu jelajahi di Solo. Apa saja ya?

Sepanjang tahun 2018 lalu bisa di bilang tidak ada waktu yang tersisa bahkan hanya untuk sekedar melepas penat, bayangkan bagaimana rasanya setahun penuh disibukkan dengan pekerjaan yang memang tak pernah ada habisnya itu.

Hingga di awal Januari 2019 salah satu kawan tiba-tiba saja mengontak dan mengajak untuk ikut melakukan perjalanan bersama ke kota Solo. Ajakan singkat itu bagai oase di tengah gurun pasir rasanya dan dengan spontan ku iyakan tanpa pikir panjang lagi.

Ketika tujuan perjalanan sudah jelas, yang langsung terbesit setelahnya adalah mencari tahu destinasi wisata apa saja yang bisa dikunjungi disana. Melalui laman pencarian situs tak ada seharian daftar tempat-tempat yang ingin ku kunjungi sudah berderet memenuhi aplikasi catatan.

Namun tiba-tiba ada perasaan cemas yang datang yaitu mengenai transportasi apa yang bisa kugunakan untuk bisa tiba di Solo sesuai dengan waktu yang sudah di rencanakan, mengingat rencana perjalanan itu akan dilaksanakan kurang dari sebulan, bayangan tingginya harga tiket kereta dan pesawat seketika menari-nari di atas kepala.

Tapi memang tak ada masalah yang tak bisa dipecahkan, karena aku selalu bisa mengandalkan aplikasi perjalanan tiket.com untuk segala kemungkinan. Setelah menimbang-nimbang dengan bijak, ku putuskan untuk memilih moda kereta sebagai jalan keluarnya.

Setelah memasukkan stasiun keberangkatan dan kedatangan juga tanggal, aplikasi tiket.com langsung menampilkan semua jadwal perjalanan lengkap dengan tipe kereta juga detail jam nya. Dengan segala kemudahan yang ada itulah akhirnya aku bisa mendapatkan jadwal perjalanan sesuai dengan yang kubutuhkan, terlebih aku juga mendapatkan potongan harga yang cukup bikin senyum-senyum jumawa karena bisa dialokasikan untuk membeli makan malam saat perjalanan menggunakan kereta nantinya.

Kota yang memilki luas tak lebih dari 47 km itu memiliki satu jalan protokol yang menjadi pusat atau penghubung tiap jalan kecil lainnya, yaitu Jl Slamet Riyadi. Orang Solo bilang sih, Jangan takut nyasar di Solo mbak, cari saja jl slamet riyadi nanti tempat yang mbak tuju itu pasti ketemu dan setelah menghabiskan waktu selama empat hari di kota kecil itu aku pun mengamini perkataannya. Jadi ke Solo kemana aja nih?.


Kedatangan kami di Solo sesungguhnya memang direncanakan mendekati hari raya Imlek, dimana ada satu acara besar yang menjadi salah satu daftar acara yang paling dinanti-nanti yaitu Gerbeg Sudiro. Kenapa demikian? acara yang berpusat di Pasar Gedhe itu menyajikan kemeriahan dalam menyambut hari raya imlek, dimana seisi jalan dipenuhi oleh lampion-lampion hias juga berbagai macam karakter hidup sebagai simbol kemegahannya, dan bisa dibilang juga selama perayaan acara itu aku jadi bisa menghemat waktu untuk bisa mencicipi segala jenis kuliner dalam satu tempat.

Meski sayang beribu sayang pada akhirnya rencana untuk bisa menghadiri acara tersebut harus dikalahkan dengan destinasi wisata lain yang memang membutuhkan waktu tak sedikit.

Kota Solo juga bisa dibilang sebagai jalur perlintasan yang bisa menghubungkan kamu ke kota-kota kecil lainnya, bayangkan saja aku bisa menyambangi Klaten, Boyolali dan Karanganyar hanya dengan waktu tempuh tak lebih dari satu jam di tiap perjalanan.

Ini serius plesirannya sampai ke Klaten, Boyolali dan Karanganyar juga? Betul sekali! Empat hari bisa dibilang terlalu lama jika hanya berpusat di kota Solo nya saja, jadi melalui sedikit improvosasi aku dan kawan-kawan seperjalanan memutuskan untuk melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata terdekat dari Kota Solo yang terdiri dari :

1. Umbul Manten (Klaten, Jawatengah)

Memang tidak se terkenal saudara jauhnya yaitu Umbul Ponggok, tapi Umbul Manten menyajikan suasana yang lebih nyaman karena lebih terkesan privat juga didukung dnegan harga tiket masuk nya yang masih sangat ramah dikantong. Aliran airnya yang memang mengalir dari dua sumber mata air begitu sejuk dan sangat jernih

Jumat, 21 Februari 2020

Cara Liburan Asyik di Hong Kong

Liburan ke Hong Kong beragam aktivitas menarik bisa dilakukan. Mulai dari jelajah kota, mencoba beragam wahana bermain, sampai wisata kuliner. Yuk!

Karena promo potongan harga tiket pesawat dari tiket.com, saya dan teman-teman mendadak jalan-jalan ke Hong Kong. Highlight dari perjalanan kami adalah side trip ke Macau, bermain sepuasnya ke Disneyland, dan menikmati makanan enak di sana.

Apa yang kalian lakukan kalau lagi bosan di kantor? Kalau saya biasanya browsing tiket.com, siapa tahu lagi ada promo menarik yang ditawarkan. Dan beberapa bulan lalu ketika saya lagi lihat-lihat tiket.com, ada promo menggiurkan berupa potongan sebesar Rp 650 ribu untuk tiket pesawat, lumayan banget kan!

Apalagi selain promo, pembayarannya bisa dilakukan dengan cicilan kartu kredit. Langsung saja saya menghubungi sahabat-sahabat saya tentang promo ini dan segera kami membeli tiket pesawat Malaysia Airlines ke Hong Kong seharga IDR 2,4 jutaan saja seorang karena promo tersebut.

Jumat sore kami tiba di Hong Kong. Dari Hong Kong International Airport kami bertolak ke penginapan kami di daerah Yau Ma Tei menggunakan bus sebagai moda transportasi paling efisien dari segi biaya dan waktu. Yau Ma Tei terletak di area Mong Kok yang dikenal sebagai area perbelanjaan dan pasar malam populer di Hong Kong. Karena sudah malam dan lapar, langsung saja kami mencari makan.

Makanan apa yang kalian ingat kalau saya sebut kata Hong Kong? Ya, dim sum! Walaupun dim sum lebih umum dinikmati sebagai sarapan atau makan siang, tak ada salahnya menikmati dim sum sebagai makan malam, karena cukup banyak restoran dim sum yang buka sampai pagi hari di Hong Kong.

Dari penginapan, kami berjalan kaki ke restoran Dim Dim Sum (non halal) di Jordan Street. Kami menghabiskan sekitar Rp 700 ribu untuk makan berempat dan kenyang di sana. Mahal? Memang rupanya biaya kulineran di Hong Kong ini lumayan besar. Setidaknya saya menghabiskan Rp 100-200 ribu (jika di rupiahkan) sekali makan di sana.

Keesokan paginya, kami berangkat ke Macau menggunakan ferry. Selama di Macau kami memilih untuk menggunakan taksi untuk berkeliling. Tujuan pertama kali adalah Nam Peng Cafe, Cha Chaan Teng yang cukup terkenal di Macau. Di Nam Peng Cafe kami menikmati sarapan khas ala Hong Kong / Macau yaitu sup makaroni dan sandwich (non halal). Rasanya lumayan lah, tapi tetap saja lebih nikmat sarapan mie atau bubur ayam. Dari Nam Peng Cafe kami berjalan kaki ke Ruins of St. Paul's, landmark yang wajib dikunjungi di Macau.

Setelah melakukan foto wajib di depan Ruins of St. Paul's kami mengitari Senado Square yang dipadati oleh wisatawan mancanegara. Di Senado Square ada banyak toko-toko dan penjajah makanan yang menarik untuk dikunjungi. Jangan lupa berfoto dengan bangunan-bangunan bersejarah yang estetik di sana. Dari Senado Square kami melanjutkan perjalan ke Hotel The Venetian yang juga jadi spot yang wajib dikunjungi di Macau.

Di pusat perbelanjaan The Venetian kita bisa menyusuri 'Venesia mini' dengan gondola seperti di Venesia sesungguhnya atau juga mampir ke outlet Lord Stow's Bakery untuk menikmati Portugese egg tart. Egg tart satu ini sudah sangat dikenal dan memang patut  banget dicobain karena rasanya enak banget.

Dari The Venetian kami melanjutkan perjalanan ke Macau Tower di mana kita bisa melihat keseluruhan kota Macau dari ketinggian 223 meter. Buat kalian yang suka tantangan, kalian patut nyobain bungee jumping dan skywalking dari puncak Macau Tower yang tingginya mencapai 300 meter. Setelah menghabiskan waktu di Macau, menurut saya side trip ke Macau patut dipertimbangkan buat kalian yang bosan dengan hiruk pikuk Hong Kong.