Kamis, 20 Februari 2020

Pilot Bikin Ulah di Langit, 'Melukis' Gambar Penis

Pilot juga manusia, bisa bosan saat mengudara. Seorang pilot iseng 'melukis' gambar penis dan tulisan 'I'm bored' dalam jejak terbang di Australia.

Bagi seorang pilot yang tengah melakukan uji terbang, mengemudikan pesawat dari satu titik ke titik bisa sangat membosankan. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengusir kebosanan, seperti pilot yang satu ini.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (28/2/2019), seorang pilot bersertifikat di Flight Training Adelaide diketahui terbang dari Bandara Parafied pada Selasa pekan lalu. Ia pun ditugaskan untuk melakukan uji penerbangan ke arah utara seperti diberitakan News Australia.

Seusai uji terbang, dalam perjalanan terbang ia meninggalkan 'pesan' di atas Princes Highway. 'Pesan' itu pun hanya bisa diketahui lewat situs Flight Tracking.

Pesan itu sungguh jahil. Jejak penerbangannya melukiskan 1 penis kecil dan 1 penis yang lebih besar dalam rute berangkatnya. Sedangkan dalam rute pulang, dia melukiskan tulisan 'I'm bored'. Gambar penis dan tulisan 'I'm bored' ini hanya terbaca di Flight Tracking. Ada-ada saja ya!

Dilarang Takut di Pantai Timang

Pantai Timang menantang traveler pemberani untuk datang dan menyeberang naik gondola. Dilarang takut kalau main ke pantai ini.

Saya sudah lama ingin berlibur ke Yogyakarta yang terkenal dengan Malioboronya. Namun, karna saya seorang pekerja di salah satu perusahaan swasta, jadi saya harus mengatur jadwal yang tepat untuk berlibur.

Setelah saya sudah menetapkan waktu liburan saya, saya langsung mengecek tiket pesawat dan karna ini kali pertama saya akan berlibur dengan menaiki pesawat saya mencoba dengan menggunakan aplikasi tiket.com dan saya sangat senang karena pemesanan tiket pesawat di aplikasi tiket.com sangat mudah dipahami sehingga sampai akan kembali dari liburan pun tidak ada masalah yang terjadi pada tiket pesawat saya.

Saya sangat beruntung mendapatkan harga tiket pesawat ke Yogyakarta dari Pekanbaru yang harganya  bisa dikatakan relatift murah dan pastinya sangat cocok untuk kantong karyawan swasta seperti saya. Tiket.com memang cocok untuk solusi liburan saya. #semuaadatiketnya

Saya berangkat dari Pekanbaru langsung ke Yogyakarta dan saya langsung menuju Pantai Timang. Perjalanan dari Yogyakarta menuju Pantai Timang membutuhkan  waktu sekitar 3 jam dengan rute perjalanan melalui arah Wonosari, lanjutkan perjalanan ke arah Jalan Baron.

Sesampainya di pertigaan Mulo, belok kiri ke arah Pantai Siung, lanjutkan hingga bertemu pasar Dakbong. Namun, 2 kilometer menuju Pantai Timang jalan terjal berbatu yang tentu menguras tenaga dan harus dilalui dengan menyewa mobil Jeep yang dibandrol sebesar Rp 350.000,- dengan maksimal 5 orang yang naik. Kebetulan saya hanya berdua dengan sepupu saya, kami memutuskan untuk naik ojek masyarakat setempat dengan harga Rp 50.000,- untuk satu motor.

Pantai Timang adalah destinasi  utama saya berlibur ke Yogyakarta. Saya memilih Pantai Timang sebagai destinasi utama dengan salah satu alasannya yaitu karna Pantai Timang pernah dikunjungi oleh tim variety show Korea Selatan yaitu Running Man yang sering saya ikuti acaranya.

Saya sangat suka dengan variety show televisi Korea Selatan salah satunya Running Man. Melihat betapa ekstrem dan menantangnya  Kwangsoo (aktris running man) menaiki Gondola, membuat saya sangat tertarik  dan sangat ingin mencoba.

Saya menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan salah satu masyarakat pengurus wisata Gondola tersebut. Menurut masyarakat setempat gondola merupakan objek wisata di pantai Timang yang dulunya digunakan untuk memudahkan para nelayan pemburu lobster berukuran besar.

Ombak pantai yang cukup besar menjadi faktor utama dibangunnya gondola tradisional. Menaiki gondola inilah yang menjadi alasan saya memilih Pantai Timang untuk berlibur karena berbeda dengan pantai biasanya.

Untuk dapat menaiki Gondola ini kita harus merogoh kantong lumayan dalam karna dibadrol seharga Rp 200.000,-. Namun, menurut saya itu harga yang sesuai dengan pengalaman yang didapat di Pantai Timang.

Upacara Sakral Jumenengan di Purworejo Ramai Diminati Wisatawan

Upacara sakral Jumenengan Bupati Purworejo pertama, Tjokronegoro I jadi atraksi wisata tahunan yang ditunggu-tunggu. Ribuan wisatawan menontonnya.

Peringatan Jumenengan adalah peringatan penobatan RAA Tjokronegoro I sebagai bupati pertama di Purworejo pada tanggal 27 Februari 1831. Tahun 2019 ini menjadi menjadi istimewa karena peringatan jumenengan digelar sekaligus untuk memperingati hari jadi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang ke-188.

Pada tahun sebelumnya, dua tradisi itu selalu diperingati pada waktu yang berbeda karena hari jadi Kabupaten Purworejo sebelumnya diperingati setiap tanggal 5 Oktober.

Setelah dilakukan kajian selama sekitar 4 tahun bersama ahli sejarah dari UGM, USM, Purworejo hingga Inggris, maka lahirlah Perda Kabupaten Purworejo no 1 tahun 2019 tentang perubahan dan penetapan hari jadi. Berdasarkan perda tersebut, hari jadi Purworejo yang sebelumnya jatuh pada 5 Oktober 901 berubah dan ditetapkan menjadi tanggal 27 Februari 1831.

"Tahun ini menjadi beda dan semakin semarak karena dua peringatan digabung jadi satu, yakni jumenengan sekaligus peringatan hari jadi yang ke-188 dan malam ini menjadi peringatan yang pertama setelah sebelumnya peringatan masih menggunakan peraturan lama," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo, Agung Wibowo saat ditemui detikTravel, Rabu malam (27/2/2019).

Jumenengan selalu digelar pada tanggal 27 Februari malam pada setiap tahunnya. Atraksi wisata ini menjadi suguhan menarik yang dinikmati oleh ribuan warga Purworejo dan sekitarnya. Beberapa aksi seni pun disajikan dalam ritual yang dihelat di Pendopo Kabupaten hingga pelataran itu.

"Dalam peringatan malam ini ada tarian Beksan Kidung Cakra, Beksan Cakra Tunggal serta sendratari Sengguh Ora Mingkuh. Karya seni tersebut menceritakan tentang lingkaran kehidupan manusia, kisah Tjokronegoro dengan pembangunan dan karya agungnya hingga menggambarkan semangat masyarakat Purworejo dalam bekerja dan berkarya penuh perjuangan tanpa menyerah," lanjut Agung.

Meski berlangsung hingga larut malam, ribuan pengunjung tetap tak bergeming menyaksikan atraksi tersebut hingga tuntas. Panggung dan para seniman pun menjadi rebutan ajang foto selfie para pengunjung ketika acara usai.

Salah satu wisatawan asal Swedia, Daniel Vahlne (42) mengaku takjub dengan atraksi wisata tersebut. Ia berharap tahun depan bisa menyaksikan kembali sekaligus menikmati wisata lain di Purworejo.

"Sangat indah, saya sangat menikmati, musiknya juga bagus. Di negara saya tidak ada tradisi seperti ini, luar biasa," tuturnya.

Pilot Bikin Ulah di Langit, 'Melukis' Gambar Penis

Pilot juga manusia, bisa bosan saat mengudara. Seorang pilot iseng 'melukis' gambar penis dan tulisan 'I'm bored' dalam jejak terbang di Australia.

Bagi seorang pilot yang tengah melakukan uji terbang, mengemudikan pesawat dari satu titik ke titik bisa sangat membosankan. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengusir kebosanan, seperti pilot yang satu ini.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (28/2/2019), seorang pilot bersertifikat di Flight Training Adelaide diketahui terbang dari Bandara Parafied pada Selasa pekan lalu. Ia pun ditugaskan untuk melakukan uji penerbangan ke arah utara seperti diberitakan News Australia.

Seusai uji terbang, dalam perjalanan terbang ia meninggalkan 'pesan' di atas Princes Highway. 'Pesan' itu pun hanya bisa diketahui lewat situs Flight Tracking.

Pesan itu sungguh jahil. Jejak penerbangannya melukiskan 1 penis kecil dan 1 penis yang lebih besar dalam rute berangkatnya. Sedangkan dalam rute pulang, dia melukiskan tulisan 'I'm bored'. Gambar penis dan tulisan 'I'm bored' ini hanya terbaca di Flight Tracking. Ada-ada saja ya!