Kamis, 20 Februari 2020

Upacara Sakral Jumenengan di Purworejo Ramai Diminati Wisatawan

Upacara sakral Jumenengan Bupati Purworejo pertama, Tjokronegoro I jadi atraksi wisata tahunan yang ditunggu-tunggu. Ribuan wisatawan menontonnya.

Peringatan Jumenengan adalah peringatan penobatan RAA Tjokronegoro I sebagai bupati pertama di Purworejo pada tanggal 27 Februari 1831. Tahun 2019 ini menjadi menjadi istimewa karena peringatan jumenengan digelar sekaligus untuk memperingati hari jadi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang ke-188.

Pada tahun sebelumnya, dua tradisi itu selalu diperingati pada waktu yang berbeda karena hari jadi Kabupaten Purworejo sebelumnya diperingati setiap tanggal 5 Oktober.

Setelah dilakukan kajian selama sekitar 4 tahun bersama ahli sejarah dari UGM, USM, Purworejo hingga Inggris, maka lahirlah Perda Kabupaten Purworejo no 1 tahun 2019 tentang perubahan dan penetapan hari jadi. Berdasarkan perda tersebut, hari jadi Purworejo yang sebelumnya jatuh pada 5 Oktober 901 berubah dan ditetapkan menjadi tanggal 27 Februari 1831.

"Tahun ini menjadi beda dan semakin semarak karena dua peringatan digabung jadi satu, yakni jumenengan sekaligus peringatan hari jadi yang ke-188 dan malam ini menjadi peringatan yang pertama setelah sebelumnya peringatan masih menggunakan peraturan lama," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo, Agung Wibowo saat ditemui detikTravel, Rabu malam (27/2/2019).

Jumenengan selalu digelar pada tanggal 27 Februari malam pada setiap tahunnya. Atraksi wisata ini menjadi suguhan menarik yang dinikmati oleh ribuan warga Purworejo dan sekitarnya. Beberapa aksi seni pun disajikan dalam ritual yang dihelat di Pendopo Kabupaten hingga pelataran itu.

"Dalam peringatan malam ini ada tarian Beksan Kidung Cakra, Beksan Cakra Tunggal serta sendratari Sengguh Ora Mingkuh. Karya seni tersebut menceritakan tentang lingkaran kehidupan manusia, kisah Tjokronegoro dengan pembangunan dan karya agungnya hingga menggambarkan semangat masyarakat Purworejo dalam bekerja dan berkarya penuh perjuangan tanpa menyerah," lanjut Agung.

Meski berlangsung hingga larut malam, ribuan pengunjung tetap tak bergeming menyaksikan atraksi tersebut hingga tuntas. Panggung dan para seniman pun menjadi rebutan ajang foto selfie para pengunjung ketika acara usai.

Salah satu wisatawan asal Swedia, Daniel Vahlne (42) mengaku takjub dengan atraksi wisata tersebut. Ia berharap tahun depan bisa menyaksikan kembali sekaligus menikmati wisata lain di Purworejo.

"Sangat indah, saya sangat menikmati, musiknya juga bagus. Di negara saya tidak ada tradisi seperti ini, luar biasa," tuturnya.

Pilot Bikin Ulah di Langit, 'Melukis' Gambar Penis

Pilot juga manusia, bisa bosan saat mengudara. Seorang pilot iseng 'melukis' gambar penis dan tulisan 'I'm bored' dalam jejak terbang di Australia.

Bagi seorang pilot yang tengah melakukan uji terbang, mengemudikan pesawat dari satu titik ke titik bisa sangat membosankan. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengusir kebosanan, seperti pilot yang satu ini.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (28/2/2019), seorang pilot bersertifikat di Flight Training Adelaide diketahui terbang dari Bandara Parafied pada Selasa pekan lalu. Ia pun ditugaskan untuk melakukan uji penerbangan ke arah utara seperti diberitakan News Australia.

Seusai uji terbang, dalam perjalanan terbang ia meninggalkan 'pesan' di atas Princes Highway. 'Pesan' itu pun hanya bisa diketahui lewat situs Flight Tracking.

Pesan itu sungguh jahil. Jejak penerbangannya melukiskan 1 penis kecil dan 1 penis yang lebih besar dalam rute berangkatnya. Sedangkan dalam rute pulang, dia melukiskan tulisan 'I'm bored'. Gambar penis dan tulisan 'I'm bored' ini hanya terbaca di Flight Tracking. Ada-ada saja ya!

Rabu, 19 Februari 2020

Garuda Indonesia Resmi Terbangi Rute Jakarta-Tasikmalaya

Garuda Indonesia resmi mengoperasikan rute Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta menuju Tasikmalaya. Pilihan penerbangan untuk ke Tasikmalaya pun semakin banyak.

Maskapai Garuda Indonesia mulai hari ini resmi terbangi rute penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta menuju Bandara Wiriadinata Husein di Tasikmalaya. Ini sekaligus menandai pengoperasian layanan perdana Garuda Indonesia di kedua bandara tersebut.

Hari ini, penerbangan dari Jakarta berangkat pada pukul 11.50 WIB dan tiba di Tasikmalaya pukul 12.50 WIB. Sementara itu, penerbangan dari Tasikmalaya menuju Halim diberangkatkan pada pukul 14.00 WIB dan tiba pukul 15.00 WIB.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, pengoperasian rute tersebut merupakan respon cepat Garuda Indonesia atas harapan Presiden RI dalam menunjang akses konektivitas udara dari dan menuju Tasikmalaya. Seperti diketahui, pasar penerbangan dari Tasikmalaya cukup besar dengan total mencapai 30 ribu penumpang per tahunnya.

"Komitmen Garuda Indonesia dalam membuka rute penerbangan di kawasan wilayah ekonomi baru seperti Tasikmalaya ini kami harapkan dapat mendorong geliat potensi ekonomi daerah, melalui pengembangan pilar infrastruktur perekonomian daerah sekaligus membuka akses seluas-luasnya atas jaringan penerbangan nasional bagi masyarakat," ujar Ari Askhara dalam rilis kepada detikTravel, Sabtu (2/3/2019).

Rute penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta-Bandara Wiriadinata Husein Tasikmalaya PP akan dilayani sebanyak 3 kali seminggu, yaitu Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang.

Melalui pengoperasian rute ini juga turut menghubungkan Palembang dan Tasikmalaya melalui Halim Perdana Kusuma. Penerbangannya akan dilayani sebanyak 3 kali seminggu. Diharapkan layanan penerbangan itu akan mempermudah akses wisatawan Jawa Barat melalui Tasikmalaya.

"Adapun layanan penerbangan ini nantinya kami harapkan akan mempermudah akses para wisatawan domestik dan internasional menikmati keragaman budaya Jawa Barat," kata Ari Askhara.

"Kami optimistis dibukanya layanan penerbangan ini dapat memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan dalam negeri di tahun-tahun mendatang, sekaligus memperkuat konektivitas antarkota dan wilayah dengan potensi pariwisata dan perekonomian yang menjanjikan di Jawa Barat, khususnya melalui kota Tasikmalaya," imbuhnya.

Lebih lanjut, berkenaan dengan operasional layanan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Garuda Indonesia dalam waktu dekat juga turut menjajaki rencana untuk melayani penerbangan ke kota-kota lainnya.

Jelang Panen, Masyarakat Cirebon Arak Tombak Keliling Desa

 Cirebon memang menarik karena masyarakatnya masih memegang tradisi leluhur. Salah satunya mider buyut di Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dalam bahasa Cirebon, mider memiliki makna mengarak. Sedangkan buyut diartikan sebagai leluhur di desa tersebut.

Tradisi mider buyut di Desa Bulak telah dilakukan ratusan tahun silam. Prosesnya terbilang unik, yakni salah satu pusaka peninggalan leluhur masyarakat Bulak berupa tombak diarak keliling kampung oleh orang-orang pilihan.

Sebelum tombak pusaka diarak, masyarakat sekitar menyiapkan air kembang yang di tempatkan di depan rumahnya. Arak-arakan dimulai dari kediaman kepala desa, karena tombak pusaka hanya boleh disimpan di kepala desa terpilih atau yang sedang menjabat.

Rombongan pembawa tombak pusaka itu berkeliling kampung sembari mencelupkan ujung tombak pusaka ke dalam ember berisi air kembang yang ada di depan rumah-rumah warga. Masyarakat meyakini, air kembang yang terkena ujung tombak itu memiliki khasiat yang luar biasa.

Itu bisa menyembuhkan penyakit dan menyuburkan lahan pertanian karena dapat digunakan pula untuk mandi atau menyiram sawah. Tradisi mider buyut merupakan tanda tanaman padi mulai berbuah alias jelang musim panen.

"Ini tradisi turun temurun, sudah ratusan tahun. Ini (mider buyut) dilakukan menjelang padi berbuah. Setiap tahun," kata Kepala Desa Bulak Mulyani kepada awak media, Jumat (1/3/2019).