Rabu, 19 Februari 2020

Garuda Indonesia Resmi Terbangi Rute Jakarta-Tasikmalaya

Garuda Indonesia resmi mengoperasikan rute Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta menuju Tasikmalaya. Pilihan penerbangan untuk ke Tasikmalaya pun semakin banyak.

Maskapai Garuda Indonesia mulai hari ini resmi terbangi rute penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta menuju Bandara Wiriadinata Husein di Tasikmalaya. Ini sekaligus menandai pengoperasian layanan perdana Garuda Indonesia di kedua bandara tersebut.

Hari ini, penerbangan dari Jakarta berangkat pada pukul 11.50 WIB dan tiba di Tasikmalaya pukul 12.50 WIB. Sementara itu, penerbangan dari Tasikmalaya menuju Halim diberangkatkan pada pukul 14.00 WIB dan tiba pukul 15.00 WIB.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, pengoperasian rute tersebut merupakan respon cepat Garuda Indonesia atas harapan Presiden RI dalam menunjang akses konektivitas udara dari dan menuju Tasikmalaya. Seperti diketahui, pasar penerbangan dari Tasikmalaya cukup besar dengan total mencapai 30 ribu penumpang per tahunnya.

"Komitmen Garuda Indonesia dalam membuka rute penerbangan di kawasan wilayah ekonomi baru seperti Tasikmalaya ini kami harapkan dapat mendorong geliat potensi ekonomi daerah, melalui pengembangan pilar infrastruktur perekonomian daerah sekaligus membuka akses seluas-luasnya atas jaringan penerbangan nasional bagi masyarakat," ujar Ari Askhara dalam rilis kepada detikTravel, Sabtu (2/3/2019).

Rute penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta-Bandara Wiriadinata Husein Tasikmalaya PP akan dilayani sebanyak 3 kali seminggu, yaitu Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang.

Melalui pengoperasian rute ini juga turut menghubungkan Palembang dan Tasikmalaya melalui Halim Perdana Kusuma. Penerbangannya akan dilayani sebanyak 3 kali seminggu. Diharapkan layanan penerbangan itu akan mempermudah akses wisatawan Jawa Barat melalui Tasikmalaya.

"Adapun layanan penerbangan ini nantinya kami harapkan akan mempermudah akses para wisatawan domestik dan internasional menikmati keragaman budaya Jawa Barat," kata Ari Askhara.

"Kami optimistis dibukanya layanan penerbangan ini dapat memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan dalam negeri di tahun-tahun mendatang, sekaligus memperkuat konektivitas antarkota dan wilayah dengan potensi pariwisata dan perekonomian yang menjanjikan di Jawa Barat, khususnya melalui kota Tasikmalaya," imbuhnya.

Lebih lanjut, berkenaan dengan operasional layanan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Garuda Indonesia dalam waktu dekat juga turut menjajaki rencana untuk melayani penerbangan ke kota-kota lainnya.

Jelang Panen, Masyarakat Cirebon Arak Tombak Keliling Desa

 Cirebon memang menarik karena masyarakatnya masih memegang tradisi leluhur. Salah satunya mider buyut di Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dalam bahasa Cirebon, mider memiliki makna mengarak. Sedangkan buyut diartikan sebagai leluhur di desa tersebut.

Tradisi mider buyut di Desa Bulak telah dilakukan ratusan tahun silam. Prosesnya terbilang unik, yakni salah satu pusaka peninggalan leluhur masyarakat Bulak berupa tombak diarak keliling kampung oleh orang-orang pilihan.

Sebelum tombak pusaka diarak, masyarakat sekitar menyiapkan air kembang yang di tempatkan di depan rumahnya. Arak-arakan dimulai dari kediaman kepala desa, karena tombak pusaka hanya boleh disimpan di kepala desa terpilih atau yang sedang menjabat.

Rombongan pembawa tombak pusaka itu berkeliling kampung sembari mencelupkan ujung tombak pusaka ke dalam ember berisi air kembang yang ada di depan rumah-rumah warga. Masyarakat meyakini, air kembang yang terkena ujung tombak itu memiliki khasiat yang luar biasa.

Itu bisa menyembuhkan penyakit dan menyuburkan lahan pertanian karena dapat digunakan pula untuk mandi atau menyiram sawah. Tradisi mider buyut merupakan tanda tanaman padi mulai berbuah alias jelang musim panen.

"Ini tradisi turun temurun, sudah ratusan tahun. Ini (mider buyut) dilakukan menjelang padi berbuah. Setiap tahun," kata Kepala Desa Bulak Mulyani kepada awak media, Jumat (1/3/2019).

Nonton Konser BTS Sekaligus Jalan-jalan di Singapura

 Nonton konser boyband yang diidolakan pastinya seru. Kalau di luar negeri misalnya, traveler bisa sekaligus jalan-jalan baik sebelum maupun setelah konser.

Datang ke konser penyanyi yang diidolakan adalah sebuah impian bagi setiap fans, salah satunya adalah saya. Saya seorang fans dari boyband asal Korea Selatan yaitu BTS. Ketika mereka mengumumkan akan mengadakan world tour saya sangat ingin sekali datang ke konser mereka. Tetapi saat itu untuk negara Asia Tenggara mereka hanya datang ke Thailand dan Singapura. Konser di Singapura digelar Januari 2019 lalu.

Sempat sedih karena tidak ada Indonesia dalam daftar negara yang mereka kunjungi. Saya pikir berapa banyak biaya yang diluarkan jika saya setidaknya pergi menonton mereka di Singapura, yang terdekat dengan Indonesia. Karena untuk datang ke konser mereka saya masih harus menabung, jadi harus diperhitungkan semuanya.

Pada saat itu tabungan saya sangat minim, sudah bisa untuk membeli tiket konser tapi tidak untuk pergi ke Singapura. Namun saat saya iseng melihat harga tiket pesawat ke Singapura di tiket.com, ternyata sedang ada promo besar-besaran. Promo tersebut yaitu promo tiket dari dan ke Surabaya, kebetulan saya yang berdomisili di Jawa Timur langsung saya cek untuk tujuan ke Singapura.

Benar saja, harga tiket pesawatnya jauh lebih murah dari biasanya, bahkan lebih murah dari pada ke jakarta. Tidak pikir lama saya pun membeli tiket pesawat dan juga tiket untuk konser. Jadi berkat tiket.com saya bisa datang ke konser idola.

Rencana awal saya di Singapura hanya untuk datang ke konser saja. Karena memikirkan Singapura yang saya kira apa-apanya pasti mahal. Namun setelah saya pikir-pikir akan sangat sayang sekali jika sudah di negara orang tapi tidak jalan-jalan sekalian.

Ternyata banyak tempat-tempat di sana yang bisa didatangi tanpa harus mengeluarkan banyak biaya bahkan gratis. Akhirnya saya memutuskan menambah satu hari yang saya gunakan untuk jalan-jalan menyusuri kota di Singapura.

Jadi saya memanfaatkan sehari sebelum konser untuk menyusuri kota di Singapura. Singapura negara kecil dengan transportasinya yang bagus, murah, dan terintegrasi, salah satunya MRT. Tidak banyak tempat yang saya datangi karena harus menyimpan energi saya untuk konser hari esoknya. Saya pergi ke tempat yang wajib bagi pelancong di Singapura yaitu Merlion Park.

Setelah itu saya ke Sentosa Island untuk foto gratis di depan Universal Studio. Sesudahnya saya pergi ke mal-mal dan sedikit membeli oleh-oleh wajib, yaitu coklat.

Untuk hari-H konser saya berangkat pagi-pagi ke venue karena sudah semangat akan bertemu sang idola. Venue konsernya pun bagus yaitu di National Stadium Singapura yang besar. Saya pun sangat senang dan tidak menyangka bisa melihat konser idola di Singapura. Di sana saya bisa bertemu dengan fans dari berbagai negara, bahkan ada yang jauh dari Eropa.

Sekian cerita perjalanan yang menurut saya spesial. Karena dengan tujuan utama menonton konser, saya bisa sekalian jalan-jalan dan juga mendapatkan pengalaman, teman baru dan tahu bagaimana negara Singapura itu. Ini semua berkat tiket.com, karena di tiket.com #semuaadatiketnya. Apalagi tiket.com sering kali mengadakan promo, jadi kita kalau ingin jalan-jalan tak perlu khawatir tiket mahal.